Tampilkan postingan dengan label makan enak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makan enak. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Juli 2014

[MAKAN-MAKAN] Sushi Tei Indonesia

Note : spamming gambar di bawah~

Hellooo...(^o^)/

Siapa yang suka makan sushi? 

Hehehe, tadinya saya nggak suka makan sushi. Pikiran saya, semua yang dihidangkan di restoran sushi itu masih mentah. Rrrr...takut juga makan ikan mentah atau apalah yang masih mentah. Terus, suatu hari saya diajak adik makan di Sushi Tei Indonesia. Bisa dibilang waktu itu Sushi Tei adalah restoran sushi pertama di Indonesia. Setelah lihat menunya, ternyata sushi variannya macam-macam. Ada yang pakai bahan mentah, ada juga yang matang. Setelah itu, lamaaa banget nggak makan di restoran sushi. Baru suka dan ketagihan lagi karena ternyata suami juga suka sushi. Jadilah kita berdua...kalau lagi pengeeeen makan sushi, jalan ke Sushi Tei.

Dari banyak cabang Sushi Tei di Jakarta, saya baru mencoba makan di cabang Gandaria City dan Flavor Bliss Alam Sutera. Yang jadi favorit adalah cabang Flavor Bliss karena lokasinya lumayan dekat dari rumah, area parkir yang luas dan nggak perlu naik-turun parkiran mall, juga yang penting adalah nggak perlu menembus kemacetan kota Jakarta. Kalaupun di Sushi Tei harus masuk daftar tunggu, pilihan restoran lain juga banyak. Hihihi...

Senin, 16 Juni 2014

[MAKAN-MAKAN] Yoshinoya Beef Bowl Restaurant

Hellooo...(^o^)/

Kali ini saya kembali dengan postingan cerita tentang tempat makan. Sudah lama nggak cerita karena memang sudah jarang mencicip makanan di tempat baru. Penginnya memang sering-sering posting cerita makanan ya, tapi saya orangnya agak nggak pede kalau harus mencicip makanan yang sama sekali belum pernah dicoba. Takut kecewa...padahal kan, kalau nggak dicoba kita nggak akan ngerti enak atau nggaknya tempat makan itu. Ya kan? Nah, kali ini kami berdua memberanikan diri makan di restoran Yoshinoya. Nggak baru-baru banget ada di Jakarta, sudah ada setahun lebih kali ya. Penasaran karena tiap kali lewat kayaknya ramai terus. Akhirnya nyobain juga~

Restoran Yoshinoya ini merupakan restoran cepat saji yang berasal dari Jepang, dan denger-denger punya cabang yang banyak di sana. Hidangan utamanya adalah gyuudon (beef bowl). Saya sendiri baru ngeh, kalau gyuudon itu sama dengan beef bowl. Hahaha, sering baca manga yang karakternya makan gyuudon, tapi nggak kebayang kalau yang dimakan adalah beef bowl. Motto restoran Yoshinoya adalah lezat, murah, dan cepat. Kata yang udah pernah main ke Jepang dan muslim, kalau sudah kepepet laper...sering makan di Yoshinoya ini. Cabangnya ada di mana-mana, murah, dan bisa makan daging sapi. Kasarnya sik, Yoshinoya ini sekelas warteg di Jepang sana. Hehehe~

Rabu, 21 Agustus 2013

[MAKAN-MAKAN] Ah Mei Cafe Puri Indah Mall, Jakarta Barat

Halo temans ^____^

Kali ini saya bercerita tentang kafe Ah Mei, di Puri Indah Mall Kembangan, Jakarta Barat. Bisa dibilang saya punya memori daun pisang tentang kafe ini. Selain karena makanannya menurut saya enak, kafe ini adalah tempat pertama kali janjian sama suamik :). Hihihi, kafe yang gampang diinget di Puri Indah katanya begitu. Iya juga sik, karena kafe ini ada di luar mall, jadi mudah terlihat dari area parkir luar.

Jadi, ada makanan apa saja di kafe ini?

Di menunya tertulis kafe ini menyediakan Singapore Original Hawkers Food. Kata om Google, hawker food ini adalah makanan yang biasa dijajakan di pinggir jalan. Sebutan hawker food ini dikenal di Singapura, Malaysia, Hongkong dan kepulauan Riau. Biasanya ada di tempat terbuka dengan beberapa kios yang menyajikan makanan yang tidak mahal harganya tapi dengan rasa yang enak. Di kafe Ah Mei ini, makanan dari beberapa kios itu dikumpulkan dan dijadikan satu menu kafe.







Pertama ke sini cuma pesan teh tarik, yang menurut saya sik...enaaaaaak. Apalagi dibandingkan dengan teh tarik instan yang beredar di pasaran (ya eyalaaaah...). Baru setelah menikah, main ke sini dan memesan menu makanan. Beberapa kali ke sini, belum semua menu dicobain. Yang udah dicobain itu Hainam Rice (with steam or roast chicken), Laksa, Char Kuey Teow, Ah Mei Special Fried Rice, Murtabak Mutton, Set Roti Prata, Kaya Toast, dan Set Sandwich. Sejauh ini hanya kecewa dengan Ah Mei Special Fried Rice, yang lainnya menurut saya enak :D. Kalau minuman nggak pernah pesan yang lain, cuma teh tarik saja...

Es teh tarik dan teh tarik panas

Beberapa kali lagi makan di sini, lebih sering beli Hainam Rice with Roast Chicken. Ini juga enak, nasinya gurih. Hmmm, karena nggak pernah makan nasi hainam jadi nggak bisa bandingkan dengan nasi hainam yang dijual di Singapura atau rumah makan masakan Cina :). Untuk kali ini saya mau coba menu yang lain.

Nasi Briyani with Fried Chicken

Jadi temans, saya lupa menyingkirkan kerupuk dari atas nasi, semua foto yang ada nasinya ketutup kerupuk semua  (T_T). Lain kali saya pesan lagi dan foto dengan memindahkan kerupuk terlebih dahulu. Nasi briyani ini kalau saya bilang nasi dengan beraneka ragam bumbu, sampai nggak tahu bumbu apa saja yang dipakai. Pas makan nasinya, saya ketemu dengan kacang mede dan biji pala (kalau nggak salah). Disantap dengan siraman kuah kari dan ayam goreng crispy berbumbu jahe. Hahahaha, menurut saya enak, sayang porsi nasinya sedikit sekali. Nggak sebanding dengan ayam goreng yang lumayan besar potongannya. Nasinya habis duluan, ayamnya dicemil deh :D. Jadi tambah lagi nasi berbumbu yang saya suka, selain nasi uduk dan hainam.

Suamik kali ini pesan menu lain juga. Yaitu...

Nasi Goreng Tom Yam

Kata suamik ini enak, dibandingkan dengan Ah Mei Special Fried Rice. Mau cobain tapi ternyata ada udangnya. Nasi goreng dengan rasa kuah Tom Yam katanya begitu :D. Kalau saya sudah bisa makan udang lagi, saya juga mau cobain XD (entah kapan...).

Kafe ini lumayan enak untuk jadi tempat kumpul dan ngobrol, tapi tidak bisa terlalu banyak. Sebagian meja ada di dalam ruangan ber-AC, dan sebagian lagi ada di teras (untuk yang merokok). Dinding ruangan dalam ada gambar Singapura masa kini dan masa lalu. Juga ada rak yang diisi dengan hiasan berupa teko kuno dan kemasan kaleng susu. Saya ambil foto bagian dalam, tapi kata suamik dilarang foto akhirnya saya hapus.

Harga minuman dan makanan berkisar di harga IDR15,000 - 50,000. Per orang rata-rata IDR60,000. Kalau pesanannya banyak, jadi mahal juga :D. Habis putar-putar belanja atau cuci mata, kalau nggak mau makan berat, sekedar minum dan makan snack juga ada di menu. Oh iya, kafe ini sudah ada sertifikasi halal dari MUI dan masih berlaku, jadi nggak khawatir ada bahan yang nggak halal. Ada yang pernah makan dan minum di kafe Ah Mei juga? Cerita dong :).

Terima kasih sudah main dan membaca cerita ini.

Salam,

Dina




Kamis, 15 Agustus 2013

[MAKAN-MAKAN] Jajan Lebaran 2013

Halo temans ^____^

Eh eh, semoga temans nggak bosan dengan cerita saya seputar lebaran tahun ini yak. Hahaha, banyak aja yang mau diceritain. Semua berkelebatan di otak, mau cerita ini...mau cerita itu..tapi tenang aja, ini cerita terakhir tentang lebaran 2013 ;). Please, bear with me...

Kemarin pas bulan puasa, berat badan saya turun. Nggak banyak memang, 4 kg :D. Biasanya ada di angka 65 kg, pas mau lebaran itu jadi 61 kg. Etapi sekarang udah naik lagi kayaknya >,<. Kebanyakan jajan selama pulang kampung kemarin. Jadi ya, kemarin itu saya jajan makanan di bawah ini...

Nasi Goreng Pak Sabar



Menu spesialnya adalah nasi goreng babat. Ini racun dari suamik, katanya nasi goreng babat pak Sabar ini enak sangat. Sejak menikah, suamik janji mau ajak saya jajan di sini tapi nggak kelakon terus. Sekalinya ke Semarang pas libur lebaran, jadi warung pak Sabar ini nggak buka. Untung kali ini warungnya masih buka, akhirnya kesampean juga makan di sini.

Saya pesan nasi goreng babat, suamik dan bapak pesan nasi goreng babat telur. Untuk minuman, semua pesan jeruk hangat. Seperti apa penampakan nasi goreng babat ini?


Hahaha...standar nasi goreng masakan Jawa Tengah, bukan nasi goreng masakan Cina. Bumbunya pakai terasi (yang sebenarnya saya nggak bisa makan), dan juga kecap. Hmmm, karena saya pikir ini masakan daerah Pantura yang identik dengan pedas, saya pesannya sedang saja. Ternyataaaa...nggak pedas sama sekali >,<, malah cenderung manis. Ihiks, ternyata pak Sabar ini orang Solo, yang suka manis-manis di masakannya, bilang sedang jadinya manis. Kata bapak, kalau beli lagi harus pesan kecapnya jangan banyak-banyak. Noted :).

Untungnya nasi goreng babat ini emang enak, hihihi...babatnya empuk nggak alot. Yang nggak ada hanya irisan timun atau tomat sebagai garnish, padahal biasanya ada. Belum kenyang dengan nasi goreng, penasaran pengin cicip tahu kopyok telur. Pesan 1 porsi untuk dimakan berdua suamik, kalau pesan 2 khawatir nggak habis. Ini dia, tahu kopyok telur...


Intinya sik, telur dadar gitu :D. Cuma ada tambahan irisan tahu dan daun bawang, dimakan dengan saus kacang+kecap+bawang putih, dengan garnish irisan kol dan tauge setengah matang. Saya nggak begitu suka :(, suamik suka-suka aja sik :D. Dealnya paro-paroan, tapi saya cuma bisa makan seperempatnya aja. Lidah saya nggak cocok sama tahu telur kopyok ini. Ada beberapa menu lain sik, kapan-kapan cobain lagi...hihihi.

Warung nasi goreng pak Sabar ini ada di jalan Depok, kota Semarang. Jangan tanya saya jalan itu di sebelah mana ya, saya ini buta kota Semarang. Cuma ngerti rumah bapak, Simpang Lima, Erlangga, dan Pandanaran thok...

Nasi Pindang Kudus dan Soto Daging Jl Gajah Mada
Lebaran hari kedua, mau masak bingung, akhirnya keluar rumah cari sarapan. Banyak warung makan yang belum buka :(. Putar-putar akhirnya ke Jalan Gajah Mada, dan nemu warung nasi pindang kudus dan soto daging ini.




Nasi pindang ini nasi dan daging yang disiram dengan kuah pindang, ditambah dengan daun melinjo. Bisa dimakan dengan tambahan lauk seperti telur, paru atau babat. Saya memilih telur sebagai tambahan lauk. Rasa nasi pindang di warung ini enak tapi porsinya sedikit banget. Buat saya aja kurang, apalagi buat suamik dan bapak :D. Akhirnya kami tambah dengan soto daging, hohoho...




Rasa soto dagingnya mengecewakan karena hambar, tidak ada rasa gurih atau asin sama sekali. Entah mas pelayannya buru-buru atau lupa, sepertinya tidak memasukkan garam ke racikan sotonya :D. Hahaha, yang bikin sakit hati juga adalah ketika membayar. Mungkin karena masih lebaran hari kedua ya, harga yang dipatok untuk pembeli lumayan mahal. Jadi tambah kelihatan mahal dan nggak cucok karena kecewa dengan rasa sotonya. Moga-moga kalau nggak lebaran nggak semahal ini ya...

Warung Sate Sapi Pak Kempleng, Ungaran 
Nggak terasa, putar-putar di Kabupaten Semarang dan sekitarnya...perut menjadi lapar dan kepala sedikit pusing. Mampir makan di warung sate sapi Pak Kempleng di Ungaran. Fotonya saya ambil dari google ya...

sumber : http://kuliner.panduanwisata.com

Kata bapak, ukuran satenya besar dan kalau pesan 1 orang 1 porsi, pasti kebanyakan. Kami pesan 2 porsi sate dan 1 porsi gule sapi untuk bertiga. Lalu ternyata, sate yang datang ukurannya lebih kecil :). Mungkin karena harga daging sapi yang lagi mahal, jadi menyesuaikan ukuran supaya tidak harus menaikkan harga terlalu banyak *sok tau*. Aslinya sate dicocol dengan saus kacang, tapi karena saya nggak makan kacang, saya minta kecap. Jadi kayak sate kambing, dicocol dengan kecap lombok bawang. Rasa sate dan gulenya mantaaap, tidak mengecewakan. Rrrrr, apa karena lapar ya? :D

Warung sate sapi Pak Kempleng ini gampang ditemukan, ada di kanan-kiri jalan raya Ungaran - Semarang. Semuanya ramai dikunjungi pelanggan, entah karena lebaran atau sehari-hari memang ramai ya? Hihihi...

Ayam Goreng Panas Bu Bengat, Gringsing, Batang 
Rumah makan yang ini ada di jalur Semarang - Pekalongan. Tepatnya di Gringsing, kabupaten Batang, beberapa saat sebelum memasuki daerah Alas Roban. Penasaran karena tiap lewat sini selalu ramai dengan pengunjung. Kami mampir makan di sini dalam perjalanan menuju Pekalongan. Untungnya karena sampai di tempat sudah jam 2 lewat, pengunjung yang makan sudah lumayan berkurang. Meskipun begitu, untuk mendapatkan meja dan makanannya, saya hampir berebutan dengan pengunjung lain :D.

Biasanya pengunjung akan dilayani di meja, artinya pesanan akan ditulis oleh pelayan tapi karena ramai, pengunjung langsung memesan makanan di jendela dapur.





Menunggu makanan agak lama karena ramai, akhirnya datang juga : 2 potong dada ayam goreng panas, 1 mangkuk sayur asem, 2 porsi nasi putih, lalapan dan sambalnya...


 

Hmmmm, entah kenapa saya merasa ada yang kurang. Dulu, saya pernah diajak makan di sini sama ibuk dan seingat saya rasa ayam gorengnya itu enak sekali. Garing dan gurih, tapi sekarang kok rasanya biasa saja. Apa karena dulu masih lidah anak kecil, atau memang rasa ayam gorengnya sudah berubah, atau memang karena ramai jadi semua serba terburu-buru? Musti cobain lagi di luar lebaran nih, sebagai pembanding. Sayur asemnya lebih mirip sop :D, nggak ada asem-asemnya sama sekali. Kalau disuruh milih, kayaknya enakan makan di Ayam Goreng Mbok Berek Ny Astuti :D

Wohoooo, itu tempat saya jajan lebaran tahun ini. Tahun besok harus beda tempat lagi yaaah...:D. Insya Alloh, jika ada rezeki dan umur, bisa main lagi ke Semarang.

Terima kasih sudah main ke sini dan membaca cerita ini :)

Salam,

Dina

Jumat, 14 Juni 2013

[MAKAN-MAKAN] Fish & Co Restaurant

Halo temans ^____^

Sekitar 2 minggu lalu saya dan suami jalan ke Living World, Alam Sutera.  Capek keliling, perut berasa lapar, ayuklah kita cari tempat makan.  Akhirnya kami mampir makan di restoran Fish & Co.  Hmmmm, saya sudah lama pengen coba makan di sini, tapi pas lihat harga menunya yang agak mahal, jadi mundur terus deh :D.  Kali ini kesampaian juga, hihihi...

Ternyata di restoran ini jualannya makanan dari laut semua : ikan, udang, lobster, kepiting, dan cumi-cumi.  Yaaaa, cuma bisa ngiler melihat menu udangnya.  Signature dishnya adalah fish and chips.  Sederhananya fillet ikan goreng tepung dan kentang goreng, disajikan dengan mayones dan saus sambal.  Ketagihan?  Hahahaha...iya :D.  Kami pun memutuskan untuk kembali kapan-kapan.

Kapan-kapannya itu nggak lama banget.  Hari Minggu tanggal 9 Juni kami makan lagi di Fish & Co.  Kali ini di restoran cabang Gandaria City.  Ceritanya sekalian merayakan hari ulang tahun suami. Eciyeeeeh...birthday lunch :D.  Kali ini juga niat banget pengen cerita di blog, makanya segala sampul depan menu difoto....


Pertama kali makan kami pesan Danish Fish & Chips, karena suami kangen banget dengan hidangan ini.  Ceritanya dulu waktu sekolah di Eropah sono, sering beli makanan ini.  Selain fish and chips, kami juga memesan Grilled Calamari.  Yang kedua ini kami memesan The Best Fish & Chips in Town, Mashed Potato dan Caesar Salad with Smoked Salmon.
Menunya seperti ini...



Hahaha, nggak seperti pelanggan lain yang memesan 1 porsi fish and chips untuk sendiri, kami pesan 1 porsi untuk berdua.  Hemat atau pelit?  Tsk, itu bedanya tipis banget XD.  Bukan karena itu sih, tapi ketika melihat pan meja sebelah ternyata ukurannya lumayan besar kalau untuk dimakan sendiri, jadi jiper juga.   Yaaa, kalau dipaksa pasti habis juga sik... Lagian lebih romantis kan, makan sepiring berdua.  Jiyaaaaah....XD

Yang datang ke meja...


Oke, sekarang rasanya.   Dua kali saya makan di cabang yang berbeda, dengan pesanan yang berbeda pula, nggak kecewa sama sekali.  Semua yang kami pesan enak,  sepadan dengan harganya.  Saya nggak tanya ke pelayan, ikan yang difillet dan digoreng itu ikan apa.  Yang jelas enak banget XD.  Untuk fish and chips, perbedaan pesanan pertama dan kedua adalah keju.  Yang pertama karena Danish (Belanda), maka ada keju di atas ikan gorengnya.  Yang kedua hanya memakai butter di atas ikan gorengnya. 

Grilled calamari, haaaah...ini saya suka banget.  Dipanggang dengan bumbu spesial dan menggunakan butter, jadi hasil panggangannya tidak kering dan malah ada sedikit kuah yang creamy.  Caesar salad with smoked salmon, suami suka banget karena ada smoked salmonnya.  Dressing saladnya enak :D.  Demikian juga dengan mashed potatonya, lembut dengan saus yang kental.  Sayangnya karena saya harus menghindari udang, kami tidak bisa memesan menu dari udang.  Padahal semua menu dari udangnya itu kelihatan enak...sluuuuurp...:P

Untuk minuman, tidak ada yang khas dari restoran ini.  Standar, beberapa jenis jus yang dihidangkan dengan gelas ekstra besar, minuman bersoda, es teh manis atau teh lemon. Ada beberapa hidangan penutup seperti es krim dan pudding.  Oiya, selain makanan yang dipesan untuk berdua, kami juga pesan minuman segelas berdua.... Diiiiih... XD

Jadi begini, di beberapa restoran ada yang menyediakan es teh manis dan teh lemon secara refill alias bisa isi ulang sepuasnya di gelas masing-masing.  Harga jualannya IDR25,000 - 28,000.  Kalau beli sendiri-sendiri, biasanya cuma refill sekali sudah cukup karena gelasnya juga lumayan besar.   Rasanya rugi banget :D.  Supaya lebih hemat, kami pesan es teh manis/lemon 1 gelas refill saja, diminum berdua, bisa minta isi lagi berulang kali sampai puas.  Hehehe, ini karena makannya berdua suami.  Kalau makan dengan teman atau keluarga lain ya nggak mungkin kayak begini. 
Emang nggak malu?  Buat apa malu... Saya dan suami cuek saja, anggap saja suami yang pesan, saya minta minumnya...hahahaha...

Untuk total yang dibayar memang mahal, tapi ya itu...sepadan dengan rasanya.  Kurang lebih makan berdua menghabiskan IDR210,000 - 250,000.  Itu model pesanannya seperti yang saya ceritakan di atas, 1 porsi dimakan berdua.  Kalau pesan sendiri-sendiri pasti lebih mahal :)

Okaaaay, segitu dulu ceritanya. 
Thank you for reading and visiting my blog :)











Kamis, 06 Juni 2013

[MAKAN-MAKAN] Waroeng Wong Solo, Gading Serpong

Halo temans ^____^

Hihihi, sudah lama saya tidak bercerita tentang warung makan.  Ada yang baru tapi baru sekali atau 2 kali mencobanya, belum layak untuk diceritakan.  Halaaaah...

Nah, warung makan yang satu ini, saya dan suami sudah beberapa kali makan di sini.  Pertamanya diajak suami, cocok sama masakannya, lalu jadi salah satu tempat makan favorit.  Nama warungnya adalah Waroeng Wong Solo.  Ada di antara ruko-ruko di Jl Boulevard AA 4 no 28-30, Gading Serpong, Tangerang.  Bingung Gading Serpong di mana?  Googling ya, karena saya tidak begitu paham dengan daerahnya XD.

Warungnya seperti ini...

Dari : kampungserpong.wordpress.com

Area parkir warung berbagi dengan warung lain yang berada di satu komplek ruko, jadi kalau lagi ramai biasanya sulit mencari tempat parkir yang dekat dengan warung.

Menu makanannya apa saja?

Sesuai dengan namanya, warung ini menyajikan masakan khas Solo, Jawa Tengah.  Yang keluarga besarnya berasal dari Solo, atau pernah makan di sana dan kangen dengan makanan khasnya, bisa makan di warung ini.  Beberapa menu yang disajikan di Waroeng Wong Solo...



Mengundang selera ya?  Ya mungkin kalau bukan penggemar masakan khas Solo, akan terasa biasa saja.  Selain menu di foto, ada beberapa menu lainnya.  Khusus hari Sabtu dan Minggu, ada menu masakan kambing, seperti tongseng, gule, dan sate kambing.

Sambil menunggu makanan yang sudah dipesan datang, pelanggan disuguhi otak-otak (standar makanan pembuka :D).  Seperti ini...


Diberi harga IDR2,500 per buah, lumayan mahal karena ukurannya tidak terlalu besar XD, untung rasa ikannya cukup terasa.

Kali ini pesan apa saja?

Tadinya saya mau beli timlo, kangen karena sudah lama tidak makan timlo.  Pas lihat menu, tiba-tiba pengen makan selat solo (labil...).  Ya sudah, beli selat solo seperti ini...


Selat solo ini bisa dibilang bistik ala jawa.  Dagingnya berupa daging giling yang seperti rollade, disajikan dengan kentang rebus dan goreng, irisan telur pindang, rebusan buncis dan wortel, acar dengan sedikit mayones, dan potongan daun selada.  Lalu disiram dengan kuah bistik, yang rasanya sedikit manis.  Hehehe, kuah bistiknya ini menurut saya ada yang kurang, seperti kurang bumbu pala atau lada hitam.  Secara keseluruhan, selat solo ini enak :)

Suami saya pesan kupat tahu magelang dan bakmi goreng (bakminya dimakan berdua...).  Ini dia...


Menu kupat tahu, irisan ketupat dihidangkan dengan irisan tahu putih goreng, bakwan, kubis, tauge dan mi kuning.  Ditambah dengan taburan kacang tanah dan irisan seledri, lalu disiram dengan kuah.  Kata suami, kupat tahunya enak...saya cuma mencicip sedikit, karena ada taburan kacangnya.  Rasa kuahnya ada rasa kecap dan sedikit bawang putih.


Bakmi gorengnya tentu saja berbeda dengan bakmi goreng khas masakan Cina.  Rasa bakminya lumayan, tapi menurut saya masih lebih enak yang di Pejompongan sana XD.

Menu minuman yang disajikan standar, ada khas Solo dan juga beberapa jenis minuman seperti es buah dan juice.  Kali ini saya pesan jus alpukat tanpa susu coklat, dan suami pesan wedang ronde.
Ini dia...


Rasa jus alpukat ya begitulah, mau di mana saja kurang lebih hampir sama.  Nah, saya sebenarnya pengen banget sama wedang rondenya, tapiiiiii...ada mochi isi tumbukan kacang tanah dan gula merah, juga ada taburan kacang tanah disangrai :(.  Menahan diri untuk tidak mengkonsumsi kacang tanah dulu.  Mana suami meledek terus lagi, huuuuft....

Harganya mahal atau murah?

Menurut saya relatif murah.  Pesanan di atas total harganya IDR76,000.  Buat acara makan kumpul keluarga lumayan enak tempatnya, hanya sedikit panas karena tidak full air conditioner.  Secara keseluruhan, masakannya enak dan tidak mengecewakan.

Ada yang pernah makan di warung ini?  Bagi-bagi ceritanya ya....;)

Thank you for reading and visiting my blog :)

Sabtu, 18 Mei 2013

[MAKAN-MAKAN] Bubur Ayam Cakra, Kemanggisan, Jakarta Barat

Halo temans ^____^

Siapa yang nggak kenal dan suka dengan bubur ayam?  Pasti semua sudah mengetahuinya kan? 

Hidangan bubur dengan berbagai lauk isian dalam satu mangkuk, bisa buat sarapan pagi atau makan malam.  Satu mangkuk sudah membuat perut kenyang, walau kadang menambah lagi...:). Biasanya si abang penjual berkeliling dengan gerobaknya atau mangkal di suatu tempat tertentu, atau sudah membuka warung secara permanen.

Salah satu warung bubur ayam yang membuat saya kecanduan adalah Bubur Ayam Cakra, Kemanggisan, Jakarta Barat.  Ini karena suami saya yang berkantor di daerah Kemanggisan cerita, waktu belum menikah sering sarapan bubur ayam yang enak banget dekat kantor. 

Saya penasaran dooong, kayak apa sih buburnya???  Kenapa suami saya sampai bilang enak banget.  Dengan sedikit memaksa akhirnya saya berhasil membujuknya untuk mengajak saya makan di sana.  Tentu saja kami ke sana di hari Sabtu, karena warung tutup di hari Minggu dan masa liburan mahasiswa.

Pertama kali makan, saya langsung komentar...uaaaaah, ini bubur beneran enak!!!  Bahkan tanpa lauk-lauknya pun si bubur sudah terasa enak.  Kalau menurut kami sik, buburnya dimasak dengan kaldu spesial.  Nah, kaldu spesialnya ini yang sepertinya khas Pasundan, makanya itu warung nama lengkapnya adalah Bubur Ayam Pasundan, tapi karena ada di jalan Anggrek Cakra namanya jadi Bubur Ayam Cakra...*soktau*.

Ini alamat lengkapnya Jl Anggrek Cakra no 27, Kemanggisan, Jakarta Barat.  Patokannya kampus Bina Nusantara Anggrek, di dekat parkiran mahasiswa.

Jadi kayak apa penampilan bubur yang bikin saya kecanduan ini?

Taraaaaaa....



Hohoho....looks yummy ne?

Isinya memang berbeda dengan bubur ayam yang sering saya beli di dekat rumah.  Yang ini isinya "hanya" bubur berkaldu dan suwiran daging ayam yang banyak.  Istilah suami saya, generous :D.  Ditambah dengan kacang kedelai goreng, emping, kerupuk, dan diakhiri dengan taburan bawang goreng.  Punya saya tidak ada kacang kedelainya, karena saya nggak suka....keras :D.   Kalau suka, kaldunya bisa minta tambah di depan, atau mau tambah lauk sate kulit/ ampela/ ati/ telur mungkin...
Sambal dan kecap manis disediakan di meja makan, kalau mau makan bubur pedas sila tambahkan beberapa sendok sambal  >,< .  Menurut saya, satu sendok sudah cukup pedas.

Pastinya ini bubur emang enak, jempol deh saya acungkan.  Harga 1 porsinya juga jempol sik, 1 porsi bubur ayam ini dikasih harga IDR10,000, lauk sate-sate kalau nggak salah IDR2,500 per tusuk, tambahan minuman IDR3,000 per botol.  Sebenarnya sedikit mahal, mengingat letaknya dekat daerah kampus.  Ya ada harga ada rasa sik, harga segitu wajar mengingat rasanya yang enak dan ayam suwirnya yang banyak :).

Saya nggak ambil foto warungnya, nggak enak sama yang punya warung. Saya kasih foto plakat rekomendasi pecinta kuliner Bina Nusantara saja ya...



Hihihihi... Itu jempol udah gede banget :D.  Semoga cerita saya kali ini menyenangkan, yang penasaran dengan rasa buburnya, sila dicoba....

Thank you for reading and visiting my blog :)

Senin, 25 Maret 2013

[MAKAN-MAKAN] Mi Ayam Gerobak, di mana aja :D

Halo temaaans ^____^

Lama nggak posting cerita baru, bukan karena sibuk tapi karena belum ada ide mau bercerita tentang apa.  Nah, pagi ini tiba-tiba di otak saya berseliweran kata-kata yang harus segera dituangkan, kalau nggak nanti jadi basi :D.  Dan kali ini saya akan bercerita tentang obsesi kesukaan saya makan mi ayam, bukan mi ayam restoran terkenal tapi cukup mi ayam gerobak yang biasa lewat atau akhirnya mangkal di suatu tempat.  Yaaah, karena kalau makan mi ayam ini seringnya dadakan, tanpa direncanakan...saya nggak punya fotonya secara spesifik. 
Jadi kita mulai dari yang paling dekat dari rumah, dihitung dari rumah ibu-bapak saya yaah...:)

Satu...
Mi ayam yang sering lewat musholla dekat rumah ibu-bapak di Petukangan.  Nungguin mi ayam yang satu ini tricky, kalau lagi pengeeeen...udah main ke Petukangan, dianya nggak lewat. Giliran nggak pengen makan mi ayam, bapak pulang dari sholat Ashar pasti bilang : "tuh, ada mi ayam di musholla".  Haeeeee...(-_-").  Akhirnya beberapa minggu lalu, makan juga mi ayam ini... Dengan harga IDR7,000 saya dapet 1 porsi mi ayam tanpa bakso atau pangsit.  Lumayan untuk ukuran mi ayam yang keliling :D.  Minyak kaldunya terasa, ayam cincangnya lumayan banyak meskipun masih ada sedikit campuran labu atau pepaya muda, tekstur mi-nya standar, saus merahnya murah hati sekali, demikian juga dengan sambal cabenya, dan taburan daun bawangnya banyak :D.  Bayangin aja yak...

Dua...
Mi ayam "Bakmi Kondang" di jalan Raya Kostrad, Petukangan.  Lumayan deket dari rumah ibu-bapak.  Juragan yang punya, rumahnya malah satu RT.  Katanya dulu bakmi Kondang ini keliling juga, terus bikin resep mi sendiri dan didukung sama PT Bogasari, makin lama makin maju jualannya dan akhirnya membuka beberapa outlet.  Salah satunya ya di jalan Kostrad ini.  Sebenarnya sudah lama banget nggak jajan bakmi Kondang ini.   Terakhir makan itu waktu diundang ke acara resepsi pernikahan anak bungsu sang juragan.  Di sana disajikan bakmi Kondang sebagai salah satu menu prasmanan.  Mungkin karena disajikan prasmanan, rasanya jadi berbeda kalau makan di warungnya ya.  Kalau di outlet sendiri kita bisa pilih mau beli menu paketan atau sendiri-sendiri.  Yang jelas pilihan bakso atau pangsit rebus tetap ada. Harganya beda-beda, tergantung menu pilihannya apa.

Tiga...
Mi ayam gerobak di daerah Kreo, Tangerang...dari arah Ciledug - Kebayoran Lama ada di sebelah kanan jalan.  Mangkal di depan ruko perkantoran gitu deeh... Penasaran karena tiap kali lewat tempat jualannya, yang antri selalu ramai. Motor banyak yang parkir.  Lalu ajak suami mampir makan, ternyata cukup enak untuk harga IDR10,000.  Dengan harga segitu, saya dapet 1 porsi mi ayam dengan 2 butir bakso dan 2 potong pangsit rebus.  Tapiiiii...untuk ngedapetin 1 porsi ituuu, saya harus antri sampai setengah jam kalau lagi ramai luar biasa.  Well, mungkin karena super ramai itu juga... Minyak kaldunya kadang kurang terasa, ayam cincang lumayan banyak dan untungnya nggak pakai campuran labu/pepaya, tekstur mi-nya standar, saus merah nggak terlalu banyak kecuali minta dibanyakin, sambal cabe juga standar 1 sendok saja kecuali minta tambah, taburan daun bawang cukup banyak.  Ngahahaha...yang jelas 1 mangkok itu fully loaded :D.  Sampai buat ngaduk aja susah, tapi itu seni makan mi ayam ;)

Empat...
Naaah, yang ini adalah candu baru buat saya dan suami :D.  Yaitu mi ayam Simprug.  Sebenarnya nggak tahu apa nama aslinya.  Saya sebut mi ayam Simprug karena emang gerobaknya di daerah Simprug, di pinggir jalan gitu...seberangan sama rel kereta api.  Saya nggak hapal nama jalannya yah, yang jelas kalau lewat situ selalu penuh dengan orang yang makan, parkir motor dan mobil sampai mengular.  Mobilnya juga banyak yang mobil mewah looh... Pertama kali makan diajak sama ibu-bapak, abis itu ngeracunin suami untuk ikut makan, dan sekarang...kayaknya musti rajin nyambangin nih tiap bulan :D.  Kalau mau makan di sini jangan terlalu siang, bisa-bisa nggak kebagian.  Kalau tempat makannya sudah penuh bisa dimakan di mobil, minta tolong pesan sama bapak parkir atau pesan sendiri ke mas-masnya dan minta tolong diantar ke mobil.  Dengan harga IDR9,000 saya udah bisa dapat seporsi mi dengan 3 butir bakso dan kerupuk pangsit.  Minyak kaldunya berasa, ayam cincangnya bener-bener ayam tanpa campuran, tekstur mi-nya agak besar-besar, taburan daun bawangnya banyak, saus merahnya suka-suka tapi standarnya lumayan banyak, begitu pun dengan sambal cabenya.  Sama dengan yang di Kreo, satu mangkuk itu fully loaded, mengaduknya adalah seni dan tantangan tersendiri...

Duuh, saya nulis ini sambil ngeces sendiri membayangkan satu mangkuk mi ayam panas, mengepul-ngepul, dengan saus merah di atasnya... Saya tahu saus merah ini nggak sehat banget yah, tapi kalau makan mi ayam tanpa saus merah ini nggak nendang banget.  Kapan makan mi ayam lagi yaah?
Wahahahaha...

Well, karena tampilan mi ayam gerobakan itu standard yah, saya comot foto dari google saja...

Moga-moga nggak ngiler yaaah, karena saya sendiri....pengeeeeeeen....

Thank you for reading and visiting my blog :)


Rabu, 06 Februari 2013

[MAKAN-MAKAN] Ayam Goreng Mbok Berek Ny. Astuti, Tangerang

Halo temans ^____^

Kembali dengan cerita mengenai tempat makan.  Yup, saya ini suka makan enak tapi mualaaas luar biasa kalau memasak (tapi tetap masak kok, biarpun cuma goreng telur :p).  Nah, kalau weekend saya suka merayu suami, supaya nggak usah masak tapi jajan makan di luar saja (jangan ditiru ya...).  Salah satu restoran yang sering kami kunjungi di kala weekend adalah restoran Ayam Goreng Mbok Berek Ny. Astuti.  Restoran ini ada di daerah Kreo, Tangerang lebih tepatnya di Jl HOS Cokroaminoto no 11, Kreo, Tangerang.

Masih asing dengan daerah Kreo?  Kalau dari arah Ciledug ke Kebayoran Lama, restoran ini ada di sebelah kiri jalan, sebelum Giant Kreo.  Seingat saya restoran ini sudah cukup lama dibuka, mungkin sejak tahun 1995 atau 1996.  Dulu waktu diterima di PTN tahun 1996, bapak saya mengajak kami sekeluarga makan di restoran ini.  Berarti sudah sekitar 16 tahun yah?  Hehehe...

Dari dulu sampai sekarang bagian depan restoran tidak berubah banyak.  Masih kayak begini...
sumber : google
Halaman parkir mobil cukup untuk 4 - 5 mobil.  Dulu bagian teras tidak ber-ac, dibiarkan saja silir-silir angin alami.  Mungkin karena rasanya semakin panas, di bagian teras kanan dan kiri ditutup dengan kaca dan pintu geser, lalu dipasangi air conditioner.  Sedangkan bagian dalam hanya menggunakan kipas angin biasa.

Menu utama yang disajikan adalah ayam goreng kremes. Hihihi, ini favorit saya dari dulu sampai sekarang.  Buku menu dulu berupa lembaran yang dilaminating, sekarang berupa jilidan seperti ini...
Yang saya foto halaman pertama saja ya...
Selain ayam goreng kremes, restoran ini juga menyediakan ayam panggang, bebek goreng, dan ayam opor.  Nasinya bisa memilih antara nasi putih biasa atau nasi gudeg.  Ada pula beberapa tambahan lauk lain seperti botok, tumis kikil atau sayuran lalap, sayur asem, dan sayur sop.

Begitu sampai di restoran kita bisa langsung memilih tempat duduk yang kosong, lalu akan diberi menu dan kertas nota untuk menulis pesanan.  Setelah menulis pesanan, jangan menunggu pelayannya datang mengambil nota tersebut, karena bisa menunggu lama.  Lebih baik langsung diserahkan ke belakang, bukan dapur tapi tempat mereka menerima pesanan untuk dibawa pulang.
Sambil menunggu makanan matang, minuman akan diantar ke meja.  Kalaupun tidak pesan minuman, kita akan diberi teh tawar sebagai komplimentari.

Saya dan suami makan di sana hari Minggu kemarin, kami memesan ayam goreng kremes, nasi gudeg krecek, sayur asem, dan jeruk hangat.
Bonus foto, semangkuk sayur asem pesanan suami yang lagi pilek.  Hangaat...bikin hidung sedikit lega katanya :D
Sayur asemnya khas Jakarta tapi tidak pakai tetelan, walaupun ini adalah restoran dengan makanan khas Yogyakarta.  Rasanya segar,  bumbunya tidak ditumis karena tidak ada jejak minyak di kuahnya, dan tidak ada jejak rasa manis.  Biasanya sayur asem khas Jawa Tengah/Yogya ada sedikit rasa manis :)

Ayam goreng kremesnya?  Ini favorit saya.  Tumben nih, kremes kali ini agak banyakan :D.  Biasanya saya akan rebutan sama suami untuk kremesnya.  Gurih, asin, renyah...semua bercampur jadi satu.  Taburkan di atas nasi yang masih panas...nyuuuuum.  Ayamnya sendiri empuk banget, seperti dimasak presto walaupun tulangnya tidak empuk banget. Nggak bosen saya makan ayam goreng Ny. Astuti ini.

Nasi gudeg kreceknya?  Hmmm...jelas jauh berbeda dengan nasi gudeg di Yogyakarta ya.  Gudeg di restoran ini tidak kering, melainkan basah. Kalau di Yogya kan kering supaya bisa bertahan agak lama.   Rasanya sih manis-manis juga.  Sambel goreng kreceknya juga basah, cuma sayangnya tidak terlalu pedas.  Coba lebih pedas lagi, pasti lebih mantap.  Walaupun demikian disediakan cabe rawit kalau ingin rasa yang lebih pedas.

Sayangnya cuma satu.  Di restoran ayam goreng kremes (mbok Berek) seperti ini, entah itu Ny. Astuti,  Ny.Umi, atau Ny. Suharti...sambal yang disediakan tidak pernah pedas, selalu terasa manis.  Mungkin memang itu khasnya ya, cuma kan...kayaknya rada bagaimana gitu, makan sambel kok nggak pedes :D.  Di meja disediakan sambal ayam goreng botolan, tapi ya tetep aja rasanya beda. Cuma ya sudahlah, mari santap ayam goreng kremes nan panas dan nikmat ini...

Yang saya suka adalah harga makanan yang tidak terlalu mahal (siapa yang tidak suka?).  Harga nasi gudeg krecek IDR12,000 per porsi, ayam goreng ukuran 1/2 IDR31,000 per porsi, jeruk hangat IDR6,000 per gelas, sayur asem IDR5,000 per porsi.  Total makan berdua kemarin adalah IDR72,000.  Nggak mahal kan? 

Restoran ini juga menerima pesanan nasi bungkus.  Ada no telepon : 021-5847633, tapi saya tidak menanyakan apakah ada jasa antar atau tidak.  Pastinya restoran ini cocok untuk acara makan bersama keluarga yang sifatnya santai.  Yang tinggal di daerah Petukangan - Ciledug, jangan sia-siakan restoran ini ya...;), jangan lupa bagi-bagi ceritanya...

Thank you for reading and visiting my blog :)



Senin, 28 Januari 2013

[MAKAN-MAKAN] Pepper Lunch : D.I.Y Teppan Restaurant

Halo temans ^____^

Kali ini saya membawa cerita tentang sebuah restoran waralaba dari Singapura (kalau nggak salah) yaitu Pepper Lunch D.I.Y Teppan Restaurant.  Panjang ya bok namanya, tapi biasa disebut Pepper Lunch saja.  Kenapa ada D.I.Y-nya?  D.I.Y adalah singkatan dari Do It Yourself, artinya akan kita bahas nanti ya :)

Kami berdua pertama kali makan di restoran ini ketika jalan-jalan ke Supermal Karawaci, Tangerang.
Bingung mau makan apa yaa...terus iseng lihat-lihat menu di restoran ini, kayaknya menarik. Akhirnya memberanikan diri untuk pesan :D.  Waktu itu pesanan kami adalah Wagyu Pepper Rice dengan tambahan keju, Salmon Pepper Rice, dan Iced Green Tea. Belum ada bayangan samasekali kayak apa makanannya, cuma pede aja pesen karena saya penasaran sama wagyu dan melihat tampilan yang sangat menarik di menu.

Cara pesan dan pembayaran sama seperti di restoran cepat saji yang lain.  Ditanya untuk berapa orang, kita mau pesan apa saja, terus dikasih no meja dan minuman yang dipesan.  Biasanya meja ditentukan sama mas atau mbak pelayannya...lalu kita duduk dan menunggu makanannya datang.  Setelah nampan makanan datang, barulah kita berdua mengerti kenapa disebut do it yourself teppan. Hahaha...

Nah, karena jatuh cinta dengan masakannya...kemarin kami makan lagi di Pepper Lunch.  Kali ini di Gandaria City, Jakarta Selatan.  Yang dipesan adalah Beef and Salmon Pepper Rice (suami), Salmon Pepper Rice (saya), Mashed Potato, Matcha Sundae, dan Iced Lemonade.  Foto-foto saya ambil di kunjungan kedua :)

Jadi teppan itu adalah piring/nampan besi yang dipakai di pada penyajian masakan Jepang yang disebut teppanyaki.  Biasanya berbentuk segi empat, ukurannya menyesuaikan dengan meja restoran.  Ini contoh teppan di restoran okonomiyaki...
sumber : google.com
Di Pepper Lunch, karena untuk perorangan maka teppan yang dipakai juga ukurannya seperti piring biasa, lebih besar dikit deeh :D.  Ketika baru datang, di nampan piring besi masih mengepul panas, karena memang dipanaskan terlebih dahulu di dapurnya.  Nasi tersusun rapi, dengan wagyu/salmon di sekelilingnya, buliran jagung, keju, dan bumbu rahasianya.  Baunya wangi banget, antara wangi mentega dan wangi lada hitam.  Tampilannya seperti ini...
Beef and Salmon Pepper Rice
Salmon Pepper Rice

Iced lemonade and mashed potato
Disebut do it yourself teppan, karena kita harus mengaduk sendiri nasinya itu.  Kalau dipikir-pikir kayak makan nasi goreng deh, alih-alih digoreng di wajan gede, ini di piring kita masing-masing :).
Setelah diaduk sebentar, tuangkan saus tambahannya...ada 2 macam saus yang disediakan, saus teriyaki (manis) dan onion (asin).
Setelah diaduk dan ditambahkan saus, jadi seperti ini...
After stirred up and add some sauce
Rasanya? Yummmmmmy bangeeet...makanya kami berdua jatuh cinta dengan nasi goreng ini :D.  Emang sih, harganya little bit pricey, makan berdua pasti di atas IDR150,000 sesudah pajak, tapi menurut kami harga tersebut sebanding dengan rasa makanannya dan sensasi yang didapat ketika mengaduk nasi sendiri, juga ketika makanan dalam keadaan panas masuk ke mulut, sambil meniup-niup makanannya..sluuurppp... Rasa mashed potatonya enak, lembuut, dengan saus teriyaki yang menggoda di lidah.  Yang juga saya suka adalah matcha sundaenya, biasanya cuma beli strawberry sundae, bisa makan sundae pakai matcha, waaaah...sukaaaa.

Selain pepper rice (beef, chicken, salmon), Pepper Lunch juga menyediakan premium steak (pepper steak or double hamburg steak with egg), sizzling curry rice (curry rice with sliced beef or double hamburg steak), combo deluxe, japanese classics, student meal, shake salad & side dish, cup dessert, dan minuman pastinya.  Menu makanan bisa menambah nasi, atau telur/keju/saus/toge/jagung/ tuna/mushroom.  Tentu ada tambahan biaya :)

Pepper Lunch di Supermal Karawaci ada di Level UG, di Gandaria City ada di Level 2.  Sesuai leaflet Pepper Lunch juga ada di Plaza Senayan, Plaza Indonesia, Mall Taman Anggrek, Summarecon Mal Serpong, dan Central Park Mall.

Saya ceritakan ini sesuai dengan pengalaman pribadi saya,  tidak dibayar oleh pihak Pepper Lunch, juga tidak disponsori oleh pihak lain.  Berbagi pengalaman makan-makan saja...:)

Thank you for reading and visiting my blog :)



Kamis, 10 Januari 2013

[MAKAN-MAKAN] Dago Panyawangan, Bandung

Halo temans :)

Ini posting udah basi banget kali ya, karena isinya oleh-oleh cerita dari liburan ke Bandung kemarin.  Hihihi, nggak apa-apa ya ;).  Iyah, jadi ke Bandung kemarin itu, selain nginep di hotel kepengenan, saya dan suami juga makan di restoran ini.  Ini kali kedua saya makan di situ. Kenapa?  Karena saya jatuh suka dengan masakannya...suami saya juga. Halaaaah, emang tukang makan sik kami berdua ini.  Yep, saya jatuh cinta dengan masakan di Restoran Dago Panyawangan, Bandung.

Restoran ini ada di Jalan Ir H Juanda no 127, Bandung Jawa Barat.  Orang mungkin lebih mengenal jalan ini dengan nama Dago.  Letaknya deketan sama banyak factory outlet, jadi kalau laper abis muter ngubek-ngubek FO bisa langsung makan ke sini.
Halaman parkir depan...
Tempat parkir di depan memang sempit, hanya bisa memuat 8-10 mobil tapi di halaman belakang ada tempat parkir lagi.  Biasanya kalau sudah penuh, kita harus pakai jasa valet si abang parkirnya.  Kunci mobil dititipkan ke abang parkir, jadi nanti dia yang pindah-pindahin mobil kita. Kunjungan pertama kami masih nyaman, tempat parkir masih banyak.  Kunjungan kedua kemarin musti pakai valet karena penuh, dan masuk dalam waiting list.  Ck...

Nama Dago Panyawangan, ceritanya dulu...dari rumah makan ini bisa memandangi bukit Dago dari kejauhan.  Waktu dulu pasti belum ada banyak bangunan seperti sekarang, jadi dari kejauhan bukit Dago yang indah bisa disawang (nyawang) = dipandang.  Jadilah namanya Dago Panyawangan :).  Sekarang?  Boro-boro bukit Dagonya keliatan :D, yang keliatan cuma FO dan FO lagi...

Waaaah, karena masuk dalam daftar tunggu, saya dan suami duduk saja di kursi yang disediakan di dekat kasir di depan.
Sambil menunggu, kami diberi kertas berisi daftar menu.  Sambil lihat-lihat menu apa yang bisa dipesan, kami mengobrol.  Beberapa keluarga lain memilih jalan-jalan dulu ke FO sekitar.  Kami tidak ke FO karena tujuannya cuma makan siih :D.  Berhubung masih lama akhirnya saya sholat Dzuhur dulu di musholla yang ada.  Musholla ada di bagian belakang rumah makan, disediakan tempat wudhu, sajadah, sarung, dan mukena.  Sayangnya, mukena yang ada sudah lama tidak dicuci sepertinya, jadi little bit smelly.  Untung bawa mukena sendiri...:(

Selesai sholat, balik ke depan, eeee...ternyata suami sudah duduk manis di meja.  Alhamdulillaah, dapet meja juga :).  Ruangan dalam restoran...
Makanan sudah dipesan juga, tinggal tunggu datang, lalu suami saya gantian sholat.  Kali ini kami memesan...jreng...jreeeeeng... Nasi bakar, ayam cabe ijo dada, ayam penyet dada, gurame goreng ala panyawangan, oseng jamur, tumis kangkung oncom, tahu kremes, dan lemon hangat.  Dhuaaaar...banyak yah? Soalnya laper...dari pagi belum makan berat :D

Akhirnya, yang ditunggu-tunggu datang juga. Ini dia...
Sepertinya nasi bakar adalah signature dish dari restoran ini.  Banyak yang pengunjung yang memesan nasi bakar.  Berasa banget bumbunya,  sedikit mirip nasi uduk tapi ada aroma asap daun pisang yang dibakar.  Sampai akhirnya 1 bundel berasa kurang dan akhirnya nambah lagi, harus menunggu sampai 10 menitan deh... tapi memang nasi bakar ini layak ditunggu, enak banget sih!  Buat saya makan sampai 2 bundel ini prestasi luar biasa...*ngakak*

Gurame goreng ala Panyawangan, enak.  Gurame digoreng garing, disiram saus spesial dengan irisan bawang bombay, paprika, dan sepertinya ada nenas karena ada sedikit rasa asam.  Karena digoreng garing, sirip gurame menjadi renyah dan bisa saya gerogoti.  Hehehe, saya ini bukan penggemar ikan air tawar kecuali digoreng kering :D

Ayam cabe ijonya, kurang nendang.  Apalagi dibandingkan dengan ayam cabe ijo khas masakan Padang.  Ya iyalaaah...:D.  Menurut saya, cabe ijonya kurang bumbu (sok tau mode : ON).  Lain kali tidak akan pesan lagi :).  Ayam penyetnya nggak sempet dicolek sama saya, udah keburu abis dimakan suami.

Tumis kangkung oncomnya enak, meski tidak semantap kangkung hot plate-nya. Oiya, kangkung hot plate ini kami pesan waktu kunjungan pertama.  Ada unsur seafoodnya, yaitu udang.  Saya lagi menghindari udang, jadi ngga pesen dulu deh.  Padahal pengen banget...:(.  Oseng jamurnya biasa, tidak terlalu istimewa, atau karena udah kebanyakan lauk ya?  Jadi rasa makanan tidak terlalu enak lagi?  Hahahaha... Kalau tahu kremes ini favorit saya, enak banget.  Tahu khas Bandung yang digoreng dan ditambahkan bumbu kremes.  Nyuuuum....

Perut kenyang, hati senang tapi dompet tidak begitu tenang.  Hahahaha...:D.  Nggak kok...yang namanya makan-makan di saat liburan kan, sudah masuk budget liburan.  Jadi agak mahal sedikit ya nggak apa-apa.  Harga makanannya tidak terlalu mahal.  Kalau hanya pesan nasi, lauk seperti ayam, lalu minum, habisnya tidak terlalu banyak.  Kalau pesan ikan seperti gurame, baronang, atau seafood lain, baru agak mahal :).  Ditambah ini sedikit kalap sama nasinya...*tertundukmalu*

Ah iya, lain kali mau ke sini di saat liburan, enaknya bikin reservasi dulu deh. Tanya-tanya sama kasir, memang sering penuh kalau pas weekend. Bisa reservasi lewat telepon no 022-2501815, tapi saya nggak tanya kalau reservasi gitu syaratnya apa aja, pakai uang muka atau nggak..:)

Okaaay, itu oleh-oleh cerita tempat makan dari Bandung.  Abis ini cerita tentang hotel kepengenannya yaa... Moga-moga belum bosen ama sayaah...;)

Thank you for reading and visiting my blog :)











Rabu, 02 Januari 2013

[MAKAN-MAKAN] MyPadz Cafe, Bintaro, Jakarta Selatan

Halo temans :)

Kali ini saya mau cerita tentang sebuah tempat makan di daerah Bintaro, Jakarta Selatan.  Saya sudah pernah cerita bahwa banyak tempat makan enak di Bintaro dan sekitarnya, tapi tidak banyak yang sering saya kunjungi.  Tempat makan yang satu ini, mungkin kurang pas kalau untuk makan berat, lebih tepat untuk santai-santai, ngobrol, meeting informal, atau sekedar brosing sambil minum secangkir kopi...

Yang mau saya ceritakan ini adalah MyPadz Cafe, ada di jalan Merpati I H2 / 1 Bintaro Jaya sektor 1, Jakarta Selatan.  Patokan yang gampang untuk ke kafe ini adalah depan bengkel ban Bridgestone dan sebelum kolam renang Bintaro, jalanannya satu arah saja dan kafenya ada di sebelah kanan jalan :D.  Kafe ini gampang ditemukan kok, logo cafenya terpampang dengan jelas di depan kafe...tapi maaf ya, saya nggak sempet foto-foto di kunjungan terakhir saya. 

Begitu sampai di lokasi, tersedia tempat parkir untuk mobil dan motor, dan ada yang jagain kok.  Jadi nggak perlu khawatir kalau mau santai-santai di dalam lebih lama.
Interior dalam kafe seperti ini...
Asiiik kan? Kalau siang, cukup terang dengan penerangan alami dari luar.  Kepanasan? Nggak dong, kan ada pendingin udaranya.  Kita bisa duduk-duduk sambil menikmati mobil yang lalu-lalang di jalanan depan.  Tempat duduk di bawah sudah ramai? Jangan khawatir, masih ada beberapa set meja di lantai 2.  Atau  pengen menikmati suasana malam di luar kafe, menikmati silir-silir angin malam Bintaro?  Bisa juga pilih tempat di terasnya, ada di lantai bawah dan atas.

Ini teras samping lantai bawah MyPadz Cafe...
Untuk lantai atas, kebetulan tidak ada fotonya.  Penasaran? Langsung main saja ke MyPadz Cafe.

Sekarang, menu makanannya apa aja niiih?

Kafe ini menyajikan menu seperti pasta, pancake, nasi dan mi goreng, masakan Jepang, roti dan sandwich bakar, serta berbagai jenis minuman teh, kopi, milkshake dan juice. Suka yang manis-manis seperti cake?  Ada rainbow cake, red velvet cake, blue velvet cake, dan chococaramel ombre cake. Yummmmy...:)
Kunjungan saya kali ini bersama keluarga, ada bapak, ibu, suami, dan juga adik+suami+anaknya. Hehehe...rombongan sirkus :D.  Kalau ramai-ramai lebih enak, banyak jenis makanan yang bisa dipesan dan bisa icip-icip punya mereka.  Saya sendiri kali ini pesan sandwich bakar smoked beef + keju dan caramel pearl milk tea (wajib saya pesan, minuman favorit saya). Sandwich bakar ini menu baru di MyPadz Cafe.  Suami saya pesan nasi goreng seafood, french fries dan orang juice.  Bapak saya pesan kwetiau goreng seafood dan hot lemon tea. Suaminya adik pesan nasi goreng sosis dan happy soda strawberry.
Lagi pengen makan enak, yang murah dan meriah, nggak pakai mahal? Jangan khawatir...MyPadz Cafe juga menyajikan menu dengan sistem paket.  Seperti yang dipesan ibu saya, yaitu Parah (Paket Murah) 6 terdiri dari iced cappuccino dan spaghetti bolognese seharga IDR25,000.  Atau yang dipesan adik saya, yaitu paket 2 terdiri dari iced tea dan sandwich bakar seharga IDR20,000.  Untuk menu sandwich bakar ini, sandwich bisa dibikin french toast, yaitu dibakar setelah mencelupkan roti ke dalam susu, cukup dengan menambah IDR5,000 saja.  Yummmy kaaaan?

Soal rasa, bagaimana?

Kalau menurut saya, rasa masakan di kafe ini cukup enak.  Mengingat cukup banyak menu yang disajikan, membuat mas dan mbak koki harus menguasai beberapa jenis masakan.  Masakan jenis pasta misalnya, berhubung saya sendiri belum pernah mencicipi masakan pasta asli Italia sana...maka menu spaghetti dan fettucine di MyPadz Cafe cukup menjanjikan.  Kemarin mencicipi spaghetti punya ibu, rasa saus bolognesenya enak, dibandingkan dengan saus instan yang sering saya buat :D.
Lalu nyicipin nasi goreng seafood punya suami, cuma berani dikiiiit aja...karena masih dilarang makan udang, rasa seafoodnya cukup nempel di lidah.  Sandwich bakar punya sendiri cukup menggoda lidah, hanya saja rasa smoked beef yang dominan asin mengalahkan rasa roti bakarnya. Mungkin yang kornet atau tuna mayo lebih nendang?  Lain kali coba yang itu aaaah...:D

Untuk menu yang manis-manis, seperti pancake, cake dan minuman manis lain...jangan tanya saya yah ;).  Saya ini pada dasarnya adalah penyuka makanan manis, kalau nggak ingat gigi saya yang gampang terkena carries dan ada diabetes secara genetis, mungkin saya sudah banyak melahap makanan manis.  Jadi menurut saya, makanan manis di MyPadz Cafe itu enak banget!

Terus selain makanan dan minuman, di MyPadz Cafe ada apa lagi?

Ada lagu-lagu yang enak dan asik. Nggak tau music directornya siapa, tiap kali ke MyPadz Cafe...musik yang diputer enak, bikin keponakan saya ikut nari-nari gitu, dan buntutnya saya diajak ikutan nari sama dia. Cuma pengen usul dikit, coba ada hari bertema musik...misalnya hari Selasa khusus soundtrack film, hari Rabu musik yang slow, hari Kamis musik anime Jepang, hari Jumat lagu-lagu top20, hari Sabtu dan Minggu lagu-lagu request pengunjung. Misaaaaal ini lhooo...:D

Ada televisi layar datar, kalau pengen nonton siaran tivi...atau pengen nonton siaran olahraga.

Ada fasilitas wifi, gratis!  Bisa bawa laptop, netbook, atau tab ke sini...minta password aja sama mbak waiternya ;).  Atau nggak bawa itu semua tapi pengen brosing? Kamu bisa pinjam android pad di sini, gratis juga...jadi kamu bisa makan dan minum, sambil jalan-jalan di dunia maya.

Ada tempat sholat + mukena dan sajadah, serta kamar mandi untuk wudhu di lantai 2.  Kalau ke sana sore-sore dan keburu masuk waktu maghrib, kita bisa sholat dulu dan setelah itu lanjutin acara kumpul-kumpul sampai puas...

Atau mau ngadain reuni dan pesta ulang tahun di MyPadz Cafe?  Bisa....Sila hubungi no telepon 7362248 untuk reservasi tempat dan menu.

MyPadz Cafe buka dari hari Selasa - Minggu, jam 10.00 - 22.00, khusus Sabtu jam 10.00 - 00.00. Hari Senin tutup ya.  Bisa follow twitternya MyPadz Cafe...yaitu @mypadzcafe, atau like page facebooknya : Mypadz Cafe :)

Itu cerita saya tentang MyPadz Cafe, kalau temans mampir ke MyPadz Cafe sharing ceritanya ya... Jangan lupa untuk terus mengikuti cerita saya di blog ini.

Thank you for reading and visiting my blog :)