Tampilkan postingan dengan label review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label review. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Oktober 2014

[PRODUK SPONSOR] Hada Labo Gokujyun Moisturizing Series

Hellooo...\( ˆoˆ)/\(ˆoˆ )/

Eh, kangen nggak sama cerita tentang produk? Kangen ya...ya...? Bilang iya dooong~ Saya memang lama sekali tidak posting cerita mengenai produk, jadi kali ini saya kembali dengan sebuah seri produk skincare dari Jepang. 

Berhubung produk skincare yang saya pakai sudah mau habis, seperti biasa...saya penasaran pengen coba yang lain. Ganti-ganti skincare, nggak apa-apa ya? Semoga nggak apa-apa sih XD. Kebetulan juga, saya dihubungi oleh pihak Nihon Mart Beauty untuk mencoba salah satu produk andalan mereka. Saya ditawari untuk mencoba produk Hada Labo Indonesia, yang sebenarnya udah lama banget pengen saya coba. Alhamdulillaah...

Kulit wajah saya itu kombinasi, di daerah mulut dan hidung cenderung kering, sementara di dahi, pipi dan dagu cenderung berminyak. Ketika datang tawaran dari toko kosmetik online Nihon Mart Beauty, kondisi kulit wajah saya lagi kering. Entah kenapa, mungkin karena hawa yang panas, saya selalu tidur dengan kondisi AC menyala, jadilah kulit wajah saya kering. Padahal sudah pakai krim malam sebelum tidur lho. Akhirnya saya memilih produk Hada Labo seri Gokujyun Moisturizing yang memang ditujukan untuk kulit kering. Oleh pihak Nihon Mart, saya dikirimi produk face wash, moisturizing lotion, dan moisturizing milk. 

Kayak apa produknya, sila baca terus ke bawah ya...

moisturizing lotion, face wash, moisturizing milk

Rabu, 02 April 2014

[PRODUK] Skinfood Foodtherapy Stick Perfume

Hallooo...(^o^)/

*celingukan*

Siapa kangen dengan saya? Uhm, maksudnya tulisan saya? Ish. Nggak ada tha? Ternyata memang tidak baik menghilang terlalu lama dari peredaran, menyebabkan rasa malas menjadi berlarut-larut dan akhirnya otak jadi tumpul karena tidak digunakan untuk berpikir menyusun kata-kata. Baiklah, sebagai comeback post (berasa artis), saya posting tulisan saya tentang sebuah produk parfum.

Kalau kamu suka pakai parfum, tapi malas semprot-semprot karena kandungan alkoholnya kadang bikin kulit terasa perih, maka solid perfume bisa menjadi pilihan. Saya sudah pernah posting cerita tentang Etude House Hello Kitty Cake Fragrance. Kebetulan, waktu kapan itu ada diskonan produk Skinfood di GMarket, karena emang penasaran akhirnya beli deh. Nah...produk kali ini kurang lebih mirip sama itu. Yuk, kita lihat...kayak apa sik produknya.

Selasa, 19 November 2013

[PRODUK] Etude House Correct & Care (CC) Cream : Silky

Halo temans ^____^

Apa kabarnya hari ini? Semoga semua sehat ya.

Saya memang selalu ketinggalan dalam hal menceritakan sebuah produk. Orang lain sudah dari kapan membahas cc cream, saya baru sekarang bisa membahasnya. Hahaha, karena waktu mau beli juga nunggu cerita orang lain dulu, baru berani beli dan coba. Cerita produk hari ini, keluarannya Etude House (lagi) yaitu Correct & Care (CC) Cream : Silky.

Nggak tahu kenapa, dempul muka ini dikeluarinnya dengan singkatan-singkatan. Dua tahun yang lalu, BB Cream jadi trend dan masih muncul berbagai varian baru sampai sekarang. Tahun ini muncul CC Cream, yang katanya merupakan penyempurnaan dari BB Cream. Tahun depan, apakah akan ada DD Cream, FF Cream, sampai dengan ZZ Cream? Entahlah... :).

Langsung saja yuuk, kita lihat kemasan dan produknya.

Selasa, 12 November 2013

[PRODUK] Etude House Dear Darling Tint Red Orange

Halo temans ^____^

Koleksi terakhir dari liptint yang saya punya. Masih pengen punya liptint setelah Etude House Fresh Cherry Tint dan Dear Darling Neon Tint, serta Tony Moly Tony Tint, jadilah saya membeli Etude House Dear Darling Tint ini. Saya pilih warna red orange, karena dari 3 liptint yang sudah ada warnanya hampir mirip semua yaitu warna dasar pink. Saya nggak punya yang murni berwarna merah, etapi nggak pede buat beli yang warna itu akhirnya red orange pun berpindah ke tangan saya :D


Senin, 04 November 2013

[PRODUK] Johnson's Baby Lotion

Halo temans ^____^

Apa kabar semuanya? Semoga sehat ya.

Hooo...sudah lama nggak cerita tentang produk. Hahaha, soale kalau cerita tentang produk ini saya nggak puas kalau nggak ada fotonya. Sementara, mau ambil foto produknya kok nggak mood gitu. Pending dulu deh. Kali ini karena saya lagi mood motoin, juga karena lagi seneng banget sama lotion ini, mari kita bahas Johnson's Baby Lotion. 

Yep, produk untuk bayi. Saya emang suka sama produk-produk untuk bayi seperti ini. Agak bosan dengan Johnson's Baby Milk Lotion, saya akhirnya beli ini di belanjaan bulan kemarin. Ternyata nggak mengecewakan. Kayak apa penampakannya? Ini dia.

Jumat, 19 Juli 2013

[REVIEW] Etude House Skin Malgeum Emulsion

Halo temans ^____^

Sebagai penjual kosmetik dan skincare online, saya banyak mendapat pertanyaan ini : pelembab yang bagus untuk pagi hari apa ya? Atau ini : kulit saya berminyak, apa tetap harus pakai pelembab? Lalu bagusnya pakai pelembab apa, krim atau emulsion? Jujur, saya bingung menjawab pertanyaan yang diajukan. Kenapa? Karena saya sendiri belum mencoba semua produk yang saja jual :D. Beberapa produk memang sudah saya coba, tapi kebanyakan belum cobain...*ngumpet*.

Akhirnya kadang saya jawab seperti ini : kalau skincare biasanya cocok-cocokan, cocok di orang lain belum tentu cocok di kita. Masing-masing punya preferensi terhadap produk tertentu :). Banyak-banyak cari info mengenai produk yang sesuai dengan jenis dan keadaan kulit kita. Coba-coba beli sample saja dulu, kalau merasa cocok baru beli yang full size. Lalu bertanya lagi : sist, jual samplenya? Saya jawab : saya hanya jual full size :). Habis itu, biasanya nggak jadi beli...*ngakak*. Ya sudah, belum rezeki saya :)

Curcol sekilas ya...

Hari ini saya mau cerita produk pelembab yang sudah saya gunakan sekitar 4 bulan, dan belum habis sampai sekarang (.___.). Bagaimana mau habis, ukurannya segede gaban, dan dipakainya hanya pada pagi hari saja. Hihihi, ini dia : Etude House Skin Malgeum Emulsion (Moisturizing Emulsion).


Ini belinya nggak sengaja, bagai membeli kucing dalam karung :D. Sebetulnya mau beli Skinfood Fresh Apple Sparkling Pore Emulsion, mengingat waktu itu pori-pori kulit wajah kelihatan jelas sekali seperti kulit jeruk. Lha, ternyata kok habis...:(. Saya tidak mau pakai pelembab berbentuk krim di pagi hari, karena rasanya nggak nyaman pakai krim pagi-pagi :D. Akhirnya saya putuskan membeli ini.

Produk datang dengan kemasan kardus berwarna putih, dikombinasi dengan warna ungu yang lembut. Sisi kardus yang mencantumkan keterangan produk dan bahan aktif, berwarna pink muda. Haeee...kapan sih, kemasannya Etude House tidak berkesan girly ;). 


Saya perjelas untuk keterangan produk dan bahan aktifnya :


Seri Skin Malgeum sebenarnya terdiri dari beberapa produk, ada toner dan pelembab untuk kulit kering dan berminyak, tapi tidak spesifik untuk pori-pori yang kelihatan jelas. Saya pilih ini karena kulit saya juga agak berminyak. Ingin beli tonernya juga, tapi sudah terlanjur cinta sama Etude House Wonder Pore Freshner (baca cerita di sini), akhirnya nggak jadi beli :)

Sewaktu melihat ukuran volumenya yang 200 ml, saya kaget juga. Waduh, ini bakalan lama sekali baru habis :D. Untuk dipakai di wajah kan, tidak sebanyak seperti di badan. Ketika mengeluarkan tabungnya, saya juga menganga...ini sama sekali tidak ramah untuk di bawa bepergian :(.


Kayak botol minuman ya? :D

Sudah 4 bulan lebih memakai ini, isinya belum habis setengah botol. Padahal niatnya mau cerita setelah habis 1 botol, tapi kayaknya itu masih lama sekali. Jadi ceritanya sekarang saja.


Tutup tabung berwarna pink muda, sama dengan kardusnya. Mulut tabung sebelumnya disegel dengan aluminium foil, biasanya tidak saya buka semua tapi karena sudah terbuka semua, saya lepas sekalian. Kalau mau dipakai, dituang secukupnya di punggung tangan lalu diaplikasikan ke wajah per bagian wajah.


Konsistensi cairan termasuk sedang, tidak terlalu cair dan juga tidak terlalu kental. Namanya kan emulsion...:). Ada sedikit wewangian di produk ini, menurut saya cukup lembut dan tidak menusuk. Buat yang tidak suka produk pelembab dengan wewangian, lebih baik tidak pakai produk ini.


Konsistensi cairan yang sedang ini membuat produk mudah diaplikasikan ke kulit wajah, dan tidak butuh terlalu banyak untuk digunakan setiap pagi. 

Menurut saya, pelembab ini enak dipakai. Tidak menimbulkan rasa lengket, yang ada kulit wajah terasa lembab dan sedikit kenyal. Memang daya serap di wajah agak lama, tapi itu tidak menjadi masalah. Biasanya setelah dioles merata di seluruh wajah, saya tepuk-tepuk dengan telapak tangan. Habis ditepuk-tepuk, gosokkan kedua telapak tangan sampai ada terasa panas lalu tempelkan tangan di wajah, sebentar saja. Dengan tangan hangat yang menempel, membantu penyerapan emulsionnya. Entah benar atau tidak, saya sih senang saja melakukannya :)

Klaim produk adalah menghasilkan kulit yang bersih, bening, dengan rona wajah yang sehat. Begitu nggak hasilnya?  Saya rasa kulit wajah saya memang sedikit lebih cerah dengan pelembab ini, tapi nggak tahu juga apakah benar karena produk ini atau karena yang lain. Skin Malgeum Emulsion ini juga diklaim bebas paraben, pewarna buatan, benzophenone, mineral oil, dan animal oil.

Sayangnya, pelembab ini tidak mengandung SPF. Jadi kalau pakai pelembab ini saja, saya biasanya tidak keluar rumah. Kalau mau keluar rumah, saya gunakan lagi bb cream yang mengandung SPF. Saya tidak begitu suka pakai sunscreen, karena ada kesan lengket kalau memakainya. Buat yang cari pelembab dengan SPF, saya tidak merekomendasikan produk ini :)

Harga produk di GMarket adalah IDR170,000 - 190,000. Buat pemakaian selama lebih dari 4 bulan, jatuhnya nggak mahal :). Kalau habis, apa mau beli produk yang sama? Hihihi, karena masih lama saya belum memikirkannya. Jika ada produk lain yang menarik untuk dicoba, kenapa tidak?

Hauuuu...panjang ya, ceritanya :). Semoga berguna untuk yang sedang mencari pelembab.

Thank you for reading and visiting my blog :)

Jumat, 12 Juli 2013

[REVIEW] Etude House Hello Kitty Cake Fragrance (Solid Perfume)

Halo temans ^____^

Ada yang kangen dengan cerita saya mengenai produk??? Coba tunjuk tangaaaan...

*sepi*

Ya udah deh, saya tetap cerita walaupun nggak ada yang kangen dengan cerita saya...

*ngurek-ngurektembok*

Okeeee...Hari ini saya mau cerita tentang produk parfum yang imut dari Etude House. Sudah baca cerita saya tentang parfum favorit yang hilang dari peredaran kan? Kalau belum baca, bisa baca ceritanya di sini. Sebenarnya saya sudah dibelikan suami parfum merk lain, untuk menggantikan parfum favorit itu. Lebih tepatnya, maksa sih...XD. Cuma karena harganya lumayan mahal, saya jadi sayang banget untuk memakainya, terutama untuk dipakai sehari-hari.

Emang...sehari-hari pakai parfum juga?

Iya, kadang pakai deodoran saja nggak puas :D. Pengin ada wangi yang keluar gitu tapi jangan wangi yang terlalu tajam juga, yang ringan saja. Kalau bisa juga pengin yang cara pakainya dioles bukan disemprot seperti eau de toilette (EDT). Rrrr...bawel amat sik, mau beli parfum doang. Iya, saya suka yang gampang dan simpel aja. Cari ke sana-sini, akhirnya saya memutuskan untuk mencoba solid perfume keluarannya Etude House yaitu Hello Kitty Cake Fragrance.

Taraaaaaa...


Imut banget ini kemasannya, kayak toples Vicks jaman dulu. Terbuat dari aluminium dengan gambar Hello Kitty lisensi Sanrio di tutupnya. Beneran deh, saya nggak pernah kecewa dengan packaging produk Etude House yang saya beli, semua mempunyai kesan bagus di mata saya. Produk datang dengan kemasan luar berupa plastik mika dengan kardus yang bisa digeser-geser sebagai penutupnya. Sayangnya saya lupa ambil fotonya, langsung main buang ke tong sampah :(.

Seri Hello Kitty perfume ini ada 2 macam, eau de toilette dan solid perfume. Ya kan nggak pengen yang semprot-semprot, jadi yang EDT nggak saya lirik, saya lebih memilih yang solid perfume. Masing-masing EDT dan solid perfume terdiri dari 3 pilihan wewangian : Tender Powder (biru muda), Cutie Tropical (kuning muda) dan Sweet Fresh (peach). 

sumber : GMarket Indonesia

Yang saya pilih adalah Tender Powder dan Sweet Fresh. Pilihnya tebak-tebak manggis saja, karena reviewnya juga tidak banyak dan tidak terlalu mendeskripsikan wanginya. Ini bagian dalamnya...


Wanginya enak? Dua-duanya enak semua dan saya suka sekali. Yang biru wanginya seperti wangi produk untuk bayi, lembut. Yang tidak suka dengan wangi bedak bayi, sebaiknya tidak memilih wangi Tender Powder :). Kalau saya, dasarnya saya suka dengan produk bayi jadi ya senang-senang saja pakai ini. Biasanya saya pakai sesudah mandi sore, ditambah dengan memakai minyak kayu putih di punggung... Hmmmmm, siap bobok manis kayak bayi :D. 

Yang peach wanginya segar, dibilang wangi bunga juga bukan, lebih ke arah wangi buah yang lembut. Saya juga suka wangi Sweet Fresh ini. Saya gunakan sehabis mandi pagi, tergantung mood juga. Kalau lagi suka ya pakai, kalau lagi pengin EDT merk lain, ya semprot-semprot deh, dikiiiit...XD.

Namanya juga parfum ya, walaupun bentuknya solid perfume (padat) pasti ada piramidanya juga, biasa kita sebut top notes, middle notes, dan base notes. Hmmm, sepertinya piramida parfum ini akan saya bahas di lain cerita ya :). Moga-moga bisa mengumpulkan bahannya.

Untuk wangi Tender Powder :
  • Top notes : anis, orange, bergamot
  • Middle notes : lily, muguet, jasmine, rose
  • Base notes : patchoulli, heliotrope, iris, musk, powdery
Untuk wangi Sweet Fresh :
  • Top notes : blackcurrant, orange, lemon
  • Middle notes : rose, muguet, leafy green
  • Base notes : sandalwood, musk
Bentuknya yang seperti balsem atau salep memudahkan saya untuk memakainya. Tinggal usap-usap sesuai selera di belakang telinga, pergelangan tangan, dan lipatan siku atau terserah di mana kita suka. Wanginya bertahan cukup lama, kurang lebih 4 - 5 jam. Kadang bangun tidur juga wanginya masih tercium sekilas :). Kemasan yang mungil (cuma 8 gram) juga membuat parfum ini mudah dibawa ke mana-mana. Cemplungin aja di kantong tas atau dompet travel kit, tapi karena mungil kadang suka keselip di tengah-tengah :D.

Saya tidak tahu apakah parfum ini masuk ke outlet Etude House Indonesia atau tidak, saya beli di GMarket dengan kisaran harga IDR60,000 - IDR75,000. Beberapa online shop lokal juga menyediakan parfum ini (ready stok). Kalau habis, saya jelas beli lagi yang wangi Tender Powder, entahlah...nampaknya si warna kuning juga enak wanginya XD.

Semoga cerita saya ini berguna buat yang sedang mencari-cari parfum ala-ala Etude House :).

Thank you for reading and visiting my blog :)


Kamis, 04 Juli 2013

[REVIEW] Etude House Drawing Eyebrow AD

Halo temans ^___^

Huwooooo....postingan ke 200...*salah fokus*

Oh hai....mau cerita tentang produk, judulnya sik sudah lama tertulis di draft tapi isinya baru ditulis sekarang.  Oiya, sebelum saya mulai cerita, pengumuman dulu ya...

Yang mau ikutan Dina's Story First Giveaway, sila klik di sini.  Terimakasih :).

Sebelumnya mau tanya dulu yak...  Buat temans, apakah pensil alis termasuk alat lenongan yang wajib dimiliki atau hanya sekedar pelengkap di meja rias atau dompet kosmetik?  Kalau saya, dari dulu saya belum pernah punya yang namanya pensil alis.  Dulu di kos-kosan, beberapa teman wajib menegaskan alis sebelum keluar rumah.  Ada yang karena alisnya tipis, ada yang alisnya hanya setengah, atau sudah kebentuk tapi tetap nggak pede kalau nggak tajam :D.  Bahkan sampai saya mulai bekerja dan akhirnya saya berhenti kerja, saya nggak punya pensil alis.  Sekali-kalinya pakai pensil alis,  waktu didandanin untuk wisuda dan kawinan.  Hadeeeeh....XD

Saya baru punya pensil alis setelah saya terkontaminasi racun para beauty blogger yang ngefans dengan kosmetik Korea Selatan, dan memperhatikan alis bintang-bintang sinetron Korea yang sederhana tapi berkesan elegan.  Kayaknya asik punya alis kayak mereka...*latah*.  Tadinya mau beli pensil alis merk lokal seperti Viva atau Inez, tapi membaca reviewnya jadi nggak pede....karena kebanyakan hasilnya tajam...*ngakak*

Akhirnya setelah membaca beberapa review dan semedi tapa di Gunung Kawi (tapi bo'ooong...) saya memutuskan untuk membeli Etude House Drawing Eyebrow AD.
Ini dia.


Saya lupa, waktu barang sampai pakai kardus nggak ya?  Kayaknya hanya pakai segel plastik :D.  Tidak ada deskripsi produk di kemasan, ini saya kutip dari GMarket : smooth texture for natural  brow, waterproof and longlasting effect.  Kira-kira begini : dengan tekstur halus untuk alis yang alami, tahan air, dan tahan lama :). CMIIW.

Ada 6 pilihan warna : dark brown, grey brown, brown, dark grey, grey dan black.  Saya tidak ingin alis saya terlihat tajam maka saya pilih no 2 yaitu grey brown.
Seperti ini...


Ini mirip dengan lipstick, jadi harus diputar dulu baru pensilnya keluar.  Alasan saya pilih model begini adalah karena saya tidak usah repot meraut pensilnya.  Sudah berbentuk sesuai lebar alis pada umumnya.  Juga karena sudah terdapat brush di ujung satunya...


Dengan adanya brush, habis memakai pensilnya bisa langsung merapikan rambut alisnya, nggak perlu cari-cari sikat alis lagi :).

Warna grey brown seperti apa?  Seperti ini...


Tekstur pensilnya lembut ketika dipakai di alis, dan langsung terlihat dengan sekali tarik.  Kalau dicoba di punggung tangan baru terasa agak keras dan harus dengan 2 - 3 kali tarikan.  Saya belum pintar membentuk alisnya, kadang masih berantakan.


Alis saya sebelum diisi dengan pensil alis, agak berantakan karena memang tidak pernah dirapikan XD, tidak terlihat tegas dan tidak sama antara kanan-kiri.
Setelah pakai...


Jadi kelihatan kan alisnya?  Hasilnya terlihat natural dan daya tahannya juga cukup lama, walau sudah terkena air wudhu atau cuci muka.  Pokoknya saya suka sekaliiiii...(^o^).   Juga ternyata pensil alis ini ada isi ulangnya, jadi kalau habis nggak usah beli sebatang-batangnya, cukup beli isi ulangnya saja. Yeaaaay...hemat :).

Saya beli di online shop langganan saya dengan harga IDR40,000.  Belum cek harga counter resmi tapi pasti lebih mahal.  Isi ulangnya belum beli karena ini masih ada, jadi belum tahu harga isi ulangnya berapa.

Ada yang pakai pensil alis ini juga?  Saya dibagi ceritanya ya :)

Thank you for reading and visiting my blog :)

Sabtu, 29 Juni 2013

[REVIEW] My Beauty Diary Mask Sheet

Halo temans ^____^

*lirik daftar posting*

What...terakhir posting tanggal 20?  Heeee...lama juga ya. Saya lagi nggak produktif menuangkan pikiran dalam bentuk tulisan, cuma kemarin pagi habis pakai mask sheet ini rasanya enak jadi mari kita ceritakan...

Para penggemar mask sheet pasti sudah tahu My Beauty Diary brand dari mana.  Ini brand dari Taiwan, saya coba cari website resminya tapi tidak menemukannya.  Yang ada hanya Facebook Pages untuk penjualan di Indonesia.  Tadinya agak ragu mau beli tapi karena banyak yang review dan suka dengan produk ini, maka saya coba membelinya.

Seperti biasa, mask sheet banyak variannya.  Saya akan ceritakan dalam 1 posting saja, kalau saya mencoba varian lain akan saya tambahkan di posting yang sama.  Kali ini yang saya coba adalah ...

Japanese Cherry Blossom Mask



Yang saya suka dari mask sheet My Beauty Diary ini adalah warna kemasan plastiknya yang lucu-lucu dan imut.  Japanese cherry blossom, saya lebih mengenalnya dengan bunga sakura :), makanya di depan kemasan ada gambar bunganya.  Apa kegunaan dari varian ini?  Katanya sih, untuk mencerahkan, anti aging, memutihkan dan menyegarkan.  Hehehe, tapi itu untuk pemakaian teratur beberapa minggu pastinya, kalau cuma coba 1 lembar sepertinya tidak akan menghasilkan efek itu...:)


Cairan essence di dalam lumayan banyak, tapi menurut saya lebih banyak produk Baviphat :D.  Kain maskernya lebih tipis dan dilapisi dengan plastik yang bentuknya sama, mungkin untuk mencegah kain masker sobek...


Itu saya foto dengan lapisan plastiknya karena kalau hanya kain maskernya saja, tipis banget :).  Seperti biasa kain saya pakai setelah membersihkan wajah, sebelum memakai toner dan moisturizer.  Saya biarkan selama 30 menit atau sampai kain agak kering, lalu angkat kain dan ambil cairan essence yang tersisa di kemasan, tepuk-tepukkan sampai terasa menyerap.  Setelah itu baru saya pakai toner dan moisturizer.

Eheeee..karena cuma pakai 1 lembar, tentu saja efek yang disebut di atas tidak terjadi XD.  Yang ada cuma terasa lembab saja di kulit wajah, juga terasa nyaman banget saat memakai kain maskernya.  Wangi japanese cherry blossom-nya lembut :).

Cobain varian lain?  Tentu saja!  Tunggu update selanjutnya ya...:)

Thank you for reading and visiting my blog :)

Kamis, 20 Juni 2013

[REVIEW] Etude House Precious Mineral Bright Fit BB Cream Honey Beige (W24)

Halo temans ^____^

Kali ini saya mau cerita tentang BB cream sejuta umat alias sudah banyak banget yang pakai ini.  Kalau dengar kalimat "sejuta umat" itu, saya jadi ingat telepon selular merk Nokia atau Blackberry :D.  Mungkin review tentang produk ini juga sudah banyak, tapi nggak apa, mungkin masih ada pemirsa yang ingin membaca cerita saya.

Buat saya, sampai saat ini, yang paling enak diaplikasikan di wajah ya...bb cream ini.  Beberapa orang merasa tidak cocok karena merasa bb creamnya cepat hilang dan luntur, terlalu glowy atau kinclong, atau malah jerawatan karena pakai bb cream ini.  Bagaimana di kulit wajah saya?  Sebentar....kita lihat dulu kemasan kardusnya...


Kardus berwarna peach muda, dengan semburat warna putih, dan hiasan bintang-bintang yang sepertinya menunjukkan kalau produk ini akan membuat kulit wajah terlihat lebih cliiing.... Mengandung SPF30/PA++ yang saya rasa cukup untuk mengurangi efek sinar ultra violet.  Ditulis juga kalau produk ini bisa memutihkan (nggak yakin saya...:D), anti keriput (hmmmm....), juga anti kelihatan gelap (terjemahan bebas banget...).

Bagian belakang kardus...


Deskripsi produk : Precious Mineral BB Cream promotes silky complexion with pearl infused sheer coverage. Contains adenosine and arbutin for anti wrinkle and whitening efficacies, SPF for UV protection.  Terjemahannya kurang lebih seperti ini : bb cream menghasilkan kulit halus dengan kandungan bubuk mutiara. Berisi adenosin dan arbutin untuk anti kerut dan berkhasiat memutihkan, SPF untuk perlindungan UV.  

Bahan-bahan aktif yang terkandung di dalamnya...


Sila contek di google untuk deskripsi masing-masing bahan aktif ya :)

Warna yang saya pilih adalah Honey Beige (W24), karena menurut saya tidak terlalu beda jauh dengan kulit wajah saya...


Sebagai informasi, produk datang langsung dengan kemasan kardus tanpa pembungkus plastik lagi, sama halnya dengan produk Etude House yang lain :).

Penampakan tabung, seperti ini...


Sesuai saran di kemasan kardusnya, tabung harus disimpan dengan posisi seperti di foto.  Kalau saya karena saya taruh di dalam dompet kosmetik, ya akhirnya dalam posisi horizontal.  Ketika akan dipakai, dikocok lalu didirikan sebentar baru dikeluarkan isinya.

Mulut tabung berbentuk pompa, yang kalau sedang buru-buru malah keluarnya terlalu banyak :(.  Seperti ini...


Beberapa orang lebih suka dengan mulut tabung berbentuk pompa seperti ini, saya sendiri lebih suka mulut tabung tanpa pompa, seperti bb cream dari Skinfood.  

Sekarang bb creamnya sendiri seperti apa.  Foto berikut saya ambil ketika saya akan pakai, cairan bb creamnya seperti ini.


Tekstur cairan bb cream ini lebih cair daripada bb cream Skinfood, jadi begitu dikeluarkan di tangan langsung agak melebar.  Lebih mudah dibaurkan di kulit juga, mungkin karena lebih cair.  Tidak ada wangi khusus yang tajam, menurut saya ya begitu seharusnya :)

Sebelum diaplikasikan di wajah, lebih baik cairan bb creamnya dibaurkan sekilas dulu di punggung tangan, seperti ini
.

Setelah dibaurkan sekilas, baru diaplikasikan di wajah.  Saya lebih suka menggunakan jari tangan untuk aplikasinya.  Saya gunakan per bagian wajah : pipi kanan, pipi kiri, dagu, hidung, terakhir dahi.  Leher tidak saya aplikasikan karena saya menggunakan kerudung, otomatis leher akan tertutup oleh kerudung :).  Kalau dirasa kurang, keluarkan lagi bb creamnya, baurkan lagi di tangan, baru dipakai di wajah.  Perlu ada yang ditutupi? Misalnya bekas jerawat atau mata panda?  Bisa aplikasikan bb cream agak tebal di bagian tersebut.  Kalau mau nampol pakai concealer :)


Ini wajah saya sebelum memakai bb cream ini.  Sebelum memakai bb cream disarankan wajah dalam keadaan bersih dan lembab.  Saya selalu mencuci wajah 2 tahap sebelum berdandan, memakai toner, dan memakai pelembab :)


Lihat bekas jerawat di dagu sebelah kiri?  Juga di dagu sebelah kanan?  Akibat beberapa hari kemarin saya super malas membersihkan wajah :(.  Sekarang aplikasikan bb cream sejuta umat ini, dan hasilnya...


Di bagian bekas jerawatnya aplikasikan bb cream agak tebal, lalu tepuk-tepuk dengan menggunakan jari manis.  Demikian juga dengan mata pandanya, jika bb cream kurang bisa menutup tambahkan concealer.  Foto tanpa diedit ya, hanya menyesuaikan ukuran saja :)

Sekarang daya tahannya :).  Di beberapa postingan blog yang saya baca, terutama dari Indonesia, rata-rata mengeluh kalau bb cream ini kurang awet di wajah.  Yang akhirnya saya rasakan sendiri ketika menggunakannya. 

Oil control : kurang bagus.  Di ruangan tanpa ac hanya bisa bertahan 3 jam, lebih dari itu wajah pasti mengkilap dan harus di-blotting.  Di ruangan dengan ac bisa bertahan sampai 4 jam, lumayaan...  Di luar ruangan?  Krik...krik...2 jam aja udah kinclong banget :D.  Cara menyiasatinya?  Aplikasikan bedak tabur, lumayan bisa menambah daya tahan di wajah tapi saya kurang suka pakai bedak tabur.  Lebih suka terlihat glowy tanpa bedak.  Atau aplikasikan primer sesudah pelembab dan sebelum memakai bb cream.  Dengan primer, di luar ruangan bisa bertahan 3 - 4 jam tanpa harus blotting.

Coverage menurut saya bagus, karena bisa menutupi noda bekas jerawat itu.  Pori-pori saya sekarang keadaannya cukup baik, tidak kelihatan besar-besar seperti dulu.  Jadi bb cream ini bisa menutupinya. 

Jerawatan?  Alhamdulillah tidak :).  Asal rajin membersihkan wajah, bb cream biasanya tidak menimbulkan jerawat.  Bersihkan sebelum memakai dan di malam hari sebelum tidur.  Kecuali yang benar-benar ekstrim, alergi terhadap bb cream sehingga berjerawat.  

Mau beli lagi nggak?  Haduuuuh, kalau ditanya beli lagi atau tidak saya masih bingung, banyak sekali bb cream baru-baru yang keluar.  Mungkin tidak dulu, mau coba yang lain :D

Harganya berapa?  Kalau beli di online-online shop, range harganya antara IDR165,000 - 185,000.  Di outlet resmi Etude House Indonesia katanya cukup mahal, saya belum pernah cek.  Kalau ditanya barang di online shop, asli nggak?  Saya yakin asli, kebetulan saya beli di GMarket Indonesia :).

Sekian dulu cerita saya mengenai Etude House Precious Mineral Bright Fit BB Cream.  Sebenarnya saya juga punya yang warna Natural Beige (W13), sering saya gunakan sebagai campuran dengan warna ini.   Pengen diposting juga ceritanya?  Sila beri komentar ya :)

Bonus foto narsis...





PS. Mohon maaf kalau latarnya mengganggu.  Ini tempat dengan pencahayaan alami paling bagus jadi saya ambil foto di situ XD.  Alaaaah, alisnya juga oneng sebelah, maaf yaaa :(.

Thank you for reading and visiting my blog :)













Sabtu, 08 Juni 2013

[REVIEW] DURU Marseilles Soap a.k.a sabun DURU

Halo temans ^____^

Belum kenal dengan nama produk di atas? Sama...:D

Buat yang beragama Islam, dan pernah menunaikan ibadah ke Tanah Suci Makkah/Madinah, pasti tahu sabun ini.  Atau yang pernah menemani keluarganya mencari oleh-oleh haji di sekitar pasar Tanah Abang, pasti sudah pernah melihatnya.  Saya juga pertama kali melihatnya ketika menemani tante cari oleh-oleh haji, tapi waktu itu nggak tertarik untuk beli dan coba.  Saya hanya senang melihatnya berjajar rapi di lemari toko XD.  Kata bapak penjualnya, ini sabun bagus buat kulit karena mengandung minyak zaitun, tidak akan membuat kulit kering.

Hmmmm...

Sampai sekitar 2 minggu lalu, saya iseng mencari toko online yang menjual oleh-oleh haji juga.  Tadinya hanya mau beli krim pelembab Creme21, eeee...tergoda untuk beli sabun ini juga.  Akhirnya si sabun pun dikirim ke rumah bersama dengan Creme21-nya.  Ketika membuka kardus paketnya, kaget juga dengan ukuran si sabun.  Lumayan besar, mungkin menyesuaikan dengan tangan orang Timur Tengah kali ya...

Seperti ini penampilan kemasan sabun Duru...


Hahaha, jujur saya tergoda dengan warna hijaunya.  Berasa menyegarkan sekali, enak buat dipandang.  Wanginya lembut dan berkesan alami, tidak ada yang menusuk.  Biasa deeh, kalau punya produk baru, pengennya segera mencoba padahal masih ada sabun lain di kamar mandi.

Sebelum dibuka, kita lihat dulu bahan aktifnya...


Deskripsi produk : Duru sabun Marseilles adalah sabun yang ideal untuk seluruh keluarga.   Dengan kelembutannya, menjadikan kulit anda lebih halus dan lebih lembut.   Haeee...beneran nggak ya? XD


Bahan-bahan aktifnya tertera di atas.  Saya coba cari di internet mengenai bahan di atas, bahan yang digunakan adalah bahan standar untuk sabun mandi.  Hanya sedikit bingung, kenapa minyak zaitunnya tidak ada di daftar bahannya.  Cuma tertulis "with olive oil".  Berat bersih ketika dikemas adalah 200 gram.  Ada klaim bahwa produk tidak mengandung bahan lemak dari babi.  Halal yak...


Sabun dibuat oleh perusahaan EVYAP, yang bilangnya siiik...produsen sabun no 1 di Eropah.  Yang ini dibuat oleh EVYAP Mesir.  Iseng browsing ke website-nya EVYAP, cari-cari produk ini...tapi kok, sudah nggak ada ya?  Jangan-jangan ini sabun sudah discontinue, tapi masih dijual karena sudah terlanjur menyetok banyak. 

Lihat tanggal produksinya, haaaa...tahun 2009??? Dhuaaaar... Tanggal kadaluarsanya masih lama siik, tahun 2014 :(.  Kemungkinan besar ya itu, dari EVYAP sudah tidak diproduksi lagi, tapi karena penjual di Indonesia sudah membeli banyak...mumpung masa kadaluarsa masih tahun depan, tetap masih dijual.

Ketika kemasan plastiknya dibuka... Whoaaa, segeeeeer.... Ijo royo-royo XD


Hasil setelah pemakaian bagaimana?

Hmmm, memang kulit saya ini tidak bisa menerima sabun lain kecuali sabun bayi ya.  Buat saya sabun ini bukan melembutkan dan melembabkan kulit, tapi malah membuatnya kering :(.   Padahal saya suka wanginya, bertahan cukup lama di kulit badan.  Saya pakai sekali, belum berasa kering sekali.  Ketika pemakaian kedua dan ketiga, ampuun deh...kulit kaki langsung kering sekali dan harus pakai pelembab ekstra banyak.  Huuuft...

Akhirnya sabun ini cuma dipakai suami.  Kulit badan suami normal dan bisa pakai sabun apa saja :).  Komentarnya ketika pertama kali lihat, whoaaa...ini sabun gede aja :D.  Yang jelas wangi badan suami jadi lebih enak dan segar, dibandingkan pakai sabun cair yang selama ini dipakai.

Lalu, mau beli lagi tidak?  Sebenarnya mau beli lagi, tapi ketika melihat website EVYAP dan sabun ini sudah tidak ada lagi di daftar produknya, saya jadi ragu-ragu.  Ini beneran diproduksi EVYAP atau abal-abal?  Atau sudah discontinue?  Sepertinya saya tidak akan beli lagi, kembali ke sabun bayi :) dan suami juga kembali pakai sabun yang ada...:D

Ada yang pernah pakai juga?  Cerita ya, ditunggu komentarnya temans :)

Thank you for reading and visiting my blog :)




Jumat, 17 Mei 2013

[REVIEW] Skinfood Steam Milk Mask Cream

Halo-halo temans ^____^

Minta maaf dulu aah....*sungkem*

Kenapa minta maaf?  Karena saya lama sekali berhibernasi sejak posting terakhir saya tanggal 4 Mei 2013, yang artinya hampir 2 minggu yah :D.

Terus ke mana ajaah?  Liburan ya?  Hahaha, nggak...tapi ada beberapa hal yang harus saya lakukan dan membuat saya jadi nggak mood untuk menulis.  Ditambah juga laptop saya lagi bermasalah, kayaknya minta jajan.  Sama halnya dengan smartphone saya, yang udah sering minta jajan.  Mau ganti tapiiii....belum ada budget.  Hihihihi...jadi tsurhat :)).

Tiba-tiba ingin menulis karena krim malam saya habis.  Apa hubungannya?  Ya, ini niat sendiri saja sih... Saya akan menulis cerita tentang suatu produk kalau saya sudah memakai produk tersebut sampai habis, terutama untuk skincare.  Nah, krim malam termasuk skincare kan?  Okaaaay, langsung menuju produknya...



Terus terang, saya beli produk ini karena kemasannya yang imut dan menarik perhatian.  Kebetulan saya ini penggemar susu dan produk turunannya (keju, mentega, krim keju, dll).  Mirip dengan susu dalam kemasan karton 250 ml yang dijual di supermarket kan?  Review di beberapa blog menjelaskan bahwa produk ini biasa-biasa saja, tidak istimewa.  Hanya bekerja melembabkan, tidak ada tambahan fungsi lain, dan kebanyakan tidak akan membelinya lagi.  Kalau mbak Dina?  Saya suka, sudah menghabiskan satu jar kemasan 100 ml, dan sedang menggunakan jar yang kedua.

Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk menutrisi kulit...




Saya tahu, krim ini mengandung paraben yang sebenarnya tidak bagus untuk kulit, tapi saya suka krim ini dan akhirnya pilih tutup mata dulu deh, sembari cari-cari krim malam lain yang tidak mengandung paraben.

Deskripsi produk yang tertera di kemasan ...



Di website resminya skinfood, tidak disebutkan apakah ini krim pagi atau malam.  Hanya dijelaskan dipakai terakhir, sesudah segala lapisan skincare (toner, serum, essence).  Saya sendiri coba pakai krim ini di pagi hari, ternyata nggak cool sama sekaliii...alias nggak bisa diblend dengan bb cream.  BB cream jadi ndeplok nggak jelas di muka saya,  juga jadi berasa berat banget di muka.  Akhirnya saya coba pakai di malam hari, kyaaaa...ternyata enak banget :).  Cocok buat yang sering tidur di kamar dengan air conditioner menyala sepanjang malam.

Jarnya seperti apa...



Jar terbuat dari plastik berwarna putih, mengingatkan saya pada sabun krim/colek B29... *ditabok* Kayaknya produk skincare Korea ini suka sekali dikemas dengan kemasan yang besar ya?  Untuk krim, kemasan 100 ml itu gede banget lho!  Kemasan 50 ml saja sudah cukup untuk pemakaian 2 bulan, lha ini...100 ml :D.  Apalagi hanya dipakai sebagai krim malam, punya saya baru habis setelah 4 bulan.



Setelah tutup dibuka, masih ada tutup tambahan dari plastik juga, dengan tulisan skinfood yang di-embossed.  Sementara di tutup luar, tulisannya hanya dicetak di kertas dan ditempel di tutupnya.
Isinya...



Krim berwarna putih, mirip susu ya?  Saya suka dengan wanginya, lembut dan menenangkan.  Seperti biasa, tidak ada spatula untuk mengambil krimnya.  Banyak yang merasa tidak nyaman kalau harus mencolek krim dengan jari langsung.  Saya sih, cuek saja...kalau lagi rajin, pakai cotton bud untuk ambil secukupnya.  Kalau cepet-cepet karena udah mengantuk, ya pakai jari yang bersih :D.

Olesan di tangan...



Krimnya sendiri cukup mudah dibaurkan di kulit wajah, dengan sedikit pijatan ringan supaya krim lebih menyerap.   Di pagi hari, kulit wajah bagian pipi, dagu, dan dahi tidak terlalu berminyak, di hidung sedikit berminyak.  Apakah wajah terasa lembut?  Iya lembut, tapi tidak kenyal.  Mungkin ini yang membuat banyak blogger yang kurang suka dengan krim ini.  Krim ini sifatnya hanya melembabkan, tidak ada fungsi tambahan lain.  Buat saya sendiri tidak masalah, selama kulit saya tidak menjadi kering kerontang di kamar yang ber-ac hampir semalaman :D.

Lalu, setelah jar kedua habis, apa masih mau beli lagi?  Belum tahu nih, mau ganti atau nggak. Pengen pakai skincare Korea yang premium gitu, seperti Sulwhasoo atau History of Whoo, tapi mahal banget ya bok...  Pengen beli Laneige Water Bank Gel Cream, itu katanya juga bagus.  Yaah, nanti dulu, baca-baca review dulu saja.  Cari-cari sample dulu saja...hihihi...

Yak, segitu dulu cerita saya.  Semoga berguna yaah...

Thank you for reading and visiting my blog :).

Sabtu, 04 Mei 2013

[REVIEW] Etude House Wonder Pore Freshner

Halo temaans ^____^

Hayoooo...lagi pada ngapain Sabtu malam ini???

Kalau saya, tadinya saya dan suami berencana mutar-mutar di Puri Indah Mall (PI).  Cari makan enak dan membetulkan kacamata saya yang rusak, lensanya terlepas dari bingkai.  Apa daya...tempat parkir di PI 100% fully loaded!  Ada tempat parkir tapi jawuuuuh dari mallnya, jalan kakinya lumayan.  Akhirnya kami putuskan kembali ke rumah, setelah makan malam di warung pecel ayam pinggir jalan, yang untungnyaaa....lumayan enak.

Ngelantur deh, iya...ini lagi mau cerita...

Setelah merasakan toner keluaran Skinfood seri Fresh Apple Sparkling Pore (cerita di sini) sebanyak 2 botol, dan tidak ada perubahan yang berarti di pori-pori wajah, saya pun memutuskan untuk mencoba toner lain.  Jalan-jalan ke sana ke mari, cari review sebanyak mungkin, akhirnya saya memutuskan untuk membeli Etude House Wonder Pore Freshner.

Kenapa saya pakai toner?  Karena saya akhirnya merasakan enaknya berdandan dengan kulit dalam keadaan lembab dan bersih.  Jadilah toner ini wajib dipakai sebelum mengaplikasikan skincare dan makeup.

Kenapa pilih Etude House Wonder Pore Freshner?  Karena klaimnya begini...


Pokoknya selama berhubungan dengan cara mengecilkan pori-pori kulit wajah, itu menarik perhatian saya.  Walaupun saya tahu juga, kalau pori-pori wajah saya tidak akan mengecil, sampai nggak kelihatan tapiiii...setidaknya bisa mengurangi ukurannya laa...

Saya juga memilih karena harga, yang jauh lebih murah daripada tonernya Skinfood.  Dengan harga yang sama saya dapat ini dengan isi yang jauuh lebih banyak.  Saat ini tersedia 2 ukuran, yaitu 250 ml dan 500 ml.  Pertama saya coba yang 250 ml dulu, bisa dipakai selama 2 bulan.  Sekarang sedang memakai yang ukuran 500 ml.


Kemasan 500 ml datang dengan botol yang super gede. Puas banget melihatnya, seperti botol minuman.  Seperti desain kemasan produk Etude House yang lain,  warna botol ini adalah biru pastel yang enak dilihat.


Aaaah, dan tag yang menurut saya keren : i'm the wonder woman for your pores.

Dilengkapi dengan tutup flip dan pompa untuk kemasan 500 ml, untuk kemasan 250 ml tidak ada pompanya.


Cukup dengan menaruh kapas dan tekan pompanya sampai kapas menjadi basah, lalu langsung aplikasi ke wajah setelah mencuci muka.  Biasanya di kapas itu akan ada sisa-sisa kotoran yang diangkat toner ini.  Tidak terlihat nyata tapi cukup meyakinkan kalau sisa kotorannya terangkat.

Cairan tonernya sendiri menyerupai air biasa, yang mungkin kalau nggak ada baunya sama sekali saya bisa saja ditipu :D.  Eh jangan berpikiran negatif ah, nggak baik.  Nggak usah ditarok di tangan ya, bayangin aja air mineral yang agak sedikit wangi.  Sedikiiiit...
Kita lihat-lihat bahannya ya...


Saya nggak pintar membahasnya, jadi googling sendiri ya untuk keterangan bahan-bahan di atas.

Sebenarnya produk ini ditujukan untuk kulit yang berminyak dan pori-porinya besar, nah kalau saya...kulit saya kombinasi tapi pori-pori juga besar.  Untungnya hasil di kulit wajah saya jauh lebih baik daripada toner Skinfood.  Sampai saat ini sudah 3 bulan saya pakai toner ini, dan kondisi kulit saya memang sudah jauh lebih bersih daripada dulu.

Singkat kata, walau cuma pakai pelembab kulit saya nggak kucel-kucel amat. Kalau mau kelihatan flawless dan glowy, ya tetap pakai bb cream :).  Saya pasti akan membeli produk ini lagi.  Selama kulit saya belum jenuh saya akan membelinya.  Cuma satu kekurangannya, si botol ini gedha banget yak! Akhirnya kalau pergi dan menginap, saya taruh toner di botol yang lebih kecil.

Beli di mana?  Saya biasa beli dengan sistem PO di Rie Butik, kalau mau ready ya di GMarket atau counter Etude House.  Harganya cek sendiri, karena masing-masing seller punya kebijakan harga yang berbeda-beda.

Semoga cerita saya berguna, mungkin temans mau coba toner baru?

Thank you for reading and visiting my blog :)