Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 April 2014

[FILM] Otoshimono a.k.a Ghost Train

Hallooo...(^o^)/

Saya bukan penggemar berat film horror, karena saya sering kaget dan deg-degan tanpa sebab. Kadang lagi cuci piring di dapur, tiba-tiba suamik masuk dapur untuk buang sampah, itu udah bikin saya kaget setengah mati dan menjerit. Apalagi kalau harus nonton film horror sendirian, ditambah filmnya film horror Jepang yang kadang unsur ngagetinnya, bener-bener bisa bikin jantung copot. Nggak deh, nanti dulu. Saya lebih senang memilih film drama atau komedi romantis gitu, apalagi kalau pemainnya cantik dan ganteng. Ish...gampangan. Emang sik ~

Nah tapi...di Jumat malem kemarin, saya nggak nemu acara yang bagus di tipi. Udah jam 21.00 gitu ya, acara tipi lokal udah dikuasai sinetron. Lihat NatGeo dan Animal Planet, kebetulan lagi ngulang acara dokumenter beberapa hari yang lalu dan sudah saya tonton. Pilih channel apa ya..? Akhirnya pilihan jatuh ke channel Waku-waku Japan. Di list acara tertulis, jam 21.00 akan diputar film Ghost Train. Antara pengen nonton dan tidak. Pas cari info di Google, yang main Erika Sawajiri. Boleh deh, secara dese cakep gitu yah...saya suka~. Akhirnya nonton deh, sambil nggosok baju plus jejeritan karena kaget. Untung suamik belum tidur, karena masih baca komik di ruang kerjanya.

Jumat, 29 November 2013

[FILM] Changing Partners

Halo temans ^____^

Apa kabarnya hari ini? Semoga semua sehat ya.

Ehem, posting cerita film kali ini mempunyai rating 17+. Filmnya ya, jadi tolong disikapi dengan lebih bijak.

Onegaiii-shimasu.

Jadi gini, beberapa hari yang lalu saya menyempatkan diri untuk menonton film ini lagi. Dulu sudah pernah nonton lewat dvd bajakan (iya, jangan ditiru XD), tapi ternyata...yang namanya bajakan itu pasti ada yang nggak bagus. Bener aja, sepertiga terakhir filmnya loncat-loncat nggak jelas. Terus seperti biasa dong, jalan-jalan ke GoodDrama dan akhirnya masih menemukan film ini di database mereka. Nonton lagi, sampai 2x! Pretlah Dina. Film apakah gerangan...

Selasa, 22 Oktober 2013

[FILM] Architecture 101

Halo temans ^____^

Apa kabar hari ini? Semoga sehat semua ya.

Uhmmm, kemarin saya iseng nonton film Korea. Film ya, yang 2 jam itu. Ini karena sebelumnya saya menonton drama Korea yang kebetulan saya suka sekali dengan pemeran utama wanitanya. Kok, nonton drama Korea? Katanya nggak suka. Tetep nonton kok, tapi tergantung pemainnya juga. Nggak semua saya tonton. Kali ini saya nonton film dengan pemeran utama perempuan yaitu Han Ga-in. Iya, saya suka melihat penampilannya. Selalu tampil sederhana dan cantik :). 

Film yang saya tonton berjudul Architecture 101. Di-release di Korea Selatan pada tanggal 22 Maret 2012, ditulis dan disutradarai oleh Lee Yong-joo. Bergenre melodrama dan romance, dengan durasi kurang lebih 2 jam. Dibintangi oleh Han Ga-in, Uhm Tae-woong, Lee Je-hoon, dan Suzy Miss A. Bercerita tentang 2 mahasiswa yang bertemu di kelas Pengantar Arsitektur dan jatuh cinta. Lima belas tahun kemudian, sang gadis melacak cinta pertamanya, untuk membantunya membangun rumah impiannya.


Cerita dibuka dengan suasana pagi di sebuah biro arsitek. Secara tiba-tiba, arsitek bernama Lee Seung-min (Uhm Tae-woong) didatangi oleh Yang Seo-yeon (Han Ga-in). Seo-yeon bermaksud merenovasi rumah keluarganya yang sudah berumur 30 tahun lebih di pulau Jeju. Seung-min yang tadinya lupa siapa Seo-yeon, segera menjadi ingat kembali. Sebenarnya Seung-min tidak ingin menerima proyek pekerjaan tersebut, karena merasa sudah banyak pekerjaan dan hanya seorang bawahan. Setelah melihat kondisi rumah di pulau Jeju, dan segala kenangan masa kecil Seo-yeon, Seung-min pun menerima proyek desain dan renovasi rumah itu.


Awalnya desain yang diajukan oleh Seung-min, sama sekali tidak berkenan di hati Seo-yeon. Selalu terasa ada yang kurang atau salah, dan sempat merasa bingung harus diapakan rumah tersebut. Akhirnya desain terakhir disetujui, dan mulailah proyek renovasi rumah. Seo-yeon dan Seung-min pun banyak menghabiskan waktu di proyek tersebut. Membuat Seung-min sedikit melupakan rencana pernikahan dengan tunangannya Eun-chae (Go Joon-hee), dan ini membuat Eun-chae sedikit cemburu. Seiring dengan berjalannya proyek, Seung-min pun menyadari bahwa ada yang harus diselesaikan antara dia dan Seo-yeon, di masa lalu.


Lima belas tahun yang lalu, Seung-min (Lee Je-hoon) dan Seo-yeon (Suzy) tinggal di lingkungan yang sama (Jeongneung-dong, Seoul) dan menghadiri kelas pengantar arsitektur yang sama. Seung-min ingat kalau Seo-yeon menyukai Jae-wook (Yoo Yeon-seok) yang kaya dan tampan. Seung-min juga ingat kalau dia tidak mampu menyatakan ketertarikannya pada Seo-yeon.  Juga ingat kalau dia sampai minta bantuan sahabatnya Nab-ddeuk (Jo Jung-suk), bagaimana cara mendapatkan anak perempuan. Berharap bisa mengakui perasaannya pada Seo-Yeon di waktu yang tepat, Seung-min meminta Seo-yeon untuk menemuinya pada hari pertama salju turun, di rumah kosong yang sering mereka datangi. 


Pada satu malam, Seung-min melihat Jae-wook dan Seo-yeon yang mabuk, memasuki apartemen Seo-yeon bersama-sama. Takut menghadapi kemungkinan yang terburuk, dia memilih mengakhiri persahabatannya dengan Seo-yeon. Juga karena mengira bahwa Seo-yeon telah memilih Jae-wook. Hari pertama salju turun pun tiba, dan Seo-yeon yang tidak tahu apa-apa, menunggu di rumah kosong sendirian saja. Patah hati, Seo-yeon pun meninggalkan  CD player portabel dan CD artis favoritnya di rumah tersebut.


Hari ini, Seo-yeon menerima paket berisi CD player portabel dan CD yang dulu ditinggalkannya dari Seung-min. Yang berarti bahwa Seung-min ternyata pergi ke rumah kosong itu dan mengingat janji mereka. Pada akhirnya, Seung-min masih memilih tunangannya Eun-chae dan terbang bersamanya ke Amerika, sementara Seo-yeon duduk di rumah yang dibangun Seung-min untuknya, sambil mendengarkan CD kenangan mereka berdua.

Nggak happy ending ya? Iya.

Well, film ini alur ceritanya maju-mundur, bergantian antara cerita di masa sekarang dan masa lalu. Biar nggak bingung, enaknya nonton dari awal. Yang saya suka juga adalah detail tahun 90-an yang terlihat jelas. Waktu itu MP3 player masih jarang ya, jadilah yang dipakai CD player portabel (saya sempat punya dulu :D). Lalu alat komunikasi, mungkin di tahun itu yang memakai ponsel di Korea hanya orang yang sudah bekerja dan punya penghasilan tetap. Mahasiswa? Cukup pakai pager dan telepon umum. Oh my...pager, saya sempat akrab juga dengan benda itu. Meskipun nggak punya, tapi senang meninggalkan pesan ke teman lewat operator pager, meminta dia untuk menelepon ke rumah dan dia telepon... Woooy, fokuuus. Gaya berpakaian juga, rok span dan siluet A yang dipakai Seo-yeon memang jadi trend di tahun itu. Juga foam yang sering dipakai cowok-cowok untuk menata rambutnya. Hahaha, 90's rocks...




Hmmm, film ini enak ditonton karena tidak perlu mengerutkan kening. Ceritanya mudah dipahami walau dengan alur cerita maju-mundur. Oh iya, saya juga suka dengan desain rumah Seo-yeon yang baru. Sudahlah di pinggir pantai, dibikinin desain yang keren pulak sama Seung-min. Aaaah...mau juga rumah kayak begituuu :). Nonton di mana? Seperti biasa, gooddramadotnet. 


Okeeeeh, selamat menikmati Architecture 101 :).

Salam,
Dina



Minggu, 22 September 2013

[FILM] Howl's Moving Castle

Halo temans ^____^

Cerita tentang film lagi, dikeluarkan oleh Studio Ghibli lagi. Entah kenapa, film yang dikeluarkan oleh Studio Ghibli ini selalu indah dan tidak membosankan walaupun sudah berulang kali ditonton. Kali ini film yang saya pilih adalah Howl's Moving Castle, yang dirilis pada bulan September 2004. Hmmm..itu sudah 9 tahun yang lalu lho, tapi ceritanya masih relevan untuk diikuti.


Siap ya...ceritanya agak panjang dengan screenshot yang lumayan banyak. Jadi kalau nge-loadnya agak lama, mohon dimaafkan....*bowing*


Film ini disutradarai oleh Hayao Miyazaki, diproduseri oleh Toshio Suzuki, naskah dibuat oleh Hayao Miyazaki berdasarkan novel dari Inggris dengan judul yang sama karangan Diana Wynne Jones. 

Tokoh utamanya bernama Sophie, seorang gadis berusia 18 tahun. Sehari-hari Sophie bekerja membuat topi di toko topi peninggalan ayahnya. Suatu hari, dalam perjalanan menemui adik perempuannya yang bekerja di sebuah toko, Sophie bertemu dengan penyihir tampan yang menjadi pembicaraan gadis-gadis di kota itu. Rupanya penyihir itu sedang dikejar oleh sekelompok makhluk, yang akhirnya berhasil lolos sembari mengantarkan Sophie ke adik perempuannya. Tentu saja Sophie tidak tahu bahwa penyihir itu adalah Howl.


Ternyata yang mengejar Howl adalah seorang penyihir yang bernama The Witch of the Waste, yang kemudian mendatangi toko topi Sophie. Merasa tokonya sudah tutup, Sophie pun meminta si penyihir untuk pergi.


Marah karena Sophie mengusirnya keluar, si penyihir pun meninggalkan toko dengan mengutuk Sophie menjadi seorang nenek berumur 90 tahun, dan Sophie tidak akan bisa berbicara apa pun mengenai kutukan tersebut. Oooow...poor Sophie..:(


Tidak ingin mengejutkan ibu dan para pekerja di toko topi, Sophie pun memutuskan untuk meninggalkan rumahnya. Sophie pergi ke lembah tempat pembuangan dengan maksud mencari cara untuk menghilangkan kutukannya. Di lembah itu Sophie bertemu dengan sebuah orang-orangan sawah yang ternyata hidup, yang tadinya dikira Sophie hanya sebatang kayu dan hendak digunakan sebagai tongkat.


Si orang-orangan mengantarkan Sophie ke istana Howl yang terus bergerak menjelajahi kawasan itu. Di istana Sophie bertemu dengan setan api Calcifer, yang mengetahui kalau Sophie berada di bawah kutukan. Calcifer menawarkan untuk mematahkan kutukan, sebagai pertukaran atas bantuan Sophie dalam memecahkan mantra yang membuat Calcifer terikat ke istana tersebut. Sophie pun menolaknya karena menurut Sophie membuat perjanjian dengan setan adalah hal yang tidak baik. Sophie pun beristirahat dan tertidur di depan perapian hingga pagi menjelang.


Asisten Howl yang bernama Markl turun dari lantai dua dan terheran-heran menemukan seorang nenek di depan perapian. Sophie pun terbangun karena ada suara bel pintu dan suara Markl yang menjawab bahwa penyihir Jenkins sedang keluar rumah. Jenkins? Bukankah ini istananya Howl?  Bel pintu pun berbunyi lagi dan kali ini tamunya menanyakan ke manakah penyihir Pendragon?  Pikir Sophie, kenapa ada Jenkins dan Pendragon dalam satu rumah?  Sophie yang penasaran pun membuka pintu dengan mencoba kenop yang berbeda-beda, dan menemukan keadaan luar yang berbeda pula. Hoho...seperti pintu ke mana saja punya Doraemon gitu. Ketika Howl muncul, Sophie mengumumkan bahwa dia adalah wanita pembersih baru benteng, yang disewa oleh Calcifer.


Tiba-tiba, negara Sophie terlibat perang dengan negara tetangga, disusul dengan hilangnya Putra Mahkota dari dunia penyihir. Howl menerima panggilan dari Raja, untuk bertarung di perang. Namun, Howl mempunyai ide untuk mengirim Sophie dengan berpura-pura menjadi ibunya. Sophie akan mengatakan kepada raja untuk menyatakan bahwa Howl adalah seorang pengecut yang mempunyai 2 identitas. Dalam perjalanannya ke istana, Sophie bertemu dengan anjing sesak napas bernama Heen, yang dipikirnya adalah Howl yang menyamar. Sophie juga bertemu dengan The Witch of The Waste, yang akhirnya kehilangan kekuatan karena diambil oleh Suliman (penyihir raja), dan menjadi seorang nenek tanpa kekuatan sihir. Suliman memberitahu Sophie bahwa Howl akan menemui nasib yang sama jika ia tidak ikut bergabung dalam perang.


Ketika Sophie memprotes tindakan Suliman, kutukan The Witch of The Waste untuk sementara menjadi lemah karena ada cinta dalam kata-kata Sophie. Suliman menyadari bahwa Sophie mempunyai perasaan cinta yang kuat kepada Howl. Howl kemudian tiba untuk menyelamatkan Sophie. Suliman mencoba untuk menjebak Howl, tetapi dengan bantuan Sophie, mereka berhasil melarikan diri dengan membawa mantan The Witch of the Waste bersama mereka.


Sophie akhirnya mengetahui bahwa Howl berubah menjadi makhluk berbulu mirip burung ketika terlibat dalam perang, tetapi tiap kali berubah selalu membuat Howl lebih sulit untuk kembali ke bentuk manusia. Sophie takut kalau Howl sedang mempersiapkan untuk meninggalkan mereka, karena waktu yang tersisa sebagai manusia yang terbatas. Ibu Sophie muncul dan sebenarnya berada di bawah pengaruh Suliman dan meninggalkan sebuah tas berisi ular mata-mata di bawah perintahnya. Nenek menemukan ular itu dan segera melemparkannya ke Calcifer. Sayangnya, Calcifer sakit setelah makan ular tersebut, membuat dia tidak bisa melindungi istana Howl.


Beberapa jam kemudian, kota tempat tinggal Sophie dan istana Howl dibom oleh pesawat musuh, sementara tentara Suliman menyerang toko bunga yang dibuat Howl untuk Sophie. Setelah melindungi toko bunga dari pengeboman, Howl menyembuhkan Calcifer, lalu pergi untuk mengusir tentara tersebut.  Dia berkata pada Sophie bahwa dia tidak akan melarikan diri lagi, karena dia memiliki sesuatu yang dia ingin lindungi sebelum bergabung di peperangan. Menyimpulkan bahwa Howl harus diselamatkan, Sophie mengeluarkan semua orang dari istana juga memindahkan Calcifer dari perapian yang segera diikuti oleh kehancuran istana. Sophie menawarkan sepotong rambutnya ke Calcifer supaya kekuatannya cukup untuk memindahkan sebagian kecil yang tersisa dari istana.


Mereka menuju ke arah Howl ketika nenek menemukan hati Howl di dalam Calcifer. Nenek mengambil hati tersebut dan menolak untuk melepaskannya meskipun api Calcifer membakarnya. Sophie menuangkan air ke nenek, membuat Calcifer kehilangan semua kekuatan dan kekuasaannya. Sisa istana pun terbelah, lalu Sophie dan Heen jatuh ke jurang. Sophie terus berjalan menuju jantung Howl dengan bantuan cincin sihir penunjuk arah yang sebelumnya diberikan Howl. Sophie masuk melalui pintu ke daerah yang gelap dan menemukan ingatan bagaimana Howl dan Calcifer bertemu. Howl kecil, jatuh iba kepada bintang yang jatuh dan sekarat, lalu memberikan hatinya kepada bintang yang sekarat itu, yang tidak lain tidak bukan adalah Calcifer. Tindakan ini membuat Calcifer terikat tanpa batas kepada Howl. Sementara Howl yang kehilangan hati, menjadikannya terikat secara emosional dengan masa kanak-kanaknya. Nggak heran, kalau kelakuan Howl kadang kekanakan :).


Sophie akhirnya menemukan Howl, yang sudah kehilangan kesadaran sebagai manusia dalam bentuk burung. Mereka kembali ke kelompok, dan Sophie meminta nenek untuk mengembalikan jantung Howl. Nenek memberikan jantung Howl kepada Sophie, yang segera ditempatkan kembali ke dalam tubuh Howl, mengembalikan hidupnya, dan membebaskan Calcifer.


Sophie mencium orang-orangan sawah di pipi sebagai ucapan terima kasih, yang akhirnya mengembalikan wujud aslinya yaitu Putra Mahkota dunia sihir. Yep, Putra Mahkota yang hilang dan terjebak dalam bentuk orang-orangan sawah sampai dia menerima ciuman dari wanita yang disukainya.
 

Heen menunjukkan adegan bahagia akhir mereka ke Suliman, dan Suliman memutuskan untuk mengakhiri perang. Howl, Sophie, dan yang lainnya terlihat tinggi di atas pesawat pembom di sebuah kastil yang bergerak baru. Akhir yang bahagia tentu saja.



Film-film Studio Ghibli selalu terasa hangat di hati dan cocok untuk tontonan seluruh keluarga. Ada yang merasa bosan dengan film dari Ghibli? Hahaha...kalau ada, mungkin bukan penggemar film 2 dimensi seperti ini ya. Belum sempat menonton film ini? Bisa ditonton secara streaming di KissAnimedotcom. Semua screenshot di cerita ini saya ambil dari situ. Masih banyak film Ghibli yang belum sempat saya tonton, semoga masih sempat menonton sebelum di-banned dan bisa cerita di sini.

Salam,

Dina


















Jumat, 04 Januari 2013

[FILM] Tonari no Totoro (My Neighbor Totoro)

Halo temans :)

Saya ini penggemar musik, buku, komik, dan film terutama anime :D.  Dan malam minggu kemarin akhirnya saya bisa nonton film ini, sebuah animasi Jepang keluaran Studio Ghibli yang .... uuuuggggh, selalu sukses membuat saya terharu.  Nggak ada DVDnya, akhirnya nonton secara streaming di internet (thanks God for some good connections :)).  Film yang saya tonton bersama suami ini judulnya Tonari no Totoro, diterjemahkan menjadi My Neighbor Totoro.  Hehehehe, suami saya ini juga penggemar film animasi Jepang.  Jadi klop deh...:D

Tonari no Totoro ini diproduksi oleh Studio Ghibli yang amat sangat terkenal dengan film-filmnya yang sangat detail dalam penggambaran.  Ditulis dan disutradarai oleh Hayao Miyazaki, dan diproduksi pada tahun 1988.  Menceritakan tentang 2 bersaudara perempuan yang mengikuti ayahnya pindah ke daerah pedesaan Jepang, dengan setting waktu tahun 1958 sesudah Jepang pulih dari Perang Dunia ke 2.

Saya ceritakan ulang ya...:)

Film dibuka dengan kepindahan profesor Tatsuo Kusakabe dan 2 putrinya Satsuki dan Mei ke daerah pedesaan di pinggiran hutan. Mereka pindah ke sebuah rumah tua yang oleh anak-anak desa disebut berhantu.  Keluarga Kusakabe pindah supaya mereka lebih dekat ke rumah sakit tempat sang ibu dirawat.  Ketika membereskan barang-barang, Satsuki dan Mei menemukan sejumlah makhluk kecil, berwarna hitam, berbulu tajam-tajam, dengan mata berkedip-kedip jenaka, beterbangan kesana-kemari dan akhirnya menghilang di suatu sudut gelap.  Bukannya merasa takut, mereka malah mengejarnya dan menyebut mereka dengan susuwatari (makhluk yang menghuni rumah kosong).
Karena ibu mereka sedang dalam proses penyembuhan di rumah sakit, maka sehari-hari Satsuki yang mengurus rumah tangga, sesekali dibantu oleh nenek tetangga dan cucunya yang bernama Kanta.  Pagi-pagi Satsuki sudah menyiapkan sarapan dan makan siang untuk ayah dan Mei, sebelum akhirnya berangkat ke sekolah.  Mei baru berumur 4 tahun dan belum bersekolah, dan bermain di rumah jika ayah tidak ke universitas, atau di rumah nenek jika ayah pergi.

Suatu hari saat Mei sedang bermain di halaman rumah, Mei melihat suatu makhluk mirip kelinci, mengikutinya masuk ke bawah rumah (rumahnya rumah panggung, khas rumah Jepang kuno) dan menemukan makhluk yang sama dengan ukuran yang berbeda.  Lagi-lagi Mei mengikutinya dan kali ini sampai menerobos semak-semak dan berakhir di bawah pohon camphor yang amat sangat besaar...
Ada lubang di kaki pohon camphor tersebut, Mei pun memasuki lubang tersebut dan kali ini bertemu lagi dengan makhluk mirip kelinci yang sama dengan ukuran yang jauh lebiih besaaaar.  Jadi ada 3 makhluk mirip kelinci yang ukurannya kecil, sedang dan besar :D
Kelelahan karena mengejar makhluk-makhluk tadi membuat Mei tertidur di tubuh makhluk yang besar.  Sampai akhirnya Satsuki pulang sekolah, mencari Mei kemana-mana dan menemukannya tertidur di semak-semak halaman belakang rumah.  Mei pun dengan semangat menceritakan kepada ayah dan kakaknya tentang pertemuannya dengan makhluk yang dipanggilnya Totoro.  Ayah dan Satsuki tidak percaya pada cerita Mei, tapi Mei tetap bersikeras kalau mereka ada dan tinggal di dalam lubang pada pohon camphor.  Mereka bertiga pun menemukan pohon camphor yang dimaksud Mei di sebuah kuil di hutan tapi tanpa lubang di kaki pohonnya.  Kata ayah, Mei pasti bertemu dengan para penjaga hutan, dan mereka baru akan menampakkan wujudnya jika mereka menginginkannya.  Akhirnya mereka bertiga pun berdoa di kuil tersebut :)
Di suatu siang, hujan turun dengan sangat deras, tidak berhenti sampai malam. Satsuki khawatir karena ayah tidak membawa payung, dan memutuskan untuk menjemput ayah di halte bis dengan membawa payung.  Berdua dengan Mei  menunggu sampai lama, tapi bis yang ditumpangi ayah tidak kunjung datang.  Terlalu lama menunggu membuat Mei mengantuk dan tertidur di punggung Satsuki.  Saat itulah Totoro besar datang dengan berpayung daun, membuat Satsuki yang pertama kali melihatnya terkejut.  Pada dasarnya, anak-anak Kusakabe tidak takut dengan hal-hal aneh jadi ketika Satsuki melihat Totoro besar, bukannya lari ketakutan malah menawarkan payung sebagai ganti daun yang dipakai Totoro besar.
Jadilah mereka bertiga menunggu bis bersama di halte.  Senang dengan suara hujan di bawah payung, membuat Totoro besar meloncat-loncat dan menyebabkan tanah sekitarnya berguncang-guncang.  Lalu Totoro besar memberi Satsuki sebuah kantung kecil, yang ternyata isinya adalah biji-bijian.  Tidak lama kemudian sebuah bis kucing datang, yap...bis dengan bentuk kucing dan berjalan dengan kaki-kakinya yang banyak...:D.  Totoro besar pun menaiki bis kucing tadi dengan tetap membawa payung pemberian Satsuki dalam keadaan terbuka.  Bis kucing pun berjalan meninggalkan halte dan tidak lama kemudian bis yang dinaiki ayah pun datang.
Keesokan harinya, Satsuki dan Mei menanam biji-bijian pemberian Totoro besar.  Setiap hari selalu ditunggu, kapan biji-biji tersebut akan mulai bertunas?  Setiap hari Mei selalu bertanya, kapan mereka akan mulai tumbuh?  Hingga pada suatu malam yang panas, mereka terbangun dan menemukan Totoro besar dan 2 kawannya menari di sekitar petak kecil tempat mereka menanam biji-biji tersebut.  Satsuki dan Mei pun ikut bergabung bersama Totoro dan menari bersama.  Seiring dengan tarian mereka, di petak kecil mulai tumbuh tunas-tunas tanaman yang makin lama makin besar dan besar, dan menjadi sebuah pohon raksasa :D.  Totoro membawa Satsuki dan Mei, juga 2 kawannya terbang ke atas pohon dan menikmati pemandangan malam bersama-sama dari atas pohon.  Teteeeeep...si Totoro bawa-bawa payungnya Satsuki...
Pagi hari saat Satsuki terbangun, pohon raksasa itu sudah tidak ada lagi tapi tunas-tunas baru di petak kecilnya tetap ada. Really, it's magic :)

Di suatu siang ketika Satsuki dan Mei memetik jagung bersama nenek tetangga, datanglah sebuah telegram dari rumah sakit yang mengabarkan kalau kepulangan ibu mereka ditunda karena ibu harus menjalani perawatan tambahan.  Mei yang tadinya riang gembira karena ibu akan pulang, menjadi sangat sedih.  Satsuki pun juga sedih dan karena masih anak-anak, Satsuki pun membentak Mei yang keras kepala berkata bahwa ibu akan segera pulang dan tidak akan meninggal.  Berpikir bahwa ibu akan sembuh dengan makanan, Mei pun nekat berjalan kaki ke rumah sakit dengan membawa sebuah jagung...
Mei yang menghilang membuat Satsuki menyesal sudah membentaknya, dan mulai mencari Mei dengan bantuan para tetangga.  Sampai sore tiba Mei belum juga ditemukan.  Merasa putus asa, Satsuki pun berdoa di pohon camphor di kuil, meminta bantuan Totoro dan kekuatan ajaibnya.  Totoro pun muncul dan memanggil bis kucing yang segera datang, dan membawa Satsuki ke tempat Mei berada.  Yang ajaib di sini adalah tulisan tujuan di kepala bis kucing berubah menjadi "Mei" :D
Bis kucing pun dengan cepat menemukan Mei yang sedang duduk kelelahan di pinggir jalan.  Satsuki dengan senang hati memeluk dan segera mengajaknya pulang.  Rupanya bis kucing punya kejutan lain, karena tulisan di kepala bis berubah menjadi "Rumah Sakit" yang artinya bis kucing akan membawa Satsuki dan Mei ke rumah sakit tempat ibu dirawat.

Sampai di rumah sakit ternyata sudah ada ayah yang menunggui ibu, dan ternyata ibu hanya pilek biasa.  Pihak rumah sakit terlalu berlebihan dalam memberi kabar.  Karena sudah ada ayah, Satsuki dan Mei tidak berani masuk ke kamar ibu, hanya menunggu di pohon di luar jendela bersama bis kucing.
Diam-diam mereka pun meninggalkan jagung di jendela kamar ibu, dan segera pulang ke rumah bersama bis kucing.  Begitu sampai rumah, bis kucing pun langsung menghilang dari pandangan Satsuki dan Mei.

Ibu pun sembuh dan bisa pulang ke rumah, kembali bersama ayah dan anak-anak. Satsuki dan Mei pun selalu riang dan gembira bermain bersama anak-anak lain. Totoro dan 2 kawannya pun selalu mengawasi dari kejauhan...:)

Panjang ya?  Maaf yaaa...

Sembari nonton film ini, saya terus berpikir saya harus menulis. Menuangkan apa yang saya lihat.  Semoga tidak bosan dengan cerita saya.  Film ini cocok untuk ditonton bersama keluarga, meskipun ceritanya adalah fantasi.  Yang saya ambil dari film ini adalah keberanian anak-anak keluarga Kusakabe. Meskipun sang ibu di rumah sakit, Satsuki yang masih sekolah dasar sudah bisa membantu ayah dan adiknya.  Pun ketika pindah rumah dan menemukan makhluk-makhluk aneh, alih-alih merasa takut mereka mengejar dan mengajaknya bermain.  Juga keberanian Mei untuk berjalan ke rumah sakit, padahal cukup jauh dari rumah mereka.

Pengen nonton juga...coba streaming di www.animeultima.tv.  Cari dengan kata kunci : my neighbor totoro.  Enjooy...:)

Thank you for reading and visiting my blog :)