Tampilkan postingan dengan label jalan2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jalan2. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 September 2014

[JALAN-JALAN] Onsen ala Indonesia, Sari Ater di Ciater Subang, Jawa Barat

Hellooo...\( ˆoˆ)/\(ˆoˆ )/

Ish, Dina jalan-jalan lagi? 

Eheeee~ Iyaaaa...kali ini saya sedikit maksa ke suamik biar bisa ikutan ke sini. Jadi gini, sekitar tiga minggu yang lalu suamik cerita ke saya, kalau kantornya bakal mengadakan rekreasi karyawan. Ke mana? Suamik bilang akan ke pemandian air panas Sari Ater di Ciater, Subang. Huaaaa...saya langsung berbinar-binar dan bertanya, eh...boleh ajak keluarga nggak? Secara kalau rekreasi karyawan, di kantor saya dulu sebutannya "outing" dan itu bener-bener cuma karyawan yang pergi, dan kegiatan di tempat wisata biasanya berupa tim building gitu.

Terus kata suamik, boleh ajak keluarga tapi bayar sendiri. Saya bilang, ikut ya...please, pretty please. Kenapa saya maksa suamik buat ajak saya ke Ciater? Gini, saya pengen banget berendam air panas tapi kalau ajak suamik pergi sendiri itu artinya cuma bisa weekend (jatah cuti udah diambil lebaran). Sementara ke Ciater di weekend itu artinya penuh orang. Males banget kan? Ditambah, terakhir ke Ciater itu bareng jeng Antie (sahabat saya), dan saya cuma berani ngerendam kaki di saluran air panas. Mau berendam di kolam rendam harus bayar lagi, dan agak mahal. Jadi ya cuma duduk-duduk aja gitu di tamannya, dan nggak bisa lama karena kemudian hujan. Memori daun pisang bersama sahabat :)). 

Akhirnya saya pergi juga sama suamik. Hehehe~


Jumat, 29 Agustus 2014

[JALAN-JALAN] Hari 4 - 5 : Probolinggo - Surabaya - Semarang

Hellooo...\( ˆoˆ)/\(ˆoˆ )/

Bagian terakhir dari cerita liburan Lebaran. Kali ini karena nggak mampir ke suatu tempat tertentu, foto-fotonya nggak banyak. Semalam menginap di kota Probolinggo, karena sudah disuguh makan di rumah adik ipar, malam itu kami tidak mencari makan lagi. Sudah super kenyang. Pagi harinya, seperti biasa jam 05.30 langsung check-out dari hotel Lava-lava untuk menuju kota Surabaya.

Surabaya...ooo...Surabaya...

Sengaja nggak sarapan di hotel karena kali ini kami mau mampir di Rawon Nguling. Saya cuma bisa bilang, akhirnya bisa nyobain yang namanya rawon Nguling juga~ Iya loh, dari dulu selalu bertanya-tanya, kayak apa sih rawonnya? Soale kalau dengar ceritanya suami, kayaknya itu rawon enak banget. Sampai di warungnya jam 06.30, itu warung udah rame. Padahal katanya, jam mulai buka adalah jam 07.00. Yeaaay, masih dapat tempat parkir dan meja. Bapak dan saya pesan nasi rawon, sementara suami pesan nasi krengsengan. Minumnya kami semua pesan kopi susu. Lauk tambahan lain disediakan di meja ketika pesanan diantar.


Rabu, 27 Agustus 2014

[JALAN-JALAN] Hari ke 2 dan 3 : Ke Bromo

Note : maaf kalau lemot, banyak foto 


Hellooo...\( ˆoˆ)/\(ˆoˆ )/

Hah? Udah tanggal 27 aja? Sementara entri blog bulan Agustus masih 2 postingan? Hoaaaa...betapa tidak lancar kamu belajar menulis 'nak... Hihihi, saya akui akhir-akhir ini saya terdistraksi oleh hal lain. Well, they're made a mess in my life. What kind of mess? A beautiful mess, I guess. 

Apaan sik, bikin penasaran aja? Hahaha, I'll keep that mess in my mind. Sorry.

Jadi, melanjutkan perjalanan saya selama liburan Lebaran kemarin, hari ke 2 adalah perjalanan menuju ke pegunungan Tengger (gunung Bromo) untuk melihat matahari terbit, dan hari ke 3 adalah perjalanan dari Bromo ke kampung halaman adik ipar saya di Probolinggo. Kali ini fotonya nggak banyak. Oh, karena perjalanan kali ini agak panjang, saya sertakan gambar peta Jawa Timur.



Selasa, 12 Agustus 2014

[JALAN-JALAN] Hari 1 : Semarang - Boyolali - Solo - Sawangan - Magetan - Ponorogo

Note : maaf kalau lemot, banyak foto

Hellooo...\( ˆoˆ)/\(ˆoˆ )/

Liburan lebaran tahun ini lumayan panjang kan ya? Seminggu, hahaha...kalau ngendon aja di rumah bisa lumutan dan jamuran kayaknya. Maka dari itu, dari 3 bulan sebelum liburan lebaran bapak mertua saya bilang sama suami, buat rencana jalan-jalan deh. Bapak kan udah lama nggak bepergian bareng suami, sekalian ajak saya muter-muter gitu. Akhirnya kita bikin rencana buat ngider ke Jawa Timur. Saya sih, seneng-seneng aja...karena sampai kemarin ke Jawa Timur itu hanya main di Surabaya dan Probolinggo saja, belum pernah ke kota atau kabupaten lain. Berhubung perjalanannya cukup panjang dan tentu saja harus menginap di beberapa kota, sejak 2 bulan sebelumnya kami sudah memesan kamar hotel via Agoda. Milih hotelnya berdasar review di Agoda saja, moga-moga nggak mengecewakan ~

Kami mulai jalan di hari kedua lebaran. Berangkat pagi-pagi dari rumah, jam 05.30 kalau nggak salah. Hihihi, mengurangi resiko terkena macet. Kalau berangkatnya lebih siang, biasanya akan kena macet. Pergi jalan sama bapak itu, artinya sekalian sambil cari makan enak yang banyak direkomendasi orang-orang di internet. Hahaha...udah disiapkan daftarnya di GPS beliau, di kota apa mau mampir ke mana aja. 


Jumat, 09 Agustus 2013

[JALAN-JALAN] Wisata Apung Kampoeng Rawa, Ambarawa

Halo temans ^____^

Ternyata pulang ke Semarang sebelum hari H, membuat saya dan suamik mempunyai lebih banyak waktu untuk jalan-jalan keliling kota Semarang dan sekitarnya. Ya kelilingnya nggak jauh sik, juga nggak bisa icip-icip makanan karena masih berpuasa. Setidaknya memanjakan mata dengan pemandangan pegunungan, dan tidak ketemu macet super macet seperti halnya di Jakarta.

Jadi hari Senin malam saya sampai di rumah, hari Selasa paginya sudah diajak bapak jalan ke daerah Bawen, kabupaten Semarang. Kebetulan jalan tol Semarang-Bawen sudah bisa dilalui kendaraan yang mau ke arah Solo atau Jogja, bapak mau lihat jalan baru ini. Lebaran tahun lalu, jalan tol ini baru hanya sampai di Ungaran. Dari exit tol Ungaran, masih luruuus terus ke arah Selatan. Kalau dilihat-lihat, pemandangan di sekitar jalan tol Bawen ini mirip dengan tol Cipularang. Beberapa ruas menembus perbukitan, juga ada beberapa jembatan tol yang panjang, bahkan ada yang panjangnya 1 km...O_O

sumber : google.com

Di ujung jalan tol ada beberapa ruas yang belum sempurna, meskipun begitu sudah mulai bisa dilewati mobil-mobil pribadi. Truk dan bis besar belum boleh melewati jalan tol ini. Belum ditarik pembayaran karena memang belum resmi dibuka. Keluar di Bawen, kami memasuki jalan kecil, kayaknya jalan kampung deh :D tapi masih bisa dilewati KuroInno. Dari jalan kecil ini terlihat sebagian Rawa Pening, Ambarawa. Hahaha, tembus-tembus di daerah sekitar pasar Ambarawa. Putar-putar sebentar di kota kecamatan Ambarawa, bapak pun membawa kami ke jalan lingkar luar Ambarawa.

Lalu kami pun mampir ke sini...


Kampoeng Rawa ini adalah tempat wisata baru di Ambawara. Nggak baru sebenarnya, karena sudah mulai beroperasi sejak Agustus 2012. Hihihi, karena saya cuma setahun sekali pulang kampung, baru tahu kalau ada tempat wisata ini.

Wisata Apung Kampoeng Rawa ada di Jalan Lingkar Selatan KM.3 Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Telepon : (0298)6170152. Saya kasih foto peta jalannya ya...

sumber : leaflet Kampoeng Rawa

Setiap kendaraan roda empat yang masuk ke area wisata dikenakan biaya IDR5,000, kalau kendaraan roda dua itu kalau nggak salah IDR2,000. Nggak terlalu mahal, tapi untuk menggunakan fasilitas-fasilitas yang disediakan tentu ada biaya tambahan. Fasilitas umum yang disediakan, antara lain : tempat parkir (lumayan luas lho..), akses masuk yang gampang, gasebo untuk istirahat, musholla, free hotspot, UKM, area pemancingan, dan beberapa panggung terbuka.


Lapar dan pengen makan? Jangan khawatir, ada Rumah Makan Apung di sini. Terdiri dari pondok-pondok dan gasebo yang terapung di atas Danau Rawapening. Menu utamanya adalah ikan yang dipanen dari keramba nelayan danau seperti ikan nila, gurame, lele, dan lain-lain. Kata bapak sik, masakannya enak. Kemarin saya tidak makan karena main ke sini saat masih berpuasa. Kalau saya ada rezeki, bisa main ke sini lagi dan mencicipi masakannya, akan saya ceritakan ya...


Maaf ya, nggak ambil foto bagian dalam restoran karena nggak makan di situ. Nggak enak sama pegawainya, wong nggak makan kok...ambil-ambil foto.

Kalau lebih suka memancing ikannya dulu baru nanti dimasakkan, di sini juga ada tempat pemancingan ikan. Tidak mancing langsung dari danau melainkan sudah dipindah ke kolam pemancingan. Ada saung-saungnya juga, biar bisa leyeh-leyeh sambil mancing atau sambil menunggu ikan hasil tangkapannya dimasak.



Selesai makan ngapain ya... Leyeh-leyeh doang, bosen kayaknya. Ayo deh, kita coba keliling danau dengan speed boat atau perahu biasa yang bisa disewa di Dermaga Perahu Wisata.



Ada juga beberapa wahana permainan seperti flying fox, jet sky, bendi, bebek air, becak wisata, becak mini, becak air, perahu karet, perahu tangan, kereta mini, dan lain-lain.



Eh, bukan bermaksud promo lewat umbul-umbul yang tertangkap di foto ya :D. Tapi kemarin tempat ini jadi rest area para pemudik yang mau ke arah Jogja dan Magelang, jadi banyak umbul-umbul promo di sana. Nggak tahu setelah masa mudik nanti selesai, apakah akan dicabut atau tetap melambai-lambai di sana XD.

Kalau cuma mau menikmati pemandangan sawah yang ada di sekitar tempat wisata juga boleh. Hitung-hitung refreshing mata yang tiap hari kerja melihat layar komputernya teruuus...


Saat saya ke sana, cuaca sedang panas-panasnya tapi sayangnya sudah banyak asap kendaraan bermotor yang menutupi daerah pegunungan yang melatari tempat wisata ini. Ditambah di puncak gunungnya juga mulai berawan, jadi langitnya nggak kelihatan bersih. Mungkin kalau main ke sana di pagi hari, langitnya lebih bersih.

Yang sedang main di daerah kota dan kabupaten Semarang, mungkin bisa mampir ke sini. Meskipun saya belum mencicipi masakannya tapi saya rasa tempat ini cukup asyik untuk bersantai bersama keluarga. Kalau naik kendaraan pribadi memang mudah, tapi kalau naik kendaraan umum sepertinya agak susah. Setahu saya jalan lingkar luar biasanya memang ditujukan untuk kendaraan pribadi.

Itu cerita saya tentang Kampoeng Rawa. Moga-moga bisa makan di sini...hihihi...

Terima kasih sudah main ke sini dan membaca cerita ini :)

Salam,

Dina


Minggu, 21 April 2013

[JALAN-JALAN] Bina Nusantara Family Gathering di Trans Studio Bandung

Halo temans ^____^

Kyaaa...kyaaa...
Saya dapat kesempatan lagi untuk bermain-main di Trans Studio Bandung. 

Kok lagi?  Emang sudah pernah? 

Yang pertama kali bareng teman-teman kantor (dibayari kantor tentunya...) pada bulan November 2011.  Waktu itu saya belum aktif cerita di blog jadi lewat aja pengalaman bermainnya.  Kali ini saya dan suami pergi ke sana untuk acara Bina Nusantara Family Gathering.  Artinya dibayari lagi...:D.  Alhamdulillaah... Jadi cerita kali ini nggak spesifik Trans Studio Bandung, saya gabung dengan cerita acara family gathering kantor suami...:).

Okay, ini family gathering kedua saya bersama kantor suami.  Di acara ini seluruh keluarga staf Yayasan Bina Nusantara berkumpul dan bersenang-senang bersama.  Kemarin itu kurang lebih 3600 orang berkumpul bersama di Trans Studio Bandung. Namanya acara kumpul yayasan pendidikan, acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.  Dilanjutkan dengan beberapa acara seremonial seperti sambutan ketua yayasan, doa bersama, presentasi pencapaian Yayasan Bina Nusantara, dan sebagainya. 

Suasana kumpul bersama keluarga Yayasan Bina Nusantara

Family gathering kalau nggak ada door prize nggak seru, makanya di acara kumpul kali ini juga dibagikan door prize dengan cara diundi.  Cuma hafal hadiah utamanya yaitu logam mulia :D.  Hadiah lain ada voucher belanja sama uang tunai, kalau nggak salah.  Suami katanya dapat, tapi entah apa dapatnya karena saat penarikan door prize kami sedang menikmati jatah makan siang, laper bok!
Selesai penarikan door prize ada tampilan musik secara langsung, dan diakhiri dengan makan siang bersama.  Sehabis itu acara bebas menikmati wahana yang ada...

Acara dipandu oleh pembawa acara yang cantik dan ganteng

Cerita Trans Studionya? Ini dia...

Trans Studio ini katanya taman bermain indoor yang terbesar di Indonesia.  Dimiliki oleh Grup Trans dan ada 2, yaitu Bandung dan Makassar.  Pertama kali main dulu, saya excited banget.  Hampir semua saya cobain, kecuali yang panjat-panjat.  Yang kedua kali, saya menahan diri untuk tidak menaiki wahana yang mengguncang-guncang badan, cukup melihat orang-orang yang menikmati wahana di Trans Studio.  Jadi pengalaman naik wahana yang ada saya ceritakan berdasarkan pengalaman pertama saya di tahun 2011 :)

Begitu memasuki area parkir Trans Studio Mall, kita akan disambut jeritan orang-orang yang menaiki wahana Yamaha Racing Coaster.  Kok bisa?  Yap, untuk menaiki wahana ini kita harus masuk dulu, tapi jalur coasternya sendiri mengarah ke area parkir.  Seru deh, saya sampai 3x menaiki wahana ini.  Nggak puas kalau hanya sekali :), durasinya cepat banget. 

sumber : gayatravel.com

Berbeda dengan roller coaster pada umumnya, di mana kita akan terus maju sampai kembali ke tempat pertama naik (jalur bentuk loop), di Yamaha Coaster Racing ini kita akan merasakan sensasi maju sampai pada titik paling tinggi dengan sudut 90 derajat, lalu kita akan merasakan pula sensasi mundur dengan kecepatan tinggi kembali ke tempat semula.  Kayaknya wahana ini jualan utamanya Trans Studio deh...:D

Wahana lain yang cukup membuat jantung deg-deg seeerr...adalah The Giant Swing.  Intinya sih ayunan, tapi gede banget makanya jarak antara ayunan terjauhnya juga gede.  Sudah begitu, tempat duduknya diputar pula.  Saya menaiki ini cukup 1x saja, itu juga sudah membuat perut berasa agak mual...

sumber : putikbunder.blogspot.com

Naaah, kalau wahana yang ini, saya memang tidak mau menaikinya. Berayun di Giant Swing sudah cukup membuat perut saya bergejolak, apalagi jika menaiki The Vertigo.  Saya tidak mau kena vertigo beneran setelah menaikinya.  Fotonya saja ya...

sumber : themeparkreview.com

Naik apa lagi? Oh ini...Negeri Raksasa.  Naik ini kita akan merasakan naik setinggi 20 m kemudian dihempaskan dengan cepat, ditahan, naik lagi, dihempas lagi. Waaaah, pokoknya perut bergejolak, jantung deg-degan, mulut tidak berhenti menjerit, tapi herannya...kok seneng ya? :D

sumber : google.com

Waktu itu saya juga menaiki Jelajah, mirip dengan Niagara di Dunia Fantasi, tapi tidak tinggi-tinggi sekali.  Yah, basah sedikit deh...:D

sumber : google.com

Wahana lain yang saya naiki adalah Dunia Lain, yang menurut saya nggak ada serem-seremnya sama sekali.  Ketahuan banget kalau bikinan :D atau emang saya yang over estimated yah?  Wahananya itu cuma naik kereta lalu diputar melintas tempat-tempat yang dianggap seram, lalu ditambah dengan efek-efek suara dan visual yang yaaah...begitulah.  Kurang puas dengan wahana ini.  Begitu pula dengan wahana Dunia Bolang, lebih cocok untuk anak-anak.  Namanya juga Bocah Petualang...(-__-)

Sebenarnya ada pertunjukan teater Kabayan Goes To Hollywood, tapi saya nggak minat nonton.  Baik yang tahun 2011 atau tahun ini.  Jam pertunjukannya nggak cucok...males nunggunya.


Lalu ada wahana baru yang waktu tahun 2011 masih dalam persiapan, sekarang sudah dibuka.  Cuma antrinya panjang banget, dan karena banyak guncangan saya nggak mau naik.  Suami mau naik sendirian tapi akhirnya nggak jadi, karena antrinya 1,5 jam dari pintu depan.  Dia bilang nggak tega sama saya dan juga ilfil kalau harus menunggu selama 1,5 jam :D.  Ini dia..


Masih ada beberapa wahana lain, tapi googling sendiri saja ya :).  Jujur, saya hanya menikmati Trans Studio karena indoor, di dalam ruangan, adem dan nggak keringetan.  Kalau soal permainan, saya merasa kurang puas.  Wahananya tidak sebanyak di Dunia Fantasi, mungkin karena keterbatasan area.  Hanya beberapa wahana saja yang cukup menegangkan.  Demikian pula dengan tempat jajan di dalam.  Semua serba mahal dan harus bertransaksi dengan kartu khusus yang didapat saat masuk.   Rrrrr, mau membelikan kaos untuk Arsyad juga saya urungkan, karena harganya yang terlalu mahal. Lalu cetak foto kenangan juga mahal sekali, sudahlah....saya tunggu foto kenangan dari panitia saja.

Eh, ceritanya jadi banyakan Trans Studio yah :D.  Bagaimanapun, saya berterimakasih kepada kantor saya yang dulu, yang memberi kesempatan untuk menikmati Trans Studio, karena kalau harus bayar sendiri saya lebih baik pilih tempat bermain yang lain.  Saya juga berterimakasih kepada Yayasan Bina Nusantara, sudah membuat saya dan suami bisa berjalan-jalan di Trans Studio berdua :D.  Yak, okesip....

Ke Bandung kalau pulang hari rasanya nggak afdhol ya.  Selesai jalan-jalan di Trans Studio Bandung kami memutuskan untuk istirahat di sebuah hotel, saya ceritakan di posting berikutnya ;)

Thank you for reading and visiting my blog :)


Selasa, 15 Januari 2013

[HOTEL] Padma Hotel Bandung, Jawa Barat

Halo temans :)

Postingan basi yang lain, maaf...mau posting ini dari kemarin tapi entah rasanya malas melengkapi draft dengan foto-foto jadi terbengkalai dulu di pojokan blogger yah...:)

Okay, saya mau cerita tentang hotel kepengenan Padma Bandung, tempat saya dan suami menginap di Bandung.  Kenapa saya sebut kepengenan (yang dicoret itu...)?  Hehehe, dulu ceritanya sehabis nikah saya mau hanimun-an di hotel ini, tapi ketika mau booking 2 bulan sebelum tanggal yang diinginkan, hotel ini sudah full booked! Diiiiih, seinget saya emang banyak banget yang merid pada bulan itu, wong saya dan suami cari gedung aja susah banget :(.  Mungkin banyak yang hanimun ke situ kali ya?  Yaaah, keinginan berbulan madu di hotel itu pupus sudah.  Cari tanggal lain nggak mungkin karena jatah cuti suami saat itu masih terbatas. Yaaa...akhirnya bulan madunya jalan-jalan ke Semarang.

Naaah, liburan Natal kemarin akhirnya kami memutuskan untuk jalan-jalan ke Bandung.  Kami sadar kalau ke Bandung saat long weekend itu sama dengan mencari masalah memindahkan macet dari Jakarta ke Bandung :D.  Kata suami, kita ke Bandung tapi cari hotel yang cakepan dikit, jadi kalau males ke mana-mana karena macet, se-enggaknya kita punya hiburan di hotel.  Hihihi, akhirnya saya mengajukan proposal ke suami untuk menginap di Hotel Padma Bandung.

Well, karena long weekend Natal, semua program diskon hotel ditiadakan artinya harus bayar full rate :(.  Padahal kalau hari biasa ada diskon kartu kredit, bisa sampai 50%.  Akhirnya proposal budget liburan disetujui suami dan kamar hotel pun berhasil di-booking.  Omong-omong saya booking sebulan sebelum tanggal liburan...pffffft.... Saya booking lewat situs resmi Padma Hotel, yaitu http://www.padmahotelbandung.com/.  Sengaja tidak lewat agoda karena saya cek harganya sama kalau untuk tanggal itu.  Kami memilih tipe kamar Premier Room (double bed).  Untuk harga sila cek sendiri ke situs tersebut ya.  

Kami jalan ke Bandung pada tanggal 23 Desember.  Kami berpikir orang-orang kan sudah pada berangkat dari hari Jumat tanggal 21, jadi jalanan udah lumayan longgar dong.  Noooo, totally wroooong.... Di hari itu jalanan masih padat dengan kendaraan yang menuju ke arah timur.  Beberapa kali tersendat di tol Cikampek - Purbaleunyi - Bandung.  Istirahat di pom bensin pun diwarnai dengan kesusahan cari tempat parkir dan antrian di toilet perempuan.  Ya dinikmati saja, tokh sudah sadar konsekuensi jalan di saat long weekend.

Sampai di Bandung sekitar jam 11 siang, kami putuskan langsung ke hotel dulu.  Hotel Padma ini ada di jalan Ranca Bentang 56-58 Ciumbuleuit, Bandung 40142, Indonesia. No telepon 022-2030333.  Di email konfirmasi booking disebutkan bahwa jam check-in adalah jam 14.00 tapi siapa tahu kamar sudah siap.  Ternyata belum bisa langsung check-in tapi kami bisa melakukan registrasi terlebih dahulu. 

Dari jalanan luar, dari gerbang masuk, hotel ini kelihatan biasa banget kalau nggak biasa ajah. Kayak begini..

Tapi begitu masuk ke front office dan lobby, uaaaaah....pemandangannya menakjubkan. So stunning, sampai saya ternganga-nganga.  Jadi hotel ini ada di pinggiran tebing gitu, alih-alih menjulang ke atas, hotel ini menukik (apalah menukik...) ke bawah.  Lantai 8 bukan ke atas tapi ke bawah :).
Lobby kayak begini...
Pemandangan ke luar kayak begini...
Pemandangan ke arah restoran dan sebagian kamar-kamar hotel kayak begini...
Udaranya sejuuuuk dan masih berasa dingiiiiin.  Rasanya bernapas bisa daleeeem banget, menghirup udara segar dalam-dalam.  Pokoknya nggak menyesal saya memilih hotel ini...:)

Pas registrasi disebutkan bahwa kamar kami di-upgrade menjadi tipe Hillside Studio.  Wooooow... Thank you Padma Hotel :).
Kamar tipe Premier, seperti ini...
Setelah registrasi, karena kami tidak bisa langsung masuk kami jalan-jalan dulu. Makan di rumah makan Dago Panyawangan (baca cerita di sini).  Selesai makan kami langsung balik ke hotel dan sudah bisa masuk ke kamar.  Naaah, tipe kamar Hillside Studio kayak gini...
Di kamar disediakan double bed dengan pilihan jenis bantal (pillow menu) seperti bantal untuk penderita alergi (hypo-allergenic), bantal yang menyangga leher (neck treat), bantal dengan bulu angsa (swedish memory) atau bantal untuk mengurangi stress (stress free sleep).  Kami tidak memilih bantal-bantal dalam menu tersebut karena bantal yang disediakan sudah nyaman.

Tipe Hillside menempati lantai 6 dan 7, kamar kami ada di lantai 7. Bed berukuran 200 x 200 (lebih besar dari bed di rumah :D).  Di kamar ada internet wifi dan kabel LAN di dalam kamar (suami tetep ya...bawa leptop, buat brosing), ada sofa, tv lcd, kulkas mini, air dalam kemasan botol, pemanas air, cangkir minum dan sendok teh, teh, kopi, krimer dan gula.  Dapet bonus 2 biji apel...

Kamar mandi ada bath-tub, WC dan shower secara terpisah, serta wastafel.  Kerannya ada air panas dan dingin.  Toiletries kit lengkap : sabun batangan, sabun cair, shampoo, conditioner, body lotion, sikat gigi, odol, shower cap, sewing-kit, dan sisir.  Handuk dan jubah mandi, serta handuk tangan disediakan.  Lemari baju dan hanger tersedia, dan tentu saja....2 pasang sandal kamar (yang selalu saya bawa pulang :p).

Harga kamar sudah termasuk afternoon tea, 1x dinner buffet (karena kami menginap di liburan Natal dan Tahun Baru), dan breakfast buffet.  Afternoon tea diadakan jam 15.30 sampai dengan jam 17.00.  Disediakan di restoran ini...
Ya namanya afternoon tea yang disediakan hanya teh, kopi, dan minuman hangat seperti bandrek dan bajigur, sama kue-kue kecil jajan pasar gitu, seperti surabi, putu, gorengan, dan lain-lain.

Restoran menyajikan makan malam dengan tema-tema tertentu.  Makan malam disajikan mulai pukul 18.00 sampai 22.30.  Seperti liburan Natal ini restoran menyajikan OP Ribs BBQ Buffet Dinner.  Kami menginap 2 malam dan mendapatkan 1x jatah dinner buffet, mestinya 2x yak....it's okaaylaaaah.  Hihihi, sesuai dengan namanya yang dihidangkan adalah barbeque daging sapi kayak gini...
Cuma pas dapet ya udah diiris-iris sama mas kokinya :D.  Dagingnya empuuuuk banget, dimakannya pakai saus mushroom gitu, Yummmmy...;).  Selain ribs, ada beberapa hidangan lain yang saya nggak tau namanya tapi enak-enak semua.  Dan makanan penutup yang berlimpah, sayangnya kebanyakan dari coklat sehingga saya ngga bisa makan, curi-curi dikit aja punya suami.  Kalau bukan tamu hotel bisa makan juga dengan membayar IDR225,000 di luar minuman.  Little bit pricey, huh?

Kalau menginap di hotel yang selalu saya nantikan adalah saat-saat sarapan :D.  Saya bisa berlama-lama di restoran, bulak-balik mencicipi semua masakannya. Yang disediakan di Padma Hotel adalah masakan ala barat dan lokal. Saking banyaknya sampai lupa ada apa saja :D.  Maafkan ya...
Makan pelan-pelan sambil menikmati pemandangan di sekitar restoran, sesekali mengobrol sama suami tapi lebih banyak ngunyah makanan dan mondar-mandir dari stall satu ke stall yang lain (moga-moga nggak malu-maluin...)

Selesai makan suami memutuskan untuk berenang. Kayak apa kolam renangnya...
Ada kolam renang untuk anak, ada yang ber-jacuzzi, dan ada kolam renang untuk orang dewasa.  Suami saya senang banget karena kolam renangnya dalem.  Saya nggak bisa renang sih, jadi cuma bisa liatin orang renang aja.  Dan akhirnya memutuskan untuk jalan-jalan di sekitar kolam renang.  Sebenarnya ada fasilitas olahraga lain tapi saya terlalu malas untuk menggunakannya...*tutupmuka*

Di Padma Hotel ini ada beberapa ruang meeting yang bisa disewa, juga ada hall khusus untuk acara pernikahan.  Turun ke bawah lagi ada lapangan bermain dan flying fox untuk anak.  Kalau weekend sering diadakan acara bermain khusus seperti mencari harta karun. Bagus juga sarana anak bersosialisasi. 

Dua hari di hotel, tanpa jalan-jalan ke kota Bandung amat sangat menyenangkan.  Nyaman banget sih hotelnya. Bener kata suami, biar mahal tapi kalau nyaman ya nggak apa-apa.  Nggak berasa tiba-tiba udah harus check-out. Hiiikkss... Jam check-out adalah jam 12 siang.  Then bye-bye Padma Hotel, thank you for your hospitality :)

Panjaaaaaang ya ceritanya...thank you for reading and visiting my blog :)


















Rabu, 07 November 2012

[JALAN-JALAN] Seaworld Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta

Selamat malam temans :)

Hari Minggu lalu saya dan suami dapat kesempatan untuk jalan-jalan ke tempat wisata.  Hahaha, mulai dari pertama kenalan, sampai akhirnya menikah kami belum pernah jalan ke tempat wisata. Yang ada jalan ke mall, cuci mata atau jalan ke supermarket untuk belanja bulanan. Waktu bulan madu?  Hehehe. Bulan madu saya pulang kampung :D

Berawal dari adik saya yang memberi tahu ada special deal dari Living Social Indonesia, yaitu tiket Seaworld hemat 30% dari harga normal weekday IDR50,000.  Waaaaw, lumayan...jadi IDR35,000 belum termasuk tiket masuk Ancol sih, tapi tetep lumayan.  Saya tanya ke suami, dia mau nggak jalan-jalan ke Seaworld.  Suami bilang, ayok aja...sesekali jalan ke Ancol.  Belilah saya special deal tiket dari Living Social ID, titip sama adik saya yang sekalian mau beli juga buat keluarganya. Yang penasaran dengan Living Social ID, sila klik di sini :)

Dapat vouchernya, berlaku dari tanggal 29 September sampai dengan 11 November 2012, tidak berlaku di tanggal 26-28 Oktober 2012 (libur Idul Adha).  Suami baru bisa nemenin tanggal 4 November, akhirnya kami pun pergi di hari itu.

Taman Impian Jaya Ancol (TIJA), naik mobil pribadi dari rumah kami di Ciledug sekarang lebih mudah. Ada akses tol lingkar luar Jakarta, masuk dari Meruya lalu terus ke arah Pluit, keluar gerbang tol sudah dekat dengan pintu gerbang TIJA. Jika harus naik kendaraan umum, aksesnya juga lebih mudah yaitu dengan bus Trans Jakarta.  Kalau saya naik kendaraan umum, dari Ciledug ke Blok M dengan bis metromini 69, dari Blok M ke Harmoni dengan bus TJ, di Harmoni ganti bus yang menuju Ancol.  Mudah aksesnya tapi lumayan jauh ya bok dari Ciledug :D

Tiket masuk TIJA adalah IDR15,000 per orang, mobil pribadi dikenakan IDR20,000 per mobil.  Kami berangkat dari rumah masih cukup pagi, sehingga masih bisa parkir di area dekat Seaworld.  Karena menggunakan voucher, kami harus lapor dulu ke customer care untuk pengecekan.  Setelah dicek dan disetujui, voucher dibawa ke kasir untuk divalidasi dan barulah kami bisa masuk ke area wisata dengan cap di tangan kanan.

Begitu masuk ke dalam, langsung disambut beberapa akuarium besar berisi berbagai jenis ikan, kebanyakan ikan air laut (namanya juga Seaworld) dan beberapa akuarium berisi ikan air tawar, seperti arapaima dan arwana.  Arapaima, sering juga disebut pirarucu adalah ikan air tawar tropis yang banyak dijumpai di Amerika Selatan, merupakan fosil hidup dan salah satu ikan air tawar terbesar di dunia. Boleh dibilang langka ya...
Kayak apa si arapaima atau pirarucu? Here you are...
Secara bukan fotografer profesional, jadi fotonya seadanya aja ya. Nggak bisa atur pencahayaan, pakai blitz juga mantul cahayanya, jadi begini aja deh :D

Ada akuarium dugong juga, saya coba foto tapi dugongnya lagi males-malesan di bagian atas akuarium juga, jadinya cuma kayak gini :(
Duuuuh, jeng dugong ini kok tega amat sama saya yaaa? Nggak berpose sedikit pun, saya cuma dikasi perut sama buntut aja...(-_-")

Satu akuarium berisi contoh keadaan laut di bawah dermaga, lengkap dengan sampah-sampah yang berserakan di dasarnya. 
Sedih ngeliatnya, walaupun di sini terpelihara tapi nggak kebayang yang aslinya di laut sana kayak apa ya... Sungai aja sudah penuh dengan sampah...

Ooooow, ternyata sedang ada semi aquatic mammal showcase. Sayangnya, pas si mbak guide menerangkan hewan yang satu ini, sedang ada atraksi pemberian makan di touch pool.  Saya cuma denger sepintas lalu saja. Yang ada di akuarium ini adalah mamalia pengerat yang hidup di air dan di darat, mirip berang-berang tapi bukan berang-berang, namanya lupa :D
Ini penampilan si mamalia pengerat...
Kyahahaha, maaf ya...kecil banget, di ujung sono :D.  Bedanya dengan berang-berang, hewan yang ini nggak bikin bendungan sebagai sarangnya. Dan menurut mbak guide, mereka hidup dengan amat sangat bersosialisasi, tidak bisa hidup sendiri. Nggak kayak saya, yang cenderung anti sosial ini, heheheh...

Ada satu akuarium yang membuat saya sangat terpesona, karena airnya dingiiiiin....dan ternyata isinya kepiting kaki panjang yang berasal dari perairan Jepang Utara, yang memang dingin banget.  Jauh-jauh dateng dari Jepang Utara, jadi artis di Seaworld Indonesia, ini diaaaa...
Bagi saya, mereka terlihat cantik dan anggun.  Sedikit misterius malah, karena tenang sekaliiii...sama sekali nggak bergerak. Apa karena mereka dateng dari Jepang? Hehehehe....:D

Terus berjalan ke arah akuarium khusus ikan hiu. Ada rasa kagum sekaligus ngeri memandang akuarium ini, kalau kacanya pecah...piye yo?  Hahaha, khayal. Pas ngetuk-ngetuk kaca di semua akuarium, kerasa kok kalau kacanya super tebal.  Jadi kemungkinan pecah tiba-tiba itu kayaknya kecil banget. Hiu adalah salah satu ikan cantik yang saya kagumi.  Berenang hilir mudik dengan anggunnya... Ada juga yang males-malesan siih, kayak yang dibawah ini...
Sayang, saya melewatkan atraksi pemberian makan di akuarium hiu ini, karena jadwalnya siang sekali. Berlama-lama di Seaworld, perut sudah lapar karena paginya cuma sarapan dikiit. Ya sudahlah, lihat hiu makan di National Geographic aja...

Ada pula akuarium yang menerangkan bahwa ikan itu punya daya adaptasi yang tinggi sekali. Mau ditarok di akuarium yang mereng-mereng sekalipun mereka akan berenang dengan lurus dan nggak ikutan miring. Hehehe...kayak gini nih..
Kalau sudah begini, hanya bisa merenung bahwa ciptaan Tuhan itu luar biasa sekali ya?

Selesai lihat-lihat akuarium, sekarang mari bermain di touch pool.  Namanya kolam sentuh, isinya bisa disentuh tanpa harus takut.  Ada kolam berisi penyu, bintang laut dan hiu yang ramah :D
Saya cuma foto penyu sama bintang laut ajaah...
Masuk Seaworld belum lengkap tanpa masuk terowongan Antasena, yaitu terowongan sepanjang 80 meter di bawah akuarium raksasa yang berisi berbagai macam jenis ikan dan koral. Cuma sayangnya di akuarium raksasa ini koralnya nggak warna-warni.. Jadi warnanya monoton aja gitu.  Memandangi ikan berenang ke sana ke mari di atas kepala itu rasanya adeeeem dan menenangkan...

Dan saya berhasil dapet foto ini...
Kalau mau lihat ukuran yang sebenarnya bisa naik ke atas dan melihat akuarium dari panggung berjendela. Luaaaaas...dan kereeeen...

Jika berkunjung ke Seaworld, jangan melewatkan atraksi pemberian makan ikan di akuarium utama ya.  Ikan-ikan di kolam gede ini dikasih makan pagi jam 11 siang, ada 2 penyelam yang masuk ke dalam akuarium dan memberi makan anak-anaknya satu per satu.  Bisa dilihat di kaca depan akuarium kayak gini ...
Maap kalau potonya kecil, tapi beneran di dalam sana ada 2 penyelam yang kasih makan ikan-ikan cantik ini.  Jangan lewatkan juga cuci mata di toko souvenirnya. Jika ada souvenir yang menarik, bolehlah dibeli untuk koleksi dan kenang-kenangan kalau sudah pernah ke Seaworld.  Saya beli sepasang mug yang lucu, hehehe...kapan lagi ke Seaworld?

Muahahaha...itu kencan kami di Seaworld Indonesia. Cukup menyenangkan melihat kehidupan di bawah laut.  Kencan berikutnya ke mana ya? Pengennya siih, ke Seaworld mana gitu, di belahan dunia sebelah sono....*ngayal*

Okay...thank you for reading ya :). See you next posting...bye!





















Jumat, 02 November 2012

[RANDOM] Terbang ke Semarang bersama AirAsia

Selamat sore temans :)

Jumpa lagi..jangan bosan baca blog saya ya, biar kata kadang isinya cerita norak :D. Nah saya mau nulis cerita norak lain dalam hidup saya. Yaaaah, ini bukan promo yak. Nggak maksud promoin AirAsia, wong saya nggak dibayar sama mereka. Sekedar menulis saja, moga-moga...kali-kali dibaca sama petingginya, terus saya dapat tiket gretong ke Jepang...(dreeeaaaamiiing...)

AirAsia kapan sik, mulai beroperasi di Indonesia? Waktu liburan keluarga bulan Desember 2006, nunggu boarding di bandara Bali..mulai ada tuh, panggilan boarding untuk maskapai ini. Okelah, kita anggap aja dari tahun 2006 yak.  Artinya udah 6 tahun dong, si merah ini berseliweran di langit Indonesia. Daaaaan..setelah 6 tahun, baru kali ini saya terbang dengan AirAsia. Jeeeng...jeeeng...noraaaak.. (biarin).
Ada alasannya sik, pertama..saya jarang travelling ke luar pulau Jawa, luar Jakarta deh. Sekalinya travelling ke luar Jawa, ke Belitong tapi nggak pakai AirAsia, saya pakai Batavia Air waktu itu. Kedua, saya gaptek kalau melakukan pemesanan tiket via internet. Berasa takut banget, takut diboongin-lah, takut tiketnya nggak valid-lah...pokoknya takut, sementara AirAsia hanya melayani penjualan tiket via internet. Ketiga, denger-denger waktu itu, abis naik ke pesawat pake ada acara rebutan tempat duduk, dan nggak dapet snack/minuman...beli di atas kayak kereta api gitu deeh...

Haduuuuh, apaan ini..kok kayak naik bis metromini? Ntar kalau saya nggak dapat tempat duduk bagaimana? Masak iya saya harus berdiri di tengah-tengah sambil pegangan tiang (ketauan, selalu naik metromini ke manapun pergi) :D. Samasekali tidak terbersit untuk beli tiketnya, walaupun AirAsia sering banget promo tiket murah meriah untuk penerbangan domestik maupun internasionalnya. Malah adik saya yang suka brosing tiket murmer ini..*sigh*

Sampailah 2 minggu menjelang Idul Adha 2012. Suami bilang dia mau pulang ke Semarang, mau ambil dokumen. Mau naik pesawat, karena naik mobil nggak cucok antara capek dan biaya bahan bakarnya. Okaaay, mau naik apa? Lion, Sriwijaya, Batavia, Garuda? Hooo...suami saya ternyata tidak suka naik airline lain selain Garuda. 

Alasannya? Sempit. 

Hah? 

Jadi temans, yang namanya budget airline atau low cost carrier ituuuu, demi efisiensi...menata tempat duduknya serapat mungkin. Terutama di kelas ekonomi. Suami saya tinggi dan besar (kalau nggak mau dibilang genduuut..;)), jadi menurutnya kalau dia naik budget airline, kakinya nggak bisa bergerak. Paaas, lututnya ketemu dan nempel dengan kursi di depannya. Ya sudah, dia putusin naik Garuda tapi saya nggak ikut, ceritanya berhemat nih. Tiket pesawat PP kan lumayan mahal yeee, Garuda pulak...*ngintipbukutabungan*

Lhadalah...bapak mertua saya minta saya ikut juga. Puter otak lagi, kalo nggak puter-puter rekening tabungan biar duitnya nambah. Pergi berdua? Duitnya lumayan gede ya bok.
Akhirnya kami memutuskan pergi ke Semarang naik budget airline, balik ke Jakarta naik Garuda. Kata suami, coba AirAsia yuuk...penasaran. Hayuklah, saya juga penasaran.
Buka websitenya, ooow..ada promo ke Semarang untuk IDR299,000. Boleh nih, tapi ternyata....tanggalnya nggak cocok. Kami mau pulang habis sholat Idul Adha, promonya buat tanggal sebelumnya. Etapi ternyata pas Idul Adha lebih murah dibanding tanggal-tanggal lain. Oke deeeh...booking untuk 2 orang.

Proses booking jalan terus, sampai pada pertanyaan...is there any baggage
Hah? Ternyata di AirAsia, ada biaya tambahan untuk bagasi. Biaya tergantung pada berat barang yang mau masuk ke bagasi. Well, cuma 2 hari di Semarang, koper nggak gede-gede amat, masuk kabin aja deh. Nggak usah nambah duit buat bagasi.

Jalan terus, sampai pada pertanyaan...do you need a red carpet
What? Kayak selebritis, pakai karpet merah. Ada biaya lagi untuk itu. The hell... Nggak usahlah, kayak apaan aja. Tapi kira-kira kayak apa ya bentuk layanan karpet merah ini?

Jalan lagi, sampai pada pertanyaan...do you want to pick a seat?
Aaaaah, good question! Ternyata, nggak pakai rebutan tempat duduk lagi temans! Tentu saja ada biaya lagi...(ooooh, budget airline..)
Ya tapi setidaknya saya nggak khawatir nggak kebagian tempat duduk sih...:D
Tempat duduk dibedakan jadi reguler dan hotseat. Penerbangan domestik AirAsia menggunakan pesawat Airbus A320 (gambarnya di atas yeee). Penempatan kursinya seperti ini...
Yang kursi merah itu hotseat-nya. Biayanya jelas beda. Yang reguler nambah IDR15,000, yang hotseat nambah IDR95,000. Wheeew...lumayan mahal. Kami ambil reguler aja deh...

Jalan lagi, sampai di...do you want to order food or drink?
Hoooo, jadi bisa pesen makan dan minum duluan. Jadi nanti di pesawat tinggal minta ke mbak pramugari dengan menunjukkan pass untuk makanan/minuman. Penerbangan 45 menit ke Semarang, bisalah nahan laper dan haus...

Jalan lagi, sampai di...do you want comfort kit?
Well, comfort kit lebih cocok untuk penerbangan internasional kali ya. Terbang malem dan waktunya lebih panjang. Domestik nggak perlulah...

So, tahapan booking tiket lebih panjang daripada booking tiket pesawat yang full service. Ya tapi enaknya budget airline adalah kita hanya membayar apa yang kita gunakan. Total jenderal harga tiketnya masih lebih murah dari yang full service. Ya iyalaaah...
Harga tiket belum termasuk pajak bandara. Yang harga tiketnya sudah termasuk pajak bandara baru hanya Garuda, itu juga berlaku untuk pembelian di atas tanggal 4 Oktober 2012.

Kelar booking tiket dan lunas, kami memutuskan untuk check-in via web. Nggak ada bagasi ngapain juga mampir ke counter? 
AirAsia berangkat dari terminal 3 bandara Soekarno Hatta, cerita lengkapnya bisa cek di postingan ini.

Hari penerbangan, boarding...ternyata yang hotseat dipanggil duluan untuk masuk pesawat. Yaaa, kayak kelas bisnis gitu deh. Masuk pesawat disambut mbak-mbak pramugari cantik ini...
Cari-cari nomer tempat duduk yang sudah dipesan, dapat, naikkan koper ke atas, duduk...dan ternyata lutut suami bener-bener mentok sama kursi depannya, nempeeeel...:D
Cuma bisa nyengir, tahan ya..untuk 45 menit. Lirik yang hotseat, aaah..ternyata lebih lebar jarak antar kursinya. Kalau naik Garuda, kakinya suami masih punya jarak dengan kursi depannya. Kaki saya juga hampir nempel, tapi masih bisa bergerak dikit.

Secara umum desain kabin Airbus dan Boeing hampir sama, atau saya nggak bisa ngebedain yah? Tapi yang jelas Airbus lebih berisik. Walaupun lama-lama saya tertidur dibuai oleh suara mesinnya, dan baru terbangun ketika kapten pilot woro-woro udah mau mendarat di bandara Ahmad Yani, Semarang.

So far kami puas terbang dengan AirAsia. Staf di darat ramah, staf di udara juga ramah. Mungkin karena AirAsia identik dengan orang muda, para stafnya pun masih muda-muda. Pramugarinya cantik-cantik. Hehehehe...
Yaaaa, kalau mau terbang dengan biaya yang terbatas, AirAsia bisa jadi pilihan. Kalau punya budget lebih, saya dan suami sepakat pilih maskapai yang full service, terutama yang kelas ekonominya menyediakan space lebih untuk kaki. 

Itu salah satu cerita norak saya...

Thank you for reading :)




 

Selasa, 30 Oktober 2012

[RANDOM] Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang

Selamat malam temans :)

Lama nggak posting tulisan, maklum...saya ini pengacara. Pengangguran banyak acara, acara mengurus rumah maksudnya :D
Kali ini saya mau posting tulisan, yang mungkin...sedikit norak-norak bergembira. Norak karena saya baru pertama kali menginjakkan kaki di tempat ini. Yep, tempat ini adalah Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

Okay, biasanya saya dan suami naik pesawat dari terminal 2. Kali ini karena kami hendak berhemat, kami menggunakan maskapai Indonesia AirAsia.  Cerita terbangnya di lain posting ya ;).
Sebelumnya penerbangan AirAsia selalu menggunakan terminal 1, tapi karena terminal 1 sudah terlalu penuh dan jadwal penerbangan maskapai ini cukup banyak, maka mereka pindah ke terminal 3.

Turun dari taksi, whoaaaaaa....saya ternganga. Terminal 3 ini kereeeeen! Kayak terminal bandara di luar negeri (soktau kayak pernah ke luar negeri). Desainnya minimalis, banyak menggunakan kaca sehingga pada siang hari sinar matahari bisa langsung menerangi area terminal, hemat listrik...:D  
Ini bagian depannya. Maaf sekali lagi, gambar-gambar saya ambil dari google.co.id karena saya lupa bawa kamera (what a stupid blogger!) :p 
Seperti biasa, sebelum masuk ke area terminal...tiket calon penumpang dicek terlebih dahulu. Daaaaan...petugas-petugas di terminal 3 ini masih muda-muda! Sangat berbeda dengan para petugas di terminal 1 atau 2, yang rata-rata sudah senior dan berumur.
Gambar pemeriksaan tiket yang saya temukan, petugasnya yang senior...jadi begini gambarnya...
Tiket diperiksa, sudah oke...langsung masuk ke detektor barang pertama. Karena kami sudah melakukan check-in via web, kami tidak perlu lagi check-in di counter AirAsia. Oia, maskapai yang menggunakan terminal 3 adalah Indonesia AirAsia (internasional dan domestik), Lion Air (tujuan ke Bali), dan Mandala Airlines.

Masuk ke lobby keberangkatan, banyak kafe dan executive lounge. Perut masih kenyang dengan makanan, kami memutuskan untuk langsung masuk ruang tunggu keberangkatan domestik, padahal masih lama :D.
Whoaaaaa...saya ternganga lagiiih...

Ya ampuuuuun...luarnya udah keren, dalemnya lebih kereen lagiiih.
Ruang tunggu di terminal 3 berbeda dengan di terminal 1 atau 2. Di sini penumpang semua tujuan penerbangan menunggu di ruangan yang sama. Yang membedakan hanya ruang tunggu internasional dan domestik. Jadi mau terbang ke Semarang, Bandung, Bali...semua menunggu di satu ruangan besar. Pas mau boarding, baru diinfokan penumpang harus menuju ke gate mana. Yang suka jalan-jalan liat-liat sekeliling atau bosan duduk, bisa mengelilingi ruangan luas ini :D.
Kalau di terminal 1 atau 2 kan, ruang-ruang tunggu dipisah per tujuan keberangkatan. Misal naik Garuda, yang nunggu mau ke Jogjakarta ruang tunggunya berbeda dengan yang mau ke Surabaya.

Ah ya, mungkin karena ini adalah terminal untuk budget airline, fasilitas untuk boarding pun lebih sederhana. Tidak ada pemakaian garbarata untuk naik ke pesawat. 
Penasaran sama yang namanya garbarata? Kayak gini lhooo...
Dari ruang tunggu, penumpang langsung menuju ke pesawat tanpa harus berpanas-panas atau berhujan-hujan. Ada pendingin udara di koridornya, jadi ngga sumuk kalau harus menunggu penumpang di depan kita mencari tempat duduk dan menaruh kopernya di tempat penyimpanan. 

Di terminal 3 ini, penumpang keluar dari gate, langsung jalan kaki menuju pesawatnya :D dan naik tangga biasa. Kayak gini...
Kalau panas ya kepanasan, kalau hujan belum tau...dipinjemin payung sama pihak airline atau bandara nggak ya? Atau malah modal payung sendiri? :D 
Yang asik dari boarding model begini, kita bisa foto-foto norak sebelum naik ke pesawat, foto deket tangga..foto dengan latar belakang pesawat yang akan kita naiki..macem-macem deh. Kalau pakai garbarata, ngga bisa foto-foto. Cuma bisa foto di ruang tunggu aja :D. Namanya juga budget airline, untuk menekan harga tiket..biaya-biaya lain juga ditekan. Kalo kata suami, sewa parkir pesawat dan fasilitasnya di bandara itu tidak murah...*manggutmanggut*  

Mungkin hari itu adalah hari menganga untuk saya. Tidak henti-hentinya saya mengagumi terminal 3 ini. Pokoknya saya salut dengan arsitek yang merancang terminal ini. Pengennya semua terminal diremajakan sehingga bentuknya sama semua kayak gini yah...
Kalau melihat rencana pengembangan bandara Soekarno-Hatta, semoga semua terealisir...semoga duitnya ada...:D

Omong-omong menganga...ada satu hal lagi yang bikin menganga. Kali ini kami berdua menganga bodoh. Biasa menggunakan maskapai lain, di mana harga tiket sudah termasuk bagasi, kami memilih memasukkan koper ke bagasi. Kali ini dengan AirAsia, bagasi tidak termasuk harga tiket, jadi harus membayar lagi untuk bagasi. Koper dengan ukuran sedang dan 1 buah tas tangan/laptop boleh masuk kabin. Ternyataaaa, saya lupa mengeluarkan gunting dari koper ini. Pas lewat detektor kedua, yang sepertinya lebih akurat...si gunting kliatan deh sama pak petugas ganteng. Akhirnya disita...:D
Ya Tuhaaaaan...kami berdua bertatapan dan merasa bodoh sekali, tapi sehabis itu ya cengar-cengir lagi.
Ya sudahlah, lain kali harus lebih berhati-hati kalau mau bawa koper masuk kabin. 

So, hari itu jelas adalah hari saya ternganga dan terus ternganga. Moga-moga terminal 3 ini selalu dipelihara oleh kita semua, pengguna terminal keren ini. Sayang kalau terminal bagus, tapi tidak kita pelihara. 

That's my story about terminal 3 Soetta.

Thank you for reading :)