Tampilkan postingan dengan label etude house. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label etude house. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Juni 2014

[PRODUK] Etude House Sweet Recipe Choco Chip Cookie Pact

Hellooo...(^o^)/

Haduuuuw, ini nama produknya panjang bener yak XD. Hihihi, saya kembali dengan cerita produk. Sebenarnya saya jarang pakai bedak, karena kadang pakai bb cream juga sudah bisa menutup kekurangan (baca : noda bekas jerawat) di wajah. Cuma kadang...kalau lagi malas pakai bb cream, habis pakai pelembab langsung pakai bedak. Hehehe, nggak bagus sebenarnya (gimana mau kelihatan mulus yah~). Ano...saya beli ini karena kemasan yang lucuk. Waktu lihat di online shop langganan, langsung mikir...ya ampuuun, ini lucuk banget kayak biskuit coklat.

Hahaha, sesuai dengan namanya yang cukup panjang menurut saya...yaitu Etude House Sweet Recipe Choco Chip Cookie Pact, kemasan bedak padat ini bener-bener kayak chocolate cookie. Saya salut dengan tim riset dan marketingnya Etude House, kepikiran banget bikin produk macam begini. Yang demen sama kemasan imut pasti langsung tertarik, termasuk saya. Padahal masih punya bedak lain dan biasanya agak lama habisnya, tapi teuteup aja...beli lagi (.___.)

Selasa, 19 November 2013

[PRODUK] Etude House Correct & Care (CC) Cream : Silky

Halo temans ^____^

Apa kabarnya hari ini? Semoga semua sehat ya.

Saya memang selalu ketinggalan dalam hal menceritakan sebuah produk. Orang lain sudah dari kapan membahas cc cream, saya baru sekarang bisa membahasnya. Hahaha, karena waktu mau beli juga nunggu cerita orang lain dulu, baru berani beli dan coba. Cerita produk hari ini, keluarannya Etude House (lagi) yaitu Correct & Care (CC) Cream : Silky.

Nggak tahu kenapa, dempul muka ini dikeluarinnya dengan singkatan-singkatan. Dua tahun yang lalu, BB Cream jadi trend dan masih muncul berbagai varian baru sampai sekarang. Tahun ini muncul CC Cream, yang katanya merupakan penyempurnaan dari BB Cream. Tahun depan, apakah akan ada DD Cream, FF Cream, sampai dengan ZZ Cream? Entahlah... :).

Langsung saja yuuk, kita lihat kemasan dan produknya.

Selasa, 12 November 2013

[PRODUK] Etude House Dear Darling Tint Red Orange

Halo temans ^____^

Koleksi terakhir dari liptint yang saya punya. Masih pengen punya liptint setelah Etude House Fresh Cherry Tint dan Dear Darling Neon Tint, serta Tony Moly Tony Tint, jadilah saya membeli Etude House Dear Darling Tint ini. Saya pilih warna red orange, karena dari 3 liptint yang sudah ada warnanya hampir mirip semua yaitu warna dasar pink. Saya nggak punya yang murni berwarna merah, etapi nggak pede buat beli yang warna itu akhirnya red orange pun berpindah ke tangan saya :D


Kamis, 25 Juli 2013

[SAMPLE] Etude House Silk Scarf Conditioner

Halo temans ^____^

Eh, sudah lama saya nggak cerita tentang sample ya. Hihihi, sekarang koleksi sample saya nggak banyak, karena sebagian saya teruskan untuk yang belanja di Dina's Shop. Yang sudah pernah saya coba, saya jadikan bonus sample. Yang belum saya coba, saya simpan dan akan saya coba kapan-kapan. Salah satu yang saya coba hari ini adalah produk perawatan rambut dari Etude House, yaitu Silk Scarf Conditioner.

Beberapa beauty blogger cerita kalau produk perawatan rambutnya Etude House itu biasa-biasa saja, tidak ada yang istimewa. Kalau perawatan kulit wajah sih oke, tapi kalau rambut mending pilih merk lain, kasarnya begitu. Marilah dicoba, nggak akan tahu benar atau tidaknya kalau tidak dicoba...




Kemasan sample dari plastik berwarna merah muda yang terlihat lembut dan feminin sekali :). Ada keterangan produk di bagian belakang, pakai huruf Hangeul, jadi saya harus mencari lagi. Saya dapat keterangan dari blog Mad About My Skin, seperti ini :
  • Diformulasikan dengan berbagai minyak yang mengkilapkan rambut : camelia, argan, biji bunga matahari, dan biji macadamia
  • Memberikan nutrisi ke bagian dalam rambut
  • Ekstrak pohon baobab yang dapat melembabkan rambut
  • Dengan aroma buah dan bunga yang segar
  • Cara pakai conditioner : setelah sampo, bilas rambut, keringkan sebentar, pakai conditioner dan biarkan 1 - 2 menit lalu bilas.
Tekstur cairan sama seperti conditioner pada umumnya. Agak kental dengan warna merah muda pucat. Wanginya sekilas ada wangi bunga yang segar. Ketika digosokkan ke tangan, rasanya kurang lembab, beda dengan conditioner yang biasa saya pakai.

Hasilnya di rambut?

Hahaha, memang mengecewakan. Dibandingkan dengan conditioner merk lokal, jauh lebih bagus yang merk lokal. Di rambut lebih lembut, meskipun saya baru pertama kali pakai merk lokal tersebut. Rambut sama sekali tidak ada rasa lembut, tidak ada bedanya dengan hanya memakai sampo saja. Atau mungkin jangan-jangan harus pakai 1 set ya? :D. Apalagi kalau dibandingkan dengan samplenya Skinfood Argan Oil Silk Hair Mask Pack. Ya memang beda jenis juga ya, yang satu conditioner yang satu hair mask pack, tapi menurut saya dua-duanya hampir sama fungsinya yaitu melembutkan rambut.

Ya kalau disuruh beli full size saya juga mikir sik, karena kayaknya mahal. Kalau untuk beli yang Skinfood saya mau deh, karena benar-benar membuat rambut jadi lebih lembut. Hohoho, segitu dulu cerita saya tentang sample hari ini.

Thank you for reading and visiting my blog :)

Jumat, 19 Juli 2013

[REVIEW] Etude House Skin Malgeum Emulsion

Halo temans ^____^

Sebagai penjual kosmetik dan skincare online, saya banyak mendapat pertanyaan ini : pelembab yang bagus untuk pagi hari apa ya? Atau ini : kulit saya berminyak, apa tetap harus pakai pelembab? Lalu bagusnya pakai pelembab apa, krim atau emulsion? Jujur, saya bingung menjawab pertanyaan yang diajukan. Kenapa? Karena saya sendiri belum mencoba semua produk yang saja jual :D. Beberapa produk memang sudah saya coba, tapi kebanyakan belum cobain...*ngumpet*.

Akhirnya kadang saya jawab seperti ini : kalau skincare biasanya cocok-cocokan, cocok di orang lain belum tentu cocok di kita. Masing-masing punya preferensi terhadap produk tertentu :). Banyak-banyak cari info mengenai produk yang sesuai dengan jenis dan keadaan kulit kita. Coba-coba beli sample saja dulu, kalau merasa cocok baru beli yang full size. Lalu bertanya lagi : sist, jual samplenya? Saya jawab : saya hanya jual full size :). Habis itu, biasanya nggak jadi beli...*ngakak*. Ya sudah, belum rezeki saya :)

Curcol sekilas ya...

Hari ini saya mau cerita produk pelembab yang sudah saya gunakan sekitar 4 bulan, dan belum habis sampai sekarang (.___.). Bagaimana mau habis, ukurannya segede gaban, dan dipakainya hanya pada pagi hari saja. Hihihi, ini dia : Etude House Skin Malgeum Emulsion (Moisturizing Emulsion).


Ini belinya nggak sengaja, bagai membeli kucing dalam karung :D. Sebetulnya mau beli Skinfood Fresh Apple Sparkling Pore Emulsion, mengingat waktu itu pori-pori kulit wajah kelihatan jelas sekali seperti kulit jeruk. Lha, ternyata kok habis...:(. Saya tidak mau pakai pelembab berbentuk krim di pagi hari, karena rasanya nggak nyaman pakai krim pagi-pagi :D. Akhirnya saya putuskan membeli ini.

Produk datang dengan kemasan kardus berwarna putih, dikombinasi dengan warna ungu yang lembut. Sisi kardus yang mencantumkan keterangan produk dan bahan aktif, berwarna pink muda. Haeee...kapan sih, kemasannya Etude House tidak berkesan girly ;). 


Saya perjelas untuk keterangan produk dan bahan aktifnya :


Seri Skin Malgeum sebenarnya terdiri dari beberapa produk, ada toner dan pelembab untuk kulit kering dan berminyak, tapi tidak spesifik untuk pori-pori yang kelihatan jelas. Saya pilih ini karena kulit saya juga agak berminyak. Ingin beli tonernya juga, tapi sudah terlanjur cinta sama Etude House Wonder Pore Freshner (baca cerita di sini), akhirnya nggak jadi beli :)

Sewaktu melihat ukuran volumenya yang 200 ml, saya kaget juga. Waduh, ini bakalan lama sekali baru habis :D. Untuk dipakai di wajah kan, tidak sebanyak seperti di badan. Ketika mengeluarkan tabungnya, saya juga menganga...ini sama sekali tidak ramah untuk di bawa bepergian :(.


Kayak botol minuman ya? :D

Sudah 4 bulan lebih memakai ini, isinya belum habis setengah botol. Padahal niatnya mau cerita setelah habis 1 botol, tapi kayaknya itu masih lama sekali. Jadi ceritanya sekarang saja.


Tutup tabung berwarna pink muda, sama dengan kardusnya. Mulut tabung sebelumnya disegel dengan aluminium foil, biasanya tidak saya buka semua tapi karena sudah terbuka semua, saya lepas sekalian. Kalau mau dipakai, dituang secukupnya di punggung tangan lalu diaplikasikan ke wajah per bagian wajah.


Konsistensi cairan termasuk sedang, tidak terlalu cair dan juga tidak terlalu kental. Namanya kan emulsion...:). Ada sedikit wewangian di produk ini, menurut saya cukup lembut dan tidak menusuk. Buat yang tidak suka produk pelembab dengan wewangian, lebih baik tidak pakai produk ini.


Konsistensi cairan yang sedang ini membuat produk mudah diaplikasikan ke kulit wajah, dan tidak butuh terlalu banyak untuk digunakan setiap pagi. 

Menurut saya, pelembab ini enak dipakai. Tidak menimbulkan rasa lengket, yang ada kulit wajah terasa lembab dan sedikit kenyal. Memang daya serap di wajah agak lama, tapi itu tidak menjadi masalah. Biasanya setelah dioles merata di seluruh wajah, saya tepuk-tepuk dengan telapak tangan. Habis ditepuk-tepuk, gosokkan kedua telapak tangan sampai ada terasa panas lalu tempelkan tangan di wajah, sebentar saja. Dengan tangan hangat yang menempel, membantu penyerapan emulsionnya. Entah benar atau tidak, saya sih senang saja melakukannya :)

Klaim produk adalah menghasilkan kulit yang bersih, bening, dengan rona wajah yang sehat. Begitu nggak hasilnya?  Saya rasa kulit wajah saya memang sedikit lebih cerah dengan pelembab ini, tapi nggak tahu juga apakah benar karena produk ini atau karena yang lain. Skin Malgeum Emulsion ini juga diklaim bebas paraben, pewarna buatan, benzophenone, mineral oil, dan animal oil.

Sayangnya, pelembab ini tidak mengandung SPF. Jadi kalau pakai pelembab ini saja, saya biasanya tidak keluar rumah. Kalau mau keluar rumah, saya gunakan lagi bb cream yang mengandung SPF. Saya tidak begitu suka pakai sunscreen, karena ada kesan lengket kalau memakainya. Buat yang cari pelembab dengan SPF, saya tidak merekomendasikan produk ini :)

Harga produk di GMarket adalah IDR170,000 - 190,000. Buat pemakaian selama lebih dari 4 bulan, jatuhnya nggak mahal :). Kalau habis, apa mau beli produk yang sama? Hihihi, karena masih lama saya belum memikirkannya. Jika ada produk lain yang menarik untuk dicoba, kenapa tidak?

Hauuuu...panjang ya, ceritanya :). Semoga berguna untuk yang sedang mencari pelembab.

Thank you for reading and visiting my blog :)

Jumat, 12 Juli 2013

[REVIEW] Etude House Hello Kitty Cake Fragrance (Solid Perfume)

Halo temans ^____^

Ada yang kangen dengan cerita saya mengenai produk??? Coba tunjuk tangaaaan...

*sepi*

Ya udah deh, saya tetap cerita walaupun nggak ada yang kangen dengan cerita saya...

*ngurek-ngurektembok*

Okeeee...Hari ini saya mau cerita tentang produk parfum yang imut dari Etude House. Sudah baca cerita saya tentang parfum favorit yang hilang dari peredaran kan? Kalau belum baca, bisa baca ceritanya di sini. Sebenarnya saya sudah dibelikan suami parfum merk lain, untuk menggantikan parfum favorit itu. Lebih tepatnya, maksa sih...XD. Cuma karena harganya lumayan mahal, saya jadi sayang banget untuk memakainya, terutama untuk dipakai sehari-hari.

Emang...sehari-hari pakai parfum juga?

Iya, kadang pakai deodoran saja nggak puas :D. Pengin ada wangi yang keluar gitu tapi jangan wangi yang terlalu tajam juga, yang ringan saja. Kalau bisa juga pengin yang cara pakainya dioles bukan disemprot seperti eau de toilette (EDT). Rrrr...bawel amat sik, mau beli parfum doang. Iya, saya suka yang gampang dan simpel aja. Cari ke sana-sini, akhirnya saya memutuskan untuk mencoba solid perfume keluarannya Etude House yaitu Hello Kitty Cake Fragrance.

Taraaaaaa...


Imut banget ini kemasannya, kayak toples Vicks jaman dulu. Terbuat dari aluminium dengan gambar Hello Kitty lisensi Sanrio di tutupnya. Beneran deh, saya nggak pernah kecewa dengan packaging produk Etude House yang saya beli, semua mempunyai kesan bagus di mata saya. Produk datang dengan kemasan luar berupa plastik mika dengan kardus yang bisa digeser-geser sebagai penutupnya. Sayangnya saya lupa ambil fotonya, langsung main buang ke tong sampah :(.

Seri Hello Kitty perfume ini ada 2 macam, eau de toilette dan solid perfume. Ya kan nggak pengen yang semprot-semprot, jadi yang EDT nggak saya lirik, saya lebih memilih yang solid perfume. Masing-masing EDT dan solid perfume terdiri dari 3 pilihan wewangian : Tender Powder (biru muda), Cutie Tropical (kuning muda) dan Sweet Fresh (peach). 

sumber : GMarket Indonesia

Yang saya pilih adalah Tender Powder dan Sweet Fresh. Pilihnya tebak-tebak manggis saja, karena reviewnya juga tidak banyak dan tidak terlalu mendeskripsikan wanginya. Ini bagian dalamnya...


Wanginya enak? Dua-duanya enak semua dan saya suka sekali. Yang biru wanginya seperti wangi produk untuk bayi, lembut. Yang tidak suka dengan wangi bedak bayi, sebaiknya tidak memilih wangi Tender Powder :). Kalau saya, dasarnya saya suka dengan produk bayi jadi ya senang-senang saja pakai ini. Biasanya saya pakai sesudah mandi sore, ditambah dengan memakai minyak kayu putih di punggung... Hmmmmm, siap bobok manis kayak bayi :D. 

Yang peach wanginya segar, dibilang wangi bunga juga bukan, lebih ke arah wangi buah yang lembut. Saya juga suka wangi Sweet Fresh ini. Saya gunakan sehabis mandi pagi, tergantung mood juga. Kalau lagi suka ya pakai, kalau lagi pengin EDT merk lain, ya semprot-semprot deh, dikiiiit...XD.

Namanya juga parfum ya, walaupun bentuknya solid perfume (padat) pasti ada piramidanya juga, biasa kita sebut top notes, middle notes, dan base notes. Hmmm, sepertinya piramida parfum ini akan saya bahas di lain cerita ya :). Moga-moga bisa mengumpulkan bahannya.

Untuk wangi Tender Powder :
  • Top notes : anis, orange, bergamot
  • Middle notes : lily, muguet, jasmine, rose
  • Base notes : patchoulli, heliotrope, iris, musk, powdery
Untuk wangi Sweet Fresh :
  • Top notes : blackcurrant, orange, lemon
  • Middle notes : rose, muguet, leafy green
  • Base notes : sandalwood, musk
Bentuknya yang seperti balsem atau salep memudahkan saya untuk memakainya. Tinggal usap-usap sesuai selera di belakang telinga, pergelangan tangan, dan lipatan siku atau terserah di mana kita suka. Wanginya bertahan cukup lama, kurang lebih 4 - 5 jam. Kadang bangun tidur juga wanginya masih tercium sekilas :). Kemasan yang mungil (cuma 8 gram) juga membuat parfum ini mudah dibawa ke mana-mana. Cemplungin aja di kantong tas atau dompet travel kit, tapi karena mungil kadang suka keselip di tengah-tengah :D.

Saya tidak tahu apakah parfum ini masuk ke outlet Etude House Indonesia atau tidak, saya beli di GMarket dengan kisaran harga IDR60,000 - IDR75,000. Beberapa online shop lokal juga menyediakan parfum ini (ready stok). Kalau habis, saya jelas beli lagi yang wangi Tender Powder, entahlah...nampaknya si warna kuning juga enak wanginya XD.

Semoga cerita saya ini berguna buat yang sedang mencari-cari parfum ala-ala Etude House :).

Thank you for reading and visiting my blog :)


Kamis, 04 Juli 2013

[REVIEW] Etude House Drawing Eyebrow AD

Halo temans ^___^

Huwooooo....postingan ke 200...*salah fokus*

Oh hai....mau cerita tentang produk, judulnya sik sudah lama tertulis di draft tapi isinya baru ditulis sekarang.  Oiya, sebelum saya mulai cerita, pengumuman dulu ya...

Yang mau ikutan Dina's Story First Giveaway, sila klik di sini.  Terimakasih :).

Sebelumnya mau tanya dulu yak...  Buat temans, apakah pensil alis termasuk alat lenongan yang wajib dimiliki atau hanya sekedar pelengkap di meja rias atau dompet kosmetik?  Kalau saya, dari dulu saya belum pernah punya yang namanya pensil alis.  Dulu di kos-kosan, beberapa teman wajib menegaskan alis sebelum keluar rumah.  Ada yang karena alisnya tipis, ada yang alisnya hanya setengah, atau sudah kebentuk tapi tetap nggak pede kalau nggak tajam :D.  Bahkan sampai saya mulai bekerja dan akhirnya saya berhenti kerja, saya nggak punya pensil alis.  Sekali-kalinya pakai pensil alis,  waktu didandanin untuk wisuda dan kawinan.  Hadeeeeh....XD

Saya baru punya pensil alis setelah saya terkontaminasi racun para beauty blogger yang ngefans dengan kosmetik Korea Selatan, dan memperhatikan alis bintang-bintang sinetron Korea yang sederhana tapi berkesan elegan.  Kayaknya asik punya alis kayak mereka...*latah*.  Tadinya mau beli pensil alis merk lokal seperti Viva atau Inez, tapi membaca reviewnya jadi nggak pede....karena kebanyakan hasilnya tajam...*ngakak*

Akhirnya setelah membaca beberapa review dan semedi tapa di Gunung Kawi (tapi bo'ooong...) saya memutuskan untuk membeli Etude House Drawing Eyebrow AD.
Ini dia.


Saya lupa, waktu barang sampai pakai kardus nggak ya?  Kayaknya hanya pakai segel plastik :D.  Tidak ada deskripsi produk di kemasan, ini saya kutip dari GMarket : smooth texture for natural  brow, waterproof and longlasting effect.  Kira-kira begini : dengan tekstur halus untuk alis yang alami, tahan air, dan tahan lama :). CMIIW.

Ada 6 pilihan warna : dark brown, grey brown, brown, dark grey, grey dan black.  Saya tidak ingin alis saya terlihat tajam maka saya pilih no 2 yaitu grey brown.
Seperti ini...


Ini mirip dengan lipstick, jadi harus diputar dulu baru pensilnya keluar.  Alasan saya pilih model begini adalah karena saya tidak usah repot meraut pensilnya.  Sudah berbentuk sesuai lebar alis pada umumnya.  Juga karena sudah terdapat brush di ujung satunya...


Dengan adanya brush, habis memakai pensilnya bisa langsung merapikan rambut alisnya, nggak perlu cari-cari sikat alis lagi :).

Warna grey brown seperti apa?  Seperti ini...


Tekstur pensilnya lembut ketika dipakai di alis, dan langsung terlihat dengan sekali tarik.  Kalau dicoba di punggung tangan baru terasa agak keras dan harus dengan 2 - 3 kali tarikan.  Saya belum pintar membentuk alisnya, kadang masih berantakan.


Alis saya sebelum diisi dengan pensil alis, agak berantakan karena memang tidak pernah dirapikan XD, tidak terlihat tegas dan tidak sama antara kanan-kiri.
Setelah pakai...


Jadi kelihatan kan alisnya?  Hasilnya terlihat natural dan daya tahannya juga cukup lama, walau sudah terkena air wudhu atau cuci muka.  Pokoknya saya suka sekaliiiii...(^o^).   Juga ternyata pensil alis ini ada isi ulangnya, jadi kalau habis nggak usah beli sebatang-batangnya, cukup beli isi ulangnya saja. Yeaaaay...hemat :).

Saya beli di online shop langganan saya dengan harga IDR40,000.  Belum cek harga counter resmi tapi pasti lebih mahal.  Isi ulangnya belum beli karena ini masih ada, jadi belum tahu harga isi ulangnya berapa.

Ada yang pakai pensil alis ini juga?  Saya dibagi ceritanya ya :)

Thank you for reading and visiting my blog :)

Kamis, 20 Juni 2013

[REVIEW] Etude House Precious Mineral Bright Fit BB Cream Honey Beige (W24)

Halo temans ^____^

Kali ini saya mau cerita tentang BB cream sejuta umat alias sudah banyak banget yang pakai ini.  Kalau dengar kalimat "sejuta umat" itu, saya jadi ingat telepon selular merk Nokia atau Blackberry :D.  Mungkin review tentang produk ini juga sudah banyak, tapi nggak apa, mungkin masih ada pemirsa yang ingin membaca cerita saya.

Buat saya, sampai saat ini, yang paling enak diaplikasikan di wajah ya...bb cream ini.  Beberapa orang merasa tidak cocok karena merasa bb creamnya cepat hilang dan luntur, terlalu glowy atau kinclong, atau malah jerawatan karena pakai bb cream ini.  Bagaimana di kulit wajah saya?  Sebentar....kita lihat dulu kemasan kardusnya...


Kardus berwarna peach muda, dengan semburat warna putih, dan hiasan bintang-bintang yang sepertinya menunjukkan kalau produk ini akan membuat kulit wajah terlihat lebih cliiing.... Mengandung SPF30/PA++ yang saya rasa cukup untuk mengurangi efek sinar ultra violet.  Ditulis juga kalau produk ini bisa memutihkan (nggak yakin saya...:D), anti keriput (hmmmm....), juga anti kelihatan gelap (terjemahan bebas banget...).

Bagian belakang kardus...


Deskripsi produk : Precious Mineral BB Cream promotes silky complexion with pearl infused sheer coverage. Contains adenosine and arbutin for anti wrinkle and whitening efficacies, SPF for UV protection.  Terjemahannya kurang lebih seperti ini : bb cream menghasilkan kulit halus dengan kandungan bubuk mutiara. Berisi adenosin dan arbutin untuk anti kerut dan berkhasiat memutihkan, SPF untuk perlindungan UV.  

Bahan-bahan aktif yang terkandung di dalamnya...


Sila contek di google untuk deskripsi masing-masing bahan aktif ya :)

Warna yang saya pilih adalah Honey Beige (W24), karena menurut saya tidak terlalu beda jauh dengan kulit wajah saya...


Sebagai informasi, produk datang langsung dengan kemasan kardus tanpa pembungkus plastik lagi, sama halnya dengan produk Etude House yang lain :).

Penampakan tabung, seperti ini...


Sesuai saran di kemasan kardusnya, tabung harus disimpan dengan posisi seperti di foto.  Kalau saya karena saya taruh di dalam dompet kosmetik, ya akhirnya dalam posisi horizontal.  Ketika akan dipakai, dikocok lalu didirikan sebentar baru dikeluarkan isinya.

Mulut tabung berbentuk pompa, yang kalau sedang buru-buru malah keluarnya terlalu banyak :(.  Seperti ini...


Beberapa orang lebih suka dengan mulut tabung berbentuk pompa seperti ini, saya sendiri lebih suka mulut tabung tanpa pompa, seperti bb cream dari Skinfood.  

Sekarang bb creamnya sendiri seperti apa.  Foto berikut saya ambil ketika saya akan pakai, cairan bb creamnya seperti ini.


Tekstur cairan bb cream ini lebih cair daripada bb cream Skinfood, jadi begitu dikeluarkan di tangan langsung agak melebar.  Lebih mudah dibaurkan di kulit juga, mungkin karena lebih cair.  Tidak ada wangi khusus yang tajam, menurut saya ya begitu seharusnya :)

Sebelum diaplikasikan di wajah, lebih baik cairan bb creamnya dibaurkan sekilas dulu di punggung tangan, seperti ini
.

Setelah dibaurkan sekilas, baru diaplikasikan di wajah.  Saya lebih suka menggunakan jari tangan untuk aplikasinya.  Saya gunakan per bagian wajah : pipi kanan, pipi kiri, dagu, hidung, terakhir dahi.  Leher tidak saya aplikasikan karena saya menggunakan kerudung, otomatis leher akan tertutup oleh kerudung :).  Kalau dirasa kurang, keluarkan lagi bb creamnya, baurkan lagi di tangan, baru dipakai di wajah.  Perlu ada yang ditutupi? Misalnya bekas jerawat atau mata panda?  Bisa aplikasikan bb cream agak tebal di bagian tersebut.  Kalau mau nampol pakai concealer :)


Ini wajah saya sebelum memakai bb cream ini.  Sebelum memakai bb cream disarankan wajah dalam keadaan bersih dan lembab.  Saya selalu mencuci wajah 2 tahap sebelum berdandan, memakai toner, dan memakai pelembab :)


Lihat bekas jerawat di dagu sebelah kiri?  Juga di dagu sebelah kanan?  Akibat beberapa hari kemarin saya super malas membersihkan wajah :(.  Sekarang aplikasikan bb cream sejuta umat ini, dan hasilnya...


Di bagian bekas jerawatnya aplikasikan bb cream agak tebal, lalu tepuk-tepuk dengan menggunakan jari manis.  Demikian juga dengan mata pandanya, jika bb cream kurang bisa menutup tambahkan concealer.  Foto tanpa diedit ya, hanya menyesuaikan ukuran saja :)

Sekarang daya tahannya :).  Di beberapa postingan blog yang saya baca, terutama dari Indonesia, rata-rata mengeluh kalau bb cream ini kurang awet di wajah.  Yang akhirnya saya rasakan sendiri ketika menggunakannya. 

Oil control : kurang bagus.  Di ruangan tanpa ac hanya bisa bertahan 3 jam, lebih dari itu wajah pasti mengkilap dan harus di-blotting.  Di ruangan dengan ac bisa bertahan sampai 4 jam, lumayaan...  Di luar ruangan?  Krik...krik...2 jam aja udah kinclong banget :D.  Cara menyiasatinya?  Aplikasikan bedak tabur, lumayan bisa menambah daya tahan di wajah tapi saya kurang suka pakai bedak tabur.  Lebih suka terlihat glowy tanpa bedak.  Atau aplikasikan primer sesudah pelembab dan sebelum memakai bb cream.  Dengan primer, di luar ruangan bisa bertahan 3 - 4 jam tanpa harus blotting.

Coverage menurut saya bagus, karena bisa menutupi noda bekas jerawat itu.  Pori-pori saya sekarang keadaannya cukup baik, tidak kelihatan besar-besar seperti dulu.  Jadi bb cream ini bisa menutupinya. 

Jerawatan?  Alhamdulillah tidak :).  Asal rajin membersihkan wajah, bb cream biasanya tidak menimbulkan jerawat.  Bersihkan sebelum memakai dan di malam hari sebelum tidur.  Kecuali yang benar-benar ekstrim, alergi terhadap bb cream sehingga berjerawat.  

Mau beli lagi nggak?  Haduuuuh, kalau ditanya beli lagi atau tidak saya masih bingung, banyak sekali bb cream baru-baru yang keluar.  Mungkin tidak dulu, mau coba yang lain :D

Harganya berapa?  Kalau beli di online-online shop, range harganya antara IDR165,000 - 185,000.  Di outlet resmi Etude House Indonesia katanya cukup mahal, saya belum pernah cek.  Kalau ditanya barang di online shop, asli nggak?  Saya yakin asli, kebetulan saya beli di GMarket Indonesia :).

Sekian dulu cerita saya mengenai Etude House Precious Mineral Bright Fit BB Cream.  Sebenarnya saya juga punya yang warna Natural Beige (W13), sering saya gunakan sebagai campuran dengan warna ini.   Pengen diposting juga ceritanya?  Sila beri komentar ya :)

Bonus foto narsis...





PS. Mohon maaf kalau latarnya mengganggu.  Ini tempat dengan pencahayaan alami paling bagus jadi saya ambil foto di situ XD.  Alaaaah, alisnya juga oneng sebelah, maaf yaaa :(.

Thank you for reading and visiting my blog :)













Sabtu, 04 Mei 2013

[REVIEW] Etude House Wonder Pore Freshner

Halo temaans ^____^

Hayoooo...lagi pada ngapain Sabtu malam ini???

Kalau saya, tadinya saya dan suami berencana mutar-mutar di Puri Indah Mall (PI).  Cari makan enak dan membetulkan kacamata saya yang rusak, lensanya terlepas dari bingkai.  Apa daya...tempat parkir di PI 100% fully loaded!  Ada tempat parkir tapi jawuuuuh dari mallnya, jalan kakinya lumayan.  Akhirnya kami putuskan kembali ke rumah, setelah makan malam di warung pecel ayam pinggir jalan, yang untungnyaaa....lumayan enak.

Ngelantur deh, iya...ini lagi mau cerita...

Setelah merasakan toner keluaran Skinfood seri Fresh Apple Sparkling Pore (cerita di sini) sebanyak 2 botol, dan tidak ada perubahan yang berarti di pori-pori wajah, saya pun memutuskan untuk mencoba toner lain.  Jalan-jalan ke sana ke mari, cari review sebanyak mungkin, akhirnya saya memutuskan untuk membeli Etude House Wonder Pore Freshner.

Kenapa saya pakai toner?  Karena saya akhirnya merasakan enaknya berdandan dengan kulit dalam keadaan lembab dan bersih.  Jadilah toner ini wajib dipakai sebelum mengaplikasikan skincare dan makeup.

Kenapa pilih Etude House Wonder Pore Freshner?  Karena klaimnya begini...


Pokoknya selama berhubungan dengan cara mengecilkan pori-pori kulit wajah, itu menarik perhatian saya.  Walaupun saya tahu juga, kalau pori-pori wajah saya tidak akan mengecil, sampai nggak kelihatan tapiiii...setidaknya bisa mengurangi ukurannya laa...

Saya juga memilih karena harga, yang jauh lebih murah daripada tonernya Skinfood.  Dengan harga yang sama saya dapat ini dengan isi yang jauuh lebih banyak.  Saat ini tersedia 2 ukuran, yaitu 250 ml dan 500 ml.  Pertama saya coba yang 250 ml dulu, bisa dipakai selama 2 bulan.  Sekarang sedang memakai yang ukuran 500 ml.


Kemasan 500 ml datang dengan botol yang super gede. Puas banget melihatnya, seperti botol minuman.  Seperti desain kemasan produk Etude House yang lain,  warna botol ini adalah biru pastel yang enak dilihat.


Aaaah, dan tag yang menurut saya keren : i'm the wonder woman for your pores.

Dilengkapi dengan tutup flip dan pompa untuk kemasan 500 ml, untuk kemasan 250 ml tidak ada pompanya.


Cukup dengan menaruh kapas dan tekan pompanya sampai kapas menjadi basah, lalu langsung aplikasi ke wajah setelah mencuci muka.  Biasanya di kapas itu akan ada sisa-sisa kotoran yang diangkat toner ini.  Tidak terlihat nyata tapi cukup meyakinkan kalau sisa kotorannya terangkat.

Cairan tonernya sendiri menyerupai air biasa, yang mungkin kalau nggak ada baunya sama sekali saya bisa saja ditipu :D.  Eh jangan berpikiran negatif ah, nggak baik.  Nggak usah ditarok di tangan ya, bayangin aja air mineral yang agak sedikit wangi.  Sedikiiiit...
Kita lihat-lihat bahannya ya...


Saya nggak pintar membahasnya, jadi googling sendiri ya untuk keterangan bahan-bahan di atas.

Sebenarnya produk ini ditujukan untuk kulit yang berminyak dan pori-porinya besar, nah kalau saya...kulit saya kombinasi tapi pori-pori juga besar.  Untungnya hasil di kulit wajah saya jauh lebih baik daripada toner Skinfood.  Sampai saat ini sudah 3 bulan saya pakai toner ini, dan kondisi kulit saya memang sudah jauh lebih bersih daripada dulu.

Singkat kata, walau cuma pakai pelembab kulit saya nggak kucel-kucel amat. Kalau mau kelihatan flawless dan glowy, ya tetap pakai bb cream :).  Saya pasti akan membeli produk ini lagi.  Selama kulit saya belum jenuh saya akan membelinya.  Cuma satu kekurangannya, si botol ini gedha banget yak! Akhirnya kalau pergi dan menginap, saya taruh toner di botol yang lebih kecil.

Beli di mana?  Saya biasa beli dengan sistem PO di Rie Butik, kalau mau ready ya di GMarket atau counter Etude House.  Harganya cek sendiri, karena masing-masing seller punya kebijakan harga yang berbeda-beda.

Semoga cerita saya berguna, mungkin temans mau coba toner baru?

Thank you for reading and visiting my blog :)










Senin, 18 Maret 2013

[REVIEW] Etude House Baking Powder Pore Cleansing Foam

Halo temans ^____^

Cerita tentang produk lagi yah...:).

Minggu lalu, di beauty class-nya Stella Lee diajarkan kalau membersihkan wajah itu ada 2 tahapan, yaitu cleansing dan washing.  Untuk cleansing, bisa menggunakan cleansing milk, cream, oil, lotion atau tissue.  Fungsinya adalah untuk mengangkat riasan wajah yang dipakai atau sisa-sisa krim perawatan malam hari.  Cleansing saja tidak cukup, karena pasti masih ada sisa-sisa produk cleansing itu sendiri kan?  Karena itu dilanjutkan dengan washing, menggunakan cleansing foam.

Saya sekarang rutin menjalankan 2 tahap membersihkan kulit wajah seperti ini.  Kulit wajah jadi enak dipakaikan produk makeup atau perawatan malam, lebih smooth gitu deh :p.  Untuk cleansingnya, saya memakai Etude House Baking Powder Pore Cleansing Cream (baca cerita saya di sini).  Untuk washingnya saya memakai line yang sama, yaitu Etude House Baking Powder Cleansing Foam, yang sekarang mau saya ceritakan...

Yuuuuk, langsung cuuusss...
Kemasan tabung besar, terbungkus segel plastik transparan.  Warna kemasan sama dengan cleansing creamnya yaitu putih dengan aksen biru muda, tutup tabung berwarna biru muda, dan teks berwarna merah.  Bagian belakangnya seperti ini...
Keterangan didominasi huruf hangeul, tapi ada bahasa Inggrisnya kok...di bawah dan cukup kecil untuk difoto :D.  Moga-moga hasil fotonya kelihatan nih :)
Deskripsi produk : Etude House Baking Powder Pore Cleansing Foam ( 3 in 1 type) formulated with baking powder and to gently exfoliate skin and penetrate pores for a thorough cleanse.  Terjemahannya kira-kira begini : busa pembersih 3 in 1 yang diformulasikan dengan baking powder,  formula yang lembut untuk mengeksfoliasi kulit dan masuk ke dalam pori-pori untuk hasil yang lebih bersih...3 in 1 di sini artinya untuk mengangkat makeup, kotoran, dan sebum yang berlebih (sumber : koreadepart.com)

Bahan-bahan aktifnya saya nggak bahas ya, nggak pintar >,<.

Mulut tabung seperti ini...
Tutup tabung berbentuk flip, cukup kencang sehingga tidak khawatir terbuka sendiri jika dibawa pergi-pergi.  Tutup flip tersebut dapat dibuka, seperti ini...
Oooops, backgroundnya leppy tersayang, maaf  >,<.   Pertama dibuka, mulut tabung itu ada penutup aluminium foilnya.  Saya suka dengan kemasan seperti ini, karena bisa memastikan isinya benar-benar sudah habis sebelum tabung dibuang. 

Isi kemasan adalah 170 ml.  Untuk saya, pemakaian 2 kali sehari, setiap hari...tabung pertama ini belum habis-habis :D.  Saya mulai pakai barengan dengan cleansing creamnya, si cream sudah mau habis tabung pertama, yang ini masih berat :D.  Ya ukuran pemakaiannya juga beda sik, kalau cream itu sekali pakai agak banyak seukuran 1,5x buah cherry... Yang ini, cuma segini...
Tekstur sebelum dibusakan berwarna putih, agak pekat.  Sekilas tercium wangi lemon (sama dengan cream), dan kalau diraba ada sedikit butiran halus (baking powder).
Setelah dibusakan dengan sedikit air, menjadi seperti ini...
Cukup banyak busanya, dan butiran halus itu larut jika sudah dibusakan, eh...masih ada sisa dikit ding :D.  Kalau saya lihat videonya Stella tentang bagaimana dia membersihkan wajah, pada saat washing itu...sebaiknya tangan tidak menyentuh kulit wajah.

Jadi bagaimana dong?

Nah, sabun wajahnya dibusakan dengan spons khusus sampai berbentuk bola busa gitu...pokoknya foamnya itu nggak jatuh walau tangan kita dibalik. Saya lagi mau cari spons khusus untuk membuat bola busa itu, entah di mana yah?  Kalau ada yang tahu, info yah...;). Ada juga yang lebih suka pakai alat kayak Clarisonic gitu...yang katanya memberikan hasil yang lebih bersih.  Hehehe, tapi Clarisonic ini mahal ya bok...jeti-jeti...:D

Hasil pemakaian ini bagaimana?  Hmmm, saya sudah satu setengah bulan pakai produk ini.  Sejauh ini nggak ada masalah, tidak menimbulkan rasa kering di kulit wajah.  Dengan membersihkan wajah 2 tahap, pas pakai toner sisa kotoran tidak terlalu banyak di kapasnya.  Biasanya sih, kotoran dari air. Produk line ini ditujukan untuk kulit wajah dengan pori-pori besar, yang saya rasakan adalah ketika selesai cuci wajah...memang pori-pori terlihat mengecil.  Ya entah sugesti atau tidak, tapi saya merasa enak cuci wajah dengan set produk ini.

Suka banget sama produk ini, dan pasti saya beli lagi doong :).  Oiya, saya juga sedia produk ini di toko saya.  Sila tengok ke sini...:). 

Oke deeeh, thank you for reading and visiting my blog :)


Rabu, 06 Maret 2013

[REVIEW] Etude House Baking Powder Pore Cleansing Cream

Halo temaaaans ^____^

Hauuu, akhirnya publish juga...*lega*.  Setelah beberapa hari teronggok di draft blogger karena saya keasikan dengan blog jualan.

So, I'm back with a product review :)

Sejak saya menggunakan bb cream sebagai salah satu komponen ngelenong, saya harus membersihkan wajah secara lebih seksama.  Sebelumnya saya menggunakan baby oil sebagai penghapus makeup, dan dilanjutkan dengan sabun bayi.  Suatu hari ketika memakai bb cream Etude House Precious Mineral Bright Fit shade Natural Beige, entah kenapa...wajah saya kelihatan abu-abu :(.  Hiiiks...padahal biasanya kelihatan lebih cerah.

Bingung, akhirnya bb cream saya stop dulu.  Mungkin baby oil yang selama ini saya pakai kurang bisa mengangkat bb cream kali ya.  Jadi sisa-sisa di wajah saya makin menumpuk dan membuat wajah kelihatan abu-abu...*soktaubanget*.

Brosing-brosing, baca-baca review blogger, ngintip-ngintip GMarket...(halaaah...), akhirnya saya memutuskan untuk mengganti penghapus makeup saya dengan cream makeup remover ini.  Haeee, kebetulan di GMarket lagi ada promo, bisa beli cleansing foamnya sekalian dengan harga lebih murah.  Jadilah saya beli Etude House Baking Powder Pore Cleansing Cream ini :)

Kita lihat penampilan luarnya yuuk...;)



Pertama nyampai, kaget... Gede ya bok, toplesnya.  Nggak bisa dibawa pergi-pergi nih... Toples dibungkus dengan plastik segel, dan masih dalam keadaan baik ketika saya menerimanya. Thumbs up for seller at GMarket :)

Di plastik segel itu tertempel sticker yang bertuliskan bahan-bahan aktif produk ini.  Ini dia...


Hehehehe...bahasa kimia semua.  Kenalnya lemon dan orange :D.  Kalau plastik sudah dibuka, di toplesnya nggak ada lagi keterangan bahan aktif.  Yang ada hanya keterangan produk dan cara pemakaian...


Kelihatan tidak keterangan produknya?  Saya terjemahkan : diformulasikan dengan baking powder, dengan tekstur krim yang lembut membersihkan kulit hingga ke dalam pori-pori, menyerap minyak dan sisa-sisa makeup selama proses cleansing.

Hmmm...jadi inget jaman dulu pakai susu pembersih keluaran Viva :D

Bagian dalamnya seperti apa?


Tutup luar dibuka, langsung terlihat krim pembersihnya.  Sebenarnya ada lapisan plastik mika bening, tapi karena sudah melekat di bagian dalam tutup jadi nggak kelihatan di foto ini :(.  Tidak ada spatula untuk ambil krimnya, akhirnya saya lebih sering ambil krim pakai tangan yang sudah dicuci bersih dan kering :)

Krim berwarna putih, dengan sekilas wangi lemon dan jeruk.  Ketika diaplikasikan di wajah ada sedikit rasa berminyak dan sedikit lengket.  Begitu krim diangkat, sisa kotoran menempel di kapas, wajah jadi terasa lebih bersih dan tidak lengket.  Dibilas dengan air, sisa krimnya langsung hilang dan tidak meninggalkan bekas minyak di kulit. 

Saya pakai krim pembersih ini setiap pagi sebelum dandan, dan setiap malam sebelum tidur.  Kalau pagi, pakainya cukup sedikit saja...kan nggak pakai makeup, cuma untuk membersihkan sisa-sisa krim malam.  Kalau malam baru pakai agak banyak, karena harus mengangkat bb cream dan makeup lain.  Cara pakainya seperti pakai susu pembersih, dioleskan ke seluruh bagian wajah, dipijat sebentar, lalu angkat secara lembut menggunakan tisu atau kapas.  Lalu dilanjutkan dengan pemakaian cleansing foam dari seri yang sama.

Ini pemakaian di pagi hari...

 
Dan ini pemakaian di malam hari...


Sorry for the gross image :). Well, saya orangnya malas coret-coret alat ngelenong saya di tangan, jadi ya sekalian aja foto kapas sesudah pemakaian :D.

Ini ukurannya gedhe banget yah...catet!  Setoples ini isinya 180 ml, udah saya pakai selama 1 bulan pagi dan malam, masih ada lumayan banyak sisanya.  Saya beli di GMarket seharga IDR160,000 untuk 2 item, tapi itu karena promo.  Kalau beli di Rie Butik harganya IDR90,000.   Untuk 2 bulan pemakaian, lumayan nggak mahal jatuhnya.  Buat wajah gitu..:)

Sejauh ini wajah saya cocok dengan krim pembersih ini.  Tidak menimbulkan jerawat, dan membuat pori-pori wajah saya terlihat lebih kecil....*happy*  Ketika dipakai, wangi lemon dan jeruknya bersifat menenangkan, jadi lebih rileks ketika membersihkan wajah.
Beli lagi nggak?  Pastinya...ini udah jadi cleansing cream yang paling saya suka.

Kamu pengen beli juga?  Bisa beli di sini :)

Itu dulu cerita saya, nanti saya lanjutkan dengan cleansing foamnya.

Thank you for reading and visiting my blog :)