Tampilkan postingan dengan label skincare. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label skincare. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Oktober 2014

[PRODUK SPONSOR] Hada Labo Gokujyun Moisturizing Series

Hellooo...\( ˆoˆ)/\(ˆoˆ )/

Eh, kangen nggak sama cerita tentang produk? Kangen ya...ya...? Bilang iya dooong~ Saya memang lama sekali tidak posting cerita mengenai produk, jadi kali ini saya kembali dengan sebuah seri produk skincare dari Jepang. 

Berhubung produk skincare yang saya pakai sudah mau habis, seperti biasa...saya penasaran pengen coba yang lain. Ganti-ganti skincare, nggak apa-apa ya? Semoga nggak apa-apa sih XD. Kebetulan juga, saya dihubungi oleh pihak Nihon Mart Beauty untuk mencoba salah satu produk andalan mereka. Saya ditawari untuk mencoba produk Hada Labo Indonesia, yang sebenarnya udah lama banget pengen saya coba. Alhamdulillaah...

Kulit wajah saya itu kombinasi, di daerah mulut dan hidung cenderung kering, sementara di dahi, pipi dan dagu cenderung berminyak. Ketika datang tawaran dari toko kosmetik online Nihon Mart Beauty, kondisi kulit wajah saya lagi kering. Entah kenapa, mungkin karena hawa yang panas, saya selalu tidur dengan kondisi AC menyala, jadilah kulit wajah saya kering. Padahal sudah pakai krim malam sebelum tidur lho. Akhirnya saya memilih produk Hada Labo seri Gokujyun Moisturizing yang memang ditujukan untuk kulit kering. Oleh pihak Nihon Mart, saya dikirimi produk face wash, moisturizing lotion, dan moisturizing milk. 

Kayak apa produknya, sila baca terus ke bawah ya...

moisturizing lotion, face wash, moisturizing milk

Jumat, 02 Agustus 2013

[SAMPLE] Skinfood Gold Kiwi Serum dan Emulsion

Halo temans ^____^

Punya kulit kombinasi kayak saya? Ada bagian yang kering terutama sekitar bibir dan lipatan hidung, sekaligus berminyak dengan pori-pori yang lumayan kelihatan besar? Bingung pakai pelembab untuk jenis kulit yang mana?

Sama dooong...:)

Memang dalam 6 bulan ini saya pakai Etude House Skin Malgeum Emulsion sebagai pelembab di pagi hari, dan hasilnya juga cukup memuaskan di wajah. Cuma godaan beli dan cobain sample memang besar sekali yah...XD. Akhirnya saya beli sample Skinfood Gold Kiwi Serum dan Emulsion di online shop twitternya mbak Vina, @jualsample. Saya beli 5 sachet untuk masing-masing, 2 sachet saya jadikan hadiah giveaway kemarin, sisanya saya coba. 

Skinfood Gold Kiwi Serum


Skinfood Gold Kiwi Serum, pelembab yang kaya akan zat pemutih dari buah gold kiwi, mengembalikan dan memperbarui kulit dari dalam (terjemahan dari keterangan produk di situs resmi Skinfood). Cairan serum berwarna putih agak keruh, tidak terlalu kental, dan wanginya segar.

Saya pakai serum ini sesudah toner, dan sebelum krim malam Skinfood Steam Milk Mask Cream. Baru kali ini saya pakai serum, dan hasilnya...enak pemirsa :D. Biasanya kalau hanya pakai krim malam, di wajah hanya terasa lembab saja, tidak kenyal. Dengan ditambahkan serum, di pagi hari kulit wajah saya terasa kenyal dan lembut.  Sukaaaa banget sama serum ini. Isi 1 sachet bisa untuk 2 - 3 kali pemakaian di seluruh muka. 

Beli full size? Kayaknya sih iya :D, tapi harus nabung dulu karena harganya lumayan mahal.

Skinfood Gold Kiwi Emulsion


Skinfood Gold Kiwi Emulsion, deskripsi produk di website Skinfood sama dengan Serumnya, jadi saya tidak tulis lagi. Cairan emulsion berwarna putih bersih, lebih kental daripada serum, dan wanginya segar.

Memang sik, orang Korea dikenal suka memakai produk perawatan kulit yang berlapis-lapis. Idealnya : serum - emulsion - cream, padahal fungsinya hampir sama :D. Saya pakai emulsion ini di pagi hari, sesudah toner dan sebelum bb cream. Hasilnya...saya juga suka. Cairan langsung menyerap di kulit, tanpa meninggalkan kesan lengket. Kulit langsung terasa lembut, kelihatan glowy tapi nggak banget-banget. Isi 1 sachet bisa buat 2 kali pemakaian. Ih, suka banget sama Gold Kiwi Emulsion ini. Menyesal juga kenapa nggak dari dulu dicobain. Hihihi...

Beli full sizenya? Pastilaaah, tapi harus nabung lagi. Nggak apa-apa...semangat nabung :D. Atau beli sample lagi aja yaaa? Hihihi...

Segitu dulu ceritanya ya. Makasih sudah main dan baca cerita ini :)





Jumat, 19 Juli 2013

[REVIEW] Etude House Skin Malgeum Emulsion

Halo temans ^____^

Sebagai penjual kosmetik dan skincare online, saya banyak mendapat pertanyaan ini : pelembab yang bagus untuk pagi hari apa ya? Atau ini : kulit saya berminyak, apa tetap harus pakai pelembab? Lalu bagusnya pakai pelembab apa, krim atau emulsion? Jujur, saya bingung menjawab pertanyaan yang diajukan. Kenapa? Karena saya sendiri belum mencoba semua produk yang saja jual :D. Beberapa produk memang sudah saya coba, tapi kebanyakan belum cobain...*ngumpet*.

Akhirnya kadang saya jawab seperti ini : kalau skincare biasanya cocok-cocokan, cocok di orang lain belum tentu cocok di kita. Masing-masing punya preferensi terhadap produk tertentu :). Banyak-banyak cari info mengenai produk yang sesuai dengan jenis dan keadaan kulit kita. Coba-coba beli sample saja dulu, kalau merasa cocok baru beli yang full size. Lalu bertanya lagi : sist, jual samplenya? Saya jawab : saya hanya jual full size :). Habis itu, biasanya nggak jadi beli...*ngakak*. Ya sudah, belum rezeki saya :)

Curcol sekilas ya...

Hari ini saya mau cerita produk pelembab yang sudah saya gunakan sekitar 4 bulan, dan belum habis sampai sekarang (.___.). Bagaimana mau habis, ukurannya segede gaban, dan dipakainya hanya pada pagi hari saja. Hihihi, ini dia : Etude House Skin Malgeum Emulsion (Moisturizing Emulsion).


Ini belinya nggak sengaja, bagai membeli kucing dalam karung :D. Sebetulnya mau beli Skinfood Fresh Apple Sparkling Pore Emulsion, mengingat waktu itu pori-pori kulit wajah kelihatan jelas sekali seperti kulit jeruk. Lha, ternyata kok habis...:(. Saya tidak mau pakai pelembab berbentuk krim di pagi hari, karena rasanya nggak nyaman pakai krim pagi-pagi :D. Akhirnya saya putuskan membeli ini.

Produk datang dengan kemasan kardus berwarna putih, dikombinasi dengan warna ungu yang lembut. Sisi kardus yang mencantumkan keterangan produk dan bahan aktif, berwarna pink muda. Haeee...kapan sih, kemasannya Etude House tidak berkesan girly ;). 


Saya perjelas untuk keterangan produk dan bahan aktifnya :


Seri Skin Malgeum sebenarnya terdiri dari beberapa produk, ada toner dan pelembab untuk kulit kering dan berminyak, tapi tidak spesifik untuk pori-pori yang kelihatan jelas. Saya pilih ini karena kulit saya juga agak berminyak. Ingin beli tonernya juga, tapi sudah terlanjur cinta sama Etude House Wonder Pore Freshner (baca cerita di sini), akhirnya nggak jadi beli :)

Sewaktu melihat ukuran volumenya yang 200 ml, saya kaget juga. Waduh, ini bakalan lama sekali baru habis :D. Untuk dipakai di wajah kan, tidak sebanyak seperti di badan. Ketika mengeluarkan tabungnya, saya juga menganga...ini sama sekali tidak ramah untuk di bawa bepergian :(.


Kayak botol minuman ya? :D

Sudah 4 bulan lebih memakai ini, isinya belum habis setengah botol. Padahal niatnya mau cerita setelah habis 1 botol, tapi kayaknya itu masih lama sekali. Jadi ceritanya sekarang saja.


Tutup tabung berwarna pink muda, sama dengan kardusnya. Mulut tabung sebelumnya disegel dengan aluminium foil, biasanya tidak saya buka semua tapi karena sudah terbuka semua, saya lepas sekalian. Kalau mau dipakai, dituang secukupnya di punggung tangan lalu diaplikasikan ke wajah per bagian wajah.


Konsistensi cairan termasuk sedang, tidak terlalu cair dan juga tidak terlalu kental. Namanya kan emulsion...:). Ada sedikit wewangian di produk ini, menurut saya cukup lembut dan tidak menusuk. Buat yang tidak suka produk pelembab dengan wewangian, lebih baik tidak pakai produk ini.


Konsistensi cairan yang sedang ini membuat produk mudah diaplikasikan ke kulit wajah, dan tidak butuh terlalu banyak untuk digunakan setiap pagi. 

Menurut saya, pelembab ini enak dipakai. Tidak menimbulkan rasa lengket, yang ada kulit wajah terasa lembab dan sedikit kenyal. Memang daya serap di wajah agak lama, tapi itu tidak menjadi masalah. Biasanya setelah dioles merata di seluruh wajah, saya tepuk-tepuk dengan telapak tangan. Habis ditepuk-tepuk, gosokkan kedua telapak tangan sampai ada terasa panas lalu tempelkan tangan di wajah, sebentar saja. Dengan tangan hangat yang menempel, membantu penyerapan emulsionnya. Entah benar atau tidak, saya sih senang saja melakukannya :)

Klaim produk adalah menghasilkan kulit yang bersih, bening, dengan rona wajah yang sehat. Begitu nggak hasilnya?  Saya rasa kulit wajah saya memang sedikit lebih cerah dengan pelembab ini, tapi nggak tahu juga apakah benar karena produk ini atau karena yang lain. Skin Malgeum Emulsion ini juga diklaim bebas paraben, pewarna buatan, benzophenone, mineral oil, dan animal oil.

Sayangnya, pelembab ini tidak mengandung SPF. Jadi kalau pakai pelembab ini saja, saya biasanya tidak keluar rumah. Kalau mau keluar rumah, saya gunakan lagi bb cream yang mengandung SPF. Saya tidak begitu suka pakai sunscreen, karena ada kesan lengket kalau memakainya. Buat yang cari pelembab dengan SPF, saya tidak merekomendasikan produk ini :)

Harga produk di GMarket adalah IDR170,000 - 190,000. Buat pemakaian selama lebih dari 4 bulan, jatuhnya nggak mahal :). Kalau habis, apa mau beli produk yang sama? Hihihi, karena masih lama saya belum memikirkannya. Jika ada produk lain yang menarik untuk dicoba, kenapa tidak?

Hauuuu...panjang ya, ceritanya :). Semoga berguna untuk yang sedang mencari pelembab.

Thank you for reading and visiting my blog :)

Sabtu, 29 Juni 2013

[REVIEW] My Beauty Diary Mask Sheet

Halo temans ^____^

*lirik daftar posting*

What...terakhir posting tanggal 20?  Heeee...lama juga ya. Saya lagi nggak produktif menuangkan pikiran dalam bentuk tulisan, cuma kemarin pagi habis pakai mask sheet ini rasanya enak jadi mari kita ceritakan...

Para penggemar mask sheet pasti sudah tahu My Beauty Diary brand dari mana.  Ini brand dari Taiwan, saya coba cari website resminya tapi tidak menemukannya.  Yang ada hanya Facebook Pages untuk penjualan di Indonesia.  Tadinya agak ragu mau beli tapi karena banyak yang review dan suka dengan produk ini, maka saya coba membelinya.

Seperti biasa, mask sheet banyak variannya.  Saya akan ceritakan dalam 1 posting saja, kalau saya mencoba varian lain akan saya tambahkan di posting yang sama.  Kali ini yang saya coba adalah ...

Japanese Cherry Blossom Mask



Yang saya suka dari mask sheet My Beauty Diary ini adalah warna kemasan plastiknya yang lucu-lucu dan imut.  Japanese cherry blossom, saya lebih mengenalnya dengan bunga sakura :), makanya di depan kemasan ada gambar bunganya.  Apa kegunaan dari varian ini?  Katanya sih, untuk mencerahkan, anti aging, memutihkan dan menyegarkan.  Hehehe, tapi itu untuk pemakaian teratur beberapa minggu pastinya, kalau cuma coba 1 lembar sepertinya tidak akan menghasilkan efek itu...:)


Cairan essence di dalam lumayan banyak, tapi menurut saya lebih banyak produk Baviphat :D.  Kain maskernya lebih tipis dan dilapisi dengan plastik yang bentuknya sama, mungkin untuk mencegah kain masker sobek...


Itu saya foto dengan lapisan plastiknya karena kalau hanya kain maskernya saja, tipis banget :).  Seperti biasa kain saya pakai setelah membersihkan wajah, sebelum memakai toner dan moisturizer.  Saya biarkan selama 30 menit atau sampai kain agak kering, lalu angkat kain dan ambil cairan essence yang tersisa di kemasan, tepuk-tepukkan sampai terasa menyerap.  Setelah itu baru saya pakai toner dan moisturizer.

Eheeee..karena cuma pakai 1 lembar, tentu saja efek yang disebut di atas tidak terjadi XD.  Yang ada cuma terasa lembab saja di kulit wajah, juga terasa nyaman banget saat memakai kain maskernya.  Wangi japanese cherry blossom-nya lembut :).

Cobain varian lain?  Tentu saja!  Tunggu update selanjutnya ya...:)

Thank you for reading and visiting my blog :)

Sabtu, 08 Juni 2013

[REVIEW] DURU Marseilles Soap a.k.a sabun DURU

Halo temans ^____^

Belum kenal dengan nama produk di atas? Sama...:D

Buat yang beragama Islam, dan pernah menunaikan ibadah ke Tanah Suci Makkah/Madinah, pasti tahu sabun ini.  Atau yang pernah menemani keluarganya mencari oleh-oleh haji di sekitar pasar Tanah Abang, pasti sudah pernah melihatnya.  Saya juga pertama kali melihatnya ketika menemani tante cari oleh-oleh haji, tapi waktu itu nggak tertarik untuk beli dan coba.  Saya hanya senang melihatnya berjajar rapi di lemari toko XD.  Kata bapak penjualnya, ini sabun bagus buat kulit karena mengandung minyak zaitun, tidak akan membuat kulit kering.

Hmmmm...

Sampai sekitar 2 minggu lalu, saya iseng mencari toko online yang menjual oleh-oleh haji juga.  Tadinya hanya mau beli krim pelembab Creme21, eeee...tergoda untuk beli sabun ini juga.  Akhirnya si sabun pun dikirim ke rumah bersama dengan Creme21-nya.  Ketika membuka kardus paketnya, kaget juga dengan ukuran si sabun.  Lumayan besar, mungkin menyesuaikan dengan tangan orang Timur Tengah kali ya...

Seperti ini penampilan kemasan sabun Duru...


Hahaha, jujur saya tergoda dengan warna hijaunya.  Berasa menyegarkan sekali, enak buat dipandang.  Wanginya lembut dan berkesan alami, tidak ada yang menusuk.  Biasa deeh, kalau punya produk baru, pengennya segera mencoba padahal masih ada sabun lain di kamar mandi.

Sebelum dibuka, kita lihat dulu bahan aktifnya...


Deskripsi produk : Duru sabun Marseilles adalah sabun yang ideal untuk seluruh keluarga.   Dengan kelembutannya, menjadikan kulit anda lebih halus dan lebih lembut.   Haeee...beneran nggak ya? XD


Bahan-bahan aktifnya tertera di atas.  Saya coba cari di internet mengenai bahan di atas, bahan yang digunakan adalah bahan standar untuk sabun mandi.  Hanya sedikit bingung, kenapa minyak zaitunnya tidak ada di daftar bahannya.  Cuma tertulis "with olive oil".  Berat bersih ketika dikemas adalah 200 gram.  Ada klaim bahwa produk tidak mengandung bahan lemak dari babi.  Halal yak...


Sabun dibuat oleh perusahaan EVYAP, yang bilangnya siiik...produsen sabun no 1 di Eropah.  Yang ini dibuat oleh EVYAP Mesir.  Iseng browsing ke website-nya EVYAP, cari-cari produk ini...tapi kok, sudah nggak ada ya?  Jangan-jangan ini sabun sudah discontinue, tapi masih dijual karena sudah terlanjur menyetok banyak. 

Lihat tanggal produksinya, haaaa...tahun 2009??? Dhuaaaar... Tanggal kadaluarsanya masih lama siik, tahun 2014 :(.  Kemungkinan besar ya itu, dari EVYAP sudah tidak diproduksi lagi, tapi karena penjual di Indonesia sudah membeli banyak...mumpung masa kadaluarsa masih tahun depan, tetap masih dijual.

Ketika kemasan plastiknya dibuka... Whoaaa, segeeeeer.... Ijo royo-royo XD


Hasil setelah pemakaian bagaimana?

Hmmm, memang kulit saya ini tidak bisa menerima sabun lain kecuali sabun bayi ya.  Buat saya sabun ini bukan melembutkan dan melembabkan kulit, tapi malah membuatnya kering :(.   Padahal saya suka wanginya, bertahan cukup lama di kulit badan.  Saya pakai sekali, belum berasa kering sekali.  Ketika pemakaian kedua dan ketiga, ampuun deh...kulit kaki langsung kering sekali dan harus pakai pelembab ekstra banyak.  Huuuft...

Akhirnya sabun ini cuma dipakai suami.  Kulit badan suami normal dan bisa pakai sabun apa saja :).  Komentarnya ketika pertama kali lihat, whoaaa...ini sabun gede aja :D.  Yang jelas wangi badan suami jadi lebih enak dan segar, dibandingkan pakai sabun cair yang selama ini dipakai.

Lalu, mau beli lagi tidak?  Sebenarnya mau beli lagi, tapi ketika melihat website EVYAP dan sabun ini sudah tidak ada lagi di daftar produknya, saya jadi ragu-ragu.  Ini beneran diproduksi EVYAP atau abal-abal?  Atau sudah discontinue?  Sepertinya saya tidak akan beli lagi, kembali ke sabun bayi :) dan suami juga kembali pakai sabun yang ada...:D

Ada yang pernah pakai juga?  Cerita ya, ditunggu komentarnya temans :)

Thank you for reading and visiting my blog :)




Jumat, 17 Mei 2013

[REVIEW] Skinfood Steam Milk Mask Cream

Halo-halo temans ^____^

Minta maaf dulu aah....*sungkem*

Kenapa minta maaf?  Karena saya lama sekali berhibernasi sejak posting terakhir saya tanggal 4 Mei 2013, yang artinya hampir 2 minggu yah :D.

Terus ke mana ajaah?  Liburan ya?  Hahaha, nggak...tapi ada beberapa hal yang harus saya lakukan dan membuat saya jadi nggak mood untuk menulis.  Ditambah juga laptop saya lagi bermasalah, kayaknya minta jajan.  Sama halnya dengan smartphone saya, yang udah sering minta jajan.  Mau ganti tapiiii....belum ada budget.  Hihihihi...jadi tsurhat :)).

Tiba-tiba ingin menulis karena krim malam saya habis.  Apa hubungannya?  Ya, ini niat sendiri saja sih... Saya akan menulis cerita tentang suatu produk kalau saya sudah memakai produk tersebut sampai habis, terutama untuk skincare.  Nah, krim malam termasuk skincare kan?  Okaaaay, langsung menuju produknya...



Terus terang, saya beli produk ini karena kemasannya yang imut dan menarik perhatian.  Kebetulan saya ini penggemar susu dan produk turunannya (keju, mentega, krim keju, dll).  Mirip dengan susu dalam kemasan karton 250 ml yang dijual di supermarket kan?  Review di beberapa blog menjelaskan bahwa produk ini biasa-biasa saja, tidak istimewa.  Hanya bekerja melembabkan, tidak ada tambahan fungsi lain, dan kebanyakan tidak akan membelinya lagi.  Kalau mbak Dina?  Saya suka, sudah menghabiskan satu jar kemasan 100 ml, dan sedang menggunakan jar yang kedua.

Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk menutrisi kulit...




Saya tahu, krim ini mengandung paraben yang sebenarnya tidak bagus untuk kulit, tapi saya suka krim ini dan akhirnya pilih tutup mata dulu deh, sembari cari-cari krim malam lain yang tidak mengandung paraben.

Deskripsi produk yang tertera di kemasan ...



Di website resminya skinfood, tidak disebutkan apakah ini krim pagi atau malam.  Hanya dijelaskan dipakai terakhir, sesudah segala lapisan skincare (toner, serum, essence).  Saya sendiri coba pakai krim ini di pagi hari, ternyata nggak cool sama sekaliii...alias nggak bisa diblend dengan bb cream.  BB cream jadi ndeplok nggak jelas di muka saya,  juga jadi berasa berat banget di muka.  Akhirnya saya coba pakai di malam hari, kyaaaa...ternyata enak banget :).  Cocok buat yang sering tidur di kamar dengan air conditioner menyala sepanjang malam.

Jarnya seperti apa...



Jar terbuat dari plastik berwarna putih, mengingatkan saya pada sabun krim/colek B29... *ditabok* Kayaknya produk skincare Korea ini suka sekali dikemas dengan kemasan yang besar ya?  Untuk krim, kemasan 100 ml itu gede banget lho!  Kemasan 50 ml saja sudah cukup untuk pemakaian 2 bulan, lha ini...100 ml :D.  Apalagi hanya dipakai sebagai krim malam, punya saya baru habis setelah 4 bulan.



Setelah tutup dibuka, masih ada tutup tambahan dari plastik juga, dengan tulisan skinfood yang di-embossed.  Sementara di tutup luar, tulisannya hanya dicetak di kertas dan ditempel di tutupnya.
Isinya...



Krim berwarna putih, mirip susu ya?  Saya suka dengan wanginya, lembut dan menenangkan.  Seperti biasa, tidak ada spatula untuk mengambil krimnya.  Banyak yang merasa tidak nyaman kalau harus mencolek krim dengan jari langsung.  Saya sih, cuek saja...kalau lagi rajin, pakai cotton bud untuk ambil secukupnya.  Kalau cepet-cepet karena udah mengantuk, ya pakai jari yang bersih :D.

Olesan di tangan...



Krimnya sendiri cukup mudah dibaurkan di kulit wajah, dengan sedikit pijatan ringan supaya krim lebih menyerap.   Di pagi hari, kulit wajah bagian pipi, dagu, dan dahi tidak terlalu berminyak, di hidung sedikit berminyak.  Apakah wajah terasa lembut?  Iya lembut, tapi tidak kenyal.  Mungkin ini yang membuat banyak blogger yang kurang suka dengan krim ini.  Krim ini sifatnya hanya melembabkan, tidak ada fungsi tambahan lain.  Buat saya sendiri tidak masalah, selama kulit saya tidak menjadi kering kerontang di kamar yang ber-ac hampir semalaman :D.

Lalu, setelah jar kedua habis, apa masih mau beli lagi?  Belum tahu nih, mau ganti atau nggak. Pengen pakai skincare Korea yang premium gitu, seperti Sulwhasoo atau History of Whoo, tapi mahal banget ya bok...  Pengen beli Laneige Water Bank Gel Cream, itu katanya juga bagus.  Yaah, nanti dulu, baca-baca review dulu saja.  Cari-cari sample dulu saja...hihihi...

Yak, segitu dulu cerita saya.  Semoga berguna yaah...

Thank you for reading and visiting my blog :).

Sabtu, 04 Mei 2013

[REVIEW] Etude House Wonder Pore Freshner

Halo temaans ^____^

Hayoooo...lagi pada ngapain Sabtu malam ini???

Kalau saya, tadinya saya dan suami berencana mutar-mutar di Puri Indah Mall (PI).  Cari makan enak dan membetulkan kacamata saya yang rusak, lensanya terlepas dari bingkai.  Apa daya...tempat parkir di PI 100% fully loaded!  Ada tempat parkir tapi jawuuuuh dari mallnya, jalan kakinya lumayan.  Akhirnya kami putuskan kembali ke rumah, setelah makan malam di warung pecel ayam pinggir jalan, yang untungnyaaa....lumayan enak.

Ngelantur deh, iya...ini lagi mau cerita...

Setelah merasakan toner keluaran Skinfood seri Fresh Apple Sparkling Pore (cerita di sini) sebanyak 2 botol, dan tidak ada perubahan yang berarti di pori-pori wajah, saya pun memutuskan untuk mencoba toner lain.  Jalan-jalan ke sana ke mari, cari review sebanyak mungkin, akhirnya saya memutuskan untuk membeli Etude House Wonder Pore Freshner.

Kenapa saya pakai toner?  Karena saya akhirnya merasakan enaknya berdandan dengan kulit dalam keadaan lembab dan bersih.  Jadilah toner ini wajib dipakai sebelum mengaplikasikan skincare dan makeup.

Kenapa pilih Etude House Wonder Pore Freshner?  Karena klaimnya begini...


Pokoknya selama berhubungan dengan cara mengecilkan pori-pori kulit wajah, itu menarik perhatian saya.  Walaupun saya tahu juga, kalau pori-pori wajah saya tidak akan mengecil, sampai nggak kelihatan tapiiii...setidaknya bisa mengurangi ukurannya laa...

Saya juga memilih karena harga, yang jauh lebih murah daripada tonernya Skinfood.  Dengan harga yang sama saya dapat ini dengan isi yang jauuh lebih banyak.  Saat ini tersedia 2 ukuran, yaitu 250 ml dan 500 ml.  Pertama saya coba yang 250 ml dulu, bisa dipakai selama 2 bulan.  Sekarang sedang memakai yang ukuran 500 ml.


Kemasan 500 ml datang dengan botol yang super gede. Puas banget melihatnya, seperti botol minuman.  Seperti desain kemasan produk Etude House yang lain,  warna botol ini adalah biru pastel yang enak dilihat.


Aaaah, dan tag yang menurut saya keren : i'm the wonder woman for your pores.

Dilengkapi dengan tutup flip dan pompa untuk kemasan 500 ml, untuk kemasan 250 ml tidak ada pompanya.


Cukup dengan menaruh kapas dan tekan pompanya sampai kapas menjadi basah, lalu langsung aplikasi ke wajah setelah mencuci muka.  Biasanya di kapas itu akan ada sisa-sisa kotoran yang diangkat toner ini.  Tidak terlihat nyata tapi cukup meyakinkan kalau sisa kotorannya terangkat.

Cairan tonernya sendiri menyerupai air biasa, yang mungkin kalau nggak ada baunya sama sekali saya bisa saja ditipu :D.  Eh jangan berpikiran negatif ah, nggak baik.  Nggak usah ditarok di tangan ya, bayangin aja air mineral yang agak sedikit wangi.  Sedikiiiit...
Kita lihat-lihat bahannya ya...


Saya nggak pintar membahasnya, jadi googling sendiri ya untuk keterangan bahan-bahan di atas.

Sebenarnya produk ini ditujukan untuk kulit yang berminyak dan pori-porinya besar, nah kalau saya...kulit saya kombinasi tapi pori-pori juga besar.  Untungnya hasil di kulit wajah saya jauh lebih baik daripada toner Skinfood.  Sampai saat ini sudah 3 bulan saya pakai toner ini, dan kondisi kulit saya memang sudah jauh lebih bersih daripada dulu.

Singkat kata, walau cuma pakai pelembab kulit saya nggak kucel-kucel amat. Kalau mau kelihatan flawless dan glowy, ya tetap pakai bb cream :).  Saya pasti akan membeli produk ini lagi.  Selama kulit saya belum jenuh saya akan membelinya.  Cuma satu kekurangannya, si botol ini gedha banget yak! Akhirnya kalau pergi dan menginap, saya taruh toner di botol yang lebih kecil.

Beli di mana?  Saya biasa beli dengan sistem PO di Rie Butik, kalau mau ready ya di GMarket atau counter Etude House.  Harganya cek sendiri, karena masing-masing seller punya kebijakan harga yang berbeda-beda.

Semoga cerita saya berguna, mungkin temans mau coba toner baru?

Thank you for reading and visiting my blog :)










Kamis, 25 April 2013

[REVIEW] Bali Ratih Body Lotion

Halo temans ^____^

Ini namanya cerita tentang barang jualan sendiri, tapi memang kebetulan saya suka dengan produk ini jadi ya baiklah, akan saya ceritakan :D.  Gara-gara body lotion yang biasa saya pakai habis (baca cerita di sini) dan saya lupa membelinya ketika belanja bulanan, saya pun akhirnya melirik toko saya.  Hihihi...kebetulan yang lagi ready stok di toko adalah beberapa tabung body lotion dan body mist.

Lha, biasanya kan pakai body butter?

Akhir-akhir ini kulit tangan saya tidak terlalu kering, jadi pakai body lotion pun sudah cukup lembab.  Kalau untuk kulit kaki memang tetap pakai body butter karena kulitnya yang super kering :).  Kali ini saya memilih aroma milk, yang wanginya mirip-mirip jasmine (melati).
Mari-mari, dilihat penampakan tabungnya...


Tabungnya transparan, jadi mudah untuk melihat isinya sudah habis atau belum.  Suka karena kebanyakan tabung body lotion tidak transparan, jadi harus menebak-nebak isinya sudah sampai mana. Ujug-ujug harus diketok-ketok atau dibalik tabungnya supaya isinya kumpul di mulut tabung :D.

Mulut tabung dilengkapi dengan pompa, sehingga mudah untuk mengeluarkan isinya.  Pertama dibuka, mulut tabung tersegel dengan plastik dan dalam keadaan terkunci.  Sayangnya si pompa ini tidak dilengkapi dengan kunci pengaman, jadi kalau dibawa-bawa agak sedikit ribet, takut pompanya kepencet terus isinya keluar deh :(.


Semua aroma mempunyai bentuk tabung yang sama, yang membedakan adalah warna lotion dan plastik pembungkus.
Ini keterangan produk...


Tertulis di sana deskripsi produknya, semoga terlihat jelas ya.  Klik saja fotonya :).  Untuk bahan- bahan tidak akan saya bahas, karena saya bukan ahlinya.  Percaya aman, tidak ada bahan yang membahayakan.

Isi produk 110 ml, yang menurut saya terlalu sedikit untuk body lotion.  Kebanyakan body lotion yang beredar di pasaran itu kemasan 200 ml, yang paling kecil adalah 100 ml untuk bepergian.  Isi lotionnya sendiri seperti ini...


Tekstur cairan cukup kental, meski tidak sekental body butter yang nyaris agak padat.  Aroma milk mempunyai cairan berwarna putih dengan wangi menyerupai wangi melati.  Cairan juga mudah dibaurkan di kulit, seperti ini...


Daya lembab cukuplah kalau di kulit tangan, tapi kalau di kaki...kurang.  Wangi lotion bisa bertahan agak lama, kira-kira 2 jam masih tercium wanginya sekilas.  Jadi kalau nggak begitu suka pakai minyak wangi, pakai body lotion ini sudah cukup.

Secara keseluruhan saya cukup menyukai body lotion ini.  Kekurangannya adalah isi kurang banyak, jadi cepat habis kalau 1 tabung ini dipakai setiap hari. Juga karena tidak ada kunci pengamannya, si tabung tidak bisa dibawa pergi ke mana-mana.  Lalu sistem pemasaran yang masih secara online, tapi justru secara online itu yang membuat produk ini spesial :).

Beli lagi nggak?  Ya kalau lagi pengen, ambil stok di toko aja.... Diiiih...:D
Mungkin para pembaca berminat dengan produk ini?  Sila main ke toko saya, posting khusus Bali Ratih.

Segitu dulu ceritanya :)
Thank you for reading and visiting my blog :)





Rabu, 03 April 2013

[REVIEW] The Face Shop Black Head Clay Nose Pack

Halo temans ^____^

Wheeeew, bulan April. Sampai juga di bulan kelahiran saya, dan alhamdulillaah masih diberi kesehatan sampai hari ini, moga-moga masih bisa bertemu dengan tanggal kelahiran, meskipun artinya jatah umur di dunia ini berkurang lagi...

Cerita kali ini tentang produk pengangkat komedo di hidung.  Hehehe, saya nahan diri banget untuk nulis ini. Pengennya sekali pakai langsung diceritain karena saya senang banget sama hasil yang saya dapat.  Minggu ini adalah minggu keempat saya pakai produk ini, dan saya akan menceritakannya :)

Apa sih, yang mau diceritain?  Ini dia...


Ini adalah produk kesayangan saya untuk menghilangkan komedo di hidung.  Sebelumnya saya menggunakan Mentholatum Acnes Pore Strip (baca cerita di sini), tapi saya sering tidak puas karena jarang bisa mengangkat komedo di daerah lipatan hidung.  Butuh ketelitian untuk masang pore strip di hidung, supaya semua komedo bisa diangkat.  Saya nggak bisa pakai stick pengangkat komedo, sering membuat kulit hidung terkelupas :(

Okay, produk ini namanya The Face Shop Black Head Clay Nose Pack.  Diklaim mengandung lumpur dari daerah Rorotua di New Zealand, yang ternyata termasuk dalam 3 lumpur dengan kandungan terbaik untuk kulit.  Lumpur yang terkandung di clay nose pack ini mengandung pore clear agent dan natural mineral.  Hmmm...kayaknya keren :D

Seperti biasa, produk Korea yang berbentuk tube seperti ini jarang yang pakai kardus.  Produk baru terbungkus dengan plastik segel.

Ini bagian belakang tube...


Daaan, di mulut tube selalu tertutup dengan segel aluminium foil, seperti ini...


Bahan-bahan yang terkandung di dalam clay nose pack ini...


Kalau dilihat, bahasa kimia semua yah? Lumpurnya mana? Entah, asumsinya sih Montmorillonite :D.
Isi kemasan adalah 50 gram, belum ketahuan untuk berapa lama pemakaian.  Saya pakai seminggu sekali, dan ini sudah 1 bulan...masih ada isinya.  Bisa untuk 2 bulan mungkin ya, nanti saya update.  Dibuat di Korea, sesuai dengan standar produksi The Face Shop.  Masa kadaluarsa sesudah dibuka adalah 12 bulan.

Isinya seperti apa?


Teksturnya lengket seperti lem, berwarna putih keabu-abuan, wanginya segar, ada sedikit bau seperti lem, dan ada sedikit wangi jeruk.  Karena lengket, begitu dikeluarkan dari tube, harus langsung dioleskan di hidung.  Kalau saya, terutama di dekat lipatan hidung, agak sedikit digosok di daerah situ.  Clay lebih baik dipakai agak tebal, kalau dipakai tipis-tipis claynya nggak bisa mengangkat komedonya (pernah nyoba >,<).

Kayak gini...

Ini gara-gara nemu photo editor baru, jadi coba-coba kayak gini.  Maafkan wajah tanpa makeup saya...:D. 

Setelah dioleskan di hidung, tunggu hingga kering.  Di tube ditulis sekitar 15 menit, tapi butuh waktu lebih dari itu sampai benar-benar kering.  Apalagi kalau makainya lebih tebal.  Setelah kering, kelupas mulai dari bawah ke atas, berlawanan dengan arah tumbuh rambut halus.  

Panenan komedo hari ini...


Maaf kalau gambarnya menjijikkan, tapi memang itu hasilnya dan saya suka.  Yang banyak itu berasal dari samping hidung dekat lipatan yang memang susah diambil pakai pore strip.  Di area itu komedo cepat muncul kembali, kalau di pucuk hidung malah nggak begitu banyak :).  Sejauh ini produk tidak menimbulkan reaksi tertentu di kulit dan saya puas dengan hasilnya.... Yeaaaay...

Saya beli produk ini di GMarket Indonesia (qoo10.co.id) seharga IDR55,000, kalau nggak salah sellernya Pretty Shop.  Beli lagi nggak?  Iyalah, lebih enak dipakai dan hasilnya lebih terpampang nyata.  Produk ini belum ready di toko saya, kalau mau beli bisa dengan sistem PO :)

Semoga cerita saya berguna... Thank you for reading and visiting my blog :)




Senin, 18 Maret 2013

[REVIEW] Etude House Baking Powder Pore Cleansing Foam

Halo temans ^____^

Cerita tentang produk lagi yah...:).

Minggu lalu, di beauty class-nya Stella Lee diajarkan kalau membersihkan wajah itu ada 2 tahapan, yaitu cleansing dan washing.  Untuk cleansing, bisa menggunakan cleansing milk, cream, oil, lotion atau tissue.  Fungsinya adalah untuk mengangkat riasan wajah yang dipakai atau sisa-sisa krim perawatan malam hari.  Cleansing saja tidak cukup, karena pasti masih ada sisa-sisa produk cleansing itu sendiri kan?  Karena itu dilanjutkan dengan washing, menggunakan cleansing foam.

Saya sekarang rutin menjalankan 2 tahap membersihkan kulit wajah seperti ini.  Kulit wajah jadi enak dipakaikan produk makeup atau perawatan malam, lebih smooth gitu deh :p.  Untuk cleansingnya, saya memakai Etude House Baking Powder Pore Cleansing Cream (baca cerita saya di sini).  Untuk washingnya saya memakai line yang sama, yaitu Etude House Baking Powder Cleansing Foam, yang sekarang mau saya ceritakan...

Yuuuuk, langsung cuuusss...
Kemasan tabung besar, terbungkus segel plastik transparan.  Warna kemasan sama dengan cleansing creamnya yaitu putih dengan aksen biru muda, tutup tabung berwarna biru muda, dan teks berwarna merah.  Bagian belakangnya seperti ini...
Keterangan didominasi huruf hangeul, tapi ada bahasa Inggrisnya kok...di bawah dan cukup kecil untuk difoto :D.  Moga-moga hasil fotonya kelihatan nih :)
Deskripsi produk : Etude House Baking Powder Pore Cleansing Foam ( 3 in 1 type) formulated with baking powder and to gently exfoliate skin and penetrate pores for a thorough cleanse.  Terjemahannya kira-kira begini : busa pembersih 3 in 1 yang diformulasikan dengan baking powder,  formula yang lembut untuk mengeksfoliasi kulit dan masuk ke dalam pori-pori untuk hasil yang lebih bersih...3 in 1 di sini artinya untuk mengangkat makeup, kotoran, dan sebum yang berlebih (sumber : koreadepart.com)

Bahan-bahan aktifnya saya nggak bahas ya, nggak pintar >,<.

Mulut tabung seperti ini...
Tutup tabung berbentuk flip, cukup kencang sehingga tidak khawatir terbuka sendiri jika dibawa pergi-pergi.  Tutup flip tersebut dapat dibuka, seperti ini...
Oooops, backgroundnya leppy tersayang, maaf  >,<.   Pertama dibuka, mulut tabung itu ada penutup aluminium foilnya.  Saya suka dengan kemasan seperti ini, karena bisa memastikan isinya benar-benar sudah habis sebelum tabung dibuang. 

Isi kemasan adalah 170 ml.  Untuk saya, pemakaian 2 kali sehari, setiap hari...tabung pertama ini belum habis-habis :D.  Saya mulai pakai barengan dengan cleansing creamnya, si cream sudah mau habis tabung pertama, yang ini masih berat :D.  Ya ukuran pemakaiannya juga beda sik, kalau cream itu sekali pakai agak banyak seukuran 1,5x buah cherry... Yang ini, cuma segini...
Tekstur sebelum dibusakan berwarna putih, agak pekat.  Sekilas tercium wangi lemon (sama dengan cream), dan kalau diraba ada sedikit butiran halus (baking powder).
Setelah dibusakan dengan sedikit air, menjadi seperti ini...
Cukup banyak busanya, dan butiran halus itu larut jika sudah dibusakan, eh...masih ada sisa dikit ding :D.  Kalau saya lihat videonya Stella tentang bagaimana dia membersihkan wajah, pada saat washing itu...sebaiknya tangan tidak menyentuh kulit wajah.

Jadi bagaimana dong?

Nah, sabun wajahnya dibusakan dengan spons khusus sampai berbentuk bola busa gitu...pokoknya foamnya itu nggak jatuh walau tangan kita dibalik. Saya lagi mau cari spons khusus untuk membuat bola busa itu, entah di mana yah?  Kalau ada yang tahu, info yah...;). Ada juga yang lebih suka pakai alat kayak Clarisonic gitu...yang katanya memberikan hasil yang lebih bersih.  Hehehe, tapi Clarisonic ini mahal ya bok...jeti-jeti...:D

Hasil pemakaian ini bagaimana?  Hmmm, saya sudah satu setengah bulan pakai produk ini.  Sejauh ini nggak ada masalah, tidak menimbulkan rasa kering di kulit wajah.  Dengan membersihkan wajah 2 tahap, pas pakai toner sisa kotoran tidak terlalu banyak di kapasnya.  Biasanya sih, kotoran dari air. Produk line ini ditujukan untuk kulit wajah dengan pori-pori besar, yang saya rasakan adalah ketika selesai cuci wajah...memang pori-pori terlihat mengecil.  Ya entah sugesti atau tidak, tapi saya merasa enak cuci wajah dengan set produk ini.

Suka banget sama produk ini, dan pasti saya beli lagi doong :).  Oiya, saya juga sedia produk ini di toko saya.  Sila tengok ke sini...:). 

Oke deeeh, thank you for reading and visiting my blog :)