Tampilkan postingan dengan label bandung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bandung. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Januari 2015

[SNACK] Kartika Sari Almond Crispy Cheese (Vanilla)

Hellooo...\( ˆoˆ)/\(ˆoˆ )/

Oke, saya akui...saya suka sekali dengan makanan manis. Eh, sebentar. Nggak ding, saya suka makanan. Mau yang manis, mau yang asin, selama itu enak dan enak banget XD. Pokoknya hajar kalau ada makanan yang enak. Lalu temans juga tau kan, kalau di Bandung itu banyak banget makanan enak?  Salah satu toko cemilan yang selalu saya datengin tiap kali ke Bandung adalah toko Kartika Sari. Mau ramainya kayak apa jugak, saya mestik, wajib, kudu, harus mampir ke situ. Terserah mau cabang yang mana. Hahaha, yang jelas di situ saya pasti kalap jajan XD. 

Hari Selasa kemarin, saya dan suamik ada keperluan di Bandung. Gayanya kayak artis gitu, sehari bulak-balik Jakarta-Bandung. Yang pasti, mampir Kartika Sari doong. Di bagian makanan kering, saya melihat sesuatu yang udah lama banget saya pengin. Waktu booming cemilan ini, katanya cuma bisa dibeli dari Surabaya. Nah, jalan-jalan ke Surabaya, malah nggak nemu. Yah, kurang informasi juga sih. Ya udahlah, lewat. Lain kali kalau ke Surabaya lagi, begitu pikir saya.

Pas kemarin lihat ini di Bandung, kaget juga. Kartika Sari ikutan bikin juga.  Cemilan apaan sih?  Yak, Almond Crispy Cheese!  Penasaran sama rasa yang dibuat oleh Kartika Sari, meskipun belum pernah ngerasain yang dari Surabaya. Ya udah deh, saya coba. Saya beli satu toples rasa vanilla buat sendiri, dan satu toples rasa coklat untuk oleh-oleh kolega suamik. Ampuuuun... Rasanya enak banget dan saya nagih pemirsa! Huaaang, beli satu toples rasanya kurang. Sebelum cemilannya habis, saya sempet fotoin...








Saya suka banget sama yang rasa vanilla ini. Di tokonya sendiri, ada berbagai pilihan rasa. Yaitu : vanilla, kopi, coklat, mocca, orange dan greentea. Yang greentea sepertinya bukan bikinan Kartika Sari, karena di etiket yang tertera di toples berbeda dengan rasa yang lain. Hah, pokoknya kalau ke sana lagi saya mau coba rasa yang lain. Hihihi...

Cuma harganya, agak mahal XD. Kemarin itu, main ambil aja karena kadung penasaran pengin coba. Hohoho, ternyata harganya IDR45,000 per toples. Untung rasanya enak banget dan saya suka. Kalau rasanya nggak enak, waduh...kuciwa berat sama Kartika Sari. Kamu nggak doyan keju? Nggak masalah. Di cookies ini rasa kejunya nggak ketara. Kecuali kalau memang nggak bisa makan keju. Saya masih pengin bandingin sama yang dari Surabaya. Ada yang mau ngasih? Hehehe...

Dengan ini saya nyatakan, saya kecanduan almond crispy cheese. Tasukete neee...

Have a great day!

Dina

Senin, 08 September 2014

[JALAN-JALAN] Onsen ala Indonesia, Sari Ater di Ciater Subang, Jawa Barat

Hellooo...\( ˆoˆ)/\(ˆoˆ )/

Ish, Dina jalan-jalan lagi? 

Eheeee~ Iyaaaa...kali ini saya sedikit maksa ke suamik biar bisa ikutan ke sini. Jadi gini, sekitar tiga minggu yang lalu suamik cerita ke saya, kalau kantornya bakal mengadakan rekreasi karyawan. Ke mana? Suamik bilang akan ke pemandian air panas Sari Ater di Ciater, Subang. Huaaaa...saya langsung berbinar-binar dan bertanya, eh...boleh ajak keluarga nggak? Secara kalau rekreasi karyawan, di kantor saya dulu sebutannya "outing" dan itu bener-bener cuma karyawan yang pergi, dan kegiatan di tempat wisata biasanya berupa tim building gitu.

Terus kata suamik, boleh ajak keluarga tapi bayar sendiri. Saya bilang, ikut ya...please, pretty please. Kenapa saya maksa suamik buat ajak saya ke Ciater? Gini, saya pengen banget berendam air panas tapi kalau ajak suamik pergi sendiri itu artinya cuma bisa weekend (jatah cuti udah diambil lebaran). Sementara ke Ciater di weekend itu artinya penuh orang. Males banget kan? Ditambah, terakhir ke Ciater itu bareng jeng Antie (sahabat saya), dan saya cuma berani ngerendam kaki di saluran air panas. Mau berendam di kolam rendam harus bayar lagi, dan agak mahal. Jadi ya cuma duduk-duduk aja gitu di tamannya, dan nggak bisa lama karena kemudian hujan. Memori daun pisang bersama sahabat :)). 

Akhirnya saya pergi juga sama suamik. Hehehe~


Senin, 22 April 2013

[HOTEL] Jayakarta Boutique Suite Hotel and Spa

Halo temans ^____^

Melanjutkan cerita ke Bandung kemarin...

Ketika suami memberi tahu bahwa akan ada acara family gathering di Trans Studio Bandung, saya langsung usul...menginap lagi yuk :).  Rasanya nggak afdhol ke Bandung tanpa menginap (alasan...).  Kata suami, ya sudah cari hotel.  Cari-cari, akhirnya booking lewat klikhotel.com dan kami memilih Jayakarta Boutique Suite Hotel and Spa.

Kenapa pilih hotel ini?
Pertama, karena letaknya di dekat bukit Dago jadi udaranya itu masih sejuk.  Bisa saja pilih yang di tengah kota karena banyak yang baru-baru, tapi udaranya tidak sesejuk bukit Dago.
Kedua, kami sudah pernah menginap di sini sebelumnya, jadi sudah ada bayangan seperti apa hotelnya.
Ketiga, ada kolam renangnya.  Permintaan suami yang pengen berenang :D, kalau saya nonton dia berenang saja.
Terakhir, karena harga booking di klikhotel tidak terlalu mahal.

Hotel ini ada di Jl. Ir. H. Juanda No. 381 A Bandung 40135 Telp. +62 22 2505888, adanya di sebelah kiri jalan kalau kita naik ke arah bukit Dago.  Begitu belok kiri akan langsung masuk area parkir yang cukup luas.  Masuk ke aula hotel langsung belok kanan menuju ke Front Office.

sumber : holidaycheck.com

Semua transaksi sudah diselesaikan melalui klikhotel.com, di Front Office tinggal menyerahkan voucher dan invoice dari klikhotel serta memperlihatkan KTP untuk difotokopi, juga diminta nomor kartu kredit sebagai deposit (standar menginap di hotel).  Sayangnya kami tidak bisa langsung menuju ke kamar karena belum selesai dibereskan.

Setelah menunggu kurang lebih setengah jam, akhirnya kamar kami selesai dibereskan juga.  Kali ini kami memilih executive room dengan double bed.  Kami mendapatkan kamar di lantai 4 dengan balkon menghadap ke arah perbukitan.
Kamarnya kurang lebih seperti ini...

sumber : klikhotel.com

Saya bawa kamera tapi saat pertama masuk bukannya foto tapi langsung rebahan di kasur :D.  Kasur sudah berantakan baru sadar, ya sudahlah...:D

Fasilitas yang didapat adalah AC, telepon, wifi, tv kabel, pembuat kopi/teh plus air dalam kemasan, dan minibar.  Hahaha, kalau menginap di hotel saya samasekali tidak pernah menyentuh fasilitas minibarnya, karena harganya cukup mahal :).  Di kamar mandi ada bath-tub dan shower dengan air panas dan dingin beserta perlengkapannya (handuk dan toiletries).
Seperti ini...



Disediakan lemari dan hanger baju, juga sandal kamar.  Mau beribadah sholat, di langit-langit kamar ada petunjuk arah kiblat.  Pokoknya okesip banget pilih hotel ini :).

Harga kamar sudah termasuk makan pagi secara prasmanan di kafe North Dago.  Kafe terletak di lantai paling bawah, bersebelahan dengan kolam renang.
Ini pemandangan kafe dari lantai aula...

sumber :tripadvisor.com

Pilihan makanan ada menu ala barat seperti sosis panggang, omelet, roti, sandwich, atau waffel.  Juga disediakan menu khas Indonesia seperti bubur ayam, bihun goreng, ayam bacem, sambal goreng kentang.  Minuman ada kopi, teh, juice, susu, dan bajigur.  Bolak-balik mencicipi hampir seluruh menu adalah yang saya sukai setiap kali menginap di hotel.  Kalau belum kenyang, belum akan balik ke kamar :D

Selesai makan, seperti biasa suami mau berenang.  Kolam renangnya tidak terlalu besar dan karena minggu kemarin banyak keluarga yang menginap, kolam renang pun ramai dengan anak-anak.
Ini kolam renangnya...

sumber : klikhotel.com

Ada kolam renang khusus anak-anak, dengan dasar kolam berpasir kasar atau keramik biasa.  Kolam renang untuk dewasa dengan kedalaman maksimal 1,5 meter (kata suami kurang dalam...), dan tersedia juga kolam jacuzzi.  Lupa bawa handuk?  Jangan khawatir, pihak kolam renang menyediakan handuk kolam renang untuk dipakai...

Seperti biasa, jam keluar hotel adalah jam 12 siang.  Jadi selesai berenang, kami kembali ke kamar, siap-siap lalu langsung kembali ke Jakarta.  Kesimpulannya, kami berdua puas menginap di Hotel Jayakarta ini.  Pengennya siiiih, nginep di Hotel Padma lagi (baca cerita di sini) tapi mahal banget....lagipula hanya semalam, nanti nggak puas.

Apa?  Pengen diceritain tentang booking hotel via KlikHotel.com?  Hooo, nanti ya...akan saya buat cerita sendiri ;).
Oh iya, karena dapat kamar yang ada balkonnya, saya iseng ambil-ambil gambar pemandangan sekitar.  Ini dia...

Perumahan di sekitar bukit Dago

Kota Bandung dari kejauhan

Bermain bola di Minggu pagi


Rumah yang cantik, entah rumah siapa

Itu cerita saya, semoga infonya cukup untuk yang mau cari-cari hotel di Bandung.

Thank you for reading and visiting my blog :)

Minggu, 21 April 2013

[JALAN-JALAN] Bina Nusantara Family Gathering di Trans Studio Bandung

Halo temans ^____^

Kyaaa...kyaaa...
Saya dapat kesempatan lagi untuk bermain-main di Trans Studio Bandung. 

Kok lagi?  Emang sudah pernah? 

Yang pertama kali bareng teman-teman kantor (dibayari kantor tentunya...) pada bulan November 2011.  Waktu itu saya belum aktif cerita di blog jadi lewat aja pengalaman bermainnya.  Kali ini saya dan suami pergi ke sana untuk acara Bina Nusantara Family Gathering.  Artinya dibayari lagi...:D.  Alhamdulillaah... Jadi cerita kali ini nggak spesifik Trans Studio Bandung, saya gabung dengan cerita acara family gathering kantor suami...:).

Okay, ini family gathering kedua saya bersama kantor suami.  Di acara ini seluruh keluarga staf Yayasan Bina Nusantara berkumpul dan bersenang-senang bersama.  Kemarin itu kurang lebih 3600 orang berkumpul bersama di Trans Studio Bandung. Namanya acara kumpul yayasan pendidikan, acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.  Dilanjutkan dengan beberapa acara seremonial seperti sambutan ketua yayasan, doa bersama, presentasi pencapaian Yayasan Bina Nusantara, dan sebagainya. 

Suasana kumpul bersama keluarga Yayasan Bina Nusantara

Family gathering kalau nggak ada door prize nggak seru, makanya di acara kumpul kali ini juga dibagikan door prize dengan cara diundi.  Cuma hafal hadiah utamanya yaitu logam mulia :D.  Hadiah lain ada voucher belanja sama uang tunai, kalau nggak salah.  Suami katanya dapat, tapi entah apa dapatnya karena saat penarikan door prize kami sedang menikmati jatah makan siang, laper bok!
Selesai penarikan door prize ada tampilan musik secara langsung, dan diakhiri dengan makan siang bersama.  Sehabis itu acara bebas menikmati wahana yang ada...

Acara dipandu oleh pembawa acara yang cantik dan ganteng

Cerita Trans Studionya? Ini dia...

Trans Studio ini katanya taman bermain indoor yang terbesar di Indonesia.  Dimiliki oleh Grup Trans dan ada 2, yaitu Bandung dan Makassar.  Pertama kali main dulu, saya excited banget.  Hampir semua saya cobain, kecuali yang panjat-panjat.  Yang kedua kali, saya menahan diri untuk tidak menaiki wahana yang mengguncang-guncang badan, cukup melihat orang-orang yang menikmati wahana di Trans Studio.  Jadi pengalaman naik wahana yang ada saya ceritakan berdasarkan pengalaman pertama saya di tahun 2011 :)

Begitu memasuki area parkir Trans Studio Mall, kita akan disambut jeritan orang-orang yang menaiki wahana Yamaha Racing Coaster.  Kok bisa?  Yap, untuk menaiki wahana ini kita harus masuk dulu, tapi jalur coasternya sendiri mengarah ke area parkir.  Seru deh, saya sampai 3x menaiki wahana ini.  Nggak puas kalau hanya sekali :), durasinya cepat banget. 

sumber : gayatravel.com

Berbeda dengan roller coaster pada umumnya, di mana kita akan terus maju sampai kembali ke tempat pertama naik (jalur bentuk loop), di Yamaha Coaster Racing ini kita akan merasakan sensasi maju sampai pada titik paling tinggi dengan sudut 90 derajat, lalu kita akan merasakan pula sensasi mundur dengan kecepatan tinggi kembali ke tempat semula.  Kayaknya wahana ini jualan utamanya Trans Studio deh...:D

Wahana lain yang cukup membuat jantung deg-deg seeerr...adalah The Giant Swing.  Intinya sih ayunan, tapi gede banget makanya jarak antara ayunan terjauhnya juga gede.  Sudah begitu, tempat duduknya diputar pula.  Saya menaiki ini cukup 1x saja, itu juga sudah membuat perut berasa agak mual...

sumber : putikbunder.blogspot.com

Naaah, kalau wahana yang ini, saya memang tidak mau menaikinya. Berayun di Giant Swing sudah cukup membuat perut saya bergejolak, apalagi jika menaiki The Vertigo.  Saya tidak mau kena vertigo beneran setelah menaikinya.  Fotonya saja ya...

sumber : themeparkreview.com

Naik apa lagi? Oh ini...Negeri Raksasa.  Naik ini kita akan merasakan naik setinggi 20 m kemudian dihempaskan dengan cepat, ditahan, naik lagi, dihempas lagi. Waaaah, pokoknya perut bergejolak, jantung deg-degan, mulut tidak berhenti menjerit, tapi herannya...kok seneng ya? :D

sumber : google.com

Waktu itu saya juga menaiki Jelajah, mirip dengan Niagara di Dunia Fantasi, tapi tidak tinggi-tinggi sekali.  Yah, basah sedikit deh...:D

sumber : google.com

Wahana lain yang saya naiki adalah Dunia Lain, yang menurut saya nggak ada serem-seremnya sama sekali.  Ketahuan banget kalau bikinan :D atau emang saya yang over estimated yah?  Wahananya itu cuma naik kereta lalu diputar melintas tempat-tempat yang dianggap seram, lalu ditambah dengan efek-efek suara dan visual yang yaaah...begitulah.  Kurang puas dengan wahana ini.  Begitu pula dengan wahana Dunia Bolang, lebih cocok untuk anak-anak.  Namanya juga Bocah Petualang...(-__-)

Sebenarnya ada pertunjukan teater Kabayan Goes To Hollywood, tapi saya nggak minat nonton.  Baik yang tahun 2011 atau tahun ini.  Jam pertunjukannya nggak cucok...males nunggunya.


Lalu ada wahana baru yang waktu tahun 2011 masih dalam persiapan, sekarang sudah dibuka.  Cuma antrinya panjang banget, dan karena banyak guncangan saya nggak mau naik.  Suami mau naik sendirian tapi akhirnya nggak jadi, karena antrinya 1,5 jam dari pintu depan.  Dia bilang nggak tega sama saya dan juga ilfil kalau harus menunggu selama 1,5 jam :D.  Ini dia..


Masih ada beberapa wahana lain, tapi googling sendiri saja ya :).  Jujur, saya hanya menikmati Trans Studio karena indoor, di dalam ruangan, adem dan nggak keringetan.  Kalau soal permainan, saya merasa kurang puas.  Wahananya tidak sebanyak di Dunia Fantasi, mungkin karena keterbatasan area.  Hanya beberapa wahana saja yang cukup menegangkan.  Demikian pula dengan tempat jajan di dalam.  Semua serba mahal dan harus bertransaksi dengan kartu khusus yang didapat saat masuk.   Rrrrr, mau membelikan kaos untuk Arsyad juga saya urungkan, karena harganya yang terlalu mahal. Lalu cetak foto kenangan juga mahal sekali, sudahlah....saya tunggu foto kenangan dari panitia saja.

Eh, ceritanya jadi banyakan Trans Studio yah :D.  Bagaimanapun, saya berterimakasih kepada kantor saya yang dulu, yang memberi kesempatan untuk menikmati Trans Studio, karena kalau harus bayar sendiri saya lebih baik pilih tempat bermain yang lain.  Saya juga berterimakasih kepada Yayasan Bina Nusantara, sudah membuat saya dan suami bisa berjalan-jalan di Trans Studio berdua :D.  Yak, okesip....

Ke Bandung kalau pulang hari rasanya nggak afdhol ya.  Selesai jalan-jalan di Trans Studio Bandung kami memutuskan untuk istirahat di sebuah hotel, saya ceritakan di posting berikutnya ;)

Thank you for reading and visiting my blog :)


Selasa, 15 Januari 2013

[HOTEL] Padma Hotel Bandung, Jawa Barat

Halo temans :)

Postingan basi yang lain, maaf...mau posting ini dari kemarin tapi entah rasanya malas melengkapi draft dengan foto-foto jadi terbengkalai dulu di pojokan blogger yah...:)

Okay, saya mau cerita tentang hotel kepengenan Padma Bandung, tempat saya dan suami menginap di Bandung.  Kenapa saya sebut kepengenan (yang dicoret itu...)?  Hehehe, dulu ceritanya sehabis nikah saya mau hanimun-an di hotel ini, tapi ketika mau booking 2 bulan sebelum tanggal yang diinginkan, hotel ini sudah full booked! Diiiiih, seinget saya emang banyak banget yang merid pada bulan itu, wong saya dan suami cari gedung aja susah banget :(.  Mungkin banyak yang hanimun ke situ kali ya?  Yaaah, keinginan berbulan madu di hotel itu pupus sudah.  Cari tanggal lain nggak mungkin karena jatah cuti suami saat itu masih terbatas. Yaaa...akhirnya bulan madunya jalan-jalan ke Semarang.

Naaah, liburan Natal kemarin akhirnya kami memutuskan untuk jalan-jalan ke Bandung.  Kami sadar kalau ke Bandung saat long weekend itu sama dengan mencari masalah memindahkan macet dari Jakarta ke Bandung :D.  Kata suami, kita ke Bandung tapi cari hotel yang cakepan dikit, jadi kalau males ke mana-mana karena macet, se-enggaknya kita punya hiburan di hotel.  Hihihi, akhirnya saya mengajukan proposal ke suami untuk menginap di Hotel Padma Bandung.

Well, karena long weekend Natal, semua program diskon hotel ditiadakan artinya harus bayar full rate :(.  Padahal kalau hari biasa ada diskon kartu kredit, bisa sampai 50%.  Akhirnya proposal budget liburan disetujui suami dan kamar hotel pun berhasil di-booking.  Omong-omong saya booking sebulan sebelum tanggal liburan...pffffft.... Saya booking lewat situs resmi Padma Hotel, yaitu http://www.padmahotelbandung.com/.  Sengaja tidak lewat agoda karena saya cek harganya sama kalau untuk tanggal itu.  Kami memilih tipe kamar Premier Room (double bed).  Untuk harga sila cek sendiri ke situs tersebut ya.  

Kami jalan ke Bandung pada tanggal 23 Desember.  Kami berpikir orang-orang kan sudah pada berangkat dari hari Jumat tanggal 21, jadi jalanan udah lumayan longgar dong.  Noooo, totally wroooong.... Di hari itu jalanan masih padat dengan kendaraan yang menuju ke arah timur.  Beberapa kali tersendat di tol Cikampek - Purbaleunyi - Bandung.  Istirahat di pom bensin pun diwarnai dengan kesusahan cari tempat parkir dan antrian di toilet perempuan.  Ya dinikmati saja, tokh sudah sadar konsekuensi jalan di saat long weekend.

Sampai di Bandung sekitar jam 11 siang, kami putuskan langsung ke hotel dulu.  Hotel Padma ini ada di jalan Ranca Bentang 56-58 Ciumbuleuit, Bandung 40142, Indonesia. No telepon 022-2030333.  Di email konfirmasi booking disebutkan bahwa jam check-in adalah jam 14.00 tapi siapa tahu kamar sudah siap.  Ternyata belum bisa langsung check-in tapi kami bisa melakukan registrasi terlebih dahulu. 

Dari jalanan luar, dari gerbang masuk, hotel ini kelihatan biasa banget kalau nggak biasa ajah. Kayak begini..

Tapi begitu masuk ke front office dan lobby, uaaaaah....pemandangannya menakjubkan. So stunning, sampai saya ternganga-nganga.  Jadi hotel ini ada di pinggiran tebing gitu, alih-alih menjulang ke atas, hotel ini menukik (apalah menukik...) ke bawah.  Lantai 8 bukan ke atas tapi ke bawah :).
Lobby kayak begini...
Pemandangan ke luar kayak begini...
Pemandangan ke arah restoran dan sebagian kamar-kamar hotel kayak begini...
Udaranya sejuuuuk dan masih berasa dingiiiiin.  Rasanya bernapas bisa daleeeem banget, menghirup udara segar dalam-dalam.  Pokoknya nggak menyesal saya memilih hotel ini...:)

Pas registrasi disebutkan bahwa kamar kami di-upgrade menjadi tipe Hillside Studio.  Wooooow... Thank you Padma Hotel :).
Kamar tipe Premier, seperti ini...
Setelah registrasi, karena kami tidak bisa langsung masuk kami jalan-jalan dulu. Makan di rumah makan Dago Panyawangan (baca cerita di sini).  Selesai makan kami langsung balik ke hotel dan sudah bisa masuk ke kamar.  Naaah, tipe kamar Hillside Studio kayak gini...
Di kamar disediakan double bed dengan pilihan jenis bantal (pillow menu) seperti bantal untuk penderita alergi (hypo-allergenic), bantal yang menyangga leher (neck treat), bantal dengan bulu angsa (swedish memory) atau bantal untuk mengurangi stress (stress free sleep).  Kami tidak memilih bantal-bantal dalam menu tersebut karena bantal yang disediakan sudah nyaman.

Tipe Hillside menempati lantai 6 dan 7, kamar kami ada di lantai 7. Bed berukuran 200 x 200 (lebih besar dari bed di rumah :D).  Di kamar ada internet wifi dan kabel LAN di dalam kamar (suami tetep ya...bawa leptop, buat brosing), ada sofa, tv lcd, kulkas mini, air dalam kemasan botol, pemanas air, cangkir minum dan sendok teh, teh, kopi, krimer dan gula.  Dapet bonus 2 biji apel...

Kamar mandi ada bath-tub, WC dan shower secara terpisah, serta wastafel.  Kerannya ada air panas dan dingin.  Toiletries kit lengkap : sabun batangan, sabun cair, shampoo, conditioner, body lotion, sikat gigi, odol, shower cap, sewing-kit, dan sisir.  Handuk dan jubah mandi, serta handuk tangan disediakan.  Lemari baju dan hanger tersedia, dan tentu saja....2 pasang sandal kamar (yang selalu saya bawa pulang :p).

Harga kamar sudah termasuk afternoon tea, 1x dinner buffet (karena kami menginap di liburan Natal dan Tahun Baru), dan breakfast buffet.  Afternoon tea diadakan jam 15.30 sampai dengan jam 17.00.  Disediakan di restoran ini...
Ya namanya afternoon tea yang disediakan hanya teh, kopi, dan minuman hangat seperti bandrek dan bajigur, sama kue-kue kecil jajan pasar gitu, seperti surabi, putu, gorengan, dan lain-lain.

Restoran menyajikan makan malam dengan tema-tema tertentu.  Makan malam disajikan mulai pukul 18.00 sampai 22.30.  Seperti liburan Natal ini restoran menyajikan OP Ribs BBQ Buffet Dinner.  Kami menginap 2 malam dan mendapatkan 1x jatah dinner buffet, mestinya 2x yak....it's okaaylaaaah.  Hihihi, sesuai dengan namanya yang dihidangkan adalah barbeque daging sapi kayak gini...
Cuma pas dapet ya udah diiris-iris sama mas kokinya :D.  Dagingnya empuuuuk banget, dimakannya pakai saus mushroom gitu, Yummmmy...;).  Selain ribs, ada beberapa hidangan lain yang saya nggak tau namanya tapi enak-enak semua.  Dan makanan penutup yang berlimpah, sayangnya kebanyakan dari coklat sehingga saya ngga bisa makan, curi-curi dikit aja punya suami.  Kalau bukan tamu hotel bisa makan juga dengan membayar IDR225,000 di luar minuman.  Little bit pricey, huh?

Kalau menginap di hotel yang selalu saya nantikan adalah saat-saat sarapan :D.  Saya bisa berlama-lama di restoran, bulak-balik mencicipi semua masakannya. Yang disediakan di Padma Hotel adalah masakan ala barat dan lokal. Saking banyaknya sampai lupa ada apa saja :D.  Maafkan ya...
Makan pelan-pelan sambil menikmati pemandangan di sekitar restoran, sesekali mengobrol sama suami tapi lebih banyak ngunyah makanan dan mondar-mandir dari stall satu ke stall yang lain (moga-moga nggak malu-maluin...)

Selesai makan suami memutuskan untuk berenang. Kayak apa kolam renangnya...
Ada kolam renang untuk anak, ada yang ber-jacuzzi, dan ada kolam renang untuk orang dewasa.  Suami saya senang banget karena kolam renangnya dalem.  Saya nggak bisa renang sih, jadi cuma bisa liatin orang renang aja.  Dan akhirnya memutuskan untuk jalan-jalan di sekitar kolam renang.  Sebenarnya ada fasilitas olahraga lain tapi saya terlalu malas untuk menggunakannya...*tutupmuka*

Di Padma Hotel ini ada beberapa ruang meeting yang bisa disewa, juga ada hall khusus untuk acara pernikahan.  Turun ke bawah lagi ada lapangan bermain dan flying fox untuk anak.  Kalau weekend sering diadakan acara bermain khusus seperti mencari harta karun. Bagus juga sarana anak bersosialisasi. 

Dua hari di hotel, tanpa jalan-jalan ke kota Bandung amat sangat menyenangkan.  Nyaman banget sih hotelnya. Bener kata suami, biar mahal tapi kalau nyaman ya nggak apa-apa.  Nggak berasa tiba-tiba udah harus check-out. Hiiikkss... Jam check-out adalah jam 12 siang.  Then bye-bye Padma Hotel, thank you for your hospitality :)

Panjaaaaaang ya ceritanya...thank you for reading and visiting my blog :)


















Kamis, 10 Januari 2013

[MAKAN-MAKAN] Dago Panyawangan, Bandung

Halo temans :)

Ini posting udah basi banget kali ya, karena isinya oleh-oleh cerita dari liburan ke Bandung kemarin.  Hihihi, nggak apa-apa ya ;).  Iyah, jadi ke Bandung kemarin itu, selain nginep di hotel kepengenan, saya dan suami juga makan di restoran ini.  Ini kali kedua saya makan di situ. Kenapa?  Karena saya jatuh suka dengan masakannya...suami saya juga. Halaaaah, emang tukang makan sik kami berdua ini.  Yep, saya jatuh cinta dengan masakan di Restoran Dago Panyawangan, Bandung.

Restoran ini ada di Jalan Ir H Juanda no 127, Bandung Jawa Barat.  Orang mungkin lebih mengenal jalan ini dengan nama Dago.  Letaknya deketan sama banyak factory outlet, jadi kalau laper abis muter ngubek-ngubek FO bisa langsung makan ke sini.
Halaman parkir depan...
Tempat parkir di depan memang sempit, hanya bisa memuat 8-10 mobil tapi di halaman belakang ada tempat parkir lagi.  Biasanya kalau sudah penuh, kita harus pakai jasa valet si abang parkirnya.  Kunci mobil dititipkan ke abang parkir, jadi nanti dia yang pindah-pindahin mobil kita. Kunjungan pertama kami masih nyaman, tempat parkir masih banyak.  Kunjungan kedua kemarin musti pakai valet karena penuh, dan masuk dalam waiting list.  Ck...

Nama Dago Panyawangan, ceritanya dulu...dari rumah makan ini bisa memandangi bukit Dago dari kejauhan.  Waktu dulu pasti belum ada banyak bangunan seperti sekarang, jadi dari kejauhan bukit Dago yang indah bisa disawang (nyawang) = dipandang.  Jadilah namanya Dago Panyawangan :).  Sekarang?  Boro-boro bukit Dagonya keliatan :D, yang keliatan cuma FO dan FO lagi...

Waaaah, karena masuk dalam daftar tunggu, saya dan suami duduk saja di kursi yang disediakan di dekat kasir di depan.
Sambil menunggu, kami diberi kertas berisi daftar menu.  Sambil lihat-lihat menu apa yang bisa dipesan, kami mengobrol.  Beberapa keluarga lain memilih jalan-jalan dulu ke FO sekitar.  Kami tidak ke FO karena tujuannya cuma makan siih :D.  Berhubung masih lama akhirnya saya sholat Dzuhur dulu di musholla yang ada.  Musholla ada di bagian belakang rumah makan, disediakan tempat wudhu, sajadah, sarung, dan mukena.  Sayangnya, mukena yang ada sudah lama tidak dicuci sepertinya, jadi little bit smelly.  Untung bawa mukena sendiri...:(

Selesai sholat, balik ke depan, eeee...ternyata suami sudah duduk manis di meja.  Alhamdulillaah, dapet meja juga :).  Ruangan dalam restoran...
Makanan sudah dipesan juga, tinggal tunggu datang, lalu suami saya gantian sholat.  Kali ini kami memesan...jreng...jreeeeeng... Nasi bakar, ayam cabe ijo dada, ayam penyet dada, gurame goreng ala panyawangan, oseng jamur, tumis kangkung oncom, tahu kremes, dan lemon hangat.  Dhuaaaar...banyak yah? Soalnya laper...dari pagi belum makan berat :D

Akhirnya, yang ditunggu-tunggu datang juga. Ini dia...
Sepertinya nasi bakar adalah signature dish dari restoran ini.  Banyak yang pengunjung yang memesan nasi bakar.  Berasa banget bumbunya,  sedikit mirip nasi uduk tapi ada aroma asap daun pisang yang dibakar.  Sampai akhirnya 1 bundel berasa kurang dan akhirnya nambah lagi, harus menunggu sampai 10 menitan deh... tapi memang nasi bakar ini layak ditunggu, enak banget sih!  Buat saya makan sampai 2 bundel ini prestasi luar biasa...*ngakak*

Gurame goreng ala Panyawangan, enak.  Gurame digoreng garing, disiram saus spesial dengan irisan bawang bombay, paprika, dan sepertinya ada nenas karena ada sedikit rasa asam.  Karena digoreng garing, sirip gurame menjadi renyah dan bisa saya gerogoti.  Hehehe, saya ini bukan penggemar ikan air tawar kecuali digoreng kering :D

Ayam cabe ijonya, kurang nendang.  Apalagi dibandingkan dengan ayam cabe ijo khas masakan Padang.  Ya iyalaaah...:D.  Menurut saya, cabe ijonya kurang bumbu (sok tau mode : ON).  Lain kali tidak akan pesan lagi :).  Ayam penyetnya nggak sempet dicolek sama saya, udah keburu abis dimakan suami.

Tumis kangkung oncomnya enak, meski tidak semantap kangkung hot plate-nya. Oiya, kangkung hot plate ini kami pesan waktu kunjungan pertama.  Ada unsur seafoodnya, yaitu udang.  Saya lagi menghindari udang, jadi ngga pesen dulu deh.  Padahal pengen banget...:(.  Oseng jamurnya biasa, tidak terlalu istimewa, atau karena udah kebanyakan lauk ya?  Jadi rasa makanan tidak terlalu enak lagi?  Hahahaha... Kalau tahu kremes ini favorit saya, enak banget.  Tahu khas Bandung yang digoreng dan ditambahkan bumbu kremes.  Nyuuuum....

Perut kenyang, hati senang tapi dompet tidak begitu tenang.  Hahahaha...:D.  Nggak kok...yang namanya makan-makan di saat liburan kan, sudah masuk budget liburan.  Jadi agak mahal sedikit ya nggak apa-apa.  Harga makanannya tidak terlalu mahal.  Kalau hanya pesan nasi, lauk seperti ayam, lalu minum, habisnya tidak terlalu banyak.  Kalau pesan ikan seperti gurame, baronang, atau seafood lain, baru agak mahal :).  Ditambah ini sedikit kalap sama nasinya...*tertundukmalu*

Ah iya, lain kali mau ke sini di saat liburan, enaknya bikin reservasi dulu deh. Tanya-tanya sama kasir, memang sering penuh kalau pas weekend. Bisa reservasi lewat telepon no 022-2501815, tapi saya nggak tanya kalau reservasi gitu syaratnya apa aja, pakai uang muka atau nggak..:)

Okaaay, itu oleh-oleh cerita tempat makan dari Bandung.  Abis ini cerita tentang hotel kepengenannya yaa... Moga-moga belum bosen ama sayaah...;)

Thank you for reading and visiting my blog :)