Halo temans :)
Hihihi, entah kenapa tiba-tiba kemarin siang kami berdua pengiiiin banget makan pempek. Sering begitu, tiba-tiba suami ngajakin makan ini yuk, ayuuk...saya juga lagi pengin :D. Akhirnya kami berdua jalan ke salah satu tempat makan yang menurut kami enak di daerah Bintaro, yaitu Warung Pempek 161 Kelapa Gading cab. Bintaro. Namanya memang ada kata "Kelapa Gading"nya, karena di sana pusatnya. Warung pempek ini punya cabang di Bintaro dan Serpong, dan sepertinya ada juga cabang di tempat lain. Di Bintaro warung ini ada di Ruko Multi Guna, Jl Bintaro Jaya sektor 3-A Tangerang Selatan, no telepon 021-73691073 (katanya sih, terima delivery jugaaa...).
Warungnya hanya menempati satu blok ruko di pojokan, paling pojoook...:D. Interiornya sederhana, set meja makan terdiri dari bangku kayu dan meja, di teras depan ada 2 set meja dan tempat panggangan pempek. Seperti ini bagian dalam warung..
Abaikan bagian kanan foto ya, itu suami saya...badannya nutupin setengah foto :D. Di dinding ada foto-foto menu yang dijual lho...hihihi, mau foto malu sama mbaknya. Akhirnya saya fotoin menunya saja ya..
Namanya warung pempek, tentu saja hidangan utamanya adalah pempek dan teman-temannya. Di sini menyajikan pempek kapal selam, lenjer, adaan, keriting, kulit, lenggang, otak-otak, tekwan, model, es kacang merah dan minuman lain, serta berbagai macam kerupuk khas Palembang.
Makan kali ini suami memesan pempek lenjer dan kulit masing-masing 1 butir, kemudian tambah dengan 2 butir pempek adaan, saya sendiri karena memang pecinta berat pempek kapal selam ya pesennya 1 buah pempek kapal selam, pakai tambahan mi kuning sebagai pengganti nasi. Seperti ini..
Minumannya kami memesan teh tawar hangat dan es kacang meraaah! Es kacang itu wajib dipesan kalau berkunjung ke warung pempek, karena di restoran/warung makan lain tidak ada yang menjual es kacang merah ini. Sebagai teman makan pempek, disediakan cuko, taburan ebi, sambal cabe, serta kecap manis dan asin..
Terserah saja, mau makan pempek dengan cuko yang banyak atau sedikit, dengan taburan ebi atau tidak, tergantung selera masing-masing. Saya sendiri lebih suka cukonya tidak terlalu banyak, karena cuko di pempek 161 ini cukup kental dan rasanya kuat banget plus agak pedas. Di warung lain biasanya cuko yang diberikan encer dan ada 2 macam, manis dan pedas. Nah, kalau di 161 disediakan kecap manis jadi kalau merasa cukonya terlalu pedas walau tanpa sambal cabe, bisa ditambahkan kecap manis. Kalau merasa kurang pedas, ya sila tambahkan sambal cabe.
Rasa pempeknya? Whoaaaa, berasa ikan banget, hampir mendominasi semua pempeknya. Nggak hanya rasa tepung kanji :D. Yang pernah saya baca campuran adonannya bisa beda antara kapal selam, lenjer, keriting, kulit, adaan, atau panggang. Menurut saya, lenjer, kulit dan keriting mempunyai rasa ikan yang paling kuat, adaan didominasi rasa bawang putih, kapal selam cukup kuat rasa ikannya tapi karena ada telur di dalamnya kalau dimakan ya didominasi oleh rasa telur. Saya belum pernah mencoba pempek panggang, mungkin lain kali ya :).
Untuk ukuran warung pempek, harga yang dikenakan di warung 161 ini cukup mahal tapi memang sebanding dengan rasanya. Harga yang sama di warung lain, rasa pempek di 161 lebih nendang :D. Harga pempek kapal selam IDR17,000; lenjer/kulit/keriting/adaan harganya IDR7,000 per butir; lenggang IDR20,000; model/tekwan IDR17,000; es kacang merah IDR15,000. Harga kerupuk saya belum tahu, karena belum pernah beli produk kerupuknya. Makan berdua seperti pilihan menu kami di atas itu jumlahnya IDR68,000. Hehehehe...kenyang lho, makan pempek di sini ndak harus pakai nasi...;)
Ada yang mau sharing warung pempek yang lain, yang mungkin lebih enak dan murah? Kasih tau saya ya, siapa tahu suami mau saya ajakin coba di warung lain...
Thank you for reading and visiting my blog :)
Tampilkan postingan dengan label bintaro. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bintaro. Tampilkan semua postingan
Senin, 17 Desember 2012
Minggu, 18 November 2012
[MAKAN-MAKAN] Warung Leko, Bintaro, Tangerang Selatan
Selamat siang temans :)
Eheeee, saya sudah lama pengen menulis tentang restoran yang satu ini tapi lupaaaa terus, dan kebetulan juga kata-katanya baru berseliweran di otak saya siang hari ini. Ada beberapa restoran di kawasan Bintaro tapi yang sering saya datangi tidak banyak. Warung Leko adalah salah satu di antara yang tidak banyak itu. Restoran ini ada di Rukan Kebayoran Arcade, Jl Boulevard Bintaro Jaya, Bintaro Jaya Sektor 7 Tangerang Selatan. Dengan spesialisasi hidangan iga sapi penyet, sesuai dengan tag restoran ini yaitu Spesialis Iga Sapi Penyet.
Sebelum diajak ke restoran ini, saya belum pernah samasekali makan iga. Bahkan dalam bentuk sop! Kalaupun makan sop iga, saya nggak ambil tulang iganya hanya mengambil daging dan kuah saja. Nggak ngerti di mana enaknya menggerogoti daging yang nempel di tulang :D. Suatu ketika di bulan puasa, unit kerja saya (sebelum saya berhenti) mengadakan acara buka puasa bersama. Teman-teman mengusulkan untuk berbuka puasa di restoran ini. Jadilah kami semua ke sana, walaupun saya dalam hati bertanya-tanya....saya bisa menikmati makanannya nggak yaaa....
Halaaaah...ternyata, tidak butuh waktu lama bagi saya untuk menyukai hidangan iga sapi penyet ini. Lalu saya pun meracuni suami untuk ikut makan di restoran ini di lain hari. Ternyata, suami pun jadi ikutan suka. Eheeeee...dan menjadi suatu kewajiban tiap sebulan sekali harus jajan dan makan di sini (-_-")
Warung Leko Bintaro ini lumayan jauh dari rumah di Ciledug, tapi jalanannya tidak macet jadi kurang dari 40 menit sudah bisa sampai tujuan. Kita bisa memilih untuk makan di dalam (non smoking) atau di luar ruangan (smoking). Desain meja dan kursi seperti di warteg-warteg gitu, meja panjang dan kursi panjang dari kayu... Satu set meja bisa untuk 6 orang dewasa.
Tiap kali mampir kami selalu memesan menu yang hampir sama, yaitu Iga Penyet Goreng (suami kadang tambah pakai otot), Cah Kangkung, Nasi Merah, Es Jeruk Degan (suami kadang es jeruk biasa), dan tidak ketinggalan kerupuk (ini obat pedes yang paling manjur!). Ada beberapa menu lain, tapi kami jarang memesannya. Ayam goreng atau ikan terdapat di menunya, tapi karena jualan utamanya iga sapi penyet, ya kami selalu pilih itu...:)
Saat memesan, pasti ditanya...sambelnya mau sambel korek atau penyet? Awal-awal saya selalu pesan sambel penyet, tapi kunjungan terakhir kemarin saya pilih sambel korek yang ternyata berasa lebih pedes boook! Hahaha, kapok deh...banyakin kecapnya pas mau makan.
Bedanya apa antara korek dan penyet? Sambel korek tidak menggunakan terasi dan tomat, hanya menggunakan cabai rawit merah, bawang putih dan merah, garam dan minyak. Sedangkan sambel penyet menggunakan bahan yang sama, ditambah dengan terasi dan tomat (tolong dikoreksi kalau salah yaaa...).
Ini gambar menu yang kami pesan...
Waduuuh, minumannya nggak kepoto...:D
Okay, iga sapinya empuk sangat. Makanya saya langsung jatuh cinta dan merasakan enaknya menggerogoti daging yang menempel di tulang iga itu. Sambel korek dengan intensitas sedang menambah nafsu makan, sehingga kami kadang menambah 1 porsi nasi merah untuk berdua. Taburan bawang putih goreng menguatkan rasa iga sapi yang bumbunya tentu saja adalah rahasia restoran ;). Cah kangkung bertabur bawang putih goreng juga ikut meramaikan rasa di dalam mulut. Semua bercampur dengan seimbang, kalau merasa terlalu pedas bisa tambahkan kecap di nasi atau di cobek iganya. Atau sambil mengunyah kerupuk untuk mengurangi rasa pedas di mulut. Huaaah....huaaah...ini siapa sih, yang nemuin resep makanan kayak gini... *kepedesan**mbrebesmili**terharu*
Pelayanan di restoran ini cukup memuaskan, kami tidak perlu menunggu terlalu lama sampai makanannya datang. Mungkin kalau datang rombongan lebih dari 6 orang, lebih baik jika melakukan reservasi menu terlebih dahulu, khawatir menunggu terlalu lama dan keburu lapaaar. Harga makanannya pun tidak terlalu mahal, per orang rata-rata IDR60,000 untuk menu standar seperti yang saya pesan.
Itu cerita saya tentang Warung Leko di Bintaro, kamu punya cerita juga tentang warung ini? Yuuk, sharing...:)
Thank you for reading and visiting my blog :)
Langganan:
Postingan (Atom)





