Kamis, 06 Desember 2012

[REVIEW] Gizi Super Cream

Selamat malam temans :)

Kali ini saya menulis review tentang krim yang sudah ada sejak dahulu kala...kalau menurut brosurnya sih, dari tahun 70-an gitu, apa tahun 60-an ya? Maaf, brosurnya udah kebuang dan saya lupa :D.  Yak, krim ini namanya Gizi Super Cream.  Dulu waktu saya kuliah, sempet juga pakai krim ini sebagai pelembab muka di pagi hari, hasil keracunan mbak-mbak sebelah kamar yang emang kulitnya haluusss banget tapi lama-lama saya bosen sendiri, berhenti deh.

Terus baca-baca thread femaledaily forum, ada thread tentang Gizi Super Cream ini.  Banyak yang merasa cocok dan kulitnya jadi kenyal, halus, dan nggak pakai jerawat.  Baca-baca terus disebutkan bahwa krim ini terbuat dari bahan-bahan alami, utamanya : rumput laut (makanya ditulis di botolnya "Secret of Seaweed"), kedelai, buah bligo dan almond.  Pas baca brosurnya memang disebutkan bahwa itu adalah bahan-bahannya.  Juga disebutkan di brosur kalau krim ini tidak mengandung merkuri (mudah-mudahan beneran...).

Karena kardus dan brosurnya sudah saya buang, saya fotoin langsung potnya ya.. Kayak gini...
Tertulis di situ krim ini bisa digunakan oleh laki-laki dan perempuan, ada no registrasi BPOM, dan dibuat di Indonesia.  Bagian belakang pot seperti ini...
Tanggal kadaluarsanya lumayan lama, sampai Januari 2014, tapi disarankan krim dihabiskan dalam waktu satu bulan setelah kemasan dibuka.  Tutup atas dibuka, akan ada lapisan aluminium foilnya. Seperti ini...
Di brosur disebutkan, karena terbuat dari bahan-bahan alami, warna krim bisa berbeda-beda tergantung batch produksinya.  Warna krim yang saya beli agak putih.  Baunya?  Sedikit berbau jamu menurut saya.  Kalau nggak suka bau jamu, mungkin nggak akan suka dengan krim ini ;).  Oh iya, krim yang ini formulanya sudah diperbarui.  Makanya pas saya pakai ada rasa yang berbeda. Tekstur krimnya kental banget...
Menurut saya agak sulit dibaurkan, dan buat kulit saya warna krim ini terlalu putih :).  Jadi saya nggak pakai krim ini untuk pelembab pagi, melainkan untuk krim malam saja...
Hahaha, itu belum diratain ya. Setelah menambah sedikit usaha untuk meratakan, jadi kayak gini...
Kelihatan bedanya kan? Yang saya pakaikan krim jadi putih banget :D.  Kalau saya pakai sebagai pelembab di pagi hari, muka kayak pakai topeng gitu...:(, biarpun lama-lama warnanya menyesuaikan warna kulit tapi saya tetep nggak pede. Ya wes jadi krim malam saja...

Dua minggu pertama pakai, setelah bangun tidur...muka emang berasa kenyal gitu,  nggak terlalu berminyak.  Kalau ada jerawat, ditutul-tutulkan krim ini, jerawatnya jadi kempes.  Terus noda bekas jerawat juga lama-lama memudar. Tapiiiii, dirasain lama-lama...kok, kulit di bagian dagu dan lipatan hidung jadi kering yah?  Terutama di sekitar mulut.  Kalau mau dandan pagi, ekstra pelembab deh.  Baca-baca lagi blog orang, oooo...ternyata memang ada yang nggak cocok juga.  Sepertinya krim ini lebih cocok untuk orang yang kulit wajahnya berminyak.  Buat saya yang punya kulit kombinasi cenderung kering, nggak cocok pakai krim ini :(.

Akhirnya saya putuskan untuk menghentikan pemakaian krim ini sebagai krim malam.  Untuk kempesin jerawat, saya masih pakai krim ini karena cukup dioles di jerawatnya tidak di seluruh kulit wajah.  Untuk krim malam saya lagi coba merk lain, moga-moga hasilnya cukup menyenangkan sehingga saya bisa sharing reviewnya di sini.  Lagi mau coba krim ini untuk menghilangkan noda hitam bekas eksim saya di kaki...:D, nanti saya update hasilnya.

Krim ini mudah didapatkan, tapi kayaknya di Carrefour nggak ada :D.  Saya beli di toko kosmetik Budi Jaya, pasar Mayestik.  Harganya nggak mahal, sekitar IDR14,000. Mengingat saya nggak cocok dengan krim ini, mungkin saya tidak akan membelinya lagi, yang ini saja dihabiskan.

Begitu saja dulu cerita saya tentang Gizi Super Cream.  Cerita review ini adalah pendapat pribadi saya, sesuai dengan hasil di kulit saya, tidak ada hubungannya dengan produsennya.  Semoga berguna ya temans...

Thank you for reading and visiting my blog :)
















2 komentar:

  1. ko warna cream nya sudah laen ya skrng ..wkt dulu warnanya agak ke abu2an atw krem gitu..ga putih kaya gitu...apa itu asli mba yg warnanya putih...???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai mbak Nisaa :)
      Katanya sik, warna krimnya ini bakalan beda-beda, tergantung batch produksinya. Saya sik yakin, yang saya beli asli. Ya nggak tahu juga kalau saya dibohongin sama toko atau produsennya :).

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca cerita ini.
Sila berkomentar tentang tulisan saya di sini. Saya lebih menghargai jika komentar yang diberikan sesuai dengan isi posting blog dan tidak ANONIM. Kalau ada alamat blog, cantumkan saja nanti saya main ke sana :)