Minggu, 22 September 2013

[FILM] Howl's Moving Castle

Halo temans ^____^

Cerita tentang film lagi, dikeluarkan oleh Studio Ghibli lagi. Entah kenapa, film yang dikeluarkan oleh Studio Ghibli ini selalu indah dan tidak membosankan walaupun sudah berulang kali ditonton. Kali ini film yang saya pilih adalah Howl's Moving Castle, yang dirilis pada bulan September 2004. Hmmm..itu sudah 9 tahun yang lalu lho, tapi ceritanya masih relevan untuk diikuti.


Siap ya...ceritanya agak panjang dengan screenshot yang lumayan banyak. Jadi kalau nge-loadnya agak lama, mohon dimaafkan....*bowing*


Film ini disutradarai oleh Hayao Miyazaki, diproduseri oleh Toshio Suzuki, naskah dibuat oleh Hayao Miyazaki berdasarkan novel dari Inggris dengan judul yang sama karangan Diana Wynne Jones. 

Tokoh utamanya bernama Sophie, seorang gadis berusia 18 tahun. Sehari-hari Sophie bekerja membuat topi di toko topi peninggalan ayahnya. Suatu hari, dalam perjalanan menemui adik perempuannya yang bekerja di sebuah toko, Sophie bertemu dengan penyihir tampan yang menjadi pembicaraan gadis-gadis di kota itu. Rupanya penyihir itu sedang dikejar oleh sekelompok makhluk, yang akhirnya berhasil lolos sembari mengantarkan Sophie ke adik perempuannya. Tentu saja Sophie tidak tahu bahwa penyihir itu adalah Howl.


Ternyata yang mengejar Howl adalah seorang penyihir yang bernama The Witch of the Waste, yang kemudian mendatangi toko topi Sophie. Merasa tokonya sudah tutup, Sophie pun meminta si penyihir untuk pergi.


Marah karena Sophie mengusirnya keluar, si penyihir pun meninggalkan toko dengan mengutuk Sophie menjadi seorang nenek berumur 90 tahun, dan Sophie tidak akan bisa berbicara apa pun mengenai kutukan tersebut. Oooow...poor Sophie..:(


Tidak ingin mengejutkan ibu dan para pekerja di toko topi, Sophie pun memutuskan untuk meninggalkan rumahnya. Sophie pergi ke lembah tempat pembuangan dengan maksud mencari cara untuk menghilangkan kutukannya. Di lembah itu Sophie bertemu dengan sebuah orang-orangan sawah yang ternyata hidup, yang tadinya dikira Sophie hanya sebatang kayu dan hendak digunakan sebagai tongkat.


Si orang-orangan mengantarkan Sophie ke istana Howl yang terus bergerak menjelajahi kawasan itu. Di istana Sophie bertemu dengan setan api Calcifer, yang mengetahui kalau Sophie berada di bawah kutukan. Calcifer menawarkan untuk mematahkan kutukan, sebagai pertukaran atas bantuan Sophie dalam memecahkan mantra yang membuat Calcifer terikat ke istana tersebut. Sophie pun menolaknya karena menurut Sophie membuat perjanjian dengan setan adalah hal yang tidak baik. Sophie pun beristirahat dan tertidur di depan perapian hingga pagi menjelang.


Asisten Howl yang bernama Markl turun dari lantai dua dan terheran-heran menemukan seorang nenek di depan perapian. Sophie pun terbangun karena ada suara bel pintu dan suara Markl yang menjawab bahwa penyihir Jenkins sedang keluar rumah. Jenkins? Bukankah ini istananya Howl?  Bel pintu pun berbunyi lagi dan kali ini tamunya menanyakan ke manakah penyihir Pendragon?  Pikir Sophie, kenapa ada Jenkins dan Pendragon dalam satu rumah?  Sophie yang penasaran pun membuka pintu dengan mencoba kenop yang berbeda-beda, dan menemukan keadaan luar yang berbeda pula. Hoho...seperti pintu ke mana saja punya Doraemon gitu. Ketika Howl muncul, Sophie mengumumkan bahwa dia adalah wanita pembersih baru benteng, yang disewa oleh Calcifer.


Tiba-tiba, negara Sophie terlibat perang dengan negara tetangga, disusul dengan hilangnya Putra Mahkota dari dunia penyihir. Howl menerima panggilan dari Raja, untuk bertarung di perang. Namun, Howl mempunyai ide untuk mengirim Sophie dengan berpura-pura menjadi ibunya. Sophie akan mengatakan kepada raja untuk menyatakan bahwa Howl adalah seorang pengecut yang mempunyai 2 identitas. Dalam perjalanannya ke istana, Sophie bertemu dengan anjing sesak napas bernama Heen, yang dipikirnya adalah Howl yang menyamar. Sophie juga bertemu dengan The Witch of The Waste, yang akhirnya kehilangan kekuatan karena diambil oleh Suliman (penyihir raja), dan menjadi seorang nenek tanpa kekuatan sihir. Suliman memberitahu Sophie bahwa Howl akan menemui nasib yang sama jika ia tidak ikut bergabung dalam perang.


Ketika Sophie memprotes tindakan Suliman, kutukan The Witch of The Waste untuk sementara menjadi lemah karena ada cinta dalam kata-kata Sophie. Suliman menyadari bahwa Sophie mempunyai perasaan cinta yang kuat kepada Howl. Howl kemudian tiba untuk menyelamatkan Sophie. Suliman mencoba untuk menjebak Howl, tetapi dengan bantuan Sophie, mereka berhasil melarikan diri dengan membawa mantan The Witch of the Waste bersama mereka.


Sophie akhirnya mengetahui bahwa Howl berubah menjadi makhluk berbulu mirip burung ketika terlibat dalam perang, tetapi tiap kali berubah selalu membuat Howl lebih sulit untuk kembali ke bentuk manusia. Sophie takut kalau Howl sedang mempersiapkan untuk meninggalkan mereka, karena waktu yang tersisa sebagai manusia yang terbatas. Ibu Sophie muncul dan sebenarnya berada di bawah pengaruh Suliman dan meninggalkan sebuah tas berisi ular mata-mata di bawah perintahnya. Nenek menemukan ular itu dan segera melemparkannya ke Calcifer. Sayangnya, Calcifer sakit setelah makan ular tersebut, membuat dia tidak bisa melindungi istana Howl.


Beberapa jam kemudian, kota tempat tinggal Sophie dan istana Howl dibom oleh pesawat musuh, sementara tentara Suliman menyerang toko bunga yang dibuat Howl untuk Sophie. Setelah melindungi toko bunga dari pengeboman, Howl menyembuhkan Calcifer, lalu pergi untuk mengusir tentara tersebut.  Dia berkata pada Sophie bahwa dia tidak akan melarikan diri lagi, karena dia memiliki sesuatu yang dia ingin lindungi sebelum bergabung di peperangan. Menyimpulkan bahwa Howl harus diselamatkan, Sophie mengeluarkan semua orang dari istana juga memindahkan Calcifer dari perapian yang segera diikuti oleh kehancuran istana. Sophie menawarkan sepotong rambutnya ke Calcifer supaya kekuatannya cukup untuk memindahkan sebagian kecil yang tersisa dari istana.


Mereka menuju ke arah Howl ketika nenek menemukan hati Howl di dalam Calcifer. Nenek mengambil hati tersebut dan menolak untuk melepaskannya meskipun api Calcifer membakarnya. Sophie menuangkan air ke nenek, membuat Calcifer kehilangan semua kekuatan dan kekuasaannya. Sisa istana pun terbelah, lalu Sophie dan Heen jatuh ke jurang. Sophie terus berjalan menuju jantung Howl dengan bantuan cincin sihir penunjuk arah yang sebelumnya diberikan Howl. Sophie masuk melalui pintu ke daerah yang gelap dan menemukan ingatan bagaimana Howl dan Calcifer bertemu. Howl kecil, jatuh iba kepada bintang yang jatuh dan sekarat, lalu memberikan hatinya kepada bintang yang sekarat itu, yang tidak lain tidak bukan adalah Calcifer. Tindakan ini membuat Calcifer terikat tanpa batas kepada Howl. Sementara Howl yang kehilangan hati, menjadikannya terikat secara emosional dengan masa kanak-kanaknya. Nggak heran, kalau kelakuan Howl kadang kekanakan :).


Sophie akhirnya menemukan Howl, yang sudah kehilangan kesadaran sebagai manusia dalam bentuk burung. Mereka kembali ke kelompok, dan Sophie meminta nenek untuk mengembalikan jantung Howl. Nenek memberikan jantung Howl kepada Sophie, yang segera ditempatkan kembali ke dalam tubuh Howl, mengembalikan hidupnya, dan membebaskan Calcifer.


Sophie mencium orang-orangan sawah di pipi sebagai ucapan terima kasih, yang akhirnya mengembalikan wujud aslinya yaitu Putra Mahkota dunia sihir. Yep, Putra Mahkota yang hilang dan terjebak dalam bentuk orang-orangan sawah sampai dia menerima ciuman dari wanita yang disukainya.
 

Heen menunjukkan adegan bahagia akhir mereka ke Suliman, dan Suliman memutuskan untuk mengakhiri perang. Howl, Sophie, dan yang lainnya terlihat tinggi di atas pesawat pembom di sebuah kastil yang bergerak baru. Akhir yang bahagia tentu saja.



Film-film Studio Ghibli selalu terasa hangat di hati dan cocok untuk tontonan seluruh keluarga. Ada yang merasa bosan dengan film dari Ghibli? Hahaha...kalau ada, mungkin bukan penggemar film 2 dimensi seperti ini ya. Belum sempat menonton film ini? Bisa ditonton secara streaming di KissAnimedotcom. Semua screenshot di cerita ini saya ambil dari situ. Masih banyak film Ghibli yang belum sempat saya tonton, semoga masih sempat menonton sebelum di-banned dan bisa cerita di sini.

Salam,

Dina


















6 komentar:

  1. Suka Mba sama semua film Gibli... yang ponyo, spirited away dan totoro pun sungguh aduhaii tampilan gambar nya.. pemandangannya dan cara pewarnaannya. (Untuk Ponyo mereka menggunakan teknik seperti pastel sepertinya) asik deh =D

    BalasHapus
  2. film dari studio ghibli akan selalu dihati penikmatnya...

    BalasHapus
  3. Selalu jatuh cinta sm karya nya hayao miyazaki.. semoga aaj ad spirited away 2 ya hihii

    BalasHapus
  4. Kalo boleh tau , web buat nontonnya dimana ya yang ada subtitle Inggris nya, habisnya kedownload yang dubbed Inggris 😢

    BalasHapus
  5. Emang juara nya sih studio gibli, aku udah nonton banyak film"nya dan jatuh hati pada semua film"nya, alurnya juga gak ngebosenin , karakter,gambar, maupun pewarnaannya bagus banget , semoga kedepannya bisa menciptakan film yg bagus" lagi ❤

    BalasHapus
  6. SEtuju ,bagus, pemandangan, indah di filmnya amazing..

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca cerita ini.
Sila berkomentar tentang tulisan saya di sini. Saya lebih menghargai jika komentar yang diberikan sesuai dengan isi posting blog dan tidak ANONIM. Kalau ada alamat blog, cantumkan saja nanti saya main ke sana :)