Tampilkan postingan dengan label drama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label drama. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 November 2014

[DRAMA] Love Sick The Series SS1

Alert : postingan di bawah mengandung unsur boy x boy relationship (gay), kalau tidak suka sila dilewatkan. Terima kasih.


Hellooo...\( ˆoˆ)/\(ˆoˆ )/

Love Sick The Series, apaan tuh? Lalu kenapa di atas pakai ada alert segala? Okay, akhir-akhir ini saya lagi kecanduan nonton drama dari negara gajah putih alias Thailand. Sebenernya nggak bisa dibilang nyandu sih, karena baru nonton satu ini aja XD. Lebih tepatnya, mengagumi kegantengan dan kecantikan aktor-artisnya. Saya kasih alert karena tema boy x boy relationship adalah masalah yang sangat sensitif di Indonesia, sementara cerita utama drama ini adalah hubungan pertemanan dan cinta antara 2 cowok. Mungkin ada yang nggak suka dengan tema tersebut, maka cerita saya bisa dilewatkan.

Noh (kanan) dan Phun (kiri)

Dulu nih ya, kalau search YouTube dan dapat drama Thailand, mau nontonnya aja males banget. Pemainnya ganteng, tapi jangan ngomong karena nanti gantengnya hilang XD. Sekarang? Jadi seneng dengerinnya. Terus, sekarang punya akun Instagram juga, demi mengikuti kegiatan adek-adek abege ini. Hahaha, yes. I am stalking them *slapped*

Drama ini bercerita tentang hubungan pertemanan antara dua murid cowok di sebuah sekolah di Bangkok. Nama sekolahnya Friday College, sekolah khusus cowok. Di sana ada klub musik dengan Noh (Captain/Chonlathorn Kongyingyong) sebagai ketuanya. Pada saat rapat tahunan untuk budgeting, anggota klub musik yang dikirim ke rapat tidak berkutik menghadapi para senior dari klub lain. Ini membuat budget klub musik turun jadi 5000 baht saja, padahal klub musik sudah memesan drum set baru seharga 35000 baht. Tentu saja ini membuat Noh sebagai ketua menjadi kelabakan dan berpikir pasti ada yang salah dengan urusan budgeting ini. Penasaran, Noh menemui Sekretaris Umum Komite Sekolah, Phun (White/Nawat Phumphothingam).

Phun dan Noh

Setelah mengecek file mengenai budgeting, ternyata memang tidak ada yang salah. Phun mengingatkan Noh, kalau anggota klub musik yang ikut rapat adalah juniornya, dan tidak berani melawan para senior dari klub lain. Noh menjadi bingung, darimana harus mendapatkan kekurangan uang untuk membeli drum set. Phun menawarkan bantuan kepada Noh, dia akan mencari jalan untuk menutup kekurangan tersebut, tapi ada syaratnya. Yaitu, Noh harus menjadi pacar Phun, yang disambut dengan acungan jari tengah Noh....*ngakak*

Noh, yang sudah lama mengenal Phun walaupun tidak terlalu dekat, menjadi penasaran dengan permintaan Phun. Kenapa Phun meminta dia menjadi pacarnya, padahal Phun tahu kalau Noh sudah punya cewek dan Phun sendiri sudah mempunyai cewek? Rasa penasaran itu membawa Noh ke rumah Phun, dan meminta penjelasan ke Phun. Ternyata...yang dimaksud oleh Phun adalah dia minta Noh untuk pura-pura menjadi pacarnya.



Kenapa musti pura-pura? Karena Phun yang sudah punya cewek, dipaksa oleh ayahnya untuk berkencan dengan cewek lain pilihan ayahnya. Phun nggak mau, dan salah satu cara adalah minta tolong adik perempuannya, Pang (Puaen) untuk membujuk sang ayah. Nah, si Pang ini, adalah penggemar yaoi manga (manga boy x boy relationship). Dia mau nolongin Phun, kalau Phun ini mengenalkan pacarnya (cowok pastinya). Jadilah Phun minta tolong Noh untuk jadi pacarnya. Noh baru akan menolak permintaan Phun, tiba-tiba Pang ikut bergabung dengan pembicaraan mereka. Jadinya Noh tidak bisa menolak permintaan Phun, dan mereka pun akhirnya (pura-pura) berpacaran. Hanya di depan Pang saja sih...

Ya namanya pura-pura yaaaa, pasti ada jalan dan celah menuju ke Roma, eh...maksudnya lama-lama jadi suka beneran. Begitulah yang terjadi antara Phun dan Noh. Perhatian Noh (sebagai teman) yang sangat besar, membuat Phun lama-lama suka beneran sama Noh. Hanya saja karena masih punya cewek, dan Noh juga punya cewek, Phun jadi bingung sendiri dan mulai menghindari Noh. Jadi, apakah Noh dan Phun akan jadian? Hahaha....belum ketahuaaaan...

Teman-teman sekelas Noh

Drama ini diangkat dari novel dengan judul yang sama. Novelnya dikarang oleh mbak Hed (nama Thailandnya nggak tahu), dan nama penanya adalah InDryTimes. Judul lengkapnya adalah Love Sick : The Chaotic Lives of Blue Short Guys. Tadinya novel ini hanya ditulis di blognya mbak Hed, lalu kemudian diterbitkan secara terbatas di Thailand sana. Seiring dengan naiknya popularitas drama Love Sick, permintaan akan novel ini (katanya) juga naik lagi...tapi belum kedengaran ada berita akan dicetak ulang. Saya sendiri pengen banget, novelnya terbit secara internasional dalam bahasa Inggris. Untuk saat ini saya cukup puas dengan membaca terjemahan di blognya mbak Kuda, di sana dia menerjemahkan edisi Thailand ke Inggris dengan seizin mbak Hed (yang mau baca sila klik linknya).

Balik ke dramanya. Berhubung aktor dan artis di drama ini kebanyakan adalah pendatang baru, di episode awal semua aktingnya kelihatan bapuk. Pokoknya nggak banget deh. Untungnya....ketolong sama wajah yang ganteng dan cantik. Makin ke episode akhir, makin kelihatan aktingnya membaik. Bedanya dengan novel, di drama ada beberapa side story. Tujuan sebenarnya baik, mengenalkan penonton ke beberapa karakter yang dinilai penting di episode mendatang. Cuma yang ada malah kelihatan mengganggu banget. Mau protes juga nggak mungkin...karena mbak Hed sendiri ikut terlibat di penulisan naskah drama ini.

Cewek-cewek sekolah Convent

Terus...berhubung saya penggemar manga yaoi yang sama sekali tidak bermasalah dengan cinta antara sesama jenis (boy x boy atau girl x girl),  beberapa adegan antara Phun dan Noh ini terlihat maniissss banget. Bikin diabetes, saking manisnya.  Adegan Noh merawat Phun yang sakit, Phun yang nyuapin Noh makan, atau adegan Phun dan Noh nyuci vespanya Noh. Hahaha, kalau nonton ulang...saya sering jejeritan sendirian. Yang bikin jatuh cinta bukan hanya adegan manis antara Phun dan Noh, adegan interaksi Noh, Phun dan teman-temannya di Friday College juga sering mengundang tawa. Apalagi kalau Noh berinteraksi dengan teman dekatnya yang bernama Ohm, hahaha...bawaannya ketawa terus.

Klub Musik Friday College

Kalau ada di antara teman yang suka dengan cowok-cowok ganteng, nggak keberatan dengan fonetik Thailand, bisalah nonton drama seri ini. Season 1 terdiri dari 12 episode, sudah diupload di YouTube dan ada terjemahan bahasa Inggrisnya. Sila search di YouTube atau akses dari link YouTube yang ada di blognya mbak Kuda.  Berhubung novelnya lumayan panjang, di drama (katanya) akan dibagi menjadi 3 season. Sekarang saya lagi nungguin season 2, yang belum mulai syuting T___T. Entah kapan akan mulai airing lagi.

Pendapat saya tentang hubungan cinta sesama jenis?  Nggak masalah. Buat saya, cinta itu universal. Nggak mandang umur, gender, atau ras. Jadi nonton drama ini seperti nonton drama pada umumnya. Satu lagi, di Thailand hubungan cinta sesama jenis adalah hal yang wajar dan diberi kebebasan oleh pemerintah, karenanya drama atau film yang bertema seperti ini cukup banyak di sana. Masih banyak yang bisa diambil dari drama ini, salah satunya adalah persahabatan. Itu pendapat pribadi saya. Kalau ada yang tidak setuju, saya menghargai pendapat teman semua. Jadi, mari sama-sama menikmati drama ini.




Tambahan :
Saya kaget pertama kali lihat seragam sekolah di drama seri ini. Saya pikir ini anak SMP (karena mereka semua bercelana pendek warna biru), nggak taunya SMA. Hahaha, emang anak SMP di Indonesia?
Terus saya sekarang ngeship Captain x White. Kalau kata temen segrup, segila, dan seperjuangan : I'll go die with this ship XD

Have a great day!

Dina

Rabu, 18 Juni 2014

[DRAMA] Witch's Romance

Note : sila dilewati kalau teman tidak suka dengan spoiler.

Hellooo...(^o^)/

Lama nggak cerita soal drama ya. Kangen nggak? Jadi mumpung minggu kemarin baru menamatkan drama yang satu ini, mumpung masih fresh dengan ceritanya, mari saya tuangkan dalam bentuk cerita. Kali ini drama apa yang saya tonton? Hmmm...tiba-tiba saya pengen drama yang komedi romantis gitu. Cari-cari di Good Drama, ketemu drama Korea ini. Laaah, kok tumben mau nonton drama Korea Selatan?  Anu...lagi nggak demen sama dorama Jepang karena spring dorama kali ini, artis atau aktornya nggak ada yang keren. Plaaaak...*gettingslappedbydoramafans*

Nggak gitu juga diiing~.

Kebetulan pas lihat daftar artisnya, ada nama Uhm Jung-hwa di situ. Saya suka banget sama dia, karena tiap kali dia memerankan suatu peran...rasanya kok cocok-cocok saja. Emang sik...nggak banyak drama atau film dia yang saya tonton, tapi yang saya tonton meninggalkan kesan tersendiri buat saya. Filmnya yang sudah saya tonton adalah Changing Partners dan Seducing Mr. Perfect, lalu dramanya adalah Get Karl! Oh Soo-jung dan Witch's Romance ini. Baru nonton satu episode, ternyata pemeran utama prianya juga bikin saya jejeritan sendiri. Hahaha...namanya Park Seo-joon, dan dia terlihat sangat adorable di drama ini. Pokoknya...kyaaaaah...(.___.)

Kamis, 09 Januari 2014

[DRAMA] Marry Him If You Dare (Mi Rae's Choice)

Hallooo...(^o^)/

Apa kabar hari ini? Semoga semua sehat-sehat ya...

Kali ini saya mau cerita tentang drama, dari Korea. Ish...tumben amat. Iya, soalnya udah bela-belain nungguin setiap minggu untuk episode terbarunya, cuma baru bisa nulis sekarang. Moga-moga belum basi ceritanya :). Kenapa pilih nonton drama ini? Ini karena saya menyukai pemeran utama pria dan wanitanya. Hanya pada taraf menyukai, belum sampai jadi die-hard fans *dipertegas*. Yep, saya pilih drama Mi Rae's Choice (Marry Him If You Dare judul di GoodDrama).


Emang siapa yang jadi tokoh utamanya?

Kamis, 14 November 2013

[DRAMA] Hanzawa Naoki

Halo temans ^____^

Apa kabar hari ini? Semoga sehat semua ya.

Heee...kalau jalan ke forum atau boks komentar di situs streaming drama itu, pasti menemukan drama yang bagus. Kemarin secara tidak sengaja saya baca-baca komentar di sebuah judul drama, malah di sana banyak yang berkomentar kalau drama ini layak ditonton. Penasaran, saya pun menuju ke judul drama yang dimaksud, dan akhirnya nonton drama ini secara marathon. Muahaha...3 malam berturut-turut tidur di larut malam. Drama apa sih, sampek dibela-belain nonton? 

Jeng...jeng... ini dia, Hanzawa Naoki.


Baru kali ini saya nonton drama Jepang yang bercerita tentang dunia perbankan, kebanyakan yang saya tonton bertema percintaan, komedi, atau sekolah. Tadinya saya khawatir ini adalah drama yang membosankan, hohoho...ternyata tidak, malah jadi penasaran dan terus klik button "next episode". Muahahaha...

Kamis, 24 Oktober 2013

[DRAMA] Kekkon Shinai

Halo temans ^____^

Apa kabar? Semoga semua sehat ya.

Uhhhm, kalau sudah nongkrong di GoodDramadotnet itu, entah kenapa selalu menemukan drama yang menarik untuk ditonton. Lebih tepatnya mencari sik. Iya, mencari drama lain yang dibintangi oleh Tamaki Hiroshi. Kalau dibilang ngefans atau mengidolakan TH, nggak juga. Biasa saja, senang melihat wajah ganteng tirusnya. Daaan, kali ini saya menonton drama Jepang yang berjudul Kekkon Shinai. Terjemahan bahasa Inggrisnya Unmarried, ada juga yang menerjemahkan jadi Wonderful Single Life.



Kekkon Shinai dibintangi oleh Kanno Miho, Amami Yuki, dan Tamaki Hiroshi. Diputar di Fuji-TV pada tanggal 11 Oktober - 20 Desember 2012. Jumlah total episodenya ada 11, hehehe...membuat saya lebih menikmati drama Jepang. Disutradarai oleh Ishii Yusuke dan Tanaka Ryo, dan diproduseri oleh Nakano Toshiyuki.

Bercerita tentang 3 orang yang hidup dan bekerja di kota Yokohama. Tanaka Chiharu (Kanno Miho) berumur 35 tahun, karyawan kontrak di sebuah biro travel, masih satu rumah dengan orangtuanya, belum menikah. Kirishima Haruko (Amami Yuki), berumur 44 tahun, karyawan tetap di biro desain taman, tinggal sendirian di sebuah apartemen yang cukup besar, belum menikah. Terakhir, Kudo Junpei (Tamaki Hiroshi), berumur 32 tahun, karyawan part-timer di sebuah toko bunga, hidup sendirian. Kesamaan 3 orang itu? Sesuai dengan judul dramanya, belum menikah :).


Episode 1 dibuka dengan narasi. Ternyata menurut sensus nasional Jepang, jumlah perempuan yang tidak menikah antara usia 30 tahun sampai 40 tahun telah meningkat dan sekarang adalah yang tertinggi. Dibandingkan dengan 10 tahun lalu, tingkat perempuan yang belum menikah telah meningkat sebesar 6,7% untuk perempuan di awal umur 30-an dan 8,5% untuk perempuan di akhir umur 30-an. Mengapa mereka tidak menikah?

Tanaka Chiharu. Ingin segera menikah, tapi belum menemukan calon suami yang tepat. Hubungan seriusnya yang terakhir, sudah berlalu sejak 5 tahun yang lalu. Sejak saat itu, Chiharu tidak ingin berhubungan dengan laki-laki. Keputusan adiknya untuk menikah, juga desakan ibunya untuk segera menikah, membuat Chiharu menjadi bingung. Ditambah dengan lingkaran temannya, di mana kebanyakan sudah menikah dan mempunyai anak. Chiharu pun sedikit merasa tertekan, dan merenung di sebuah bangku taman. Di sana dia bertemu dengan seorang perempuan...


Kirishima Haruko. Sejak lama Haruko memutuskan untuk tidak menikah. Pandangan hidupnya tentang kencan, menikah dan mempunyai anak, sama sekali berbeda dengan Chiharu. Haruko bekerja sebagai desainer taman di sebuah biro desain. Dengan alasan Haruko tidak menikah, pihak manajemen memutuskan untuk mentransfer Haruko menjadi manajer di sebuah toko bunga. Kalau dipikir, apa hubungannya biro desain dengan toko bunga? Kalau satu induk perusahaan, wajar. Kalau beda?  Ish, bawel. Namanya juga drama, apa saja bisa dibuat.  Di toko bunga Haruko mempunyai 2 karyawan part-timer,  Sakura Mai seorang mahasiswi berumur 19 tahun, dan seorang laki-laki...


Kudo Junpei. Memilih bekerja di toko bunga, karena menyukai bunga dan bahasa yang dikatakan oleh bunga. Aslinya Junpei ini pelukis, tapi sudah lama sekali dia tidak melukis. Yang masih rajin menyemangati Junpei untuk melukis adalah adik kelasnya yang bernama Kono Mizuki. Heeee...Mizuki menyukai Junpei dari dulu jaman kuliah, tapi perasaannya tidak bersambut. Junpei selalu menganggap dirinya tidak pantas untuk menikah.


Ketiga orang itu akhirnya berhubungan satu sama lain. Chiharu memutuskan untuk keluar dari rumah orangtuanya, dan tinggal bersama Haruko di apartemennya. Sebenarnya Haruko tidak mau sharing apartemen, tapi luluh dengan Chiharu yang polos, gampang terpengaruh dengan orang lain, dan pintar masak :D. Chiharu juga jadi akrab dengan Mai dan Junpei, yang akhirnya sering membantu Chiharu. Seperti menyiapkan pernikahan adik Chiharu yang mendadak, atau menjaga anak teman Chiharu yang dititipkan ke Chiharu sehari karena ada urusan di luar kota. Lama kelamaan, ada perasaan suka di antara Junpei dan Chiharu.


Sayangnya, perasaan suka itu tidak dapat disampaikan oleh Chiharu maupun Junpei. Chiharu menahan diri karena melihat Mizuki yang berusaha keras supaya Junpei mau ikut dengannya ke Paris, dan mulai melukis lagi. Junpei yang merasa tidak pantas mendampingi Chiharu akhirnya memutuskan untuk pergi ke Paris bersama Mizuki. Sementara di biro travel, bos Chiharu menyampaikan kabar kalau kontrak karyawan Chiharu akan berakhir bulan depan dan tidak akan diperpanjang. Mendengar kabar bahwa Junpei akan ke Paris, ditambah kalau dia akan dipecat, membuat Chiharu merasa putus asa dan marah. Chiharu melepaskan kekesalannya di Haruko, mengatakan kalau Haruko tidak mengerti apa yang dirasakannya. Berakhir dengan Chiharu keluar dari apartemen Haruko.


Haruko bukan tidak tahu apa-apa mengenai perasaan Chiharu. Selama ini Haruko juga memendam masalahnya sendiri, di usia 30-annya Haruko sempat menjalin hubungan dengan bosnya di biro desain. Tentu saja si bos sudah menikah :). Haruko juga merasa tidak enak dengan ibunya karena memilih tidak menikah. Di usianya sekarang, Haruko juga mendapat perhatian yang tidak terduga dari dosen Sosiologi, di mana Mai mengikuti kuliahnya.  Pak dosen ingin menghabiskan sisa hidupnya dengan Haruko...



Akhir ceritanya?

Heeee, akhir drama Jepang itu selalu menggantung. Nggak jelas. Di sini diceritakan akhirnya Junpei menyadari perasaannya kepada Chiharu, dan memutuskan untuk batal pergi ke Paris. Chiharu pun begitu. Sadar kalau dia menyukai Junpei, Chiharu memutuskan untuk menolak lamaran manajer Takahara, yang sejak hari pertama masuk di biro travel sudah menyukai Chiharu. Setelah sama-sama mengaku suka, terus jadian? Hahaha...I really hate this part. Mereka memutuskan untuk berpisah. Haaaah...? Iya. Berpisah untuk bertemu lagi, setelah masing-masing menggapai impiannya. Ih, drama Jepang...


Haruko bagaimana?

Well, Haruko sempat jatuh pingsan karena penyakit yang sudah lama diderita. Pingsan di tengah kesendiriannya di apartemen, yang untungnya ditemukan oleh Chiharu, membuat Haruko berpikir ulang. Apakah tetap hidup sendiri untuk selamanya, atau menerima ajakan pak dosen untuk hidup bersamanya. Haruko pun akhirnya memilih untuk hidup bersama pak dosen, sembari mengerjakan dan merawat taman rumah pak dosen. Pun begitu, mereka memutuskan untuk tidak menikah. Hanya saling mengisi di kehidupan mereka.


Hmmm, sebelum menonton drama ini saya sempat membaca artikel yang dikirim oleh suami saya. Artikel ini berjudul  : Why have young people in Japan stopped having sex? Just click the link, if you want to read it. Setelahnya saya jadi sedikit paham, kenapa banyak perempuan di Jepang yang memilih tidak menikah. Khususnya berhubungan dengan pekerjaan. Yang saya tahu, perempuan bekerja di Jepang selalu kepentok dengan pernikahan. Jika sudah menikah dan punya anak, bisa dipastikan karirnya mandek. Mungkin karena itulah, perempuan Jepang yang sudah sukses di kantor memilih untuk tidak menikah. Jujur saja, saya dulu juga merasakan apa yang dirasakan Chiharu atau Haruko. Umur 30 lebih, belum menikah, masih ikut orangtua, di kantor tidak ada peningkatan karir, juga tekanan dari keluarga besar yang terus menanyakan kapan menikah. Bedanya? Saya memilih untuk menikah, sementara Chiharu dan Haruko tidak.



Anyhooo...drama ini enak ditonton. Di setiap episode, ada satu jenis bunga dan bahasa bunganya yang menjadi tema episode tersebut. Ya kaliii, bisa dicatet dan dijadikan panduan kalau mau kasih bunga ke teman, pasangan, atau orangtua. Bunganya bagus-bagus. Suka dengan penampilan Kanno Miho yang ceria, Tamaki Hiroshi tetap kelihatan ganteng walaupun kurus banget :D, sementara Amami Yuki sepertinya terjebak dalam stereotip peran perempuan yang belum menikah. Yaaaah, drama...dinikmati saja jangan terlalu dipikirkan. Termasuk menikmati apartemen yang ditinggali Haruko dan Chiharu.



Selamat menonton!

Salam,
Dina

Foto diambil dari berbagai sumber.





Minggu, 14 Juli 2013

[DRAMA] Love Shuffle

Halo temans ^____^

Saya ini kalau lagi kumat iseng nonton drama, bisa menontonnya berjam-jam sampai seluruh episodenya saya tonton :D. Kadang lupa kalau masih punya pekerjaan rumah tangga...

*dijepret suamik*

Yah, nggak semua drama saya tonton juga sik. Kalau ada drama yang saya rasa membosankan, di tengah-tengah saya langsung skip ke episode terakhir. Episode yang nggak saya tonton, saya cari rekap sinopsisnya di blog pecinta dramah. Yang saya suka, saya tonton sampai habis. Salah satunya adalah Love Shuffle. Nemunya nggak sengaja, lagi kangen sama profilnya Tamaki Hiroshi malah nemu drama ini. Mari nonton...

sumber :www.d-addicts.com

Drama ini adalah drama Jepang, yang memang lebih saya sukai daripada drama Korea. Ditayangkan pertama kali di Tokyo Broadcasting System (TBS) dari tanggal 16 Januari 2009 - 20 Maret 2009. Jumlah episode adalah 10, bergenre komedi romantis. Cerita ditulis oleh Shinji Nojima, yang menulis di antaranya cerita drama Strawberry on the Shortcake (Kyoko Fukada, Hideaki Takizawa) atau Golden Bowl (Takeshi Kaneshiro, Hitomi Kuroki). Ceritanya melibatkan 8 orang, 4 orang perempuan dan 4 orang laki-laki. Masing-masing mempunyai masalah dalam hubungan percintaannya.

Pasangan pertama : seorang pekerja perusahaan IT, Kei Usami (Hiroshi Tamaki) dan tunangannya yang merupakan anak direktur tempat Kei bekerja, Mei Kagawa (Shihori Kanjiya). Kei sedang dilanda panik karena tiba-tiba Mei memutuskan untuk mengakhiri pertunangan mereka tanpa alasan yang jelas. Pasangan kedua : seorang penerjemah, Airu Aizawa (Karina) dan kekasihnya yang kaya raya, Yukichi Oishi (DAIGO). Airu sedang kesal dengan pacarnya karena selalu memantau ke mana Airu pergi.


Pasangan ketiga : seorang fotografer khusus model perempuan, Ojiro Sera (Shota Matsuda) dan Reiko Kamijyo (Hijiri Kojima) yang sedang dilanda masalah karena Reiko selalu menuntut hubungan seks setiap malam. Pasangan keempat : seorang psikiater bernama Masato Kikuta (Shosuke Tanihara) dan pasiennya yaitu Kairi Hayakawa (Yuriko Yoshitaka). Hubungan Masato-Kairi masih menjadi tanda tanya, apa hanya sebatas psikiater-pasien atau lebih dari itu.

Kei, Airu, Ojiro, dan Masato tinggal di gedung apartemen mewah yang sama, di lantai yang sama yaitu lantai 28. Pada suatu malam, secara tidak sengaja keempatnya terjebak di dalam lift ketika listrik se-kota Tokyo padam. Di saat terjebak itulah mereka berbagi cerita tentang hubungan cinta masing-masing. Lalu muncullah ide Masato untuk saling bertukar pasangan di antara mereka (shuffles). Masing-masing mendapat giliran dengan partner yang berbeda selama 1 minggu. Mereka pengin tahu, apakah benar-benar ada cinta dengan pasangan masing-masing, dan apakah ada kecocokan dengan partner yang lain. Hehehehe...:D


Permainan dilakukan sebanyak 2 ronde, sekitar 2 bulan gitu deh. Selama 2 bulan itu banyak yang terjadi di antara mereka. Mei yang tadinya berniat mengakhiri hubungan dengan Kei, akhirnya memilih untuk menikah dengan Kei, meskipun dia mengungkapkan ada rasa tertarik dengan salah satu partnernya. Kei sendiri dengan senang hati menerima keputusan Mei untuk menikah dengannya, walaupun dalam hati kecilnya Kei mulai sadar kalau dia mulai menyukai salah satu partnernya juga. Airu menyukai Masato, tapi langsung ditolak oleh Masato, karena Masato ternyata....(lebih baik nonton sendiri :D). Ditolak oleh Masato, Airu akhirnya menyadari dia menyukai salah satu partnernya juga.

Ojiro, setiap partnernya dipotret dengan tema yang sesuai dengan kepribadian partnernya. Semua dibuat menangis oleh pertanyaan yang diajukan Ojiro saat pemotretan, tapi tentu saja itu menghasilkan foto yang dramatis dan bagus. Ojiro yang tadinya cuek kepada semua partnernya, akhirnya malah jatuh suka dengan salah satu partnernya. Masato juga sama, semua partnernya mendapat perlakuan yang gentle, hingga jatuh cinta kepadanya meski akhirnya ditolak semua XD.

Drama ini bergenre komedi romantis. Unsur komedi mencuat dari banyaknya dialog-dialog lucu yang muncul di setiap adegan. Sayangnya dialog lucu muncul dari plesetan ala Jepang (pun), yang kalau tidak ada keterangan (caption)nya mungkin saya tidak akan tahu di mana letak lucunya. Selain dialog, kebiasaan aneh para penghuni apartemen juga mengundang senyum. Misalnya kebiasaan mereka berkumpul untuk makan malam. Di mana kumpulnya? Bukan di salah satu apartemen, melainkan di lobby depan lift lantai 28 XD. Mentang-mentang lantai paling atas, tidak ada lagi yang berseliweran ke atas... Hahahaha...


Saya menonton ini karena nemu di profilnya Hiroshi Tamaki. Saya kangen melihatnya di drama, terakhir nonton di Nodame Cantabile SP 2. Sayangnya di drama ini dia makin kurus :(. Di drama Nodame Cantabile dia masih terlihat ideal dan segar, pas yang SP 1 maupun SP 2 mulai kelihatan kurus banget. Jadi agak hilang gantengnya... Halaaaah... Aktor dan aktris yang lain kebanyakan saya baru melihatnya, tapi itu tidak masalah...yang penting enak dilihat...*gampangan*


Ciri khas dari penulis cerita terlihat sekali di drama ini. Shinji Nojima selalu menggunakan lagu-lagu lama sebagai pengisi lagu di dramanya. Seperti lagu-lagunya ABBA di drama Strawberry on The Shortcake atau lagunya Paul Anka di drama Golden Bowl. Di sini beliau menggunakan lagu Fantasy (Earth, Wind and Fire) sebagai pembuka-penutup, dan lagu Eternal Flame (The Bangles) sebagai sisipan.


Akhirnya, siapa jadian dengan siapa? Kalau saya ceritakan di sini nanti dibilang spoiler. Kamu suka menonton drama, sila lihat website gooddrama.net. Di sana ada drama Korea, Jepang, Taiwan dan Hongkong. Selain drama juga ada beberapa film lama yang ngetop di jamannya dulu. Ya emang sik, nonton via streaming begini bakal menghabiskan kuota internet, tapi sekarang saya lebih memilih cara ini. Kalau harus beli, selain jauh tempat belinya juga butuh tempat penyimpanan yang tidak sedikit. Makasiiiih banget, buat yang udah kasih terjemahan bahasa Inggris (subtitle), keterangan (caption), dan upload di website tersebut.

Thank you for reading and visiting my blog :)






Senin, 04 Februari 2013

[DRAMA] My Boss, My Hero

Halo temans ^____^

Banyak drama Jepang yang beredar di Indonesia, walaupun sekarang ini lebih banyak drama Korea siiih... Jujur, saya lebih suka nonton drama Jepang. Karena apa?  Durasi per episodenya lebih pendek, sekitar 45 - 50 menit saja, dibandingkan dengan drama Korea yang mencapai 1 jam lebih dikit.  Lalu jumlah episodenya juga tidak banyak, maksimal 12 episode.  Jarang yang mencapai di atas 15 episode, kecuali drama taiga (sejarah Jepang) tayangannya NHK ya.  Jadi nontonnya juga nggak terlalu capek :).

Waktu dulu belum menikah, saya bisa berjam-jam menghabiskan weekend saya hanya dengan menonton drama Jepang. Nonton di mana? Di tivi kan tidak ada yang menayangkan?  Saya nonton DVDnya, beli yang bajakan di Glodok.  Hihihi...dulu saya demen jalan-jalan ke Glodok, berburu DVD atau mp3 bajakan.  Sekarang sih udah nggak :D.

Salah satu judul drama yang saya tonton adalah My Boss, My Hero.  Total episodenya ada 10.  Dibintangi oleh Nagase Tomoya (vokalis grup band TOKIO), Tegoshi Yuya (anggota boyband NEWS), Aragaki Yui, Koki Tanaka (anggota boyband KAT-TUN), Kikawada Masaya, dan Kashii Yuu.  Ditayangkan di Nippon Television sekitar bulan Juli - September 2006.  Ternyata sekarang di YouTube ada beberapa akun yang upload drama Jepang ini, terutama yang jalan ceritanya bagus-bagus.  Jadilah saya menonton ulang My Boss My Hero ini via YouTube :D


Drama ini bergenre komedi, menceritakan seorang pewaris grup Yakuza (Kanto Eigekai) yang bernama Sakaki Makio (Nagase Tomoya), yang bodohnya nggak ketulungan.  Di awal cerita, dia harus melakukan deal dengan mafia Hongkong, diwanti-wanti oleh sang ayah agar jangan mau deal di bawah USD35juta. 

Mafia : how about USD20 juta?
Makio : NO
Mafia : we added USD5juta
Makio : NO
Mafia : we added more USD5juta
Makio : *mikir* NO
Mafia : last deal, we added you more USD5juta
Makio : *ngitung**mikir keras**nggak bisa ngitung* NO

Gobloooosss....padahal itu jumlahnya udah USD35juta tapi ditolak terus sama Makio.  Akhirnya pihak mafia membatalkan perjanjiannya, dan Makio pun dimarahi oleh sang ayah karena tidak bisa menghitung.  Menurut sang ayah karena Makio benar-benar bodoh dia tidak pantas menjadi ketua penerus Kanto Eigekai, dan diputuskan bahwa Makio harus kembali bersekolah SMA lagi, harus lulus dan mendapatkan ijazah, baru bisa jadi ketua.  Kalau gagal, posisi ketua akan diserahkan ke sang adik, Sakaki Mikio.  Padahal umur si Makio ini udah 27 tahun!!! *ngakak*


Dengan bantuan teman sang ayah yang merupakan kepala sekolah di SMA St.Agnes, Sakaki Makio pun kembali bersekolah, masuk ke kelas 3-A, dengan wali kelas bu Minami Yuriko.  Tidak ada seorangpun di sekolah yang mengetahui identitas Makio yang sebenarnya, hanya pak kepala sekolah yang tahu.  Di sinilah segala kelucuan dimulai....

Mulai dari berebut puding St.Agnes yang hanya dijual 12 cup per hari, senam Agnes bagi semua murid yang terlambat, kebodohan Makio dalam mengikuti pelajaran sehingga harus mengulang ujian tengah semester dan mengikuti pelajaran tambahan, naksir teman sekelasnya yang kalau dihitung-hitung lebih muda 10 tahun, sampai dengan kehidupan gandanya antara pelajar sekolah dan penerus grup Yakuza....


Oia, Makio pun dengan sukarela mengajukan diri menjadi ketua kelas hanya karena menganggap kata-kata "ketua kelas" (dalam bahasa Jepang) sama dengan "ketua gang yakuza". Hahaha...
Seiring dengan berjalannya waktu, mulai terjalin kekompakan di antara murid-murid kelas 3-A.  Yang tadinya individualis, tidak mau menerima Makio sebagai ketua kelas, juga tidak mau terlibat dalam kegiatan sekolah menjadi kompak dalam meramaikan festival sekolah.  Mereka pun mulai menerima kepemimpinan Makio di kelas, yang walaupun sering rada-rada dodol...:)


Sampai akhirnya keberadaan Makio di sekolah St. Agnes tercium oleh gang yakuza yang merupakan musuh besar gang Kanto Eigekai.  Mereka pun mendatangi sekolah dan mengancam akan menghancurkan sekolah jika Sakaki Makio tidak keluar.  Kepala sekolah melarang Makio menemui mereka, kalau Makio keluar dia tidak akan lulus sekolah.  Bingung antara lulus sekolah atau keamanan teman-teman kelas dan sekolahnya, Makio pun akhirnya memutuskan untuk menemui gang yakuza.


Bisa ditebak kan? Makio ketahuan oleh teman-teman sekelasnya, bu guru Minami, guru-guru lainnya, dan seluruh sekolah...kalau Makio adalah wakil ketua Kanto Eigekai yang harus bersekolah lagi demi mendapatkan ijazah SMA.  Kecewa karena merasa dibohongi, seluruh teman di kelas 3-A tidak lagi bersikap baik dan ramah terhadap Makio.  Makio pun merasa tidak enak dengan teman-teman sekelasnya dan akhirnya tidak masuk sekolah lagi.

Hari kelulusan pun tiba, seluruh kelas 3-A lulus kecuali Makio.  Setelah upacara kelulusan, mereka berkumpul di kelas dan mendengarkan wejangan terakhir dari bu guru Minami.  Lalu bu guru membacakan surat dari Makio yang intinya Makio meminta maaf kepada seluruh teman-teman kelas 3-A.  Terharu dengan permintaan maaf Makio, beberapa teman pun mencari Makio di game center tempat Makio sering bermain bersama mereka.  Benar saja, Makio dan anak buahnya sedang bermain di game center.


Teman-teman  meminta Makio untuk merayakan kelulusan bersama mereka, walaupun Makio tidak lulus.  Luluh, Makio akhirnya pergi kembali ke sekolah, di sana teman-teman yang lain sudah menunggu dan mereka pun merayakan kelulusan bersama.  Makio mendapat piagam kelulusan juga walaupun tidak tertulis lulus :D.  Di akhir episode 10, setelah credit title...digambarkan Makio kembali ke sekolah, tentu saja bukan St. Agnes lagi.  Kali ini Makio bertekad harus lulus! Ganbatte ne!
 
Drama komedi ini enak ditonton, membuat tertawa sepanjang episode.  Memang sih, beberapa candaan agak susah diikuti karena bahasa Jepang anak muda yang banyak mengandung plesetan.  Jangan khawatir, yang diupload di YouTube teksnya lengkap, juga ada beberapa caption jika ada dialog penuh canda yang agak susah dimengerti :).  Pengen nonton drama konyol ini? Sila browsing ke YouTube, langsung ke channelnya Sandra Cui, atau search by keyword : My Boss My Hero.

Yang saya suka di sini adalah akting Nagase Tomoya sebagai Sakaki Makio, ekspresiiiif banget.  Jadi keliatan banget konyolnya.  Drama yang dibintanginya memang kebanyakan drama komedi siiih...:D
Walaupun aktor-aktor Jepang tidak seganteng aktor Korea tapi saya tetap lebih memilih menonton drama Jepang ;)

Maaf kalau panjang ceritanya, semoga bisa dinikmati teman semua.  Thank you for reading and visiting my blog :)

Foto diambil dari berbagai sumber.