Tampilkan postingan dengan label cream. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cream. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Mei 2013

[REVIEW] Skinfood Steam Milk Mask Cream

Halo-halo temans ^____^

Minta maaf dulu aah....*sungkem*

Kenapa minta maaf?  Karena saya lama sekali berhibernasi sejak posting terakhir saya tanggal 4 Mei 2013, yang artinya hampir 2 minggu yah :D.

Terus ke mana ajaah?  Liburan ya?  Hahaha, nggak...tapi ada beberapa hal yang harus saya lakukan dan membuat saya jadi nggak mood untuk menulis.  Ditambah juga laptop saya lagi bermasalah, kayaknya minta jajan.  Sama halnya dengan smartphone saya, yang udah sering minta jajan.  Mau ganti tapiiii....belum ada budget.  Hihihihi...jadi tsurhat :)).

Tiba-tiba ingin menulis karena krim malam saya habis.  Apa hubungannya?  Ya, ini niat sendiri saja sih... Saya akan menulis cerita tentang suatu produk kalau saya sudah memakai produk tersebut sampai habis, terutama untuk skincare.  Nah, krim malam termasuk skincare kan?  Okaaaay, langsung menuju produknya...



Terus terang, saya beli produk ini karena kemasannya yang imut dan menarik perhatian.  Kebetulan saya ini penggemar susu dan produk turunannya (keju, mentega, krim keju, dll).  Mirip dengan susu dalam kemasan karton 250 ml yang dijual di supermarket kan?  Review di beberapa blog menjelaskan bahwa produk ini biasa-biasa saja, tidak istimewa.  Hanya bekerja melembabkan, tidak ada tambahan fungsi lain, dan kebanyakan tidak akan membelinya lagi.  Kalau mbak Dina?  Saya suka, sudah menghabiskan satu jar kemasan 100 ml, dan sedang menggunakan jar yang kedua.

Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk menutrisi kulit...




Saya tahu, krim ini mengandung paraben yang sebenarnya tidak bagus untuk kulit, tapi saya suka krim ini dan akhirnya pilih tutup mata dulu deh, sembari cari-cari krim malam lain yang tidak mengandung paraben.

Deskripsi produk yang tertera di kemasan ...



Di website resminya skinfood, tidak disebutkan apakah ini krim pagi atau malam.  Hanya dijelaskan dipakai terakhir, sesudah segala lapisan skincare (toner, serum, essence).  Saya sendiri coba pakai krim ini di pagi hari, ternyata nggak cool sama sekaliii...alias nggak bisa diblend dengan bb cream.  BB cream jadi ndeplok nggak jelas di muka saya,  juga jadi berasa berat banget di muka.  Akhirnya saya coba pakai di malam hari, kyaaaa...ternyata enak banget :).  Cocok buat yang sering tidur di kamar dengan air conditioner menyala sepanjang malam.

Jarnya seperti apa...



Jar terbuat dari plastik berwarna putih, mengingatkan saya pada sabun krim/colek B29... *ditabok* Kayaknya produk skincare Korea ini suka sekali dikemas dengan kemasan yang besar ya?  Untuk krim, kemasan 100 ml itu gede banget lho!  Kemasan 50 ml saja sudah cukup untuk pemakaian 2 bulan, lha ini...100 ml :D.  Apalagi hanya dipakai sebagai krim malam, punya saya baru habis setelah 4 bulan.



Setelah tutup dibuka, masih ada tutup tambahan dari plastik juga, dengan tulisan skinfood yang di-embossed.  Sementara di tutup luar, tulisannya hanya dicetak di kertas dan ditempel di tutupnya.
Isinya...



Krim berwarna putih, mirip susu ya?  Saya suka dengan wanginya, lembut dan menenangkan.  Seperti biasa, tidak ada spatula untuk mengambil krimnya.  Banyak yang merasa tidak nyaman kalau harus mencolek krim dengan jari langsung.  Saya sih, cuek saja...kalau lagi rajin, pakai cotton bud untuk ambil secukupnya.  Kalau cepet-cepet karena udah mengantuk, ya pakai jari yang bersih :D.

Olesan di tangan...



Krimnya sendiri cukup mudah dibaurkan di kulit wajah, dengan sedikit pijatan ringan supaya krim lebih menyerap.   Di pagi hari, kulit wajah bagian pipi, dagu, dan dahi tidak terlalu berminyak, di hidung sedikit berminyak.  Apakah wajah terasa lembut?  Iya lembut, tapi tidak kenyal.  Mungkin ini yang membuat banyak blogger yang kurang suka dengan krim ini.  Krim ini sifatnya hanya melembabkan, tidak ada fungsi tambahan lain.  Buat saya sendiri tidak masalah, selama kulit saya tidak menjadi kering kerontang di kamar yang ber-ac hampir semalaman :D.

Lalu, setelah jar kedua habis, apa masih mau beli lagi?  Belum tahu nih, mau ganti atau nggak. Pengen pakai skincare Korea yang premium gitu, seperti Sulwhasoo atau History of Whoo, tapi mahal banget ya bok...  Pengen beli Laneige Water Bank Gel Cream, itu katanya juga bagus.  Yaah, nanti dulu, baca-baca review dulu saja.  Cari-cari sample dulu saja...hihihi...

Yak, segitu dulu cerita saya.  Semoga berguna yaah...

Thank you for reading and visiting my blog :).

Rabu, 06 Maret 2013

[REVIEW] Etude House Baking Powder Pore Cleansing Cream

Halo temaaaans ^____^

Hauuu, akhirnya publish juga...*lega*.  Setelah beberapa hari teronggok di draft blogger karena saya keasikan dengan blog jualan.

So, I'm back with a product review :)

Sejak saya menggunakan bb cream sebagai salah satu komponen ngelenong, saya harus membersihkan wajah secara lebih seksama.  Sebelumnya saya menggunakan baby oil sebagai penghapus makeup, dan dilanjutkan dengan sabun bayi.  Suatu hari ketika memakai bb cream Etude House Precious Mineral Bright Fit shade Natural Beige, entah kenapa...wajah saya kelihatan abu-abu :(.  Hiiiks...padahal biasanya kelihatan lebih cerah.

Bingung, akhirnya bb cream saya stop dulu.  Mungkin baby oil yang selama ini saya pakai kurang bisa mengangkat bb cream kali ya.  Jadi sisa-sisa di wajah saya makin menumpuk dan membuat wajah kelihatan abu-abu...*soktaubanget*.

Brosing-brosing, baca-baca review blogger, ngintip-ngintip GMarket...(halaaah...), akhirnya saya memutuskan untuk mengganti penghapus makeup saya dengan cream makeup remover ini.  Haeee, kebetulan di GMarket lagi ada promo, bisa beli cleansing foamnya sekalian dengan harga lebih murah.  Jadilah saya beli Etude House Baking Powder Pore Cleansing Cream ini :)

Kita lihat penampilan luarnya yuuk...;)



Pertama nyampai, kaget... Gede ya bok, toplesnya.  Nggak bisa dibawa pergi-pergi nih... Toples dibungkus dengan plastik segel, dan masih dalam keadaan baik ketika saya menerimanya. Thumbs up for seller at GMarket :)

Di plastik segel itu tertempel sticker yang bertuliskan bahan-bahan aktif produk ini.  Ini dia...


Hehehehe...bahasa kimia semua.  Kenalnya lemon dan orange :D.  Kalau plastik sudah dibuka, di toplesnya nggak ada lagi keterangan bahan aktif.  Yang ada hanya keterangan produk dan cara pemakaian...


Kelihatan tidak keterangan produknya?  Saya terjemahkan : diformulasikan dengan baking powder, dengan tekstur krim yang lembut membersihkan kulit hingga ke dalam pori-pori, menyerap minyak dan sisa-sisa makeup selama proses cleansing.

Hmmm...jadi inget jaman dulu pakai susu pembersih keluaran Viva :D

Bagian dalamnya seperti apa?


Tutup luar dibuka, langsung terlihat krim pembersihnya.  Sebenarnya ada lapisan plastik mika bening, tapi karena sudah melekat di bagian dalam tutup jadi nggak kelihatan di foto ini :(.  Tidak ada spatula untuk ambil krimnya, akhirnya saya lebih sering ambil krim pakai tangan yang sudah dicuci bersih dan kering :)

Krim berwarna putih, dengan sekilas wangi lemon dan jeruk.  Ketika diaplikasikan di wajah ada sedikit rasa berminyak dan sedikit lengket.  Begitu krim diangkat, sisa kotoran menempel di kapas, wajah jadi terasa lebih bersih dan tidak lengket.  Dibilas dengan air, sisa krimnya langsung hilang dan tidak meninggalkan bekas minyak di kulit. 

Saya pakai krim pembersih ini setiap pagi sebelum dandan, dan setiap malam sebelum tidur.  Kalau pagi, pakainya cukup sedikit saja...kan nggak pakai makeup, cuma untuk membersihkan sisa-sisa krim malam.  Kalau malam baru pakai agak banyak, karena harus mengangkat bb cream dan makeup lain.  Cara pakainya seperti pakai susu pembersih, dioleskan ke seluruh bagian wajah, dipijat sebentar, lalu angkat secara lembut menggunakan tisu atau kapas.  Lalu dilanjutkan dengan pemakaian cleansing foam dari seri yang sama.

Ini pemakaian di pagi hari...

 
Dan ini pemakaian di malam hari...


Sorry for the gross image :). Well, saya orangnya malas coret-coret alat ngelenong saya di tangan, jadi ya sekalian aja foto kapas sesudah pemakaian :D.

Ini ukurannya gedhe banget yah...catet!  Setoples ini isinya 180 ml, udah saya pakai selama 1 bulan pagi dan malam, masih ada lumayan banyak sisanya.  Saya beli di GMarket seharga IDR160,000 untuk 2 item, tapi itu karena promo.  Kalau beli di Rie Butik harganya IDR90,000.   Untuk 2 bulan pemakaian, lumayan nggak mahal jatuhnya.  Buat wajah gitu..:)

Sejauh ini wajah saya cocok dengan krim pembersih ini.  Tidak menimbulkan jerawat, dan membuat pori-pori wajah saya terlihat lebih kecil....*happy*  Ketika dipakai, wangi lemon dan jeruknya bersifat menenangkan, jadi lebih rileks ketika membersihkan wajah.
Beli lagi nggak?  Pastinya...ini udah jadi cleansing cream yang paling saya suka.

Kamu pengen beli juga?  Bisa beli di sini :)

Itu dulu cerita saya, nanti saya lanjutkan dengan cleansing foamnya.

Thank you for reading and visiting my blog :)







Sabtu, 02 Februari 2013

[REVIEW] Skinfood Fresh Apple Sparkling Pore Line

Halo temans ^____^

Semangat bulan Februari!

Produk skincare dari Korea Selatan terkenal dengan berbagai jenis produk dalam satu seri (line).  Mungkin tidak hanya dari Korea ya, beberapa merk dari luar Korea juga sering mengeluarkan seri produk yang terbuat dari bahan yang sama.  Contohnya The Body Shop Tea Tree Oil Series.  Kali ini saya mau cerita tentang produk Skinfood, yaitu Fresh Apple Sparkling Pore Line.  Seri produk ini ditujukan untuk kulit wajah yang berpori-pori besar dan berminyak.  Itu adalah salah satu pertimbangan saya ketika saya memutuskan membeli produk ini.  Tujuan lo apa? (mengutip tagline Ligwina Hananto). Tujuan gue, ngecilin pori-pori wajah gue....(jdaaaar...:D)

Seperti yang udah pernah saya ceritakan, ritual saya sebelum dandan pagi adalah cuci muka dengan sabun pembersih (sabun bayi) - toner - pelembab (emulsion) - dandan.  Terus di malam hari sebelum tidur adalah membersihkan dandanan dengan baby oil - cuci muka dengan sabun - toner - krim malam.  Nah, seri Fresh Apple ini menyediakan semua.  Idealnya kalau semua produk seri ini dipakai maka dalam waktu 28 hari pori-pori akan mengecil...;), ini iklannya...
sumber : google.com
Ini gambar komplet seri produk ini...
sumber : google.com

Banyak ya bok! Tapi kalo harus beli semua, saya nggak sanggup...karena harganya lumayan mahal.  Akhirnya saya cuma beli cleansing oil, toner, dan creamnya saja.
Ini produk seri Fresh Apple yang saya pakai...
belakang : cleansing oil dan toner. depan : cream
Waktu itu pesan emulsion juga tapi ternyata lagi out of stock, saya cancel deh.  Yuk, kita bahas satu persatu.  Kalau ceritanya jadi panjang, jangan bosan untuk baca sampai selesai ya...:)

Cleansing oil
Deskripsi produk : a lightweight cleansing oil that thoroughly removes even the toughest makeup along with pore-clogging impurities. Contains fresh unripe green apple extract.  Pembersih dalam bentuk minyak cair, membersihkan bahkan riasan yang berat dan mencegah pembesaran pori-pori.  Mengandung ekstrak apel hijau mentah yang segar.

Kemasan botol dilengkapi pump dan pengamannya, sehingga jumlah yang akan dipakai lebih terkontrol juga aman dibawa pergi. Tampilan produknya lebih seperti air, bukan minyak.  Baru terasa seperti minyak ketika dituang ke tangan dan diaplikasikan ke kulit wajah. Seperti ini...
Cara pakainya oleskan produk secukupnya ke kulit wajah, ratakan, dan pijat dengan lembut. Basahi tangan dengan air dan pijat kembali kulit wajah sampai minyak berubah warna menjadi putih susu.  Bilas dengan air, dan lanjutkan dengan busa sabun pembersih wajah untuk hasil lebih maksimal.

Pertama kali pakai di wajah rasanya enak, ringan, dan bersih.  Ketika pakai toner, sisa kotoran yang tertinggal hampir tidak ada.  Hanya setelah beberapa kali pemakaian, berasa kering di lipatan hidung. Hmmm...kira-kira kenapa ya? Hehehe, mungkin karena kulit saya yang cenderung kering tapi pori-porinya besar, jadi nggak cocok dengan produk ini ya.  Akhirnya cleansing oil ini dipakai sama suami, yang kulit wajahnya memang berminyak dengan pori-pori besar.  Hasilnya lumayan, saya perhatikan kulit wajahnya sekarang tidak terlalu berminyak lagi, pori-pori sih belum mengecil banget.

Harganya lumayan mahal bok, saya ikutan PO di Rie Butik dengan harga IDR125,000.  Di GMarket juga ada tapi harganya lebih mahal.  Beli lagi?  Sepertinya tidak.  Suami sedang saya paksa mencoba sabun wajah dari TBS TeaTree Oil series :) (baca review di sini)

Toner
Deskripsi produk : a carbonated toner with fresh unripe green apple extract that cleanses soap residue and skin impurities while tightening pores. Toner yang terkarbonasi dengan ekstrak apel hijau, mengangkat sisa-sisa sabun dan kulit mati sambil mengecilkan pori-pori.

Kemasan berupa botol dari kaca (salah satu yang membuat harga produk Skinfood lebih mahal), dengan tutup yang cantik.  Mulut botol ditutup dengan tutup plastik berlubang kecil, sehingga tidak perlu khawatir toner keluar terlalu banyak di kapas.
Bentuknya seperti air biasa, dipakai setelah mencuci wajah dengan sabun wajah.  Cara pakainya dengan kapas, diseka dengan lembut ke arah atas kulit wajah, lalu ditepuk-tepuk.

Toner ini enak dan ringan dipakai, walaupun mengandung alkohol (karena ditujukan untuk kulit berminyak) tapi tidak berasa kering di kulit.  Saya sudah menghabiskan 2 botol toner dan belum ada tanda-tanda pori-pori mengecil :D.  Cuma memang setelah pakai toner ini, kulit wajah terasa segar banget.  Enak untuk dipakaikan pelembab. 

Harga PO di Rie Butik adalah IDR135,000.  Beli lagi?  Sepertinya tidak.  Sekarang saya lagi pakai Etude House Wonder Pore yang lebih murah dengan fungsi yang sama, semoga lebih ampuh...

Cream
Deskripsi produk : a cooling and hydrating fresh unripe green apple extract and carbonated water that controls sebum production and tightens pores.  Krem wajah yang sejuk dan melembabkan dari dalam, mengandung ekstrak apel hijau dan air terkarbonasi untuk mengontrol produksi sebum dan mengecilkan pori-pori.

Sama seperti toner, kemasannya terbuat dari botol kaca dengan tutup yang cantik terbuat dari aluminium. Di dalamnya ada tutup lagi, terbuat dari plastik.
Tekstur krimnya cenderung cair, dan terasa ringan sekali.  Ketika dioleskan di kulit wajah, krim cepat menyerap dan tidak terasa lengket.  Hehehe, bisa dibilang ini krim favorit saya.  Sesudah pakai krim ini, pakai bb cream hasilnya tetap kelihatan dewy.  Sayangnya, krim ini sering out of stock di Korea sana, banyak yang suka kali ya.

Harga PO di Rie Butik adalah IDR140,000.  Beli lagi?  Belum tahu, pengen sih...tapi pelembab yang sekarang saya pakai masih banyak banget :D.  Nanti dulu deh...

Kesimpulan
Buat saya, hasil yang saya dapat tidak sesuai dengan yang diiklankan.  Hehehe...iyalah, iklannya kan harus pakai produk secara komplet.  Saya cuma pakai cleansing oil, toner, dan creamnya.  Itu juga tidak banyak dan tidak saya teruskan, padahal kalau pengen hasil yang maksimal musti telaten dan sabar, karena produk yang berbahan alami tidak memberikan hasil yang instan.  Mungkin juga kondisi udara Indonesia yang berbeda dengan Korea, jadi efek yang dihasilkan juga tidak sama.

Nah, itu cerita saya tentang produk Skinfood Fresh Apple Sparkling Line, cukup panjang dan semoga berguna ya.

Thank you for reading and visiting my blog :)











Kamis, 06 Desember 2012

[REVIEW] Gizi Super Cream

Selamat malam temans :)

Kali ini saya menulis review tentang krim yang sudah ada sejak dahulu kala...kalau menurut brosurnya sih, dari tahun 70-an gitu, apa tahun 60-an ya? Maaf, brosurnya udah kebuang dan saya lupa :D.  Yak, krim ini namanya Gizi Super Cream.  Dulu waktu saya kuliah, sempet juga pakai krim ini sebagai pelembab muka di pagi hari, hasil keracunan mbak-mbak sebelah kamar yang emang kulitnya haluusss banget tapi lama-lama saya bosen sendiri, berhenti deh.

Terus baca-baca thread femaledaily forum, ada thread tentang Gizi Super Cream ini.  Banyak yang merasa cocok dan kulitnya jadi kenyal, halus, dan nggak pakai jerawat.  Baca-baca terus disebutkan bahwa krim ini terbuat dari bahan-bahan alami, utamanya : rumput laut (makanya ditulis di botolnya "Secret of Seaweed"), kedelai, buah bligo dan almond.  Pas baca brosurnya memang disebutkan bahwa itu adalah bahan-bahannya.  Juga disebutkan di brosur kalau krim ini tidak mengandung merkuri (mudah-mudahan beneran...).

Karena kardus dan brosurnya sudah saya buang, saya fotoin langsung potnya ya.. Kayak gini...
Tertulis di situ krim ini bisa digunakan oleh laki-laki dan perempuan, ada no registrasi BPOM, dan dibuat di Indonesia.  Bagian belakang pot seperti ini...
Tanggal kadaluarsanya lumayan lama, sampai Januari 2014, tapi disarankan krim dihabiskan dalam waktu satu bulan setelah kemasan dibuka.  Tutup atas dibuka, akan ada lapisan aluminium foilnya. Seperti ini...
Di brosur disebutkan, karena terbuat dari bahan-bahan alami, warna krim bisa berbeda-beda tergantung batch produksinya.  Warna krim yang saya beli agak putih.  Baunya?  Sedikit berbau jamu menurut saya.  Kalau nggak suka bau jamu, mungkin nggak akan suka dengan krim ini ;).  Oh iya, krim yang ini formulanya sudah diperbarui.  Makanya pas saya pakai ada rasa yang berbeda. Tekstur krimnya kental banget...
Menurut saya agak sulit dibaurkan, dan buat kulit saya warna krim ini terlalu putih :).  Jadi saya nggak pakai krim ini untuk pelembab pagi, melainkan untuk krim malam saja...
Hahaha, itu belum diratain ya. Setelah menambah sedikit usaha untuk meratakan, jadi kayak gini...
Kelihatan bedanya kan? Yang saya pakaikan krim jadi putih banget :D.  Kalau saya pakai sebagai pelembab di pagi hari, muka kayak pakai topeng gitu...:(, biarpun lama-lama warnanya menyesuaikan warna kulit tapi saya tetep nggak pede. Ya wes jadi krim malam saja...

Dua minggu pertama pakai, setelah bangun tidur...muka emang berasa kenyal gitu,  nggak terlalu berminyak.  Kalau ada jerawat, ditutul-tutulkan krim ini, jerawatnya jadi kempes.  Terus noda bekas jerawat juga lama-lama memudar. Tapiiiii, dirasain lama-lama...kok, kulit di bagian dagu dan lipatan hidung jadi kering yah?  Terutama di sekitar mulut.  Kalau mau dandan pagi, ekstra pelembab deh.  Baca-baca lagi blog orang, oooo...ternyata memang ada yang nggak cocok juga.  Sepertinya krim ini lebih cocok untuk orang yang kulit wajahnya berminyak.  Buat saya yang punya kulit kombinasi cenderung kering, nggak cocok pakai krim ini :(.

Akhirnya saya putuskan untuk menghentikan pemakaian krim ini sebagai krim malam.  Untuk kempesin jerawat, saya masih pakai krim ini karena cukup dioles di jerawatnya tidak di seluruh kulit wajah.  Untuk krim malam saya lagi coba merk lain, moga-moga hasilnya cukup menyenangkan sehingga saya bisa sharing reviewnya di sini.  Lagi mau coba krim ini untuk menghilangkan noda hitam bekas eksim saya di kaki...:D, nanti saya update hasilnya.

Krim ini mudah didapatkan, tapi kayaknya di Carrefour nggak ada :D.  Saya beli di toko kosmetik Budi Jaya, pasar Mayestik.  Harganya nggak mahal, sekitar IDR14,000. Mengingat saya nggak cocok dengan krim ini, mungkin saya tidak akan membelinya lagi, yang ini saja dihabiskan.

Begitu saja dulu cerita saya tentang Gizi Super Cream.  Cerita review ini adalah pendapat pribadi saya, sesuai dengan hasil di kulit saya, tidak ada hubungannya dengan produsennya.  Semoga berguna ya temans...

Thank you for reading and visiting my blog :)