Tampilkan postingan dengan label cerita pikiran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita pikiran. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Januari 2015

[RANDOM] Njiplak...a Note to Myself

Hellooo...\( ˆoˆ)/\(ˆoˆ )/ 

Astaga, sudah hampir dua bulan sejak postingan saya yang terakhir?

/tampar2 pipi sendiri

Nggak di blog ini, nggak di blog yang sana, kenapa otak saya nggak mau kerjasama buat menuangkan isinya sih? Susah bener mau menuangkan dalam bentuk tulisan. Sebenernya nggak susah. Kata orang-orang yang biasa menulis, nggak ada itu yang namanya writer block. Yang ada hanyalah...

M
A
L
A
S

Ish. Ini bener banget. Kalau nggak malas, pasti tergoda melakukan hal yang lain. Kalau saya, biasanya tergoda baca manga, mantengin temlen twitter, atau nonton vidio YouTube. Khusus untuk blog sebelah, beneran lagi nggak ada ide. Have no idea what should i do with the couple over there. Maafkan saya, para pembaca XD.

Jadi inget, buka laman blogspot kali ini mau cerita, mau rambling, mau ngerants. Gini ceritanya, masih inget sama postingan saya tentang drama Thailand, Love Sick The Series? Nah, saya dan beberapa teman yang juga menyukai serial ini, sering ngobrol di group chat WhatsApp. Selain ngobrol, kita juga sering berbagi tulisan atau fanfiction gitu. Salah satu yang jago banget nulis, namanya Nao-chan. Penasaran dengan cerita-cerita yang ditulis sama Nao-chan, sila main ke WordPressnya ya. Langsung klik linknya.

Entah gimana, mungkin kesengsem dengan jalan cerita yang ditulis oleh Nao-chan, atau mungkin terlalu ngefan sama Nao-chan, atau mungkin mentok banget nggak ada ide....ada seseorang yang membuat cerita dengan jalan cerita mirip dengan punya Nao-chan. Diposting di boyzforum dan cukup menuai komentar yang bagus. Kebetulan, ada seorang teman di group yang iseng baca-baca cerita di boyzforum itu. Dia cerita dong, eh...ada cerita yang mirip punya Nao-chan nih. Penasaran, kami semua langsung membaca cerita tersebut.

Hohoho, langsung deh...chat di group menjadi panas. Semua, saking cintanya dengan tulisan bikinan Nao-chan, merasa terbakar XD. Saya yang tadinya hanya diam memantau percakapan, sedikit ikut gemes juga. Ketika akhirnya salah seorang teman di group urun komentar di tulisannya, dia membalas komentar tersebut dan mengakui kalau idenya diambil dari salah satu cerita Nao-chan tanpa seizin yang punya cerita. Dia juga bilang kalau akan minta maaf ke yang punya cerita.

Sampai saat ini, saya belum tahu apakah dia sudah minta maaf atau belum. Kayaknya sih, belum XD. Jadi inget, beberapa waktu lalu juga ada postingan seorang beauty blogger yang dijiplak plek-plek abis-abisan sama orang lain. Yang dijiplak ada review kosmetik, kalau nggak salah. Saya kaget juga membacanya, maksud saya...ini review produk gitu. Harusnya kan, pendapatnya sendiri. Lah, ini kenapa ambil dari tulisan orang lain? Fotonya sih, foto sendiri karena posisi pengambilan gambar dan watermarknya beda. Pusing kan?

Saya sendiri nggak mumpuni banget dalam menulis. Beberapa ide memang muncul setelah membaca fanfiction atau novel karangan orang lain. Ya tapi bukan berarti menulis dan mengambil idenya secara plek-plek. Mirip tapi jangan mirip kebangetan lah. Bingung ya? Saya juga bingung. Sudahlah, saya juga ambil pelajaran dari kejadian ini. Moga-moga saya masih bisa membuat cerita yang idenya berasal dari kepala saya sepenuhnya. Kalaupun ada kemiripan, tolong diingatkan dan ditegur.

Hahaha, sekalinya ngepost, isinya rambling begini. Gomen ne! Intinya begini aja...


Have a great day!

Dina



Selasa, 14 Oktober 2014

[RANDOM] 20 Facts About Me

Hellooo...\( ˆoˆ)/\(ˆoˆ )/

I guess, this post will be my first blogpost in English. Sorry for some grammar mistake or some typos. Hehehe ~

So, i heard that you want me to write the famous 20 facts? Haha, kidding. Nobody tagged me to write that, but i want to write it. Just in case, i need a little reminder about myself.

Here you are :


Rabu, 09 Juli 2014

[RANDOM] Akhirnya Saya Memilih Calon Presiden No ...

Hellooo...(^o^)/

9 Juli 2014

Hari keberapa di bulan Ramadan? Buat saya ini adalah hari ke 12, buat yang mulai puasa tanggal 29 artinya adalah hari ke 11. Buat rakyat Indonesia semua, mungkin beberapa tahun ke depan hari ini akan masuk dalam catatan sejarah Republik Indonesia. Yep, hari ini adalah hari pemilihan presiden Indonesia yang ke 7. Hari yang ditunggu-tunggu oleh hampir semua rakyat Indonesia, termasuk saya dan suami. Tentu saja kami semua menunggunya, setelah hampir sebulan kemarin selalu ditemani dengan suasana kampanye yang cukup panas. Berharap setelah hari pemilihan semua kembali mendinginkan kepala dan menerima apapun hasil yang didapatkan oleh kedua calon.

Saya, meskipun sudah tinggal di Kota Tangerang, tapi saya masih setia dengan KTP DKI alias belum mengurus surat keterangan pindah ke Tangerang. Jadi pagi ini, saya menemani suami dulu ke TPS di dekat rumah, lalu kemudian pindah lokasi ke rumah orangtua saya di Petukangan. Berhubung masih pagi, di TPS dekat rumah masih sepi. Sampai di tempat, daftar, duduk sebentar langsung dipanggil buat mencoblos. Belum sempat nengok kiri-kanan, tiba-tiba suami udah nyemplungin surat suara ke kotak. Kayaknya banyak yang dateng agak siangan ya, karena masih ngantuk abis nonton semifinal Piala Dunia, antara Jerman -  Brazil yang dimenangkan oleh Jerman dengan skor 7 - 1.

Selasa, 01 Juli 2014

[RANDOM] Saya Pilih Yang Mana Ya...

Hellooo...(^o^)/

Dear July, please be nice t...*dibekep*

Dulu, setiap masuk ke bulan yang baru saya sering bikin status seperti itu di recent updates BlackBerry Messenger atau di wall Facebook. Ya tapi setelah sadar, kalau tiap bulan itu pasti akan baik kepada kita selama kita berusaha, nggak pernah bikin status itu. Paling cuma liatin orang-orang yang masih nulis itu, dan cuma ketawain orang-orang yang protes kepada mereka yang masih menulisnya. Jadi, sekarang saya mau nulis : Juli, lebaran masih lama ya? Halah...baru puasa 3 hari udah nanyain lebaran aja~

Omong-omong bulan Juli, kegalauan saya makin bertambah. Iya, selain karena lebaran yang masih lama, belum memutuskan mau beli kue kering apa aja, juga belum memutuskan mau beli baju yang kayak apa (eh, fokus jeung...), saya juga belum memutuskan mau pilih calon presiden yang mana. Kalau kata orang-orang, saya masih termasuk swing voters gitu~.  Ho'oh, nanti saya mau cari wangsit sambil naik ayunan, biar efek swingnya makin berasa. Atau nyanyik lagu-lagunya Swing Out Sisters dulu deh, biar makin joss pilihannya. Perasaan...calonnya cuma ada 2 paket, tapi galau dan bingungnya ngelebihin waktu saya memutuskan menerima lamaran suamik saya. Hahaha...

Jumat, 27 Juni 2014

[RANDOM] Curhat Tanpa Nama

Hellooo...(^o^)/

Pernah baca cerita saya tentang posting pribadi di sosial media atau di dunia maya? Kalau belum, sila main ke sini.  Ada cerita saya yang kesal dengan bos, lalu posting di Facebook, dan lalu ditegur oleh bos saya. Hehehe, sekarang nggak perlu khawatir lagi kalau mau posting cerita colongan tapi tetap eksis di dunia maya. Gimana caranya?

Jadi gini...beberapa hari yang lalu, sebuah akun Twitter yang saya ikuti, berceloteh mengenai sebuah aplikasi baru di android smartphone. Nama aplikasinya LegaTalk. Katanya sih, dengan aplikasi tersebut kita bisa bercerita, ngoceh, bikin status, atau apalah namanya...tanpa nama. Jadi nggak ketahuan kalau mau cerita colongan tentang temen, bos, pacar, suami atau isteri, keluarga, atau selingkuhan (eh...). Saya penasaran, kayak apa sih bentuknya? Terus, setelah itu ada artikel tentang aplikasi tersebut disertai dengan beberapa screenshot...ternyata lucu juga. Emang beneran, nama kita nggak muncul. Yang muncul cuma lokasi, dan cerita colongan yang diposting.

Rabu, 04 Juni 2014

[RANDOM] Bullying (Intimidasi) bagian 2

Hellooo...(^o^)/

Di bagian 1, saya bercerita tentang apa yang pernah saya alami dulu. Jaman belum ada koneksi internet dan gadget yang canggih, yang pastinya bullying dilakukan saat bertemu langsung dengan orangnya. Bagaimana dengan sekarang? Well, saya yakin yang namanya intimidasi atas fisik seseorang pasti masih ada di manapun juga. Mungkin di sekolah, di tempat bekerja, di organisasi, atau bahkan di kumpulan orang-orang yang mempunyai hobi yang sama. Ditambah juga dengan adanya koneksi internet yang lumayan bagus dan akun sosial media yang cukup aktif. Kesempatan untuk melakukan bullying semakin terbuka lebar, pastinya ada kemungkinan yang melakukan bully dan yang di-bully tidak mengenal satu sama lain.

Kenapa saya bercerita tentang hal ini?

Jadi begini, beberapa bulan ini saya mulai ngefans dengan idol grup lokal, JKT48. Meskipun begitu...saya hanya baru sampai taraf mengagumi dari jauh, mengamati mereka lewat YouTube, membaca postingan blog tentang mereka, atau sekedar stalking ke akun Twitter masing-masing member. Dari sekian banyak blog dan website tentang JKT48, yang paling sering saya kunjungi adalah website JKT48Stuff. Sebuah postingan beberapa hari yang lalu menarik perhatian saya. Judul postingnya Stand Against The Bullies, inti ceritanya adalah bully yang dilakukan oleh admin sebuah akun Twitter fanbase member terhadap akun fanbase lain yang berada di luar negeri. Sampai akhirnya akun fanbase yang di luar negeri ini memutuskan untuk berhenti mendukung JKT48 dan menutup akun fanbasenya. 

Selasa, 03 Juni 2014

[RANDOM] Bullying (Intimidasi) bagian 1

Helllooo...(^o^)/

Sebelum pikiran saya melantur ke mana-mana, izinkan saya bernostalgila sebentar. Yang namanya bullying atau intimidasi atau penindasan, saya merasa sudah mengalaminya sejak saya masih sekolah TK. Yang ada di ingatan saya, dulu ada 2 orang anak laki-laki yang suka mengganggu saya. Mereka suka menyembunyikan bangku kayu saya, atau merebut mainan di kelas ketika mainan tersebut sedang saya mainkan. Hasilnya, adalah saya sempat tidak mau masuk kelas. Saya memilih bermain di halaman. Untungnya...hal tersebut tidak berlangsung lama, cuma sehari. Cepat ketahuan sama ibu guru, hanya saya nggak tahu apa yang ibu guru katakan kepada mereka karena setelah itu mereka berdua tidak lagi mengganggu saya.

Beranjak ke masa sekolah dasar. Masa-masa awal kelas 1 saya belum memakai kacamata. Baru ketahuan harus pakai kacamata karena ada pemeriksaan mata, dan tiba-tiba minus mata saya sudah lumayan banyak waktu itu. Menjadi satu-satunya anak yang pakai kacamata di kelas, waktu itu agak berat. Banyak yang memanggil saya dengan panggilan : mata empat, mata kaca, entah apa lagi saya lupa. Sedih, tapi ya karena saya kesulitan untuk melihat dengan jelas tanpa kacamata, tentu saja kacamata itu saya pakai terus. Hahaha, pastinya waktu itu saya nggak tahu, kalau yang saya alami waktu TK dan kelas 1 SD adalah salah satu bentuk bullying (intimidasi, penindasan).

Kamis, 29 Mei 2014

[RANDOM] Berita, Versi Cetak atau Digital?

Hellooo...(^o^)/

Jadi ya, waktu kemarin naik kereta itu, sebelum kereta berangkat ada orang yang membagi-bagikan koran nasional. Semua orang dapat, termasuk saya dan suami. Orangnya bilang gratis, nggak bayar. Saya agak heran, hah...gratis? Yang bener? Harga koran nasional ini kan, nggak murah. Kok mau ya, bagi-bagi ke semua penumpang tanpa bayar? Biaya promosinya gile bener nih...

Etapi, setelah ngeliat isi korannya...banyak banget iklannya. Yang iklan baris, iklan produk, iklan layanan masyarakat, seremonial...rasanya hampir iklan-iklan tersebut memenuhi isi korannya. Terus jadi mikir, kalau saya beli koran ini, artinya saya beli iklan yak? Saya jadi inget dulu waktu sering minta dibelikan majalah sama ibuk. Setelah melihat isinya, pasti ibuk nggak mau membelikan saya majalah tersebut. Katanya, majalah isi iklan kok dibeli. Tapi kalau nggak ada iklan, harga koran atau majalahnya pasti akan lebih mahal dari harga yang tertera di halaman depan. Hmmm...

Selasa, 27 Mei 2014

[RANDOM] Kangen Naik Kereta

Hellooo...(^o^)/

Yang punya kampung halaman di Jawa Tengah atau Jawa Timur, kapan terakhir kali naik kereta api? Saya terakhir kali naik kereta api itu ke Yogyakarta, sekitar tahun 2010.  Setelah menikah, samasekali tidak pernah pulang kampung halaman naik kereta api, selalu berdua sama suami berkendara menikmati indahnya kemacetan di sepanjang jalan pantai utara. Jadi ceritanya saya kangen naik kereta api.

Terus awal bulan April kemarin, ibu kasih tau kalau ada sepupu saya yang akan menikah di bulan Mei 2014. Acara akad nikahnya tanggal 23, dan resepsinya tanggal 25. Ibu bilang kalau bisa saya datang, karena kedua adik saya nggak bisa datang. Yang satu ada acara rekreasi karyawan dan wajib hadir. Sementara yang satu lagi istrinya hamil tua, kasihan kalau ditinggal. Ah, kebetulan...lagi kangen pengen naik kereta api, disuruh pulang kampung. Bilang dong sama suamik, dan OK. Hanya kami nggak bisa ikutan akad nikahnya karena suami masih harus kerja, akhirnya kami hanya hadir di resepsinya. Kami pun mencari tiket lewat situs online tiketdotcom, dan langsung dapat. 

Selasa, 20 Mei 2014

[RANDOM] Arisan

Hellooo...(^o^)/

Waktu saya masih kecil, ibu saya kebetulan aktif di organisasi istri pegawai negeri, mungkin ada yang ingat dengan organisasi bernama Dharma Wanita.  Kalau nggak salah ingat, sekali dalam sebulan ibu saya pasti pamit pergi dan pulangnya membawakan kue-kue kecil dalam kardus atau kadang nasi dan lauknya. Ibu ke mana sih? Ibu selalu menjawab ada arisan Dharma Wanita di kantor bapak.  Selain arisan di kantor, dulu ibu juga mengikuti arisan RT di komplek. Bahkan sampai saat ini, meskipun ibu sudah pindah rumah tapi ibu tetap ikut arisan di komplek rumah yang lama. Katanya, hitung-hitung silaturrahim sebulan sekali.

Tentu saja, waktu itu saya belum paham. Ngapain aja sih, kalau arisan? Cuma ngumpul-ngumpul aja kan ya? Sambil makan kue atau kalau tuan rumahnya lagi baik, pakai acara makan berat. Yang pasti saya senang kalau ibu pergi arisan, karena itu tadi...dibawain kue. Yang nggak senangnya kalau ibu ternyata dapat giliran jadi tuan rumah, karena ikutan repot menyiapkan rumah dan makanannya. Nah, ketika itulah saya jadi tahu, sembari ngobrol...para ibu ini mengumpulkan uang dan mengocok nama, siapa yang mendapatkan uang yang dikumpulkan dan biasanya bulan depan akan menjadi tuan rumahnya.  Sampai situ, saya tetap belum mengerti apa enaknya ngumpulin uang terus nunggu nama kita keluar dari kocokan?

Jumat, 18 April 2014

[RANDOM] Bukan Post Pribadi Lagi Namanya...

Halloo...(^o^)/

Beberapa hari ini, linimasa Twitter dan feed Facebook saya diramaikan dengan gambar screenshot akun Path seorang gadis yang kesel dan sebel dengan ibu hamil dalam perjalanan ke kantor menggunakan commuter line. Si gadis curhat di akun Pathnya dan ternyata oleh teman di Path, curhatan tersebut di-screenshot dan diunggah ke Twitter. Entah bagaimana, gambar itu menyebar sampai ke akun Twitter dengan ratusan ribu follower. Ya tahu sendiri, kalau akun ratusan ribu follower sudah ikutan menyebarkan gambar...sudah pasti ceritanya bisa sampai ke akun koran nasional.

Awalnya saya juga ikutan retweet gambar tersebut sambil komentar, mbak ini kenapa sih? Sebel sama bumil kok sampai segitunya, toh...suatu hari nanti dirimu juga akan merasakan yang namanya hamil lho~. Besok harinya, terkait dengan kasus pelecehan seksual terhadap murid TK sebuah sekolah internasional, muncul lagi satu screenshot dari akun Path (akun yang berbeda tentunya). Di screenshot tersebut, akun Path itu bercerita bahwa yang namanya pelecehan seksual di sekolah internasional itu bukan hal yang baru.  Semua sudah tahu, bahwa guru-guru asing sering melakukan pelecehan terhadap muridnya. 

Jumat, 14 Juni 2013

[MAKAN-MAKAN] Fish & Co Restaurant

Halo temans ^____^

Sekitar 2 minggu lalu saya dan suami jalan ke Living World, Alam Sutera.  Capek keliling, perut berasa lapar, ayuklah kita cari tempat makan.  Akhirnya kami mampir makan di restoran Fish & Co.  Hmmmm, saya sudah lama pengen coba makan di sini, tapi pas lihat harga menunya yang agak mahal, jadi mundur terus deh :D.  Kali ini kesampaian juga, hihihi...

Ternyata di restoran ini jualannya makanan dari laut semua : ikan, udang, lobster, kepiting, dan cumi-cumi.  Yaaaa, cuma bisa ngiler melihat menu udangnya.  Signature dishnya adalah fish and chips.  Sederhananya fillet ikan goreng tepung dan kentang goreng, disajikan dengan mayones dan saus sambal.  Ketagihan?  Hahahaha...iya :D.  Kami pun memutuskan untuk kembali kapan-kapan.

Kapan-kapannya itu nggak lama banget.  Hari Minggu tanggal 9 Juni kami makan lagi di Fish & Co.  Kali ini di restoran cabang Gandaria City.  Ceritanya sekalian merayakan hari ulang tahun suami. Eciyeeeeh...birthday lunch :D.  Kali ini juga niat banget pengen cerita di blog, makanya segala sampul depan menu difoto....


Pertama kali makan kami pesan Danish Fish & Chips, karena suami kangen banget dengan hidangan ini.  Ceritanya dulu waktu sekolah di Eropah sono, sering beli makanan ini.  Selain fish and chips, kami juga memesan Grilled Calamari.  Yang kedua ini kami memesan The Best Fish & Chips in Town, Mashed Potato dan Caesar Salad with Smoked Salmon.
Menunya seperti ini...



Hahaha, nggak seperti pelanggan lain yang memesan 1 porsi fish and chips untuk sendiri, kami pesan 1 porsi untuk berdua.  Hemat atau pelit?  Tsk, itu bedanya tipis banget XD.  Bukan karena itu sih, tapi ketika melihat pan meja sebelah ternyata ukurannya lumayan besar kalau untuk dimakan sendiri, jadi jiper juga.   Yaaa, kalau dipaksa pasti habis juga sik... Lagian lebih romantis kan, makan sepiring berdua.  Jiyaaaaah....XD

Yang datang ke meja...


Oke, sekarang rasanya.   Dua kali saya makan di cabang yang berbeda, dengan pesanan yang berbeda pula, nggak kecewa sama sekali.  Semua yang kami pesan enak,  sepadan dengan harganya.  Saya nggak tanya ke pelayan, ikan yang difillet dan digoreng itu ikan apa.  Yang jelas enak banget XD.  Untuk fish and chips, perbedaan pesanan pertama dan kedua adalah keju.  Yang pertama karena Danish (Belanda), maka ada keju di atas ikan gorengnya.  Yang kedua hanya memakai butter di atas ikan gorengnya. 

Grilled calamari, haaaah...ini saya suka banget.  Dipanggang dengan bumbu spesial dan menggunakan butter, jadi hasil panggangannya tidak kering dan malah ada sedikit kuah yang creamy.  Caesar salad with smoked salmon, suami suka banget karena ada smoked salmonnya.  Dressing saladnya enak :D.  Demikian juga dengan mashed potatonya, lembut dengan saus yang kental.  Sayangnya karena saya harus menghindari udang, kami tidak bisa memesan menu dari udang.  Padahal semua menu dari udangnya itu kelihatan enak...sluuuuurp...:P

Untuk minuman, tidak ada yang khas dari restoran ini.  Standar, beberapa jenis jus yang dihidangkan dengan gelas ekstra besar, minuman bersoda, es teh manis atau teh lemon. Ada beberapa hidangan penutup seperti es krim dan pudding.  Oiya, selain makanan yang dipesan untuk berdua, kami juga pesan minuman segelas berdua.... Diiiiih... XD

Jadi begini, di beberapa restoran ada yang menyediakan es teh manis dan teh lemon secara refill alias bisa isi ulang sepuasnya di gelas masing-masing.  Harga jualannya IDR25,000 - 28,000.  Kalau beli sendiri-sendiri, biasanya cuma refill sekali sudah cukup karena gelasnya juga lumayan besar.   Rasanya rugi banget :D.  Supaya lebih hemat, kami pesan es teh manis/lemon 1 gelas refill saja, diminum berdua, bisa minta isi lagi berulang kali sampai puas.  Hehehe, ini karena makannya berdua suami.  Kalau makan dengan teman atau keluarga lain ya nggak mungkin kayak begini. 
Emang nggak malu?  Buat apa malu... Saya dan suami cuek saja, anggap saja suami yang pesan, saya minta minumnya...hahahaha...

Untuk total yang dibayar memang mahal, tapi ya itu...sepadan dengan rasanya.  Kurang lebih makan berdua menghabiskan IDR210,000 - 250,000.  Itu model pesanannya seperti yang saya ceritakan di atas, 1 porsi dimakan berdua.  Kalau pesan sendiri-sendiri pasti lebih mahal :)

Okaaaay, segitu dulu ceritanya. 
Thank you for reading and visiting my blog :)











Kamis, 06 Juni 2013

[MAKAN-MAKAN] Waroeng Wong Solo, Gading Serpong

Halo temans ^____^

Hihihi, sudah lama saya tidak bercerita tentang warung makan.  Ada yang baru tapi baru sekali atau 2 kali mencobanya, belum layak untuk diceritakan.  Halaaaah...

Nah, warung makan yang satu ini, saya dan suami sudah beberapa kali makan di sini.  Pertamanya diajak suami, cocok sama masakannya, lalu jadi salah satu tempat makan favorit.  Nama warungnya adalah Waroeng Wong Solo.  Ada di antara ruko-ruko di Jl Boulevard AA 4 no 28-30, Gading Serpong, Tangerang.  Bingung Gading Serpong di mana?  Googling ya, karena saya tidak begitu paham dengan daerahnya XD.

Warungnya seperti ini...

Dari : kampungserpong.wordpress.com

Area parkir warung berbagi dengan warung lain yang berada di satu komplek ruko, jadi kalau lagi ramai biasanya sulit mencari tempat parkir yang dekat dengan warung.

Menu makanannya apa saja?

Sesuai dengan namanya, warung ini menyajikan masakan khas Solo, Jawa Tengah.  Yang keluarga besarnya berasal dari Solo, atau pernah makan di sana dan kangen dengan makanan khasnya, bisa makan di warung ini.  Beberapa menu yang disajikan di Waroeng Wong Solo...



Mengundang selera ya?  Ya mungkin kalau bukan penggemar masakan khas Solo, akan terasa biasa saja.  Selain menu di foto, ada beberapa menu lainnya.  Khusus hari Sabtu dan Minggu, ada menu masakan kambing, seperti tongseng, gule, dan sate kambing.

Sambil menunggu makanan yang sudah dipesan datang, pelanggan disuguhi otak-otak (standar makanan pembuka :D).  Seperti ini...


Diberi harga IDR2,500 per buah, lumayan mahal karena ukurannya tidak terlalu besar XD, untung rasa ikannya cukup terasa.

Kali ini pesan apa saja?

Tadinya saya mau beli timlo, kangen karena sudah lama tidak makan timlo.  Pas lihat menu, tiba-tiba pengen makan selat solo (labil...).  Ya sudah, beli selat solo seperti ini...


Selat solo ini bisa dibilang bistik ala jawa.  Dagingnya berupa daging giling yang seperti rollade, disajikan dengan kentang rebus dan goreng, irisan telur pindang, rebusan buncis dan wortel, acar dengan sedikit mayones, dan potongan daun selada.  Lalu disiram dengan kuah bistik, yang rasanya sedikit manis.  Hehehe, kuah bistiknya ini menurut saya ada yang kurang, seperti kurang bumbu pala atau lada hitam.  Secara keseluruhan, selat solo ini enak :)

Suami saya pesan kupat tahu magelang dan bakmi goreng (bakminya dimakan berdua...).  Ini dia...


Menu kupat tahu, irisan ketupat dihidangkan dengan irisan tahu putih goreng, bakwan, kubis, tauge dan mi kuning.  Ditambah dengan taburan kacang tanah dan irisan seledri, lalu disiram dengan kuah.  Kata suami, kupat tahunya enak...saya cuma mencicip sedikit, karena ada taburan kacangnya.  Rasa kuahnya ada rasa kecap dan sedikit bawang putih.


Bakmi gorengnya tentu saja berbeda dengan bakmi goreng khas masakan Cina.  Rasa bakminya lumayan, tapi menurut saya masih lebih enak yang di Pejompongan sana XD.

Menu minuman yang disajikan standar, ada khas Solo dan juga beberapa jenis minuman seperti es buah dan juice.  Kali ini saya pesan jus alpukat tanpa susu coklat, dan suami pesan wedang ronde.
Ini dia...


Rasa jus alpukat ya begitulah, mau di mana saja kurang lebih hampir sama.  Nah, saya sebenarnya pengen banget sama wedang rondenya, tapiiiiii...ada mochi isi tumbukan kacang tanah dan gula merah, juga ada taburan kacang tanah disangrai :(.  Menahan diri untuk tidak mengkonsumsi kacang tanah dulu.  Mana suami meledek terus lagi, huuuuft....

Harganya mahal atau murah?

Menurut saya relatif murah.  Pesanan di atas total harganya IDR76,000.  Buat acara makan kumpul keluarga lumayan enak tempatnya, hanya sedikit panas karena tidak full air conditioner.  Secara keseluruhan, masakannya enak dan tidak mengecewakan.

Ada yang pernah makan di warung ini?  Bagi-bagi ceritanya ya....;)

Thank you for reading and visiting my blog :)

Kamis, 30 Mei 2013

[RANDOM] Tentang kedai teh Taiwan yang ada di mana-mana...

Halo temans ^____^

Demi apaaah...satu hari bikin dua posting cerita?

Iya nih, sel-sel kelabu dalam otak (meminjam istilah detektif fiksional, Hercule Poirot) sedang produktif sekali hari ini.  Pas buka dompet, pas melihat kartu-kartu loyalty di dalamnya, terlintaslah ide di otak untuk menulis.  Mudah terpengaruh memang...

Kalau temans rajin nge-mall seperti saya (preeeet...) pasti sering melihat kedai-kedai teh Taiwan yang saya maksud.  Judul kedainya bisa apa saja, jualan intinya adalah es teh manis dikemas di gelas plastik bersegel yang lucu-lucu, ditambah dengan berbagai macam topping/isian yang bisa dipilih sesuka hati, dengan es dan gula yang bisa ditambah atau dikurangi.  Hahahaha...es teh manis plus-plus gitu...XD.  Walaupun selain es teh manis, juga ada menu lain seperti juice atau smoothies.

Dulu sekali, yang sempat ngetop di mana-mana adalah Quickly.  Mengekor di belakangnya adalah Hop-Hop.  Saya sudah lupa dengan menu yang ada di Quickly karena sudah lama sekali nggak jajan di situ.  Yang saya ingat hanya Iced Coffee Jelly?   Apalagi Hop-Hop, cuma sekali beli habis itu kapok, karena rasanya tidak memuaskan sama sekali :P.

Sampai sekitar akhir tahun lalu, jalan-jalan di Living World Alam Sutera, ada satu kedai yang antrinya lumayan panjang.  Apa ya?  Penasaran, saya dekati dan saya baca menunya.  Hmmmm...teh?  Berbagai macam jenis teh.  Akhirnya memutuskan untuk beli, tanya sama mbak kasir apa rekomendasinya?  Dijawab Pearl Milk Tea.  Oke deh...beli satu gelas ukuran large, untuk diminum berdua suami.  Hemat bok...

Ternyataaaa.... Enak pemirsa....

Apa nama kedainya?  Yang ini nama kedainya Chatime.  Ini penampakan Pearl Milk Tea dari Chatime.

From : www.phenu.com

Tambah girang karena si Chatime buka kedai juga di Puri Indah Mall.  Ketagihan?  Pastinya :D.  Yang bikin saya ketagihan adalah Matcha Red Bean Milk Tea.  Ini adalah menu favorit saya di Chatime.  Yuummmy....

From : www.chatime.com.au

Lain weekend saya dan suami jalan ke Mall Alam Sutera yang baru dibuka.  Segede gaban tapi masih sepi waktu saya jalan ke sana,  sekarang mungkin sudah ramai.  Nah, di sana ada kedai teh Taiwan juga, yang bernama Georg Peck.  Rrrrr... waktu itu mas kasirnya agak kurang ramah, mungkin karena ramai, jadi saya juga tidak bertanya apa yang bisa direkomendasikan.  Belinya apa juga saya lupa XD.  Jadi untuk kedai yang ini, saya belum menemukan menu favorit saya.

Beberapa bulan lalu, ada kedai teh baru lagi, masih di Puri Indah Mall.  Namanya ShareTea. Isi menunya kurang lebih sama dengan Chatime sik, yang pasti ada Pearl Milk Tea.  Nama menunya saja beda-beda, pas dibeli ternyata isinya sama :D.  Yang jadi favorit saya di ShareTea adalah QQ Happy Family Milk Tea.  Ini seru, karena 5 topping/isian dimasukkan jadi satu dalam milk tea-nya.  Lima topping itu kalau nggak salah : pearl/bubble, pudding, red bean, lychee de coco, dan grass jelly.  Rasanya?  Whooooaaaa....sukaaaa.  Menu ini jadi favorit saya dan suami, cukup beli 1 ukuran large, diminum berdua. Hahahaha...

Eh terus ternyata, di dekat kantor suami juga ada kedai serupa.  Saya jadi penasaran dong, menunya apa saja.  Yang ini namanya Love Tea.  Kemarin dibelikan sama suami judulnya Hazelnut Milk Tea.  Kurang lebih menunya sama dengan Chatime dan Share Tea.  Belum menemukan yang favorit karena belum cobain yang lain.

Dari empat kedai teh Taiwan ini, yang paling banyak ada cabang sepertinya Chatime. Yang jelas, semuanya adalah kedai waralaba, yang biasanya mempunyai standar yang sama antara satu cabang kedai dengan cabang yang lain.  Persamaan lainnya adalah semua menerbitkan loyalty card, yaitu kartu yang bisa dicap atau ditempel stiker setiap kali melakukan pembelian.  Sudah mengumpulkan 10 cap/stiker, bisa ditukar dengan 1 menu minuman.

Loyalty card kepunyaan saya :



Mengenai harga, semua bermain di kisaran harga yang sama yaitu IDR17,000 - IDR26,000.  Jajan es teh manis yang mahal ya bok.  Kalau berdua aja, kurang lebih menghabiskan IDR50,000 tapi tetep aja balik jajan ke situ.  Ada daya tarik tersendiri tiap kali melewati kedai-kedai ini.  Pinter banget cari alasannya... XD

Kamu sering jajan di kedai teh Taiwan yang mana?  Lalu minuman favorit kamu judulnya apa?  Atau mungkin ada kedai teh selain empat kedai di atas yang jadi favorit kamu.  Cerita dooong...:)
Siapa tahu ada yang di dalam mall favorit, jadi biar ada alasan ngajak suami buat ke mall....*dikeplak*

Thank you for reading and visiting my blog :)

[RANDOM] Tentang trend berlangganan beauty box...

Halo temans ^____^

Beauty box?  Apaan sih itu?

Kotak cantik?  Hehehehe...hampir benar sik, tepatnya kotak yang berisi kosmetik atau skincare.  Mulai trend di sekitar bulan April lalu di kalangan beauty blogger Jakarta dan Surabaya.  Awalnya saya tahu dari posting-posting di blognya Stella Lee atau di blognya Priscilla Clara.  Mereka berlangganan beauty box dari Etude House.  Tadinya saya pikir itu bisa dibeli di counter Etude House, ternyata bukan...mereka berlangganan langsung dari Etude House, entah dari Korea langsung atau Etude House Indonesia.  Isinya?  Tentu saja produk-produk terbaru dari Etude House, dan berbeda-beda setiap bulannya.

Lalu yang mulai trend di bulan April yang mana?

Hasil menjelajah di blog member IBB, ada 3 vendor yang cukup menarik perhatian.  Yaitu The Lola BoxBeauty Treats Indonesia, dan Vanity Trove Indonesia.  Layanan yang diberikan hampir sama,  pertama kita harus gabung menjadi di member di websitenya,  pilih-pilih mau langganan berapa lama, membayar biaya langganannya, lalu tunggu beauty box-nya dikirim ke rumah.

Isinya apa saja?

Dari yang saya baca, isinya beberapa produk skincare dan kosmetik, berupa sample atau full size, dan juga beberapa voucher untuk layanan kecantikan atau pembelian produk tertentu.  Tiap bulan isinya berbeda-beda, demikian juga dengan isi untuk setiap pelanggan.  Ada produk yang sama, ada yang berbeda, tergantung pilihan kita waktu pertama gabung menjadi member (kalau nggak salah...).  Bisa dikatakan, seperti mendapatkan kejutan setiap bulannya.

Contohnya seperti ini :

From : http://beautytreats.co.id

Harga yang ditawarkan bervariasi, mulai sekitar IDR95,000 - IDR180,000.  Lumayan mahal tapi kalau dilihat-lihat isinya, katanya sik....jadi nggak mahal :D

Kalau saya pribadi, saya tidak tertarik untuk berlangganan beauty box ini.  Kenapa?  Karena saya nggak tahu akan mendapatkan apa saja di satu box.  Hehehe, saya bukan tipe yang suka kejutan.  Saya lebih suka saya cari sendiri apa yang saya mau.  Kebetulan juga saya bukan penggemar sample, apalagi sample skincare.  Kulit wajah saya bukan termasuk kulit yang rewel parah, tapi kalau keseringan ganti sample kadang keluar juga protesnya,  alias muncul jerawat-jerawat kecil.

Untuk kosmetik, kebanyakan yang diberikan adalah ukuran fullnya, atau miniatur.  Ini juga saya nggak suka, kalau tiba-tiba saya dapat kosmetik yang mungkin warnanya saya nggak suka walaupun cocok dengan warna kulit wajah, malah nanti nggak saya pakai.  Percuma kan?  Teronggok lama dan akhirnya kadaluarsa...:(.

Pada akhirnya dengan harga sejumlah itu setiap bulan, lebih baik saya alokasikan untuk membeli kosmetik atau skincare full size, sesuai pilihan saya sendiri.  Lebih puas sik...:D.   Kalau kamu bagaimana?  Kamu suka beli model beauty box seperti ini, atau lebih suka seperti saya?   Cerita ya...:)

Thank you for reading and visiting my blog :)




Jumat, 24 Mei 2013

[PERSONAL] Jika tak kunjung dianugerahi si buah hati...bagian 1.

Halo temans ^____^

Dari tadi malam sebenarnya saya pengen posting cerita ini, tapi kok mata sudah nggak kuat melek jadi akhirnya saya ceritakan pagi ini, tentu saja setelah saya minta izin ke suami untuk sharing cerita ini ke temans semua :).  Akan jadi cerita yang agak panjang dan nggak pakai gambar, jadi sila cari cemilan dan minuman ringan untuk teman membaca... Uhuk...

Okay, here we go...

Dulu saya selalu berpikir, setiap pasangan yang sudah menikah pasti akan dianugerahi anak oleh yang Maha Kuasa.  Kalaupun tidak punya anak...saya berpikir, oooh...mungkin memang itu pilihan mereka.  Setelah banyak membaca dan banyak melihat keadaan sekitar (keluarga dekat/jauh dan teman sekantor), saya kembali berpikir....mungkin pasangan yang belum atau tidak mempunyai anak bukannya memilih untuk tidak punya anak, tapi ada faktor lain yang mempengaruhi.  Mungkin saja sang istri mengalami infertilitas, atau sang suami yang mengalami infertilitas, atau kedua-duanya...

Walaupun saya membaca beberapa tulisan tentang infertilitas, saya sama sekali tidak menduga bahwa saya juga akan mengalami hal tersebut.  Setelah menikah, harapan saya tentu saja adalah saya dan suami segera dianugerahi anak, mengingat usia kami berdua yang sudah kepala 3  (eeeh, jadi ketahuan umur saya.  Haiiissh, saya ini 17UP! kok...).  Tunggu punya tunggu, bulan pertama...haid saya telat datangnya.  Hati sudah agak senang, beli dan segera pakai test pack, hasilnya....hanya 1 strip.  Kecewa, tapi masih berharap karena kadang hasil test pack tidak akurat.  Tapi seminggu kemudian, haid pun datang :(.

Bulan kedua haid tetap datang.  Bulan ketiga, haid telat seminggu...beli test pack lagi, tapi lagi-lagi hanya terpampang 1 strip saja.  Bulan keempat pun demikian.  Ya sudahlah, berhenti dulu beli test pack.  Sampai bulan keenam saya menikah, saya terus dikunjungi tamu bulanan.  Hati sedih bukan kepalang, ada apa ini ya.... Hingga akhirnya ibu saya mendesak agar saya melakukan kunjungan ke dokter SpOG.  Sebenarnya dari dulu sebelum menikah, ibu sudah minta saya periksa ke dokter SpOG, karena kalau haid saya sering mengeluh perut saya sakit, tapi saya selalu menundanya... *bandeeel*

Ke dokter SpOG mana yang harus saya kunjungi...?

Ibu saya pun mencari-cari informasi dari teman-temannya, kira-kira dokter SpOG mana yang bagus untuk pemeriksaan kandungan dan program hamil.   Dari rekomendasi teman ibu, kami memutuskan untuk periksa ke RSIA Budhi Jaya Tebet, dengan dokter SpOG : Prof. DR. Dr. H. Ichramsjah A. Rachman, SpOG(K).  Jangan tanya saya singkatannya apa saja itu ya...:D.  Sesuai rekomendasi, banyak pasangan yang menjalani program hamil di RSIA ini, dan ditangani langsung oleh pak Prof.

Bulan Januari 2012, kami konsul pertama ke Prof.  Ditanya, sudah berapa lama menikah?  7 bulan.  Idealnya, 3 bulan sudah harus langsung hamil kata pak Prof.  Kalau belum hamil juga, pasti ada apa-apanya.  Mari kita lihat...  Dengan menggunakan alat USG tentunya, tapi ternyata di daerah rahim saya banyak "kabut"nya, istilah pak Prof.  "Kabut" itu harus dibersihkan dulu.  Saya pun menjalani pemanasan (diathermi) di daerah sekitar rahim selama 10 hari berturut-turut, di klinik fisioterapi tentunya. 

Selesai proses pemanasan, saya kembali ke pak Prof untuk konsul.  Prof menyatakan sudah bersih dan baru bisa dilihat, ada apa sebenarnya dengan rahim saya.  Hasilnya mengejutkan, karena letak mulut rahim saya arahnya membelakangi jalan sperma menuju saluran indung telur, juga ditemukan adanya kista endometriosis, dan kalau ingin hamil...kista itu harus diangkat.  Haeeee, artinya saya harus menjalani bedah laparoskopi untuk menormalkan arah mulut rahim dan mengangkat kista.

Paralel dengan pemeriksaan di atas, saya juga harus cek darah untuk skrining ada atau tidaknya virus Rubella dan toxoplasma, juga pemeriksaan kecocokan darah dengan sperma suami.  Pusing karena harus menjalani beberapa pemeriksaan sekaligus, saya dan suami memutuskan skrining darah untuk virus Rubella dan toxoplasma dulu.  Hasilnya saya dan suami harus minum obat penghilang virus Rubella, dan negatif untuk toxoplasmanya.

Bulan April 2012, saya memutuskan untuk menjalani bedah laparoskopi.  Butuh waktu yang lumayan lama untuk memutuskan hal itu.  Pertama, mengumpulkan biaya.  Kedua, mengumpulkan keberanian untuk berbaring di atas meja bedah.  Saya pun menjalani pemeriksaan dalam sebelum bedah.  Tanggal 20 April sore saya masuk rumah sakit, tanggal 21 April subuh pun saya menjalani bedah laparoskopi.  Dibius???  Tentu saja... Hal terakhir yang saya ingat di ruang bedah adalah dokter anestesi berbisik di telinga saya, "Terus berdoa ya bu...".   Setelah itu, saya jatuh dalam tidur yang amat sangat dalam, tidak mendengar apa-apa...sampai ada dokter yang menepuk-nepuk pipi saya, "Bu Dina...bu Dina...".  Tapi rasanya kok, mata ini sulit dibuka yaaa....

Bangun-bangun, ternyata saya sudah ada di ruang pemulihan.  Yang menunggu di samping tempat tidur adalah suami saya.  Kalau mengingat saat itu, saya menangis (bahkan mengetik ini pun sambil mbrebes mili :(....).  Menurut saya, dengan dibius dan ada di atas meja bedah,  saya tidak jauh dari yang namanya kematian.  Apa saja bisa terjadi di ruang bedah.  Setelahnya ibu dan adik saya pun bergantian menunggui saya.  Baru dipindah ke ruang perawatan pada sore harinya.  Yang namanya dirawat di rumah sakit nggak ada yang enak...nggak betah, dan pengin cepat pulang.  Karena saya menjalani bedah di bagian perut, saya baru boleh pulang kalau sudah buang angin dan buang air besar secara alami.

Hahaha...ternyata bisa buang air besar secara alami setelah operasi itu, menghasilkan kelegaan yang luar biasaaa.  Saya pulang ke rumah hari Selasa tgl 24 April 2012.   Setelah itu beberapa kali kontrol ke Prof, dan harus disuntik Tapros 2 bulan berturut-turut.

Sembari menjalani 2 bulan itu, saya dan suami melakukan tes kecocokan darah dengan sperma.  Lagi-lagi hasilnya membuat saya shock dan amat sangat kecewa dengan diri saya sendiri. Ternyata, darah saya selalu menolak sperma suami, dengan kata lain antibodi yang dibentuk darah untuk kekebalan terhadap benda asing yang masuk amat sangat tinggi.  Tes dilakukan di lab Andrologi, dengan dokter spesialis andrologi sebagai penanggung jawabnya, yaitu dr H. Indra G. Mansur, DHES, SpAnd.

Balik konsul ke Prof Ichramsjah, candaan pak Prof adalah saya terlalu cinta ke suami saya, sampai-sampai sperma suami ditolak :D.  Tapi saya tidak boleh kecil hati karena ada terapinya.  Saya pun menjalani terapi yang namanya PLI (paternal leukocyte immunization), terjemahannya : imunisasi leukosit suami.  Jadi darah suami diambil, di-treatment sedemikian rupa, sehingga sel darah putih (leukocyte) bisa dipisahkan, lalu disuntikkan ke dalam darah saya.

Kenapa pakai terapi ini?

Di dalam sel darah putih terdapat DNA yang susunannya sama dengan DNA yang ada di sperma.  Dengan disuntikkan sel darah putih, diharapkan darah saya dapat membaca DNA sel darah putih suami, dan mengenali DNA yang sama di sperma suami, sehingga tidak ada lagi reaksi penolakan dan penggumpalan.  Saya harus menjalani terapi ini tiap 3 minggu sekali, sampai mencapai hasil  yang diinginkan dr Indra dan pak Prof.  Hohoho...berapa kali suntik?  Total 10 kali suntik, dan sampai sekarang masih menjalani PLI maintenance setiap 2 bulan sekali.

Selama terapi 10x suntik itu, setiap berhubungan tidak boleh ada sperma yang masuk ke tubuh saya.  Suami harus memakai kondom.  Baru setelah mencapai hasil yang diinginkan, saya dan suami diizinkan oleh dokter untuk berhubungan tanpa kondom.  Karena ini sifatnya seperti alergi,  maka saya pun harus menghindari beberapa jenis makanan dan non makanan yang memicu alergi.  Dari hasil tes lab, saya harus menghindari makanan : udang, kepiting, coklat, dan kacang tanah.  Juga menghindari non makanan : kecoak, tepung maizena mentah, dan tepung sari rumput.   Sampai kapan?  Sampai saya berhasil hamil dan melahirkan anak saya dengan selamat.  Wheeeew....

Lalu, sekarang hasilnya bagaimana?

Sekarang ini, saya dan suami masih terus berusaha agar saya bisa hamil.  Kata dokter, harus tetap berdoa, semangat, pantang menyerah, dan terus berusaha.  Meskipun kadang niiih, dalam hati kecil saya....saya iri dengan ibu-ibu yang mudah hamil, dan saya takut kalau saya tidak bisa punya anak sama sekali.   Berpikiran negatif memang tidak bagus, berulang kali suami saya mengatakan hal ini kepada saya.  Ujian untuk saya adalah kesabaran, kesabaran, dan kesabaran.  Hiiiks, terimakasih Alloh, sudah memberi saya suami yang pengertian dan sabar terhadap saya...

Apakah banyak perempuan yang mengalami infertilitas?

Banyak.  Ya, ini jadi penyemangat sendiri untuk saya.  Ooooo...banyak pasangan yang juga belum dianugerahi keturunan. bahkan ada yang sudah menikah lebih dari 2 tahun (artinya lebih dari saya dan suami).  Ada temannya, hibur hati kecil saya. 

Inti ceritanya?

Hehehe...untuk temans yang dengan mudah hamil, baru sebulan menikah sudah langsung hamil, selamat ya.... Jangan sia-siakan rahmat dan anugerah dari Alloh SWT.  Untuk temans yang mengalami hal seperti saya, jangan takut, segan atau malu untuk berkunjung ke dokter.  Baik suami dan istri, harus sama-sama konsul ke dokter.  Dalam hal berketurunan, sekarang ini bukan masanya lagi untuk menyalahkan istri yang tidak kunjung hamil.  Keduanya harus diperiksa semua, siapa yang mengalami masalah, dan pasti masih bisa diselesaikan :).

Yuhuuuuu, tetap semangat ya Dina Apriyanti dan Bayu Kanigoro...menanti hadirnya junior-junior penerus keluarga kami, penerus agama kami... Bismillaaah...:)


Thank you for reading and visiting my blog.




Selasa, 21 Mei 2013

[PERSONAL] Mengejar Tikus...

Halo temans ^____^

Hampir 2 tahun sejak saya pindah dari rumah orangtua di Jakarta Selatan, ke rumah suami di Tangerang.  Mulai pertama pindah, syukur alhamdulillah...di rumah nggak ada hewan-hewan yang agak besar.  Paling ketemunya cicak, laba-laba, semut atau kecoak, yang saya yakin pasti ada di setiap rumah.  Hehehe...suka kaget sendiri juga sih, kalau tiba-tiba ada yang nongol dari balik lemari dan pluuuk...jatuh ke lantai :D.

Hewan yang agak besar itu maksudnya tikus atau kucing.  Kalau kucing, lumayan sering mondar-mandir di jalanan komplek atau nongkrong-nongkrong malesin di garasi mobil.  Selama nggak buang air besar di teras, saya nggak misuh-misuh laaah... Yang menyebalkan adalah tikus.  Namanya juga komplek lama, kebanyakan sampah rumah tangga dibuang ke bak sampah terbuka yang ada di depan masing-masing rumah.  Well, sampah rumah tangga kebanyakan sisa-sisa makanan dooong...jadilah bak sampah terbuka itu ajang pesta para tikus. Hiiiii... Kalau lagi jalan ke depan komplek, suka kaget karena tiba-tiba ada yang menyeruak lari terbirit-birit dari bak sampah.  Tikusnya kaget juga karena tiba-tiba saya lewat :D.

Awal-awal pindah, pintu pagar rumah belum ditutup mika, masih ada jarak yang lumayan besar di antara jeruji-jerujinya.   Sewaktu belum menikah, suami jarang membuang sampah sisa makanan makanya nggak ada tikus yang mengorek-ngorek tong sampah rumah.  Setelah saya pindah, mulai masak sendiri dan kadang membuang sampah sisa makanan atau potongan sayur, mulailah juga tikus-tikus ini mencari makan di tong sampah kami.  Kesal karena nggak menemukan jalan masuk ke tong sampah, akhirnya si tikus buang air besar di teras.  Grrrrrrrh....

Saya komplain ke suami, dan akhirnya diputuskan untuk menutup bagian bawah pagar dengan plastik mika tebal, untuk menutup jalan masuk tikusnya.  Fiuuuuuh, berhasil.  Tikusnya nggak masuk lagi ke teras :).  Lalu saya iseng nanya ke suami, kalau tikusnya masuk lewat saluran air kotor bagaimana?  Jawaban suami menenangkan hati saya, karena dia bilang...di saluran air kotor sudah dipasangi kawat kasa, jadi tikusnya nggak bisa lewat saluran air kotor.  Okaaaay...siiiip.

Sampai hari Senin minggu lalu, selesai mandi sore dan saya membuka pintu kamar mandi...tiba-tiba ada sekelebatan berwarna hitam lewat dan masuk ke kamar tidur saya.  Hati saya mencelos, tidaaak...sepertinya itu tikus :(.  Masuk dari mana???  Pintu dapur dan ruang makan ke teras belakang, semua dalam keadaan tertutup.  Pintu depan juga. Pintu dapur ke arah garasi juga tertutup.  Saya beranikan diri untuk cek ke kamar, kok nggak ada ya?   Ah, jangan-jangan saya salah lihat...hibur saya.  Ketika suami pulang kantor, dia juga ikut mencari...nggak ketemu juga.  Oke deh, salah lihat.  Tapi ternyataaaaa...saya nggak salah lihat!  Memang ada tikus, dan dia dengan cantiknya nangkring di tas ransel yang ada di sudut kamar.

Plaaaaak... Buuuuuk... Gedubrak...

Acara mengejar tikus di malam hari dimulai, dan berakhir dengan tikusnya ngumpet di kamar mandi dalam.  Kami gagal menangkapnya.  Semalam itu tikusnya dikurung di kamar mandi.  Untung kamar mandi rumah ini ada 2.  Keesokan paginya, kami minta tolong ke Marwan (sekuriti komplek)  untuk menangkap tikus itu.   Hihihi...suami saya juga takut kalau sama tikus :), makanya kami minta tolong Marwan.  Kejar-kejaran sesi 2 dimulai, tikusnya gesit banget.  Bisa manjat pula... Sesi 2 berakhir dengan kegagalan karena tikusnya melarikan diri ke atas lewat lubang kecil yang memang belum ditutup.

Lubang kecil tadi akhirnya ditutup sementara dengan koran dan batu yang dipalu.  Hati lumayan lega sampai dengan hari Kamis pagi.  Kali ini suami yang pertama melihatnya...  Uaaaah, masuk dari mana lagi ini tikusnya.  Semua pintu kamar kami tutup.  Kejar-kejaran sesi 3 mulai.  Masih dibantu oleh Marwan, kali ini tikusnya tertangkap.  Kata Marwan, ini tikus rumah yang ngerusak dan menggigit, harus dibunuh dulu tikusnya baru dibuang.  Oke deh...:), untung bukan tikus yang gede suka ngorek-ngorek sampah itu... *merinding*

Lega?  Beluuuum... Masih ada cerita lanjutannya.

Hari Minggu malam, saya sedang asik browsing di ruang tengah, suami tidur-tiduran di kamar.... tiba-tiba saya melihatnya lagi.  Astagaaa...tikus ini dari mana sih masuknya?  Suami langsung memutuskan untuk membeli perangkap tikus.  Pulang dari minimarket, suami ketemu bang Tisna (yang suka bantuin bersih-bersih rumah yang agak berat).  Okeeeeh, kejar-kejaran sesi 4 dimulai.
Tikusnya pun lari ke arah dapur dan sembunyi di lemari bawah kompor.  Semua barang di lemari itu dikeluarkan, nggak ada...ngumpet di mana ya???  Akhirnya diputuskan untuk memasang perangkap dengan umpan makanan ikan yang baunya super amis, dan lemari ditutup.

Hasilnya? Yeaaaah...tikusnya kena perangkap, nempel di lemnya :D.

Ya ampuuuuun... mau nangis rasanya.  Yang saya nggak habis pikir, masuk lewat mana tikusnya.  Rasanya semua lubang sudah ditutup.  Kok masih bisa masuk juga.  Akhirnya sekarang saya putuskan, kalau siang hari...saya ada di ruang tengah atau di kamar, pintu ke teras belakang saya tutup semua.  Jendela juga hanya jendela kamar yang saya buka, untuk pergantian udara.  Rasa deg-degan tiap kali melihat tikus di dalam rumah amat sangat tidak baik untuk jantung... Semoga kali ini nggak ada lagi tikus yang masuk.

Maaf ya, posting ceritanya panjang dan nggak pakai gambar pula.  Agak-agak geli mau majang foto tikus di cerita ini,  kecuali tikus yang ini...

sumber : www.mickeymousewatch.net

Hahahaha...thank you for reading and visiting my blog :)

Sabtu, 18 Mei 2013

[MAKAN-MAKAN] Bubur Ayam Cakra, Kemanggisan, Jakarta Barat

Halo temans ^____^

Siapa yang nggak kenal dan suka dengan bubur ayam?  Pasti semua sudah mengetahuinya kan? 

Hidangan bubur dengan berbagai lauk isian dalam satu mangkuk, bisa buat sarapan pagi atau makan malam.  Satu mangkuk sudah membuat perut kenyang, walau kadang menambah lagi...:). Biasanya si abang penjual berkeliling dengan gerobaknya atau mangkal di suatu tempat tertentu, atau sudah membuka warung secara permanen.

Salah satu warung bubur ayam yang membuat saya kecanduan adalah Bubur Ayam Cakra, Kemanggisan, Jakarta Barat.  Ini karena suami saya yang berkantor di daerah Kemanggisan cerita, waktu belum menikah sering sarapan bubur ayam yang enak banget dekat kantor. 

Saya penasaran dooong, kayak apa sih buburnya???  Kenapa suami saya sampai bilang enak banget.  Dengan sedikit memaksa akhirnya saya berhasil membujuknya untuk mengajak saya makan di sana.  Tentu saja kami ke sana di hari Sabtu, karena warung tutup di hari Minggu dan masa liburan mahasiswa.

Pertama kali makan, saya langsung komentar...uaaaaah, ini bubur beneran enak!!!  Bahkan tanpa lauk-lauknya pun si bubur sudah terasa enak.  Kalau menurut kami sik, buburnya dimasak dengan kaldu spesial.  Nah, kaldu spesialnya ini yang sepertinya khas Pasundan, makanya itu warung nama lengkapnya adalah Bubur Ayam Pasundan, tapi karena ada di jalan Anggrek Cakra namanya jadi Bubur Ayam Cakra...*soktau*.

Ini alamat lengkapnya Jl Anggrek Cakra no 27, Kemanggisan, Jakarta Barat.  Patokannya kampus Bina Nusantara Anggrek, di dekat parkiran mahasiswa.

Jadi kayak apa penampilan bubur yang bikin saya kecanduan ini?

Taraaaaaa....



Hohoho....looks yummy ne?

Isinya memang berbeda dengan bubur ayam yang sering saya beli di dekat rumah.  Yang ini isinya "hanya" bubur berkaldu dan suwiran daging ayam yang banyak.  Istilah suami saya, generous :D.  Ditambah dengan kacang kedelai goreng, emping, kerupuk, dan diakhiri dengan taburan bawang goreng.  Punya saya tidak ada kacang kedelainya, karena saya nggak suka....keras :D.   Kalau suka, kaldunya bisa minta tambah di depan, atau mau tambah lauk sate kulit/ ampela/ ati/ telur mungkin...
Sambal dan kecap manis disediakan di meja makan, kalau mau makan bubur pedas sila tambahkan beberapa sendok sambal  >,< .  Menurut saya, satu sendok sudah cukup pedas.

Pastinya ini bubur emang enak, jempol deh saya acungkan.  Harga 1 porsinya juga jempol sik, 1 porsi bubur ayam ini dikasih harga IDR10,000, lauk sate-sate kalau nggak salah IDR2,500 per tusuk, tambahan minuman IDR3,000 per botol.  Sebenarnya sedikit mahal, mengingat letaknya dekat daerah kampus.  Ya ada harga ada rasa sik, harga segitu wajar mengingat rasanya yang enak dan ayam suwirnya yang banyak :).

Saya nggak ambil foto warungnya, nggak enak sama yang punya warung. Saya kasih foto plakat rekomendasi pecinta kuliner Bina Nusantara saja ya...



Hihihihi... Itu jempol udah gede banget :D.  Semoga cerita saya kali ini menyenangkan, yang penasaran dengan rasa buburnya, sila dicoba....

Thank you for reading and visiting my blog :)

Kamis, 02 Mei 2013

[RANDOM] Wewangian yang hilang di The Body Shop

Halo temans ^____^


Entah kenapa, tiba-tiba kemarin saya kangeeeen sekali dengan wewangian dari The Body Shop :). Saya buka laci lemari baju saya, saya pandangi satu-satunya botol minyak wangi The Body Shop yang ada di sana....dan tiba-tiba saya merasa ingin kembali pada saat wewangian tersebut masih dijual di outletnya.

Wewangian yang saya miliki adalah The Spirit of Moonflower Eau de Toilette.  Saya beli sudah lama sekali, mungkin sejak tahun 2003 atau 2004.  Dulu juga punya perfume oilnya dan selalu saya pakai untuk ke kantor, tapi sudah habis.  Ketika hendak membeli perfume oil lagi, saya diberi tahu kalau The Spirit of Moonflower sedang discontinue karena akan ada formula yang baru.  Lalu saya pun memutuskan untuk menunggu.  Dan ketika formula baru keluar, ternyataaaa....wanginya berubah :(.  Saya lebih suka wewangian yang lama, karena itulah yang ini saya pakai secara hemat-hemat.


Di masa-masa saya bekerja, masih rajin dan mau diminta lembur, yang tentu saja menghasilkan pendapatan yang lebih banyak :D....bisa dibilang saya kecanduan wewangian The Body Shop.  The Spirit of Moonflower ini jadi wewangian khas saya, karena dulu ada teman yang bilang : ini pasti ada mbak Dina, wanginya khas :).  Saya punya Oceanus EDT, Vanilla Body Mist, Indian Gardenia EDP, juga yang untuk cowok Arber dan Kistna.  Kayaknya sekarang juga masih ada sih :D, tapi di lemari saya yang di sana, yang saya bawa cuma ini. 

Kemarin saya mencoba cari lewat online, siapa tahu masih ada yang jualan.  Ternyata memang sudah tidak ada samasekali.  Cek website TBS yang UK, US, atau AU juga tidak ada.  Padahal banyak yang masih menyukainya, karena saya baca di community forum-nya masih banyak yang minta untuk diproduksi kembali, tentu saja dengan formula lama.  Teman di facebook memberi tahu online shop yang menjual rare item dari TBS,  setelah cek....ternyata memang sudah tidak ada dan tidak keluar sama sekali :(


Seorang teman yang sedang melanjutkan kuliah di Australia menawarkan diri untuk menanyakannya di TBS Australia.  Uhuuuks...saya terharu, dan saya berharap semoga masih ada, walaupun kecil sekali kemungkinannya.

Well, saya tidak bisa menjelaskan wangi The Spirit of Moonflower ini seperti apa.  Saya tidak pintar mendeskripsikan wewangian, kalau saya suka dengan wanginya ya saya beli.  Kebetulan saya suka wangi yang tidak terlalu lembut atau terlalu manis.  Beberapa orang yang menyukai wangi White Musk dan Vanilla beruntung sekali, karena TBS masih mengeluarkan wewangian tersebut.  Walaupun yang Vanilla sepertinya tidak masuk ke TBS Indonesia :)

Hahaha...jadi tsurhat pagi-pagi begini. Moga-moga ada pembaca dari The Body Shop yang bisa menyampaikan aspirasi saya ini ke TBS Pusat.... dan mereka pun mengeluarkan kembali wangi-wangi klasik yang saya suka...

sumber : www.fragrantica.com


Oceanus ini dulu segaaaar sekali.  Kalau pakai ini berasa keluar dari lautan, nyaman banget dipakai- nya.  Sayang sekali karena harus discontinue juga...:(

sumber : vixenlady.blogspot.com

Wewangian Vanilla, yang sebelah kiri itu yang lama dan saya dulu beli body mistnya.  Setelah itu sempat discontinue, lalu keluar lagi dengan kemasan baru yang sebelah kanan.  Saya anak lama sih ya, jadi saya lebih suka desain botol yang lama :D.  Lebih klasik dan terlihat elegan, juga lebih besar.  Saya tidak tahu ada perbedaan atau tidak, antara yang lama dan yang baru.

sumber : nie512.blogspot.com

Yang ini, Indian Gardenia EDP.  Dikiit aja disemprotnya, wanginya sudah oke banget.  Wangi rempah-rempah :).  Moga-moga keadaan di lemari sana masih bagus, nanti saya boyong ke sini.  Dulu mau beli ini pakai nabung beberapa bulan, dan beli pada saat diskonan.  Waktu itu EDP lebih mahal daripada EDT, eh...sekarang juga iya sih...

Nah, itu wewangian koleksi saya yang sekarang tidak muncul lagi di outlet TBS manapun. Sedih, tapi yang namanya perubahan dan inovasi harus berjalan terus kan?  Jadi suatu hal yang wajar juga kalau manajemen TBS memutuskan untuk berhenti memproduksi ini.

Thank you for reading and visiting my blog :)


Selasa, 09 April 2013

[RANDOM] Cross Stitch-ing

Halo temans ^____^

Pernah dengar kata di atas? Cross stitch...pakai akhiran "ing" jadi kata kerja, arti bahasa Indonesianya menikam dari belakang menusuk silang.  Mungkin kalau orang dulu, jaman-jamannya ibu dan tante saya, mereka menyebutnya dengan kristik.  Nggak tahu ya, kata kristik itu serapan dari bahasa mana :).  Ya mungkin dari kata cross stitch ini, tapi karena di lidah orang dulu belibet, maka jadi yang praktis aja...kristik...*soktau*

Dulu nih, waktu saya SD atau SMP deh...kalau pulang liburan ke rumah nenek saya, pasti tante atau sepupu saya lagi mengerjakan ketrampilan tangan ini.  Dan kalau lagi nggak diajak keliling ke rumah saudara yang lain, saya suka memperhatikan mereka.  Gambar yang dibuat bagus-bagus, gambar pemandangan, kaligrafi Islam, atau hanya tulisan nama.  Seneng aja ngeliat gerakan tangan yang teratur, sesekali menggunting dan merapikan susunan benangnya.

Saya penasaran?  Banget....tapi belum tahu cara mengerjakannya.

Setelah mempunyai waktu luang, saya lihat cara-caranya di youtube.  Hmmm, ternyata tidak terlalu sulit, daripada merajut yang harus menghitung setiap kali menggulung benang di stiknya.  Mulai rumit jika memang polanya rumit dan besar :D, juga terdiri dari banyak warna benang.  Pusing deh, menghitung kotak-kotaknya.

Pada umumnya peralatan yang dipakai adalah pola, kain, benang dan jarum.  Pola gambar tusuk silang sekarang ini mudah didapat, bisa di-download dari situs pehobi tusuk silang, bisa beli dari situs yang sama (biasanya untuk desain yang cantik dan rumit), bisa juga beli di toko khusus hobi kerajinan tangan.  Toko yang biasa saya kunjungi untuk membeli pola adalah Hobby Craft di Puri Indah Mall.  Di sini kita bisa mendapatkan kain kotak-kotaknya (aida atau linen), benang, jarum, alat-alat merajut, juga pattern kit.  Saya sendiri lebih sering membeli dalam bentuk pattern kit, karena dengan membeli kit saya sudah mendapatkan pola, kain aida 14 count, jarum dan benang sesuai pola.  Makin besar gambarnya, makin besar pula kain aidanya, dan makin banyak benangnya....makin mahal pula harganya :D

Maksudnya kain aida 14 count apa?

Itu artinya, dalam panjang 1 inci pada 1 kolom kain, akan terdapat 14 tusukan silang.  Makin kecil angkanya, makin sedikit jumlah tusukan silang per incinya, ukuran tusukannya semakin besar, vice versa. Yang saya kerjakan adalah yang 14 tusukan per inci.  Lebih kecil dari itu, 20 count misalnya... Sepertinya mata saya tidak sanggup dan harus pakai kaca pembesar untuk mengerjakannya :D.
Contoh tusukan silang seperti ini...

sumber : google.com
Ini kain aida 14 count yang diperbesar.  Kalau kain aida 11 count biasanya benang yang dipakai adalah sejenis benang wol, dan kainnya juga lebih kaku.

Pertama kali mengerjakannya saya pilih pola yang mudah, tidak banyak warna-warna, desain sederhana.  Ini dia...


Sebenarnya itu yang kedua...yang pertama gambar shio kuda, tapi masih berantakan banget.  Yang ini mendingan, rapihan... Desain sederhana, warna benang hanya 6 - 7 warna, membuatnya tidak perlu waktu lama.

Lalu merasa tertantang untuk mengerjakan yang lebih rumit lagi.  Browsing sana-sini, ketemu situsnya Sodastitch Indonesia.  Mereka jual pola dan paketan, plus gambarnya lucu-lucu.  Saya beli 2 paket, baru 1 yang saya kerjakan. Ini dia...


Lucu kaaaaaan?  Saya sungguh suka dengan desain keluaran Sodastitch.  Warna benangnya itu imut-imut semua.  Bikin pengen ngeborong kalau nggak inget uangnya...  Yang ini butuh waktu pengerjaan yang lumayan lama, banyak kesalahan karena tidak teliti menghitungnya.

Lalu sepupu ada yang akan melahirkan. Bingung mau kasih kado apa ya?  Mainstream banget kalau kadonya itu lagi, itu lagi... Akhirnya diputuskan untuk kasih gambar tusuk silang.  Paketnya beli di Hobby Craft yang khusus untuk bayi.  Hahaha, sampai bayinya umur 6 bulan 17 April besok, kadonya belum jadi....*ngumpet*.  Selain polanya agak rumit, saya juga agak angin-anginan mengerjakannya, ada aja godaan untuk menyelesaikan.  Etapi akhirnya selesai juga....


Ngahahaha, mengerjakan tusuk silang ini bikin ketagihan, kalau sudah pegang kain, benang dan jarum...bisa sering lupa waktu.  Hehehe, ada yang tertarik untuk dibikinin?  Let me know ya ;)

Nah, ini proyek selanjutnya.  Masih dari Sodastitch...paket yang ke 2.


Sengaja kasih dalam warna hitam dan putih, biar nggak ketahuan kayak apa warna-warnanya.  Diiiih, siapa juga yang penasaran sama warnanya?  >,<
Nanti kalau sudah jadi akan saya update di posting ini.

Thank you for reading and visiting my blog :)