Rabu, 05 Februari 2014

[PERSONAL] Up and Down

Hallooo...(^o^)/

Apa kabar hari ini? Semoga semua sehat ya.

Hampir tiga minggu saya tidak update cerita-cerita saya, entri terakhir tanggal 16 Januari 2014. Ke mana saja? Tidak lain tidak bukan, saya dilanda malas berpikir dan bercerita. Padahal ada beberapa bahan untuk dibuat cerita, tapi...ya begitu deh XD.

Kenapa judul cerita kali ini seperti di atas?

Jadi begini, sejak satu setengah bulan kemarin saya dan suamik merencanakan liburan. Tadinya pengen ke Bandung, menginap di hotel yang cakepan gitu. Kebetulan permintaan cuti suamik sudah disetujui bagian Ha-eR kantornya. Baru mau cari-cari hotel, bapak mertua saya telepon ke suamik, kapan mau main ke Semarang? Pikir berpikir...iya juga, lama nggak nengok keluarga di sana (simbah, bapak, adik suamik, dan adik ipar). Akhirnya diputuskan nggak jadi ke Bandung, sebagai gantinya kami main ke Semarang. 


Saya dan suamik ke Semarang naik pesawat, rasanya seneng banget karena lama nggak naik pesawat XD. *noraknya kumat*. Berangkat hari Kamis tanggal 30 Januari 2014. Di bandara bisa jajan kue sus Papa Beard's yang saya suka. Sampai di Semarang, ketemu bapak dan adik... langsung diajak makan siang di Kampung Laut. Gurame goreng terbang dan cumi goreng tepung menjadi pilihan. Malamnya makan mi jawa di RM Bakmi Jawa Doel Noekmani. Ternyata sate ayamnya uenak banget. Terus jajan bakpao di Linda Bakery. Ah iya, saya ini emang cinta banget sama bakpao, dan suamik saya dengan enaknya mengenalkan saya ke bakpao Linda Bakery, yang berakhir dengan saya kecanduan (.__.). 

Hari Jumat, setelah sholat Jumat saya dan suamik diajak makan lagi...kali ini ke Restoran Apung Kampung Rawa, Ambarawa. Lebaran kemarin sudah ke sini, cuma nggak sempat makan di restorannya karena penuh banget. Saung-saungnya di tengah kolam dan jalan antara saungnya itu berupa jembatan yang terapung, jadi goyang-goyang ditambah dengan angin kencang yang selalu bertiup. Hahaha, tempatnya asik deh. Makanannya juga lumayan enak. Cuma entah kenapa, saya lagi nggak mood foto-foto makanan yang saya makan. Malamnya saya jajan martabak telur bang Khohar di Jalan Pemuda. Ini gara-gara suamik cerita, motong martabaknya itu pakai kapak. Saya penasaran dooong, ternyata emang iya...pakai kapak. Jadi inget kapaknya Wiro Sableng, Kapak Naga Geni 212. Ish. Terus jajan bakpao lagi, bulet deh...

Hari Sabtu, sebenarnya punya rencana untuk jalan-jalan ke Yogyakarta berlima (bapak, adik, adik ipar, suamik, dan saya). Karena ada sesuatu dan lain hal, yang pergi hanya bapak, suamik dan saya. Sampai di Yogya, langsung sarapan di Soto Kadipiro. Terus beli Gudeg Yu Djum di dekat Plengkung, dan beli oleh-oleh bakpia Kurnia Sari. Iseng naik ke arah Kaliurang, sedikit kecewa karena Kaliurang tidak sejuk lagi :(. Lanjut cari makan siang, pengennya sik makan siang di restoran Jejamuran tapi...ternyata penuh banget. Masa' waiting listnya ada 30 tamu. Bisa-bisa makannya nanti sore. Ya sudah, nggak jadi deh. Akhinya makan siang di RM Ayam Goreng Ninit di Magelang dan langsung balik ke Semarang. Malamnya makan nasi gudeg deeeh... Yuum!

Hari Minggu, nggak ke mana-mana, seharian di rumah saja karena hujan. Nonton film Elysium yang mengingatkan saya kepada Plant di serial Gundam Seed. Malamnya saya dan suamik putar-putar, beli nasi goreng Pak Sabar, minum wedang ronde dan jajan tahu petis Prasojo di Simpang Lima.

Well, Up karena yang saya inginkan hampir saya dapatkan semua. Ketemu dan kumpul bersama keluarga di Semarang, jajan makanan yang saya suka, juga bisa jalan-jalan ke Yogya yang saya rindukan.

Terus, kenapa pakai down?

Down, karena begitu kami kembali dan sampai di rumah, kami mendapat berita duka cita, simbah Semarang meninggal. Ketika hari Kamis kami tiba di Semarang, ketemu simbah beliau masih terlihat sehat dan sempat bercanda, apa kami pulang karena mau menonton perayaan Imlek di Pecinan? Kami jawab, ya nggaklaah...kami pulang mau nengok simbah dan bapak. Hari Jum'at, simbah tidak keluar dari kamar, biasanya sejak sebelum subuh beliau sudah keluar kamar. Ketika ditanya, beliau bilang pusing dan mau tiduran saja. Hari Sabtu, saya tidak mengetahui lebih detail karena keluar rumah seharian. Hari Minggu, simbah tidak bisa bangun sendiri dari tempat tidur dan harus dipapah kalau mau ke kamar mandi. Hari Senin, karena keadaan simbah yang semakin memburuk, simbah dibawa ke RS Tlogorejo dengan ambulans.

Saat simbah dibawa ke RS, saya sudah mempunyai perasaan tidak enak. Saya terus berpikir, apa saya harus mengubah jadwal penerbangan kembali ke Jakarta?  Tapi pikiran itu tidak saya katakan kepada suami. Hanya saya terus berpikir positif, moga-moga tidak ada yang serius dengan keadaan simbah, moga-moga bisa cepat pulang ke rumah. Akhirnya kami kembali ke Jakarta sesuai dengan jadwal sebelumnya. Ternyata, Alloh berkehendak lain... Alloh memanggil simbah kembali kepadaNya.

Ketika mendapat kabar itu dari suami, saya langsung lemas. Dalam hati saya menyesal, kenapa saya tidak usulkan kepada suami agar menunda kepulangan, siapa tahu dia setuju. Mengingat itu, saya hanya bisa menangis. Yang berlalu biarlah berlalu, semoga simbah meninggal dalam keadaan khusnul khotimah, semua amal ibadahnya diterima Alloh SWT, dan mendapatkan tempat yang layak di sisiNya. Amiiin...

Ini foto kenangan bersama simbah ketika kami menikah...

ki-ka : bapak, ibu, suamik, simbah Pekalongan, simbah Semarang, saya, tante Atik, bapak mertua

Selamat jalan simbah...

Salam,

Dina








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca cerita ini.
Sila berkomentar tentang tulisan saya di sini. Saya lebih menghargai jika komentar yang diberikan sesuai dengan isi posting blog dan tidak ANONIM. Kalau ada alamat blog, cantumkan saja nanti saya main ke sana :)