Minggu, 20 April 2014

[SUNDAY COMIC] Lip Smoke

Hallooo...(^o^)/

Gimana dengan akhir pekan temans semua? Jalan-jalan ke mana saja? Long weekend kan yah, siapa tahu ada yang jalan ke luar kota? Saya nggak ke mana-mana, di rumah saja. Tiga hari libur lumayan bisa konsentrasi nulis di Dina's Story. Hari Minggu, kalau sudah selesai pekerjaan di rumah, bisa kali santai-santai sambil browsing baca komik. Nah, kali ini saya pilih komik dengan judul Lip Smoke. Covernya cukup menantang menyenangkan untuk dilihat, sedikit sensual XD. 


Gambar dan cerita oleh Nishikata Mai. Bergenre romance, shoujo. Untuk saat ini statusnya sudah completed atau selesai, tapi di forum ada yang menginfokan di Jepang sana masih terus berlanjut. Nggak ngerti benar atau tidaknya, saya menikmati saja gambar dan ceritanya. 


Setsuna Iwato, seorang gadis berusia 16 tahun bekerja sambilan di sebuah penerbit. Suatu hari Setsuna diminta untuk mengantarkan dokumen ke rumah Kazuki Seta, seorang pengarang novel erotis. Yang menyambut Setsuna adalah Seta sendiri, dengan bahasa tubuh yang dianggap Setsuna akan menciumnya. Ditambah dengan pamitnya seorang wanita yang baru saja menerima uang dari Seta dan berkata akan datang lagi. Hal ini membuat Setsuna hampir menelepon polisi, yang tentu saja disambut dengan kepanikan Seta dan permintaan maaf kepada Setsuna. Seta menjelaskan ke Setsuna bahwa dia mempunyai alasan tersendiri kenapa dia melakukan hal itu.


Apa alasannya?

Ternyata Seta harus menulis novel dengan tema pure kiss. Seta yang sudah berusia 32 tahun, terbiasa menulis novel erotis, dan mempunyai banyak pengalaman dengan wanita dewasa, merasa stuck dan bingung seperti apakah pure kiss itu? Karena kebingungan, Seta lalu meminta Setsuna untuk membantunya menemukan pure kiss. Seta akan membayar 2000 yen per jam kepada Setsuna, dan berjanji sama sekali tidak akan menyentuh Setsuna. Melihat kesungguhan di wajah Seta, Setsuna pun setuju dengan tawarannya. Malah Setsuna meminta Seta untuk membayar jumlah yang sama dengan bayaran dari penerbit, yaitu 850 yen per jam. Setsuna mengajukan perjanjian bahwa pekerjaan dengan Seta adalah bagian pekerjaan dari penerbit, dan dia akan memberi tahu orangtuanya bahwa dia bekerja sebagai asisten novelis. Dalam hati Setsuna ingin melihat apakah Seta akan menepati janji tidak akan menyentuhnya sama sekali. Seta pun menyetujui perjanjian dengan Setsuna.


Beberapa hari kemudian, Seta membuat janji bertemu dengan Setsuna. Setsuna yang menunggu Seta sambil membaca sebuah novel karangan Seta berpikir apakah semua lelaki mempunyai pikiran yang erotis terhadap perempuan. Setelah Seta datang Setsuna bertanya apa yang harus dia kerjakan hari ini? Seta menjawab bahwa Setsuna tidak perlu melakukan apa-apa, hanya pergi keluar bersama Seta beberapa hari saja. Setsuna bingung mendengar penjelasan Seta, karena dia berpikir bahwa Seta akan memintanya untuk melakukan hal yang aneh-aneh. Lalu di hari itu mereka berdua hanya minum teh di sebuah kafe, sambil memperhatikan tamu kafe yang datang silih berganti, terutama tamu wanita dewasa.


Janji kencan berikutnya adalah sepulang Setsuna dari sekolah, yang pastinya Setsuna masih mengenakan seragam. Menurut Seta, seragam sekolah adalah sebuah hal yang erotis tapi kata-kata itu segera dikoreksi oleh Seta. Seta berkata ada suatu tempat di mana dia ingin berkencan dengan gadis yang mengenakan seragam, yang tidak lain tidak bukan adalah perpustakaan *nyengir*. Mereka berdua pun menghabiskan waktu dengan membaca buku, dan membicarakan kenapa pikiran lelaki selalu dipenuhi hal-hal yang erotis? Seta pun menjelaskan hal tersebut dengan cara yang membuat Setsuna merasa berdebar *kyaaaa*. Sampai penjelasan itu terhenti karena seorang anak kecil yang membawa gelas minuman jatuh tersandung dan isi gelasnya menyiram Setsuna sampai basah kuyup.


Beberapa murid laki-laki mulai berbisik sambil senyum-senyum. Setsuna terkejut karena tiba-tiba Seta memakaikan jaket Seta dan merangkulnya, lalu mengajak Setsuna ke toilet wanita. Kata Seta, sentuhan ini adalah sentuhan tidak langsung karena dibatasi oleh jaket, oleh karena itu tidak bisa dihitung sebagai menyentuh. Ketika melihat cermin di toilet Setsuna baru sadar kalau air minum tadi membasahi bajunya sampai tembus pandang, dan orang dapat melihat branya. Setelah memikirkan kembali kata-kata Seta sebelumnya, Setsuna sadar kalau Seta hanya memikirkan tentang novelnya saja sehingga Setsuna seharusnya tidak perlu khawatir akan hal-hal lain.


Setelahnya, mereka berdua pun meninggalkan perpustakaan. Di jalan Setsuna minta maaf kepada Seta, kalau sudah berpikiran yang tidak-tidak tentang Seta. Menurut Setsuna, Seta adalah orang saru yang manis (sweet perverted), bukan orang saru yang jahat (evil perverted). Setsuna juga berterima kasih karena Seta sudah menolongnya di perpustakaan tadi. Seta hanya tersenyum mendengarnya. Lalu tiba-tiba ada seorang cowok yang memanggil Setsuna. Cowok itu tanpa basa-basi bertanya kepada Setsuna, apakah dia sekarang menjual dirinya kepada laki-laki paruh baya? Seta bertanya kepada Setsuna, kenalkah dengan cowok ini? Setsuna menjawab iya, lalu menjelaskan kalau cowok itu adalah kakak kelasnya waktu SMP. Setsuna dulu pernah jadian dengan cowok itu, tapi Setsuna selalu menolak kalau diajak berciuman hingga akhirnya cowok itu memutuskan Setsuna.


Cowok itu lalu berkata, kalau bukan menjual dirinya sebagai pelacur, kenapa Setsuna mau keluar bersama Seta? Setsuna pun marah dan berkata, jangan mengolok-olok Seta karena Seta bukan orang seperti itu. Cowok tersebut tambah marah karena itu artinya Setsuna dulu menganggapnya sebagai mainan saja, dan lebih memilih untuk berkencan dengan orang yang lebih tua. Setsuna pun ditanya, apakah sudah berciuman dengan Seta? Seta yang kaget dengan pertanyaan itu, hendak menjelaskan kalau hal itu salah tapi langsung dipotong oleh permintaan maaf Setsuna dan sebuah ciuman...*kyaaaaa*



Seta pun membalas ciuman Setsuna tersebut...*kipas-kipas karena gerah*. Cowok-cowok itu pun berlalu dan mereka berdua melanjutkan perjalanan. Sambil jalan Seta meminta maaf kepada Setsuna karena terbawa suasana. Setsuna menjawab tidak apa, karena walaupun itu adalah ciuman pertamanya, Setsuna merasa itu adalah hal yang menyenangkan. Seta lega sekaligus kaget mendengar hal tersebut. Berkat hal itu, Seta jadi terinspirasi untuk meneruskan novel pure kissnya yang tersendat. Setsuna berkata bahwa waktu bekerjanya sudah habis dan dia pamit pulang. Seta yang kepalanya penuh dengan novel pun berkata bahwa dia sudah tahu apa yang harus ditulisnya.

Bagi Setsuna, ciuman pertamanya terasa seperti tembakau...

Cerita saya cukup chapter 1 saja, sisanya sila baca sendiri. Komik ini nggak panjang (untuk saat ini), hanya 4 chapter saja. Mungkin kalau melihat gambarnya, nggak terlalu manis. Apalagi dibandingkan dengan komik karya Nishikata Mai yang lain, yang kebetulan saya koleksi yaitu Venus Capriccio. Tadinya saya tidak menduga kalau komik ini juga karangan beliau, karena beda sekali. Dari segi gambar, saya suka dengan karakter Setsuna yang terlihat dingin. Karakter Seta terlihat cuek tapi sebenarnya adalah seseorang yang hangat. Dari segi cerita, saya kurang puas karena terlalu pendek dan sebetulnya sedikit menyisakan pertanyaan di akhir cerita. Atau mungkin sebenarnya masih ada lanjutan ceritanya? Moga-moga saja iya~

Satu lagi kenapa saya suka dengan komik ini, karena tokoh utama komik ini jauh selisih umurnya. Seta berumur 32 tahun, Setsuna berumur 16 tahun, jadi selisihnya 16 tahun. Waaaa....(>___<). Entah kenapa saya suka komik dengan age gap relationship kayak gini, apalagi antara murid dan guru. Kyaaaa...bisa deg-degan sendiri kalau baca. Buat mengisi waktu, komik ini cukup menghibur dan menyenangkan. Mungkin lagi bosan dengan percintaan sesama anak sekolah, komik ini bisa menjadi pilihan.
Baca di mana? Saya baca di MangaHere, udah saya link ke sana jadi langsung aja yah.

Owkeh, selamat menikmati Lip Smoke. Jangan lupa, besok hari Senin kembali beraktivitas~

Salam,

Dina






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca cerita ini.
Sila berkomentar tentang tulisan saya di sini. Saya lebih menghargai jika komentar yang diberikan sesuai dengan isi posting blog dan tidak ANONIM. Kalau ada alamat blog, cantumkan saja nanti saya main ke sana :)